Yakin Sudah Paham Bahasa Indonesia?

Pertengahan tahun lalu saya mendapatkan kesempatan mengikuti lokakarya dalam rangka penerbitan majalah kantor. Salah satu pembicara yang paling saya tunggu dari rangkaian dua hari kegiatan lokakarya adalah Uda Ivan Lanin. Materi keseluruhan cukup padat dengan tema besar Meningkatkan Keterampilan Menulis dengan Gaya Bahasa yang Baik dan Benar. Seratus lebih salindia ditampilkan dalam waktu hanya sekitar empat jam.

Karena materi aslinya memang banyak, kali ini saya ingin berfokus pada salah satu halaman saja yang cukup menohok. Kenapa menohok? Pasalnya, di situ peserta ditantang untuk menemukan kesalahan pada kalimat-kalimat yang ditampilkan. Yakin, nih, sudah paham betul penggunaan bahasa kita yang benar?

Continue reading

Jurnal M3M3 BunCek: Mari Tentukan Cara Belajar

Kali ini kami diminta menentukan cara belajar yang pas. Seperti disampaikan oleh ibu Septi dalam video beliau di kelas, setiap orang bebas saja memilih cara belajar yang sesuai. Namun, bukan berarti bebas = freedom, melainkan independen. Nah, materi yang bu Septi berikan ini sedikit banyak mengingatkan saya pada Merdeka Belajar-nya komunitas Guru Belajar atau Sekolah Cikal. Beberapa waktu yang lalu, ada materi sbb di sana, yang mirip dengan konsep bu Septi:

Continue reading

Jelajah Empat Dunia bersama Nivea World of Imagination

Tahun lalu saya sempat mendengar bahwa dalam rangka merayakan Hari Ibu yang diperingati setiap tanggal 22 Desember, Nivea Indonesia mengadakan Drama Musikal Dongeng Pohon Impian dengan penampilan istimewa dari Naura dan ibunya, Nola. Ingin rasanya ke sana, tetapi saat itu waktunya sedang tidak memungkinkan. Nah, tahun ini Nivea kembali menggelar kegiatan bertema ibu dan anak, sejalan dengan kampanye #SentuhanIbu yang mereka jalankan. Bentuknya kali ini adalah wahana bermain, di mana ibu dan anak bisa berpetualang bersama ke empat dunia.

Acara Nivea #SentuhanIbu World of Imagination ini digelar di Ecopark Ancol, selama dua hari yaitu 21 dan 22 Desember. Tersedia dua sesi yang bisa dipilih yaitu sesi pagi pukul 10.00 s.d. 15.00 dan sesi sore pukul 16.00 s.d. 21.00. Karena belakangan ini hujan sering turun di sore hari sementara kegiatan Nivea #SentuhanIbu World of Imagination tersebut banyak melibatkan aktivitas luar ruangan, maka saya pun memilih sesi pagi tepat pada Hari Ibu.

Continue reading

Jurnal M2M2 BunCek: Menentukan Skala Prioritas

Jika pekan sebelumnya para mahasiswi Bunda Cekatan diminta untuk memasukkan aktivitas keseharian dalam empat kuadran suka-tidak suka-bisa-tidak bisa, kali ini kami diminta mengisi empat kuadran keterampilan. Ya, definisi aktivitas memang lebih luas, karena mencakup segala kegiatan yang kita jalani. Keterampilan, sesuai dengan definisinya di KBBI, adalah kecakapan untuk menyelesaikan tugas. Sepenangkapan saya, diperlukan konsentrasi lebih di situ, juga ada penekanan pada kata “selesai”.

Begitu banyaknya aktivitas kita, mana yang memerlukan keterampilan lebih? Mana yang penting dan mana yang mendesak serta mana yang tidak keduanya?

Continue reading

Jurnal M1M1 BunCek: Merunut Kebahagiaan

Setelah menunggu selama setahun lebih, alhamdulillah tibalah saatnya untuk memasuki tahap berikutnya dalam perkuliahan Institut Ibu Profesional, yaitu Bunda Cekatan. Metode belajar yang digunakan kali ini berbeda lagi dengan yang sebelumnya. Bagi saya memang sedikit rumit, tetapi sepertinya lebih karena memang pekan-pekan ini kegiatan saya sedang cukup padat. Lebih-lebih lagi, pada saat yang bersamaan Ibu Profesional juga sedang berbenah dalam hal sistem dan struktur keorganisasian, jadi kadang saya merasa infonya begitu banyak untuk dikunyah dalam satu waktu.

Sebenarnya, sih, ada pilihan untuk mengikuti Kelas Bunda Cekatan ini atau tidak. Semuanya dipersilakan mengukur sendiri kemampuan masing-masing. Saya merasa sayang saja, sih, kalau kesempatan ini dilewatkan. Apalagi dengan semboyan Merdeka Belajar yang digunakan, bentuk penyetoran tugas tidak terlalu kaku.

Continue reading

Menjaga Quality Time bersama Keluarga sebagai Ibu Bekerja

“Semangat pagiii, Buibu. Lagi apa, nih?”

Pagi tadi sebuah pesan muncul di salah satu grup Whatsapp yang saya ikuti. Ada yang menyahut sedang sibuk antre untuk mendaftarkan anak ke sekolah incaran (iya, pendaftaran untuk tahun ajaran depan sudah dimulai sejak hari-hari ini), ada yang bersiap berangkat ke tempat kursus, ada yang sedang berdandan untuk menghadiri pesta pernikahan kerabat, ada pula yang masih sibuk menuntaskan cucian di rumah.

Saya spontan menjawab apa adanya, masih sibuk menyelesaikan pekerjaan kantor. Ya, kantor boleh saja libur, tetapi ada beberapa pekerjaan yang belum beres dan akhirnya harus dilembur di rumah. Apalagi beberapa tahun belakangan saya ditugaskan di bagian yang pekerjaannya seringkali tidak kenal waktu.

Dulu, di bagian sebelumnya, saya sering pulang menjelang tengah malam pada akhir tahun begini karena memang tamu yang datang ke kantor pun membludak. Saat ini tugas saya seringkali bisa dikerjakan di rumah sehingga tidak perlu pulang terlalu malam, tetapi imbasnya memang kadang penugasan datang tiba-tiba berdasarkan permintaan maupun peristiwa yang terjadi. Pada beberapa kesempatan, ada juga tugas lapangan yang membuat saya harus datang ke tempat tertentu sebagaimana arahan yang diberikan.

Jadi, mau sedang jalan-jalan bersama keluarga di hari Minggu, lagi malam takbiran di kampung halaman, di tengah-tengah antrean panjang di rumah sakit yang sebentar lagi padahal sudah sampai ke nomor saya, selama masih memungkinkan maka sebisanya tugas dituntaskan. Alhamdulillah rekan-rekan kerja dan terutama atasan sangat memahami pentingnya menyediakan waktu untuk keluarga, sehingga kami semua bisa saling bahu-membahu menangani pekerjaan yang ada kalaupun ada anggota tim yang berhalangan. Apalagi jika sudah menyangkut keperluan keluarga yang sifatnya darurat.

Continue reading