Ketika Suryakanta Memicu Api dari Sang Surya

Kata berikutnya dalam Tantangan Writober Rumah Belajar Menulis Ibu Profesional Jakarta 2024 adalah suryakanta. Kata ini saya kenal pada masa sekolah sebagai nama lain dari kaca pembesar. Nama lain yang sering dipakai adalah lup, yang diserap dari istilah dari bahasa Belanda loep. Dalam bahasa Inggris alat ini dinamakan magnifying glass. Nah, suryakanta atau kaca pembesar ini selain digunakan sesuai dengan namanya alias untuk memperbesar ukuran objek di mata kita, juga kerapkali dipakai untuk praktik terkait lensa dan cahaya matahari. Biasanya sih, digunakan untuk memancing munculnya api yang kemudian membakar kertas atau daun kering.
Ilustrasi suryakanta

Ilustrasi suryakanta

Karena percobaannya melibatkan cahaya matahari, jadinya sejalan juga ya dengan istilah suryakanta sendiri. Nama ini berasal dari dua kata dalam bahasa Sanskerta yaitu surya (सूर्य) yang berarti matahari dan kanta (कान्त) yang berarti yang disukai, menarik, atau bisa juga permata. Makna ini selaras dengan kaca pembesar yang berupa lensa cembung sehingga dapat memusatkan sinar matahari untuk menghasilkan panas pada satu titik fokus, hingga mampu menyalakan api.

Bagaimana hal ini bisa terjadi? Ketika sinar matahari terkonsentrasi pada sebuah titik, energi cahaya berubah menjadi energi panas. Makin kecil dan fokus titik cahaya tersebut, makin tinggi suhu yang dicapai. Titik fokus yang dihasilkan oleh kaca pembesar menciptakan suhu yang cukup tinggi di area yang sangat kecil. Ketika suhu ini mencapai suhu nyala (ignition temperature) dari bahan yang terpapar seperti kertas, bahan tersebut mulai terbakar.

Tentunya ada syarat-syarat yang harus terpenuhi untuk itu. Pertama, harus ada sinar matahari yang terang. Jika langit mendung atau matahari terhalang, jumlah cahaya yang terkonsentrasi akan terlalu rendah untuk memicu pembakaran. Kaca pembesar juga harus diarahkan sedemikian rupa sehingga sinar matahari difokuskan menjadi titik sekecil mungkin di permukaan objek. Posisi kaca pembesar dan jaraknya terhadap objek ini penting untuk menciptakan titik fokus yang efektif.

Selain itu, benda yang akan dibakar, seperti kertas, kayu kering, atau daun kering, harus memiliki suhu nyala yang relatif rendah, sehingga panas yang terkonsentrasi dari sinar matahari cukup untuk memicu api. Udara pun harus cukup kering dan benda tidak boleh terlalu basah atau lembap, karena kelembapan akan menyerap panas dan memperlambat atau mencegah pembakaran.

Ilustrasi kaca pembesar

Ilustrasi kaca pembesar

Tadi saya sempat menemukan unggahan di Instagram mengenai kebakaran yang dipicu oleh galon air minum dalam kemasan. Sumber beritanya juga kurang jelas, sih. Benarkah hal ini bisa terjadi?

Setelah saya cari tahu, ternyata benda lain yang bentuknya mirip dengan kaca pembesar juga memiliki potensi untuk memicu timbulnya api. Jika sinar matahari melewati botol kaca atau plastik yang berisi air, kondisi yang dihasilkan dapat membuat bentuk yang mirip dengan lensa yang memfokuskan cahaya pada suatu titik.

Apabila sinar ini difokuskan cukup kuat pada bahan yang mudah terbakar, misalnya kertas atau daun kering, panas yang terkumpul bisa menyebabkan pembakaran. Untuk dapat mencapai kondisi ini, botol tersebut harus berbentuk melengkung seperti lensa cembung, dan sinar mataharinya juga harus cukup kuat. Air di dalamnya juga harus jernih untuk memfokuskan cahaya dengan baik.

Beberapa kebakaran bahkan pernah dipicu oleh benda cembung yang secara tidak sengaja berfungsi seperti kaca pembesar. Contohnya, kebakaran di Texas pada Juli 2022 yang melahap 500 hektar lahan dan menghancurkan lima rumah, dipicu oleh sinar matahari yang terfokus melalui botol kaca di dalam tempat sampah. Botol ini memfokuskan sinar matahari ke kertas sampah, menyebabkan kebakaran yang dengan cepat menyebar ke pohon-pohon di sekitarnya​ (sumber: The Independent).

Kasus lain terjadi di Bognor Regis, Inggris. Sepetak tanah seluas 150 meter persegi terbakar akibat sinar matahari yang terbiaskan oleh botol kaca yang dibuang sembarangan. Kebakaran ini terjadi di tengah cuaca panas ekstrem yang membuat permukaan tanah di sana menjadi sangat kering​ (sumber: SussexWorld).

Kedua contoh ini menunjukkan bahwa benda seperti botol kaca dapat memfokuskan sinar matahari hingga menimbulkan api, terutama dalam kondisi lingkungan yang kering dan panas. Bahkan botol plastik juga bisa memfokuskan cahaya matahari dan memicu kebakaran, meskipun kemungkinannya lebih kecil dibandingkan dengan botol kaca.

Botol plastik tidak seefektif botol kaca dalam memfokuskan sinar matahari karena bahan plastik tidak sekuat kaca dalam memfokuskan cahaya. Meskipun demikian, kejadian kebakaran yang melibatkan botol plastik pernah dilaporkan, terutama di daerah yang sangat kering dan panas.

Ilustrasi galon air di bawah sinar matahari

Ilustrasi galon air di bawah sinar matahari

Di Indonesia sendiri, tahun lalu sempat viral kejadian karpet bak mobil terbakar gara-gara galon air minum dalam kemasan yang sedang diangkut. Beritanya bisa dibaca di Viva. Dalam berita tersebut, perwakilan dari merek air minum yang bersangkutan mengingatkan kembali bahwa pendistribusian air minum baiknya memakai mobil bak tertutup untuk mengurangi potensi terkena sinar matahari langsung dalam waktu lama.

Jadi, penting juga ya untuk berhati-hati dalam menaruh atau menyimpan botol kaca maupun botol plastik di tempat terbuka.

#writober2024
#suryakanta
#RBMIPJakarta
#IbuProfesional

Leave a comment