Saya lupa kapan persisnya mendengar nama wisma ini, tetapi sepertinya ketika saya masih SD di sebuah kota kecil dekat Solo. Wisma Batari sering digunakan sebagai gedung pertemuan, termasuk untuk acara pernikahan. Saat pertama membaca nama Batari, yang terpikir oleh saya adalah “cantik”. Sebab setahu saya, kata batari merupakan istilah lain dari dewi. Istilah batari sebelumnya sering saya baca di cerita-cerita wayang di majalah Panjebar Semangat ataupun buku-buku milik Mbah Kakung. Biasanya kata tersebut dituliskan sebagai bethari dalam bahasa Jawa, misalnya Bethari Durga dan Bethari Uma.
Author Archives: Leila R. Niwanda
Mengasah Naluri, Mempertajam Intuisi
Bulan ini kantor saya mengundang Pak Ismail Fahmi, pendiri Drone Emprit dan PT Media Kernels Indonesia sebagai narasumber dalam diskusi “Strategi Melawan Disinformasi, Fitnah, dan Kebencian di Media Sosial”. Saat memaparkan materinya, beliau menyebutkan buku Thinking, Fast and Slow karya ekonom perilaku peraih Nobel Daniel Kahneman sebagai salah satu referensi. Saya pun tertarik untuk membacanya lebih lanjut. Alhamdulillah, di perpustakaan kantor buku ini tersedia. Berikut adalah beberapa kutipannya yang mengena.

Buku Thinking, Fast and Slow
Kita semua pernah mendengar cerita intuisi pakar: jago catur yang melewati orang-orang yang bermain catur di pinggir jalan lalu berkata “Putih skak mat dalam tiga langkah” tanpa perlu memperhatikan lama-lama, atau dokter yang langsung memberi diagnosis rumit setelah melihat sekilas pasien. Intuisi pakar kita anggap ajaib, tetapi sebenarnya tidak.
Malah kita semua melakukan tindakan intuisi pakar berkali-kali tiap hari. Sebagian besar kita bisa mendeteksi rasa marah pada kata pertama yang terdengar dalam percakapan telepon, menyadari kita sedang dibicarakan ketika kita masuk ke ruangan tempat orang-orang mengobrol, dan bereaksi cepat terhadap tanda-tanda kecil yang menunjukkan pengendara mobil di jalur sebelah membahayakan.
Sari Kacang atau Susu Kacang?
“Beli susu kedelai, yuk!”
Kalimat di atas rasanya cukup familier bagi kita. Selain susu kedelai (“soy milk“) yang lebih dulu populer, belakangan muncul juga minuman dari bahan tumbuhan (plant-based) yang diberi nama sejenis seperti susu almon (“almond milk“), susu oat (“oat milk“), dan susu kacang mede (“cashew milk“). Warna minuman-minuman ini kebanyakan memang putih pekat, mirip dengan susu hewani. Namun, apakah penamaan ini tepat?
Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan bahwa istilah “susu” definisinya sangat spesifik, yaitu cairan yang berasal dari ambing hewan ternak yang sehat. Hal ini ditegaskan dalam Peraturan BPOM Nomor 13 Tahun 2023 tentang Kategori Pangan. Peraturan ini khususnya di Pasal 5 secara eksplisit mengelompokkan produk susu dan analognya dalam Kategori 01.0.

Susu kedelai – LinasD, via Wikimedia Commons
Mengagumi Kecantikan Batik Tiga Negeri
Masih dalam suasana Hari Batik Nasional yang diperingati setiap tanggal 2 Oktober, kali ini saya ingin menulis mengenai Batik Tiga Negeri. Saya pertama mengetahui batik ini saat berkunjung ke Museum Batik Danar Hadi, Solo, pada tahun 2009. Pemandu museum, Mas Najib, menjelaskan asal-usul penamaan batik tersebut. Penyematan angka tiga pada namanya mewakili tiga daerah di Jawa Tengah: Lasem, Pekalongan, dan Solo. Ketiga daerah ini punya batik dengan ciri khas masing-masing, dan batik tiga negeri memadukan ciri khas tersebut.

Batik Tiga Negeri di pameran Pasar Keliling di Gedung AA Maramis, Agustus 2024
Hasilnya adalah kain batik dengan motif dan warna yang unik. Daerah Lasem menyediakan warna merah, Pekalongan memberikan warna biru indigo, keduanya merupakan warna-warna khas batik pesisir. Sedangkan Solo menghiasinya dengan warna cokelat atau soga khas batik pedalaman. Warna merah sekaligus menandai pengaruh dari kebudayaan Tionghoa, warna biru adalah pengaruh dari budaya Belanda, sedangkan warna cokelat berasal dari budaya Jawa Mataraman.
Menikmati Teri, Si Mungil yang Kaya Gizi
Pekan ini rasanya ikan teri mewarnai hari-hari saya. Senin malam saya ngebut menyelesaikan sebuah tulisan untuk lomba cerita anak yang berakhir waktunya hari itu juga. Karena tema yang saya ambil adalah kuliner daerah, jadi saya menceritakan beberapa makanan khas yang saya ketahui. Salah satu makanan ini dikenal dengan taburan ikan terinya. Sambil mengetik, saya jadi terbayang gurihnya sajian tersebut yang berpadu dengan kriuk-kriuk teri goreng garing.

Ikan teri goreng dari Midori via Wikimedia Commons
Hari Selasanya saya membeli nasi goreng teri di kantin kantor untuk makan siang. Nasi goreng teri menjadi salah satu pilihan favorit saya dari kantin sejak dulu. Saya sempat kehilangan setelah kantin tutup selama tahun pertama pandemi dan penjualnya ternyata tidak ikut kembali saat kantin dibuka lagi. Namun, akhirnya tahun lalu ada penjual baru di kantin yang menyediakan menu ini lagi. Berbeda rasanya dengan yang sebelumnya, tapi saya juga menyukai nasi goreng teri versi yang ini.
Anak Ternyata Perlu Juga Bermain Sendirian
Usia balita (0–5 tahun) sering dikatakan sebagai usia emas anak. Pada usia ini anak berada dalam tahap perkembangan yang sangat penting. Tentu orang tua ingin memberikan yang terbaik untuk mendukung perkembangan anaknya. Apa saja yang bisa dilakukan? Selain menyediakan nutrisi yang tepat, orang tua juga bisa mengajak anak belajar. Belajar ini tak melulu berarti harus dilakukan sambil duduk diam. Bermain pun bisa menjadi salah satu bentuk kegiatan belajar.
Walaupun terlihat sederhana, sebetulnya permainan merupakan cara bagi anak untuk belajar dan mengeksplorasi. Dengan bermain, anak juga mendapatkan kesempatan untuk memahami sekelilingnya dengan cara yang menyenangkan. Dampak positifnya bisa terasa pada perkembangan kognitif, sosial, dan emosional mereka.
Ginsburg (2007) menyatakan bahwa permainan adalah sarana penting yang memungkinkan anak-anak untuk mengembangkan keterampilan kognitif, sosial, dan fisik melalui eksplorasi bebas dalam lingkungan yang aman. Selain itu, melalui permainan, anak-anak dapat mengembangkan pemahaman yang lebih baik tentang dunia sekitar mereka dan berlatih keterampilan yang akan berguna sepanjang hidup.
Kesamaan Singkatan yang Menjembatani Perbedaan Bahasa
Masih dalam suasana Bulan Bahasa, saya ingin membahas soal keluwesan berbahasa Indonesia. Awal tahun ini sebuah artikel di The Conversation menarik perhatian saya. Sebuah istilah disebutkan di sana: akal imitasi (AI). Wah, saya baru tahu kalau padanan dari artificial intelligence dalam bahasa Indonesia adalah akal imitasi. Ketika saya coba telusuri lagi, ada artikel di Kompas yang juga sudah menggunakan istilah tersebut sejak Oktober tahun lalu. Belum sempat mencari apakah ada yang lebih lawas lagi, sih. Dalam situs KBBI VI (versi situs), istilah akal imitasi ini juga sudah ada.

Kompas Akal Imitasi
Saya spontan kagum. Unik, ya. Dapat aja, gitu lho. Singkatan dalam bahasa Indonesia bisa sama dengan singkatan dalam bahasa Inggris yang juga sudah populer. Sebelumnya, sudah ada juga beberapa singkatan yang tetap bisa dipertahankan dengan menggunakan kata-kata terjemahan yang sesuai. Jadi, masyarakat bisa tetap menggunakan singkatan aslinya, yang umumnya juga sudah cukup populer.
Aneka Versi Lagu Golden dari KPop Demon Hunters
Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu, coba angkat tangan, siapa yang anaknya ter-Golden–Golden? Atau jangan-jangan malah diri sendiri yang masih terkenang keseruan cerita dan terngiang terus lagu-lagu pengiring film KPop Demon Hunters? Ada yang sudah bosan mungkin, karena harus mendengarkan lagu seperti Golden dan Soda Pop untuk kesekian ratus kalinya, seperti beberapa konten yang muncul di media sosial? Atau justru tanpa sadar sering menyenandungkannya (seperti saya) karena memang lagu-lagunya enak didengar?

Film produksi Sony Pictures Animation untuk OTT Netflix ini mengisahkan tiga gadis anggota grup vokal HUNTR/X yang punya identitas rahasia sebagai pembasmi iblis. Terdapat pengisi suara yang berbeda di balik para tokoh ini. Ada pengisi suara dialog atau para aktris yang menghidupkan karakter saat berbicara, yaitu Arden Cho sebagai Rumi, May Hong sebagai Mira, dan Ji-young Yoo sebagai Zoey. Dan ada pula para pengisi suara nyanyian (singing voices), yaitu EJAE untuk Rumi, Audrey Nuna untuk Mira, dan Rei Ami untuk Zoey.
Meski rilis global filmya sendiri sudah beberapa bulan yang lalu, tepatnya 20 Juni 2025, tetapi gaungnya memang masih terasa hingga kini. Apalagi tanggal 7 Oktober lalu para pengisi suara nyanyian untuk ketiga tokoh utama HUNTR/X yaitu EJAE, Audrey Nuna, dan Rei Ami menggebrak panggung The Tonight Show Starring Jimmy Fallon. Dan ternyata ini adalah penampilan live perdana mereka bertiga secara penuh, loh. Memang, tanggal 4 Oktober mereka sempat menyanyi di talk show tenar lainnya yaitu Saturday Night Live (SNL), tetapi “hanya” di akhir sketsa untuk membawakan versi singkat dari lagu Golden.
Self-Healing untuk Muslimah
Kata “healing” rasanya cukup sering kita dengar sebagai bagian dari percakapan sehari-hari. Walaupun, menurut pengamatan saya, frekuensi penggunaan istilah ini malah sudah menurun dibandingkan dengan beberapa tahun yang lalu. Healing pada masanya sempat menjadi “mantra wajib” di media sosial, yang justru merujuk pada kegiatan pemulihan diri secara psikologis ketimbang psikis.
Seringnya, healing diartikan sebagai “me time” yang diisi dengan kegiatan refreshing yang ternyata memerlukan biaya, seperti ke salon, belanja, traveling, atau ngopi-ngopi cantik di kafe yang estetik. Namun, apa iya aktivitas seperti ini dapat memulihkan diri kita? Atau justru menjadi suatu pelarian semata?
Tanggal 12 kemarin saya mengikuti kajian muslimah daring yang secara khusus mengangkat tema Self-Healing: Menjadi Muslimah Tangguh, Tenang, dan Ikhlas. Narasumbernya adalah Teh Novie Ocktaviane Mufti, M.Psi., Psikolog. Teh Novi merupakan psikolog yang dengan telaten memadukan ilmu psikologi dengan nilai-nilai agama Islam, khususnya lewat @healyourself.id yang ia dirikan.
Ragam Home Dress ala Kimono, Nyaman dan Tetap Cantik di Rumah
Cuaca Jakarta sedang cukup panas akhir-akhir ini. Kadang mendadak hujan deras sih, tapi sering juga matahari bersinar dengan terik. Karenanya, penting untuk memakai baju yang nyaman saat beraktivitas, termasuk di rumah. Daster menjadi salah satu pilihan yang umum saat berkegiatan ataupun bersantai di rumah. Potongan yang umumnya longgar dengan banyak dukungan sirkulasi udara membuat baju rumah model daster ini banyak digemari.
Berada di rumah saja bukan berarti kita tak tampil cantik. Kini makin banyak daster atau baju rumahan lainnya yang hadir dengan gaya menarik. Sebagian di antaranya dilabeli dengan istilah home dress dalam penjualannya, mungkin untuk menepis penamaan daster yang telanjur punya citra terlalu santai dan bagi beberapa orang terkesan “seadanya”.
