[Resensi Buku] Kamu Tidak Istimewa

Judul buku: Kamu Tidak Istimewa
Penulis: Natasha Rizky
Penerbit: Elex Media Komputindo
Cetakan Kedua, Februari 2024
Tebal: 104 halaman + xi
ISBN: 9786230055874

“Ih, judulnya kok gitu?” Fahira mengerutkan kening saat melihat saya mengeluarkan buku ini dari kemasan paket. Memang, jika dibandingkan dengan buku-buku apalagi yang bergenre motivasi, judul buku ini seolah malah mendemotivasi. Alih-alih menyemangati bahwa kita juga istimewa dan layak dihargai, justru belum-belum sudah langsung mengantarkan kita ke realita.

Saya kutip dari Popmama:
“Judul buku ini kiasan bahwa kita bukan satu-satunya makhluk Allah yang diuji. Jadi, jangan pernah merasa paling menderita sendirian karena semua makhluk yang diciptain Allah pasti diuji.”

Penjelasan tentang mengapa kita disebut sebagai tidak istimewa kemudian masuk di dalam beberapa halaman buku ini. Secara keseluruhan terdapat tiga bab yang masing-masing berisi beberapa judul puisi karya @natasharizkynew @diksiaca. Saya sendiri sebetulnya tidak selalu bisa menikmati puisi. Seringkali saya harus bersusah-payah berpikir dulu baru mengerti maksudnya. Namun, tulisan-tulisan pendek dalam buku ini dapat saya nikmati. Entah ya, mungkin karena merasa ada kesamaan sudut pandang sebagai sesama perempuan yang sudah melewati masa yang sering disebut sebagai quarter life crisis, meskipun penulis jauh lebih muda daripada saya. Ada bahasan yang saya pahami tentang pilihan-pilihan menuju kedewasaan dan proses dalam kehidupan yang mungkin hanya bisa dipahami setelah melewati pengalaman pada titik umur tertentu.

Buku ini berisi puisi yang menurut penulis terinspirasi dari banyak orang, termasuk orang-orang yang tidak ia kenal. Puisi-puisinya termasuk pendek, didominasi diksi indah yang memang mengajak pembaca untuk berpikir. Tapi nggak sampai berat-berat banget, kok. Lebih banyak seperti diajak becermin juga.

Buku ini juga sukses membuat saya berkali-kali membuka kembali KBBI untuk mengecek arti beberapa kata yang asing bagi saya. Terambau, misalnya. Namun, bukan berarti semuanya perlu upaya lebih untuk bisa dimengerti. Ada juga tulisan yang memakai kosakata sehari-hari, bahkan yang yang langsung menohok ke ulu hati.

Ilustrasi dalam buku ini turut menambah kenikmatan membaca, karena dirancang khusus untuk setiap halamannya. Bahkan memanjakan mata dengan ragam desain yang menarik, saling melengkapi dengan narasi yang mengisi. Tak sekadar menghias, gambar-gambar karya @oohayaa ini juga kadang memantik penasaran. Ilustrasi arena hopscotch/engklek misalnya, bisa ditafsirkan menggambarkan inner child yang belum tuntas. Atau justru melambangkan proses (kotak demi kotak) yang harus dilalui dalam mencapai tujuan akhir? Lalu kunci putar di bagan punggung seorang muslimah, apakah menggambarkan bahwa ia dikendalikan oleh pihak lain, atau ia memerlukan dorongan dari orang lain baru bisa bergerak?

Tulisan-tulisan dalam buku ini sekilas memang terkesan didominasi nada sendu. Bahkan ada yang seperti menyalahkan diri sendiri. Namun, di sisi lain penulis juga tak lupa menyebutkan bahwa di tengah kesedihan, selalu ada Allah subhanahu wa ta’ala yang janji-Nya senantiasa benar. Dan agar kita mengevaluasi diri, sudahkah kita menunaikan apa yang seharusnya kita jalankan sebelum meminta hak kita akan karunia dari Yang Mahakuasa? Bukan untuk meratapi kedukaan, melainkan untuk mengingatkan akan tujuan hidup kita sebagai manusia di dunia yang fana.

Buku yang menarik untuk dibaca berulang, walaupun memang sesuai dengan peruntukannya, sepertinya lebih baik dibaca oleh remaja berusia 18 tahun ke atas. Agak lewat mungkin kalau disambungkan ke tema Baca Bareng @wishkemenkeu bulan ini yang bernuansa anak muda ya, tapi masih masuk lah sebagai bacaan bagi dewasa muda.

Saya memilih buku ini karena ada dalam contoh yang diberikan oleh WISH 😁 yang qadarullah juga sudah dibeli, tapi belum sempat dibaca. Relevansi buku dengan tema, kalau menurut saya, adanya beberapa bahasan tentang pilihan-pilihan hidup yang biasanya dialami oleh anak muda. Bagian ini pun bisa dimaknai sebagai nasihat bagi mereka yang belum pernah menghadapi hal serupa atau belum sampai ke persoalan hidup yang umumnya baru akan dilalui oleh orang yang berada pada tahapan usia tertentu. Agak belibet, ya. Namun, memang kesan inilah yang saya tangkap. Keresahan yang disampaikan oleh penulis menandakan bahwa ia sudah mengalami proses pendewasaan, dan bisa menjadi gambaran agar pembaca lebih “siap” dengan tahapan tantangan hidup berikutnya.

Pesan utama yang ingin disampaikan oleh penulis adalah kita selalu bisa kembali pada Allah subhanahu wa ta’ala. Mungkin buku motivasi lain akan membesarkan hati pembaca dengan menekankan bahwa masing-masing kita adalah spesial. Akan tetapi, buku ini mengambil sudut pandang lain: kita ini hanyalah hamba. Kalaupun kita mencapai sesuatu, bukan diri kita yang hebat. Apa yang kita raih adalah karena Allah subhanahu wa ta’ala. Dan karenanya, ketika ada kegelisahan, kesedihan, atau kebingungan, kepada Allah-lah kita mendekat.

Saya merekomendasikan buku ini untuk para perempuan, dari usia remaja sampai yang lebih senior. Yang muda bisa belajar bahwa pada tiap tahapan kehidupan, Allah dapat memberikan tantangan yang berbeda-beda, dan di situ keimanan kita diuji. Yang lahir lebih dulu daripada penulis, seperti saya, bisa sambil mengenang masa-masa yang telah dilalui, sebagai pengingat bahwa Allah sungguh sayang pada kita. Sekaligus agar kita tetap ingat, dengan berlalunya masalah-masalah yang sudah pernah kita lewati, sungguh pertolongan Allah itu begitu dekat.

6 thoughts on “[Resensi Buku] Kamu Tidak Istimewa

  1. mbakkkkkkkk potongan-potongannya bikin aku langsung nyesssss..

    tersadarkan kalau memang tiap. orang punya jalannya sendiri-sendiri… hambatan cobaan ujian kita berbeda-beda

  2. ternyata konsep buku ini puitis gitu ya mbak

    aku sendiri kalau membaca buku puitis atau puisi yang terlalu sastra banget, pasti sambil mengernyitkan dahi karena mikir arti sebenernya

    di buku ini enaknya ada ilustrasi yang cakep, dan tulisannya singkat-singkat juga, jadi kalaupun dibaca sambil nyantai asik juga

  3. Salah satu yang masuk buket list ku ini, kemarin pernah dengan Natasha Rizky ngekonten buku ini.

  4. Salah satu yang masuk buket list ku ini, kemarin pernah denger Natasha Rizky ngekontenin buku ini di youtube.

Leave a comment