Jujur Tentang Status Positif Covid-19, Sejauh Apa?

Tiga pekan ini merupakan masa yang tak terlupakan bagi kami. Jika sebelumnya hanya memantau berita-berita tentang orang yang positif Covid-19, akhirnya kami mengalaminya sendiri meskipun alhamdulillah gejalanya sangat ringan. Saat ini, meski hasil swab PCR terakhir sebagian dari anggota keluarga kami masih positif, kami semua sudah dinyatakan boleh beraktivitas kembali oleh petugas dari Puskesmas yang selama ini ditugaskan untuk memantau. Tentu kami juga masih berhati-hati, tak ingin mengambil risiko menularkan kepada orang lain. Bepergian untuk urusan yang bukan darurat rasanya tidak masuk dalam agenda kami dalam waktu dekat.

Continue reading

Tips Mempersiapkan Anak Menghadapi Tes Swab untuk Covid-19

Dengan semakin meluasnya kasus Covid-19, adakalanya anak-anak perlu menjalani tes Covid khususnya tes swab karena satu dan lain hal. Misalnya karena diminta oleh provider perjalanan atau pendidikan, atau karena sudah terjadi kontak erat antara anak dengan orang yang positif Covid-19.

Hari ini putri pertama kami mengikuti tes swab untuk kedua kalinya. Ia dinyatakan positif untuk tes swab pertamanya, sebagaimana kami selaku orang tuanya. Kemungkinan besar memang tertular dari kami berdua yang sama sekali tidak menyadari sudah terinfeksi, karena memang tidak ada gejala yang berarti.

Panjang sebetulnya kalau mau cerita tentang riwayat Covid-19 kami ini. Kali ini saya akan berfokus pada tes swab yang harus dilalui, lebih khusus lagi bagi anak-anak. Kalau tes rapid, mungkin anak sudah ada gambaran dan orang tua juga lebih mudah menjelaskan, karena prosedurnya melibatkan jarum suntik.

alat swab test

Continue reading

9 Pilihan Lomba Daring HUT RI, Tetap Seru, Kok!

Menjelang peringatan hari ulang tahun Republik Indonesia yang ke-75, sejumlah komentar berbeda lalu-lalang di grup-grup yang saya ikuti. Ada yang mengungkapkan kerinduan akan kemeriahan perayaan tujuhbelasan yang biasanya diisi dengan berbagai lomba dan keriaan. Ada juga yang justru melontarkan kegemasan pada perangkat lingkungan yang tetap bersikeras mengadakan acara pada masa seperti ini, bahkan menyebut warga yang tidak mau berpartisipasi sebagai tidak nasionalis.

Peringatan hari kemerdekaan dari tahun ke tahun memang selalu diiringi dengan berbagai kegiatan. Kesibukan umumnya dimulai dengan pemasangan bendera dan umbul-umbul di lingkungan rumah. Hal ini tentu mendatangkan rezeki pula bagi para penjual bendera dan pernak-perniknya. Kepanitiaan pun dibentuk untuk menyelenggarakan acara terkait seperti doa bersama, lomba-lomba, hingga panggung hiburan yang kadang sampai menutup jalan umum.

Continue reading

Jaga Kesehatan Keluarga di Tengah Pandemi Lewat Nutrisi

Di tengah kondisi pandemi Covid-19 seperti saat ini, pastinya kesehatan keluarga menjadi prioritas kita, khususnya para ibu. Bagaimana, ya, agar kita bisa melindungi keluarga dari makhluk mungil yang punya efek tidak main-main itu?

Kemarin saya mengikuti IG live @smartmumsid bersama nutrisionis Rachel Olsen @sehat.ala.rachel, dipandu mommy hits @vibrievb. Temanya menarik nih, tentang bagaimana menjaga nutrisi keluarga pada saat pandemi.

Makanan ini perlu mendapatkan perhatian utama karena memang itulah kebutuhan pokok kita setiap hari. Namun selain kualitas asupan, perhatikan juga pola tidur dan kesehatan mental kita. Jadi pendekatannya holistik. Percuma kalau kita makan sehat tapi stres, kata Kak Rachel.

Continue reading

Napak Tilas Virtual Sejarah Perjuangan Bangsa

Kami sekeluarga termasuk suka menjelajahi berbagai museum yang berlokasi di sekitar kami, baik di kota tempat tinggal maupun kota-kota lain yang sedang kami datangi. Dari museum, kami bisa belajar banyak hal. Bukan cuma anak-anak, kami pun jadi bertambah pengetahuan, terutama tentang sejarah dan kebudayaan bangsa ini.

Pada masa pembatasan aktivitas untuk pencegahan pandemi Covid-19 beberapa bulan belakangan ini, kegiatan ke museum memang menjadi mustahil untuk dilakukan. Beberapa lokasi bersejarah mungkin memang sudah dibuka untuk umum dengan penerapan protokol kesehatan. Akan tetapi, kami belum berani untuk banyak keluar rumah dulu selain untuk keperluan mendesak.

Continue reading

Jangan Panik, Sediakan Obat Alami Diare pada Anak

Baby-ku diare, nih, Mom. Dikasih apa ya, biar mampet. Kasihan lihatnya.”

“Ada yang tahu enggak, Bunda, obat alami buat bayi mencret? Kalau dikasih obat kimia, kasihan.”

Berhubung saya memang menjadi anggota banyak grup whatsapp, chat seperti di atas hampir setiap hari berseliweran. Diare memang menjadi salah satu penyakit langganan anak yang membuat orang tua khawatir.

Pertama, karena umumnya orang tua juga sudah mengetahui betapa tidak nyamannya sakit perut akibat diare ini. Kita yang sudah dewasa saja bisa sampai mengerang kesakitan dan kesulitan beraktivitas, belum lagi ditambah dengan rasa lemas yang mengikuti. Bayi mungil yang “belum bisa apa-apa”, pastilah lebih menderita.

mengobati diare bayi secara alami

Continue reading

Ikhlaskan Kehilangan Buah Hati, Yakinlah Kita Tak Sendiri

Awal bulan Agustus selalu membawa kenangan tersendiri bagi keluarga kami. Apalagi tahun ini tepat satu dasawarsa sejak peristiwa tersebut berlalu.

Tahun 2010, sekitar empat tahun setelah menikah, untuk pertama kalinya saya mendapati dua garis merah pada alat uji kehamilan mandiri yang saya beli. Campur aduk rasanya, senang sekaligus deg-degan. Berhubung sudah menunggu lama, kami pun berupaya menjaga kehamilan ini sebaik-baiknya. Namun, Allah SWT punya rencana lain saat kandungan saya menginjak usia 9 pekan.

Keguguran

Gambar: 123rf

Continue reading

Kenangan Meriahnya Idul Adha di Bangka

“Bismillah, kita batalin, ya?”

Saya mengangguk, dan suami pun meneruskan proses yang berlangsung di layar ponselnya.

Pandemi Covid-19 membuat kami jadi harus menahan rindu kepada orang tua lebih lama lagi. Tiket mudik Idul Fitri yang pemesanannya perlu perjuangan bergadang beberapa malam pun harus direlakan. Saat itu, kami berharap penundaan hanya sementara. Semoga pada Lebaran Haji kami bisa meluncur ke kampung halaman di Pati dan Sukoharjo. Sayangnya, ini pun belum memungkinkan.

In sya Allah, Idul Adha ini kami akan tetap di Jakarta. Tetap ada yang bakal berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, karena kami kini menempati rumah baru.

Di lingkungan sebelumnya, biasanya ada acara menyembelih kambing di rumah salah satu tetangga. Daging kambingnya selain dibagikan juga dimasak dan dimakan bersama-sama. Kami belum tahu bagaimana kebiasaan warga sini, ditambah lagi situasi sepertinya belum memungkinkan untuk kumpul-kumpul seperti itu. Pastilah banyak perubahan prosedur dalam penyembelihan hewan qurban juga.

Continue reading

Selamat Jalan Prof. Sapardi

Pagi ini saya membaca kabar berpulangnya Prof. Sapardi Djoko Damono. Sastrawan senior Indonesia ini mengembuskan napas terakhir pada usia 80 tahun di sebuah rumah sakit di BSD sekitar pukul 9 lebih. Saya jadi teringat terakhir kali “bertemu” beliau (walaupun saya cuma nonton) ternyata sudah cukup lama juga, yaitu pada bulan September 2018. Tepatnya dalam kegiatan Festival Literasi Kementerian Keuangan, di mana beliau menjadi salah satu pembicara utama.

Dalam acara tersebut, Prof. Sapardi banyak berbagi seputar literasi dan tips menulis. Menurut Dekan Fakultas Sastra Universitas Indonesia tahun 1994-1999 ini, literasi adalah usaha kita semua untuk meningkatkan kemampuan membaca. “Kita bisa baca, tapi tingkatannya beda-beda. Kalau sudah membaca, kita akan bisa bedakan puisi iklan, pidato politik, hoaks, dan lain-lain. Membaca dan literasi itu bukan hanya sebatas buku sastra, kok. Apalagi sekarang sudah ada e-book, audio book, makin mudah membaca apa saja di mana saja,” ungkapnya.

Continue reading

Awas Terjebak Unrealistic Optimism, Apa Itu?

“Ah, yang penting kita positive thinking aja. Kalau kita ketakutan terus, penyakit malah jadi gampang dekat-dekat.”
Perkataan seperti di atas mungkin sering kita dengar, apalagi akhir-akhir ini. Stres atau kepikiran dalam skala berat disebut-sebut bisa menurunkan imunitas dan meningkatkan kemungkinan tubuh kita diserang penyakit. Saya kutip dari Kompas tahun 2012, stres membuat sistem tubuh berkurang kemampuannya untuk meredam peradangan. Belum lagi, orang yang sedang mengalami stres kadang juga kemudian terjebak pada perilaku yang tidak sehat seperti merokok, minum minuman keras, tidak mau makan, dan tidur tidak teratur.
Maka ketika pandemi Covid-19 ini makin meluas, sering beredar anjuran untuk membatasi paparan terhadap berita negatif agar kita tidak tertekan. Salah satu grup whatsapp ibu-ibu yang saya ikuti sampai membuat batasan jam untuk bahasan Covid-19 agar tidak setiap saat ada cerita tentang penyakit tersebut. Bahkan sempat saya baca ada yang menawarkan semacam terapi berpikir positif untuk mencegah dan menangani Covid-19. Nah, seberapa ampuh sebenarnya pembatasan paparan ini terhadap kadar stres kita?

Continue reading