Setup Makaroni Makin Gurih dengan Hometown Dairy

Mumpung lagi tanggal merah, hari ini saya bikin setup makaroni request anak-anak. Masakan ala Solo ini ternyata jadi salah satu cemilan (sebetulnya bisa terhitung makanan berat juga, ya) kesukaan mereka, padahal waktu awal-awal coba bikin buat anak-anak tuh, mereka kelihatan kurang minat. Memang, sih, belakangan saya coba modifikasi sedikit dengan mengurangi takaran bumbunya. Mungkin rasa khas pala dan cengkeh yang cukup tajam ini yang bikin mereka hanya sanggup mencicipi sedikit, dulu.

Ini resep setup makaroni yang saya buat:

Bahan:
250 gram daging dada ayam, rebus, potong kecil-kecil
250 gram makaroni, rebus dan tiriskan
8 buah bawang merah, cincang
Margarin untuk menumis
2 butir telur ayam, kocok lepas
250 ml susu pasteurisasi Hometown Dairy
Merica halus secukupnya
Pala halus secukupnya
2 kuntum cengkeh
Garam secukupnya
Keju parut jika suka
Kaldu ayam, biasanya paling mantap menggunakan salah satu merek kaldu yang bentuknya
blok/kubus

Cara membuat:
Tumis bawang merah dengan margarin hingga harum.
Tambahkan pala bubuk, cengkeh, dan merica bubuk, aduk.
Masukkan susu dan ayam, aduk, kecilkan api.
Masukkan telur, aduk cepat agar membentuk serabut-serabut.
Tambahkan garam dan kaldu, cicipi untuk mengoreksi rasa.
Sajikan dengan taburan keju parut jika suka.

Kadang saya menemukan ada yang memodifikasi resep dengan menambahkan bawang putih, sosis, wortel, kacang polong, atau jagung. Namun, favorit saya tetap resep dasar yang ini. Untuk makaroni, biasanya saya memakai makaroni elbow, tapi kali ini mau sekalian menghabiskan stok farfalle (pasta berbentuk pita/kupu-kupu) di rumah, jadi pakainya itu.

Omong-omong soal modifikasi, bukan cuma bumbu, sih, ternyata, yang perlu penyesuaian. Jenis susu yang dipakai pun berpengaruh. Resep asli dari mama yang saya gunakan mencantumkan susu bubuk, tetapi di sini saya lebih suka menambahkan susu cair. Kalau dulu saya memakai susu UHT yang praktis, sekarang saya beralih ke opsi susu pasteurisasi yang terbukti lebih creamy dan bikin hasil setup makaroni tambah gurih. Bahkan saat saya belum sempat memarut keju, anak-anak sudah keburu menghabiskan sepiring porsi pertama mereka, sebelum minta tambah.

Akhir pekan lalu, kami juga berkreasi membuat crepes ala ala dengan susu Hometown Dairy, yang bikin anak-anak semangat ikutan membantu. Bukan hanya diolah menjadi makanan, sih. Susu Hometown Dairy juga enak diminum langsung, atau disiramkan pada sereal favorit anak-anak untuk sarapan. Rasanya yang tidak terlalu manis bikin susu ini nggak bikin eneg, justru terasa segar ketika dikonsumsi.

Susu pasteurisasi Hometown Dairy menjadi pilihan saya untuk keluarga karena rasanya yang memang natural, lengkap dengan cream alami susu di bagian atasnya (yang kadang sedikit menempel di segel ketika dibuka). Ingat susu segar yang jadi langganan keluarga kami saat saya masih kecil dulu, deh. Kalau kata di IG Hometown Dairy, nothing added in, nothing taken out. Tidak ada bahan aditif yang ditambahkan, tidak ada pula yang diambil dari susunya. Pemanasan dalam pengolahannya sebelum dikemas tidak terlalu tinggi, tepatnya 15 detik pada suhu 72 derajat Celcius, untuk menjaga manfaaat dan citarasa susu segarnya.

Saya mengenal Hometown Dairy sejak sekitar tiga tahun yang lalu, ketika sering ada booth-nya di berbagai seminar yang saya ikuti. Dari penjelasan petugas di booth tersebut saya tahu, kalau ini produk dalam negeri yang tepercaya mutunya. Tantangannya memang bagaimana membawanya pulang ketika belanja langsung seperti ini. 

Iya, namanya juga susu pasteurisasi, memang jadinya perlu perlakuan khusus. Susu Hometown Dairy harus selalu disimpan dalam keadaan dingin (0 s.d. 4 derajat Celcius). Jika kemasannya masih tersegel/seal masih terpasang, bisa tahan sekitar 7 hari di lemari pendingin biasa (kulkas bawah). Kalau kemasan sudah sempat dibuka, hanya tahan maksimal 3 hari (tergantung penyimpanan). Jadi, tanggal kedaluwarsa di kemasan hanya berlaku selama kemasan belum dibuka. Sebaiknya tidak menyimpan susu ini pada suhu ruang (15 – 25 derajat Celcius) selama lebih dari 4 jam, apalagi setelah segel dibuka.

Senangnya, kini makin banyak pilihan tempat untuk bisa membeli susu Hometown Dairy. Bisa di Superindo, Lulu Hypemart, Lotte Mart, Foodhall, Aeon, Ranch Market, Farmers’ Market, Kemchicks, Jakarta Fruit Market, Duta Buah, Hero, Hypermart, sampai Rumah Buah. Ada juga official store-nya di marketplace, yaitu di Tokopedia, GGF Mart https://www.tokopedia.com/ggfmart dan Shopee GGL Official Store https://shopee.co.id/ggfofficial.

Harganya? Menurut saya termasuk terjangkau untuk kualitas yang ditawarkan. Di Tokopedia dan Shopee, saat ini Hometown Dairy kemasan botol 1 liter dibandrol Rp35.000, sedangkan yang 2 liter Rp65.000. Pengirimannya pun terjamin dengan jasa pengiriman daring agar kualitasnya tetap terjamin dan tidak terlalu lama berada di suhu ruang.

27 thoughts on “Setup Makaroni Makin Gurih dengan Hometown Dairy

  1. duh saya membayangkannya ngiler, sekilas saya kira mirip schootel tapi ternyata cuman di tumis aja, hehe saya bisa lah bikin kalau lagi selow. saya uto gugling pengen liat penampakanya, jadi mirip kuah ya, hehe yummy

  2. Setuo itu ternyata ada rasa asin jg ya. Taunya setuo roti doank, hihi. Aku jg skrg suka jadikan susu sbg pengganti santan nih. Rasanya lebih gurih dan tentunya lebih sehat yaaa..

  3. duuuh jadi laper nih 🙂 nikmat banget ya olahan pake susu tuh favorit deh 🙂 lebih gurih jg rasanya untuk masakan 🙂

  4. Aku masih punya stok makaroni, biasanya makaroni kubuat makaroni saus keju mbak leila, wah ini ada ide lain resep dari mbak leila, hometown dairy bisa didapat di minimarket kaya indomaret atau sejenisnya gak mbak? atau harus ke supermarket?

  5. wawww resepnya boleh nie tak praktekkan buat weekend besok … simpel bahannnya jadi mau coba buat juga..

  6. Aku belum pernah nyobain setup. Tapi kalau aku bikin kayaknya suami kurang suka yang asin-asin gini. Tapi dia suka olahan manis seperti puding roti. Berarti bisa juga pakai hometown diary ini kalau butuh susu cair ya?

  7. Duh mbak, mendadak lapar malam2.. setup makaroni pakai susu segar begini pasti uinuk banget. Apalagi full keju.. hmmm. Hujan2 makan ini anget2 enak keknya. Bikin aaah besok buat anak2.

  8. wah harganya murah ya. Seliter cuman 35 ribu. Tapi kayaknya kalau di kirim ke luar Jawa ongkirnya lebih berat daripada harga susunya

  9. Wah.. jadi punya referensi menu untuk anak2. Oh susu macam gini bisa ya buat olahan macam2. Duh miskin ide bab perdapuran…nice info. Noted.

  10. Wah setup makaroni, kalau aku pernah ya bikin macaroni schotel..mmirip2 kayanya mbak Leila. Susu hometown ini belum pernah kucoba, harganya lebih sedikit mahal dibanding susu pasteurisasi lainnya ya

  11. Baru tahu lho.. Olahan setup bisa dibikin spt ni.. Heee… Pakai susu pasteurisasi dari hometown memang bikin gurih masakan ya. Jadi pgn masak juga nih.. Ternyata susu bisa juga dipakai sebagai pengganti santan ya.. Thanks alot sharingnya kak

  12. wah aku liat fotoya aja udah ngiler ngeces begini, berasa gimana enak, gurih, dan lezatnya saat makan makaroni setup. apalagi kalo ditambahin saos sambal dan abon cabe di atasnya

  13. Ini mah cepet banget abisnya kak di rumah. Bisa sehari semalam kalau udah dibuka pasti langsung habis diminum hahahaha. Walaupun di rumah gak ada anak kecil tapi aku dan adik2ku suka sekali susu ini

  14. Apapun makanannya kalau pakai susu murni makin enak saja. Saya tuh setiap lebaran, kalau bikin opor, jarang pakai santan kecuali santan parut kelapa sendiri. Gantinya kelapa peras kalau tidak ada ya pakai susu murni aja. Beneran enak gurih pokoknya….

  15. Wah aku baru tahu setup macaroni khas Solo log Mbak Lei, hihi. Aku juga udah dua kali nyobain Hometown ini. Tapi tetep harus ada pendampingnya kalo aku hehe

  16. Harganya terjangkau ya mba, jadi pingin beli juga, mengingat susu yang dijual dipasaran kebanyakan gula. Kalau ini kan nggak ya, cek ah~

  17. Susu Hometown Diary tuh pasti bikin gurih. Aku aja suka bgt susu ini. Diminum lgsg aja berasa nikmat bgt. Harganya msh terjangkau utk kelezatan yg ditawarkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s