Akhir pekan kemarin, saya ikut menyimak diskusi menarik mengenai adaptasi novel dalam gelaran Jakarta International Literary Festival (JILF) di Teater Wahyu Sihombing, kompleks Taman Ismail Marzuki, Cikini. Sesi yang dipandu oleh Adit MKM sebagai moderator ini menghadirkan tiga penulis dengan karya-karya populer yang sudah sampai menyeberang ke berbagai media berbeda yaitu Adhitya Mulya (Jomblo, Sabtu Bersama Bapak, Si Paling Aktor), Almira Bastari (Home Sweet Loan, Ganjil Genap, Agensi Rumah Tangga), serta Donny Dhirgantoro (5 cm dan sekuelnya).
Novel-novel mereka menemani fase hidup saya yang berbeda. Jomblo terbit dan saya baca zaman kuliah. Karena memang di kampus dulu ceweknya minoritas, jadi ada rasa terhubungnya. Apalagi dulu saya punya geng sama teman-teman sekelas (yang cowok semua itu), berlima, dengan mereka berempat punya karakter uniknya masing-masing meski nggak seekstrem Agus, Bimo, Olip, dan Doni. Nonton filmnya dulu sendiri, karena kami sudah lulus dan sudah mulai magang di tempat yang berbeda-beda.

Diskusi Novel ke FIlm, Panggung dan Media Lain di JILF 2026






