Asah Bakat dan Salurkan Minat Lewat Erlangga Talent Week 2019

Cerita beberapa teman yang mengikuti rangkaian acara Erlangga Talent Week tahun 2018  di Kuningan City sukses membuat saya menyesal. Ada talk show dengan materi menarik, juga lomba-lomba yang seru untuk anak. Saat itu kondisi kami memang sedang tidak memungkinkan untuk bepergian, sehingga terpaksa melewatkan event tahunan tersebut (sudah diadakan sejak 2009) meski sudah memantau jadwal kegiatannya yang dipublikasikan sejak jauh-jauh hari. Maka, saya bertekad tahun ini harus datang ke sana.

Continue reading

Menemukan Peran, Merajut Kenangan Bersama RBI

Tak terasa, masa pengerjaan proyek Ruang Berkarya Ibu (RBI) 2 yang saya ikuti usai sudah. Alhamdulillah saya mendapat kesempatan bergabung ketika RBI mengumumkan adanya proyek kedua, setelah melewatkan informasi proyek pertamanya.

Bukan proyek sembarang proyek, RBI 2 yang berada di dalam ruang lingkup rumah besar Ibu Profesional dengan manajer mba Andita A. Aryoko ini memfasilitasi anggotanya untuk memperoleh bekal ilmu terlebih dahulu dari para pakar, utamanya mengenai bakat dan manajemen waktu. Terkait bakat, kami belajar kembali mengenai konsep Talents Mapping atau temu bakat, langsung dari perumus konsep tersebut (diadaptasi dari Gallup) dan praktisinya. Ada Abah Rama Royani, pak Dodik, kang Firman, dan seterusnya. Dalam konsep ini, talents atau bakat merupakan sifat (personality) yang produktif, maksudnya sifat tersebut dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk menghasilkan sesuatu. Bakat yang dikelola dengan baik akan menghasilkan kekuatan, dan kekuatan bisa membuat seseorang ‘asyik’ sekaligus produktif di bidang yang ia kerjakan.

Hasil asesmen saya mengungkapkan bahwa saya memiliki bakat dominan di bidang analytical, harmony, emphaty, ideation, input, intellection, dan learner. Berminat juga mengetahui bakat diri? Bisa cek di https://temabakat.com/tma/. Kalau ini versi singkatnya yang gratis, sih. Konsepnya adalah analisis dari pengalaman kita, sehingga hasilnya bisa tergantung dari seberapa banyak kita terpapar oleh beragam kegiatan. Kalau belum pernah mencoba, biasanya kita juga belum benar-benar punya gambaran seperti apa perasaan kita terhadap suatu aktivitas, bukan? Karena itu jugalah, asesmen ini cenderung ditujukan bagi usia minimal 14 tahun. Bisa untuk anak yang lebih kecil, dengan catatan memang sudah banyak paparan aktivitas sebelumnya.

Continue reading

Yuk, Ikutan Selamatkan Bumi dari Sampah!

Setelah proyek buku Ramadhan Seru bersama Hamzah dan Syifa, Rumah Belajar Menulis Ibu Profesional Jakarta kembali menelurkan karya baru untuk anak-anak. Kali ini, tema yang diangkat adalah ajakan untuk menjaga lingkungan, atau lebih spesifik lagi menyelamatkan bumi dari sampah.

Sejak tahun lalu, IP Jakarta memang memiliki Program Hijrah Nol Sampah. Persoalan sampah yang kian menumpuk dan mencemari bumi membangkitkan keprihatinan dan membuahkan gerakan. Manusia kan seharusnya menjadi khalifah di bumi, ya, dan memiliki tanggung jawab menjaga planet yang telah diamanahkan ini. Namun, yang kini terjadi adalah sampah yang dihasilkan oleh manusia justru semakin memenuhi bumi, mengancam kelangsungan hidup makhluk lain dan pada akhirnya akan merugikan manusia juga.

Program Hijrah Nol Sampah diwujudkan dalam bentuk grup khusus untuk memperoleh materi dari pakarnya atau mereka yang sudah lebih dulu menjalani hidup minim sampah. Dalam grup tersebut, anggotanya juga bisa berbagi mengenai tips dan trik mengaplikasikan pengelolaan sampah sehari-hari. Pada waktu-waktu tertentu diadakan tantangan untuk semakin menyemangati para anggota grup maupun member IP lain secara keseluruhan.

Berangkat dari situ, IP Jakarta atau tepatnya mbak Annisa Miranti Gumay selaku leader-nya pun memiliki ide untuk menyusun buku. Ada buku untuk orang tua yang masih berproses, ada juga buku untuk anak yang selesai lebih dulu.

Buku untuk anak ini berjudul Aksi Lima Sahabat Selamatkan Bumi dari Sampah. Yang disebut dengan lima sahabat di sini adalah Andra, Bimo, Caca, Dilan, dan Emma, yang merupakan teman sepermainan dan tinggal berdekatan. Jadi, nanti pembaca akan mengikuti cerita-cerita mereka yang ada hubungannya dengan pengelolaan sampah.

Continue reading

Tere Liye: Penulis Itu Harus Keras Kepala!

Melihat pengumuman bahwa Tere Liye akan mengisi Bincang Buku di Gramedia Matraman tanggal 23 Desember, tentu saya senang sekali. Sebelumnya saya memang sudah pernah bertemu dengan bang Darwis, begitulah nama asli Tere Liye, di Islamic Book Fair entah tahun berapa (sebelum Fahira lahir sepertinya). Malahan waktu itu sesi book signing bukunya yang dilakukan di stand Republika tergolong agak sepi, sehingga para penggemarnya, termasuk saya, bisa sambil mengobrol santai sejenak saat buku ditandatangani.

Namun saya tak mau menyia-nyiakan kesempatan untuk mendengarkan kembali cerita bang Tere secara langsung. Sekian tahun berlalu, pastilah banyak perkembangan yang terjadi. Misalnya, kenapa lantas menulis untuk segmen remaja? Mengapa seri Anak-anak Mamak dikemas ulang dengan judul baru? Bagaimana proses menulis dengan co-author yang diterapkannya untuk beberapa buku? Apa kabar protesnya terhadap pajak penulis tempo hari?

Sebagian pertanyaan di atas terjawab dalam sesi bincang-bincang hangat sore itu. Tanpa pengantar moderator ataupun MC, bang Tere langsung menguraikan banyak hal. Di sebelahnya, salah satu co-author-nya, yaitu abangnya yang bernama Sarippudin mendampingi walaupun tidak terlalu banyak menimpali.

Kenapa Tere Liye menulis? Bang Darwis sebenarnya adalah lulusan Akuntansi FEUI, bahkan pernah berpartisipasi dalam penyusunan sejumlah PSAK. “Boleh jadi menulis adalah salah satu jalan hidup saya untuk berkontribusi bagi orang lain,” akunya.

Continue reading

[Ulasan Buku] Phi dan Kenangan-Kenangan yang Saling Berkelindan

Judul              :               PHI: Hidup Adalah Perkara Mengatasi Kenangan demi Kenangan

Penulis           :               Pringadi Abdi Surya

Penerbit         :               Shira Media, 364 halaman

Novel Phi pada dasarnya mengisahkan jalan hidup seseorang bernama Phi dengan segala keunikannya, khususnya cerita cinta Phi dengan sang idaman hati, Zane. Namun, jangan menghadapkan cerita cinta standar yang penuh bunga. Perjalanan Phi mendekati dan akhirnya bersanding dengan Zane cukup rumit. Bahkan melibatkan sekian banyak versi ingatan Phi, kenangan demi kenangan yang bisa jadi sebagian di antaranya hanya khayalan, yang membuat pembaca perlu berhati-hati mencermati baris demi baris cerita. Jika sampai luput, risikonya adalah kehilangan jejak. Kemudian pembaca dapat mengalami kebimbangan dalam memutuskan, mana yang memang nyata-nyata dialami oleh si tokoh dan mana yang bukan.

Continue reading

Belajar tentang Pelaksanaan Haji dan Kurban Melalui Buku

Dekat-dekat hari raya Idul Adha begini, rasanya tepat jika kita mengajak anak-anak untuk belajar lebih jauh mengenai pelaksanaan ibadah haji dan kurban. Kedua ibadah ini pelaksanaannya memang terikat oleh waktu, dan puncaknya adalah hari raya Idul Adha yang tahun ini ditetapkan oleh pemerintah RI jatuh pada tanggal 22 Agustus 2018.

Salah satu media yang biasa kami pakai untuk mendampingi anak-anak belajar adalah buku. Tentunya lebih enak kalau menggunakan buku yang memang ditujukan untuk anak-anak, ya, karena materi dan penyampaiannya sudah disesuaikan dengan usia mereka.

Continue reading

Bulan Pertama Proyek Ruang Berkarya Ibu 2: Kesempatan Menggali Hikmah

Tak terasa, proyek Ruang Berkarya Ibu (RBI) yang saya ikuti hampir memasuki bulan kedua pelaksanaannya. Setelah sebelumnya memperoleh bekal ilmu dari para pakar mengenai bakat dan manajemen waktu, mulai Mei ini memang para peserta diminta untuk mengerjakan proyek sesuai dengan bakat dan minat masing-masing. Waktu yang diberikan adalah 100 hari dikurangi 49 hari materi = 41 hari, dengan beberapa hari libur mengingat ada momen Idul Fitri.

Sesuai pesan dari mbak Andita A. Aryoko, leader RBI yang masih berada dalam rumah besar komunitas Ibu Profesional, tiap peserta minimal menulis sebulan sekali mengenai setorannya di grup whatsapp, bukan hanya melalui mekanisme setoran yang rutin tiap harinya di Google Form. Saya memang memilih untuk menulis perkembangan harian di Google Docs yang private, tidak seperti sebagian peserta lain yang dengan telaten mengungkapkan kemajuan harian di media sosial maupun blog. Maka di hari terakhir bulan Mei ini saya hendak menceritakan proyek saya — untuk pertama kalinya.

Continue reading