Dorong Anak Tetap Aktif untuk Kesehatannya, Lengkapi Nutrisinya dengan Indomilk

Salah satu kekhawatiran tentang anak yang sering saya baca di media sosial adalah ‘kecanduan’ gawai. Gawai atau gadget memang menyediakan sarana hiburan yang mudah dinikmati oleh segala usia. Ada yang berusaha menenangkan diri, bahwa toh yang ditonton adalah konten yang sudah dipilihkan juga. Gawai dianggap juga bisa memberikan pengetahuan baru kepada anak-anak. Beberapa kawan mengakui, anak-anak mereka bisa lancar berbahasa asing atau berhitung lewat perantara gawai ini. Namun, kekhawatiran lain yang kemudian menghinggapi adalah, sehatkah duduk berjam-jam di depan gadget?

Tantangan Pengasuhan Zaman Now

Terlalu banyak berdiam diri, dalam arti gerakan tubuh minimal, tentu kurang baik juga bagi kesehatan. #AktifItuSehat, kan. Tubuh kita perlu dilatih agar tetap bugar. Anak yang terbiasa aktif sejak kecil umumnya akan membawa juga kebiasaan baik itu hingga dewasa, dan ini akan mengurangi risiko terkena penyakit tidak menular seperti diabetes tipe 2, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, hingga osteoporosis.

Selain itu, bergerak dengan aktif juga memiliki sederet keuntungan, misalnya seperti saya kutip dari Todaysparent dan Kidshealth sebagai berikut:

  1. Menjaga kesehatan tubuh

Aktivitas yang mengharuskan pergerakan bisa meningkatkan kerja jantung, dan dengan kadar yang tepat akan melatih kekuatan jantung sehingga tidak mudah terserang penyakit. Dengan kerja jantung yang baik, tubuh juga lebih bugar karena distribusi oksigen ke seluruh badan juga berjalan optimal. Bukan hanya jantung, otot lain pun ikut terlatih dan menjadi kuat dan lebih lentur.

Continue reading

Ulasan Buku Baiti Jannatiy: 25 Kisah Perjalanan Membangun Rumah Tangga Sejati

Buku Baiti Jannatiy: 25 Kisah Perjalanan Membangun Rumah Tangga Sejati ini berisi ragam cerita para ibu dalam menjalani rumah tangganya masing-masing. Kisahnya amat berwarna, ada yang bikin hati ikut menghangat karena bahagia, ada yang memancing senyum, ada pula yang membuat gemas atau menerbitkan haru.

Buku Baiti Jannatiy

Memang, dalam menggapai cita-cita baiti jannatiy alias rumahku surgaku, kadang kita harus menempuh jalan berliku. Tantangan demi tantangan hadir, mulai dari hadirnya pihak lain, campur tangan keluarga, problema pekerjaan, drama asisten rumah tangga, maupun masalah anak. Pembaca seperti diajak berkaca, karena apa yang dituliskan memang begitu dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Tip-tip yang disajikan bisa menjadi inspirasi semakin memperbaiki diri. Sejumlah kiat mungkin sudah pernah kita baca dalam buku-buku terkait pernikahan, tetapi menjadi lebih mengena ketika dalam buku ini disandingkan dengan kasus nyata. Dengan sendirinya para penulis mengakui bahwa diri mereka memanglah belum sempurna, tetapi tetap mau berupaya dan tak menganggap kiat-kiat itu teori belaka.

Soal penyajian, masih ada beberapa salah ketik (misalnya testpact, kucuba, dan misscommunication), tetapi tidak sampai mengganggu kenikmatan membaca. Kekurangan itu sama sekali tidak menghalangi untuk mengambil hikmah dari 25 penggalan episode hidup di dalam buku Baiti Jannatiy.

Judul buku: Baiti Jannatiy
Penerbit: @stiletto_indiebook
Penulis: Rumbel Literasi @institut.ibu.profesional Bekasi
Jumlah halaman: vii + 249
Cetakan pertama, Oktober 2018
Harga: Rp63.000,00
Beli di: @unitusahaipbekasi

Gendongan Hybrid, Apa Itu?

Hari ini di grup whatsapp Jakarta Babywearers ada pembahasan singkat tentang jenis-jenis gendongan. Diawali dengan dikirimnya gambar berisi informasi dari AE Babywearers (komunitas lokal menggendong di Madiun dan sekitarnya), lalu pada tanya-tanya tentang easy wrap, hybrid wrap, dan stretchy wrap itu lebih jelasnya seperti apa, apakah bahannya sama atau berbeda. Berhubung saya kadang baca-baca soal ini, maka jadilah saya urun rembuk, walaupun siapalah saya ini, ya *tutup muka*, ambil sertifikasi edukator atau konsultan menggendong saja tidak, hiks. Tapi tertarik aja, sih, mengemukakan apa yang saya pernah baca.

Jadi, bahas soal stretchy wrap dulu, nih. Kalau woven wrap (WW) sesuai namanya dibuat dengan cara di-weave alias ditenun dan kainnya cenderung lebih kokoh (tergantung gsm-nya, tapi bisa luwes juga, khususnya kalau sudah sering dipakai), stretchy wrap (SW) seperti namanya lebih lentur atau melar. WW biasanya diproduksi dalam berbagai ukuran dengan penomoran sebagai pembedanya. Size WW apa yang hendak dipakai bisa disesuaikan dengan ukuran tubuh penggendong maupun yang digendong serta variasi teknik gendongan apa yang akan dipakai. Sedangkan SW hanya satu ukuran.

Continue reading

Playdate Aksi Selamatkan Bumi dari Sampah, Ajak Keluarga Beraksi Peduli Tangani Masalah Sampah Sejak Dini

Sampah adalah bagian yang sulit terpisahkan dari kehidupan kita sehari-hari. Apa pun aktivitas kita, kemungkinan besar akan ada sampah yang dihasilkan. Lalu, ke mana sampah-sampah itu pergi?

Ketika membaca atau menonton berita bahwa di perairan Wakatobi, Sulawesi Tenggara, ditemukan seekor paus mati dengan 5,9 kilogram sampah plastik di dalam perutnya, kesadaran kita seperti dientakkan. Sudah cukupkah slogan “buanglah sampah pada tempatnya”? Setelah dibuang, ke mana sampah-sampah itu pergi?

Melalui kegiatan playdate Aksi Selamatkan Bumi dari Sampah di Auditorium lantai 1 Perpustakaan Umum Daerah Provinsi DKI Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Cikini, Sabtu (02/03), Ibu Profesional Jakarta mengajak untuk meningkatkan kepedulian pada masalah sampah. Kegiatan playdate ini sekaligus menandai peluncuran resmi buku bergambar untuk anak yang berjudul Aksi Lima Sahabat Selamatkan Bumi dari Sampah hasil karya Rumah Belajar Menulis Ibu Profesional Jakarta.

Alhamdulillah, saya senang mendapat kesempatan menjadi salah satu dari sebelas penulis dalam buku ini. Tanggal di awal bulan Maret sengaja diambil karena dekat dengan momen peringatan Hari Peduli Sampah Nasional yang jatuh pada tanggal 21 Februari. Ketika suami dan anak-anak plus pengasuhnya tiba di lokasi, saya yang berangkat duluan untuk bantu beres-beres turun sebentar ke lantai dasar menyambut mereka, lalu foto-foto dulu di photo booth yang tersedia. Nah, latar belakang oranye beserta perlengkapannya ini sebenarnya bukanlah photo booth baru, melainkan sudah pernah dipakai untuk Workshop Pandu 45. Tapi saat itu saya dan suami tidak sempat foto-foto di sana. Alhamdulillah, konsep reuse yang dijalankan untuk acara ini bikin keinginan saya foto-foto di depan tenda mungil nan lucu itu (meski sayangnya terpotong) kesampaian.

Kegiatan playdate diramaikan oleh sekitar 200 peserta yang terdiri atas anak-anak dan orang tua mereka. Ibu Profesional DKI Jakarta juga mengundang perwakilan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, komunitas Ibu Profesional daerah tetangga seperti Ibu Profesional Tangerang, Ibu Profesional Tangerang Selatan, Ibu Profesional Bogor, dan Ibu Profesional Bekasi, serta komunitas-komunitas yang memiliki visi dan misi serupa terkait pengelolaan sampah seperti Jirowes dan Klub Oase. Harapannya, kerja sama dengan pemerintah maupun komunitas lain dapat menggerakkan aksi peduli sampah agar semakin optimal.

Sebagaimana disampaikan oleh penanggung jawab kegiatan, Kak Laksemi ‘Ami’ Bania Siregar, dalam laporannya, “Tema Ibu Profesional pada 2019 adalah sinergi kebermaanfaatan, maka kami menggandeng pemerintahan, menggandeng komunitas-komunitas untuk bersinergi membuat Indonesia yang lebih baik. Karena zero waste itu tidak mudah, maka mari kita lakukan bersama-sama.”

Continue reading

Menengok 22 Tahun Perjalanan FLP, Penuh Haru dan Ikut Bangga

Saya mengenal Forum Lingkar Pena atau FLP pertama kalinya di bangku SMA. Saat itu, majalah Annida menjadi bacaan wajib saya. FLP di mata saya adalah organisasi yang memayungi para penulis, utamanya yang beragama Islam, agar bisa saling mengingatkan dalam kebaikan dan saling menyemangati serta membantu dalam berkarya. Di kampus dulu sempat ada organisasi rintisan sebagai bagian dari FLP, tetapi saya tidak bergabung dan tidak mendengar lagi juga kelanjutannya. Sewaktu bertugas di Pangkalpinang, saya diajak oleh beberapa teman untuk membangkitkan lagi FLP Bangka Belitung, tetapi cita-cita itu juga belum terlaksana. Baru sebatas obrolan dengan anggota FLP yang dulu pernah membentuk FLP Bangka Belitung dan juga dengan salah satu pengurus FLP pusat. Begitu saya pindah ke Jakarta, obrolan itu jadi menguap.

Meski tidak menjadi anggota, tetapi saya tetap tertarik dengan berita-berita terkait FLP. Ketika membaca pengumuman di grup Blogger Muslimah bahwa dalam pada tanggal 24 Februari akan diselenggarakan acara untuk memperingati Milad ke-22 Forum Lingkar Pena, saya pun mendaftarkan diri. Kegiatannya sendiri mengambil tema Berbakti, Berkarya, Berarti dan diselenggarakan di kantor Balai Pustaka, Jakarta Timur.

Baru dari acara inilah saya mencermati betul sejarah FLP lewat video yang disajikan. Jadi, FLP didirikan di UI pada tanggal 22 Februari 2007 oleh tiga aktivis literasi yaitu mbak Helvy Tiana Rosa, mbak Asma Nadia (Asmarani Rosalba), dan mbak Maimon Herawati. Yang pernah menjadi Ketua Umum FLP adalah mbak Helvy Tiana Rosa (1997-2005), mas M. Irfan Hidayatullah (2005-2009), mbak Izzatul Jannah atau Setiawati Intan Savitri (2009-2013), dan mbak Sinta Yudisia Wisudanti (2013-2017). Kini anggota FLP yang sudah terverifikasi mencapai 2800 orang, dan masih ratusan yang belum terekonsiliasi registrasinya. FLP memiliki penjenjangan anggota (Muda, Madya, Andal) dengan assessment terstandar. Dalam kegiatan ini juga sekaligus diadakan peluncuran buku “Berbakti, Berkarya, Berarti: Jejak Forum Lingkar Pena dalam Gerakan Literasi Indonesia”.

Mba Yeni Mulati atau lebih dikenal dengan nama penanya Afifah Afra selaku Ketua Umum FLP Pusat periode 2017-2021 bercerita tentang visi dan misi FLP yang langsung to the point: literasi merupakan satu tujuan penting. “Kita ingin literasi menjadi suatu hal yang universal, masuk ke gang-gang sempit, kedai kopi, pos ronda, tempat berkumpulnya ibu rumah tangga. Mengembalikan periode yang hilang, yang tercungkil dari periode peradaban Indonesia,” sebut mba Afifah Afra.

Continue reading

Playdate dengan Pemadam Kebakaran, Seru dan Tambah Ilmu

Pemadam kebakaran itu tugasnya ngapain aja, sih? Kalau di film-film atau bacaan kan kita sering, ya, melihat bahwa pekerjaan para petugas pemadam kebakaran itu ternyata beragam, bukan semata menangani si jago merah yang mengamuk. Tanggal 27 lalu, saya dan keluarga mendapatkan penjelasan langsung dari para petugas kebakaran bahwa ada juga warga yang memanggil mereka untuk menolong ketika ada hewan liar seperti lebah atau ular yang masuk rumah, bahkan ada yang minta tolong dipotongkan cincinnya yang sudah terlalu sempit dipakai.

Ya, hari itu kami mengikuti Playdate Fire Rescue bersama @temanmainid di Sudin Pemadam Kebakaran Jakarta Timur, kawasan Matraman. Kalau selama ini cuma lewat-lewat saja di depan gedung kantornya (biasanya kalau mau ke Gramedia, nih), kali itu kami bisa masuk ke dalam, bahkan diajak ikut berkeliling dengan mobil pemadam kebakaran, lho.

Pak Ahmad dan tim dari Pemadam Kebakaran Jakarta Timur menyambut peserta setelah acara dibuka oleh kak Miranti dari Teman Main. Pak Ahmad menjelaskan beberapa hal terkait tugas dan pernak-pernik pemadam kebakaran.

Tugas pemadam kebakaran:
1. Pencegahan sejak dini agar tidak terjadi kebakaran, misalnya dengan edukasi.
2. Pemadaman jika sudah terjadi kebakaran.
3. Penyelamatan korban.

Continue reading

Yuk, Ikutan Selamatkan Bumi dari Sampah!

Setelah proyek buku Ramadhan Seru bersama Hamzah dan Syifa, Rumah Belajar Menulis Ibu Profesional Jakarta kembali menelurkan karya baru untuk anak-anak. Kali ini, tema yang diangkat adalah ajakan untuk menjaga lingkungan, atau lebih spesifik lagi menyelamatkan bumi dari sampah.

Sejak tahun lalu, IP Jakarta memang memiliki Program Hijrah Nol Sampah. Persoalan sampah yang kian menumpuk dan mencemari bumi membangkitkan keprihatinan dan membuahkan gerakan. Manusia kan seharusnya menjadi khalifah di bumi, ya, dan memiliki tanggung jawab menjaga planet yang telah diamanahkan ini. Namun, yang kini terjadi adalah sampah yang dihasilkan oleh manusia justru semakin memenuhi bumi, mengancam kelangsungan hidup makhluk lain dan pada akhirnya akan merugikan manusia juga.

Program Hijrah Nol Sampah diwujudkan dalam bentuk grup khusus untuk memperoleh materi dari pakarnya atau mereka yang sudah lebih dulu menjalani hidup minim sampah. Dalam grup tersebut, anggotanya juga bisa berbagi mengenai tips dan trik mengaplikasikan pengelolaan sampah sehari-hari. Pada waktu-waktu tertentu diadakan tantangan untuk semakin menyemangati para anggota grup maupun member IP lain secara keseluruhan.

Berangkat dari situ, IP Jakarta atau tepatnya mbak Annisa Miranti Gumay selaku leader-nya pun memiliki ide untuk menyusun buku. Ada buku untuk orang tua yang masih berproses, ada juga buku untuk anak yang selesai lebih dulu.

Buku untuk anak ini berjudul Aksi Lima Sahabat Selamatkan Bumi dari Sampah. Yang disebut dengan lima sahabat di sini adalah Andra, Bimo, Caca, Dilan, dan Emma, yang merupakan teman sepermainan dan tinggal berdekatan. Jadi, nanti pembaca akan mengikuti cerita-cerita mereka yang ada hubungannya dengan pengelolaan sampah.

Continue reading