Ragam Sajadah Empuk Dukung Nyamannya Ibadah

Tidak terasa, sebentar lagi kita akan memasuki bulan Ramadhan, jika Allah swt mengizinkan. Bulan Ramadhan adalah bulan yang dijanjikan penuh dengan pahala dan kebaikan. Tak heran banyak yang berlomba-lomba memperbanyak ibadah agar dapat meraih keberkahan lebih banyak lagi. Salah satu ibadah yang bisa dilakukan adalah shalat sunat, misalnya shalat tarawih yang memang hanya ada di bulan puasa.

Dalam melaksanakan shalat, umat muslim biasanya menggunakan alas berupa sajadah. Sajadah juga bisa dipakai sebagai alas duduk saat berdzikir atau membaca Al-Qur’an. Beberapa waktu yang lalu saat mulai ramai penyebaran penyakit Covid-19 akibat virus corona, mulai banyak anjuran untuk membawa sajadah sendiri kalaupun tetap mau ke masjid. Kini, semakin banyak yang memilih mengikuti anjuran ulama untuk shalat di rumah saja. Mau di masjid maupun di rumah, pastinya kita ingin memakai sajadah yang nyaman.

Saat ini banyak sekali ragam sajadah yang ditawarkan di pasaran. Ada sajadah tebal mirip permadani mungil nan mewah, ada pula sajadah tipis yang bisa dilipat untuk mempermudah dibawa bepergian. Untuk menemani aktivitas shalat yang lebih intens dari biasanya di bulan puasa, tak ada salahnya menggunakan sajadah empuk yang nyaman. Seperti apa pilihan sajadah empuk yang bisa kita pakai? Ini nih, daftar pilihannya.

Continue reading

Alternatif Vaksinasi di Tengah Wabah Covid-19

Di tengah pandemi penyakit akibat virus corona atau Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) ini, salah satu imbauan yang dikeluarkan oleh banyak pihak adalah untuk berada di rumah saja. Kurangi bepergian dan berinteraksi dengan orang banyak, atau istilahnya social/physical distancing. Bahkan untuk sakit pun, selama tidak darurat, ada anjuran untuk tidak mendatangi fasilitas kesehatan. Kalaupun terpaksa datang ke sana, usahakan menjaga jarak, meminimalkan kontak fisik, dan melakukan hal-hal yang diperlukan untuk melindungi diri seperti rajin mencuci tangan dengan sabun dan menghindari memegang-megang area wajah.

Continue reading

Saat-saat di Rumah Makin Hangat dengan Vitalis Body Wash

Saat ini sudah sekitar sepekan saya dan suami menjalankan work from home atau WFH atas instruksi dari kantor kami masing-masing. Mati gaya? Enggak juga, sih. Boro-boro, malah. Banyak hal yang bisa dikerjakan di rumah. Ada pekerjaan kantor yang harus disetor, ada online meeting yang wajib diikuti, ada tugas sekolah anak-anak yang perlu direkam dan dilaporkan, belum lagi pernak-pernik rumah tangga seperti memasak dan mencuci yang juga butuh diselesaikan.

Bahkan di waktu yang tersisa pun, sayang rasanya kalau buat rebahan saja. Apalagi ketika hari libur. Berhubung ada rencana pindahan rumah, walaupun kemungkinan akan tertunda dengan adanya kejadian pandemi Covid-19 ini, saya dan keluarga pun mengisi hari libur dengan beres-beres. Kami menyortir barang-barang dan memasukkannya ke dalam kardus-kardus.

Lelah? Pastinya. Makanya kami juga tidak memaksakan diri kalau memang sudah capek. Dalam beres-beres pun, kami melakukan beberapa langkah agar kegiatan yang cukup memakan waktu ini tidak justru berbalik jadi bumerang. Misalnya:

Continue reading

Atasi Problem Menyusui dengan Aman dan Nyaman

“Ma, bagaimana, sih, biar nanti pas lahiran ASI langsung keluar buat bayi?”

Pertanyaan di atas sering saya temukan di media sosial. Biasanya, sebagai tanggapan akan muncul saran-saran untuk membersihkan puting susu atau melakukan perawatan puting, merutinkan massage payudara, juga makan atau minum ramuan maupun menu tertentu yang dipercaya bisa memperderas produksi ASI dan lancar dalam menyusui bayi.

Pada dasarnya, melakukan upaya untuk memberikan yang terbaik bagi bayi kita sepertinya sudah menjadi naluri para mama. Mengantisipasi problem menyusui sedari dini pun perlu dilakukan. Namanya juga usaha, kan? Dan usaha itu ada bermacam-macam bentuknya. Ada yang nyaman dengan mengonsumsi makanan yang sudah dipercaya sejak dulu dapat meningkatkan produksi ASI, ada pula yang mempercayakan kualitas dan kuantitas ASI-nya pada ASI booster kekinian yang banyak berseliweran di media sosial. Tentunya, jangan lupakan untuk tetap selalu berkonsultasi kepada dokter, karena bagaimanapun kondisi masing-masing mama bisa berbeda.

Seperti bisa disimak dalam video berikut ini, para mama bercerita tentang cerita menyusui masing-masing. Ada yang mengalami puting rata, puting kroak, kurang ASI, hingga justru hiperlaktasi atau produksi ASI-nya terlalu berlebihan. Setiap mama punya tantangannya sendiri, dan akan menghadapinya dengan cara masing-masing pula. Semua pastinya untuk cinta kepada buah hati tersayang. Beda caranya, sama cintanya.

Hal lain yang tak kalah penting adalah mencari bekal ilmu. Ya, menyusui memang merupakan kegiatan yang sifatnya alamiah. Sudah dari sananya setiap mama dikaruniai dengan dua payudara untuk dapat meng-ASI-hi, dengan perkecualian beberapa mama yang memang mendapatkan tantangan secara khusus. Namun, menyusui tetap perlu keterampilan yang harus dipelajari.

Continue reading

Untuk Diriku Lima Tahun Lagi

Tahun ini usia saya tepat menginjak angka 35. Semakin mendekati umur 40 tahun, angka yang sering saya baca menjadi semacam titik dimulainya kembali kehidupan. Ada yang mengaitkannya dengan “puber kedua” yang membuat orang berperilaku seperti anak muda lagi, ada pula yang mengingatkan bahwa di umur 40 tahun itulah Nabi Muhammad SAW diangkat sebagai nabi dan rasul, sehingga menunjukkan istimewanya angka tersebut.

Lima tahun lagi, jika Allah SWT berkehendak, saya akan memasuki usia 40 tahun. Apa harapan saya pada usia itu? Akan jadi seperti apa saya pada usia itu?

Continue reading

Aliran Rasa Tahap Ulat-Ulat Bunda Cekatan IIP

Tiga bulan mengikuti Tahap Ulat-Ulat Bunda Cekatan Institut Ibu Profesional, saya merasa semacam keluar dari zona nyaman. Terbiasa belajar di kelas level-level sebelumnya (Matrikulasi dan Bunda Sayang) yang metode belajarnya menurut saya lebih standar materi-tugas-kerjain, saya lumayan kalang kabut di tahapan kali ini. Dari yang tadinya menanti-nanti kapan Bunda Cekatan dimulai, sampai sempat kepikiran apa mundur saja.

Continue reading

Jurnal Ulat-ulat 8 Bunda Cekatan: Mendapatkan Bekal dari Buddy

Pekan kedelapan ini kami diminta mencari satu buddy. Saya melamar Mbak Helena Mantra karena sesungguhnya saya penasaran bahwa Mbak Helena yang saya kenal sebagai blogger jempolan justru tidak memilih keluarga WeBS – Web, Blog, dan Search Engine Optimization (SEO) maupun literasi sebagai makanannya. Sepertinya, Mbak Helena lebih tertarik mendalami manajemen waktu maupun hal-hal kerumahtanggaan. Mungkin karena Mbak Helena punya prioritas lain yang harus dituntaskan, ya.

Dari aliran rasa yang Mbak Helena sampaikan, saya mencatat sejumlah hal. Pertama, yang paling makjleb, Mbak Helena menyatakan bahwa peta pikirannya kebanyakan berisi hal-hal yang selama ini ia acuhkan padahal penting.

“Saya menghindari hal tersebut karena tidak menyenangkan. Rupanya itu karena saya tidak tahu ilmunya dan memang tidak mencari ilmunya. Maka, di kelas ulat-ulat ini saya mencari makanan tersebut supaya dapat melakukan hal penting itu dengan bahagia,” katanya.

Continue reading