Kenali Diri untuk Jadi Muslimah Berkepribadian Unggul

Jumat lalu ustadzah Astrie Ivo mengisi acara pengajian di kantor. Tema besar yang diangkat adalah Menjadi Muslimah Berkepribadian Unggul. Saat menyimak tausiyah dari beliau, mau tak mau saya terkenang ceramah yang juga disampaikan oleh istri Dariola Yusharyahya ini lebih dari satu dekade yang lalu di tempat yang sama, sewaktu saya masih berstatus pegawai magang dan belum menikah (kalau tidak salah, ya). Bahkan sebagian kalimat masih saya ingat persis cara penyampaiannya. Bukan, bukan bosen, kok. Senang malah, semacam dikasih reminder. Hanya saja, melihat beliau terlihat tak berubah meski sudah satu dasawarsa sementara saya berasa tambah tua itu kok sesuatu, ya :D.
 

Continue reading

Rekomendasi Menyiasati Lima Fase Pernikahan dari Ustadz Cahyadi Takariawan

Siang ini saya mengikuti Kajian Wonderful Family, atau bisa juga disebut sebagai bedah bukunya, oleh sang penulis yaitu Ustadz Cahyadi Takariawan di Masjid Al Amanah. Selama ini saya hanya menjadi penikmat buku yang beliau tulis, salah satu buku Pak Cah, begitu beliau biasa disapa, menjadi buku pertama yang saya dan suami tamatkan bersama saat menapaki awal rumah tangga. Juga belakangan status dan tulisan beliau di media sosial maupun blog, yang memang banyak berfokus pada kehidupan rumah tangga khususnya relasi suami istri. Baru kali ini saya bisa menyimak uraian dari beliau secara langsung.


Menurut Dawn J. Lipthrott, LCSW, seorang psikoterapis dan marriage and relationship educator & coach sebagaimana dikutip oleh Pak Cah, pada umumnya pasangan suami istri akan menapaki lima tahap dalam berumah tangga. Yang membedakan adalah berapa lama masing-masing menjalaninya. Tahap-tahap tersebut adalah:

1. Fase romantic love, bulan madu dengan suasana serbaindah dan menyenangkan. Kekurangan pasangan mudah sekali dimaklumi dan diterima, seolah tidak ada cacat. Suasana sedemikian happy sehingga di fase ini dunia seolah milik berdua, ke mana-mana maunya berdua. Lebih banyak diekspresikan secara fisik. Sisi negatifnya, fase yang ini ada titik akhirnya. Tidak ada keluarga yang bisa menjalani fase romantic love ini selama-lamanya. Umumnya fase romantic love hanya berlangsung selama 3-5 tahun. Adanya potensi akhir fase ini seringkali tidak disadari oleh pengantin baru, sehingga tidak siap dalam menghadapi benturan di tahap selanjutnya. Situasi romantic love ini juga termasuk keromantisan sebelum menikah, jadi ketika pacarannya lama maka lazimnya fase romantic love setelah pernikahan akan semakin singkat. Bila bisa dioptimalkan, sebetulnya masa romantic love bisa dijadikan landasan agar lebih siap menyongsong fase berikutnya.

Continue reading