Runtutan peristiwa yang terjadi di negeri ini sejak akhir bulan lalu membuat hati ikut merasakan emosi berwarna-warni. Ada kesedihan korban yang jatuh, ada merinding karena semangat aksi sebagai salah satu bentuk mengungkapkan pendapat, ada kesal ketika fasilitas umum dirusak oleh orang-orang tak bertanggung jawab, ada kekhawatiran saat harus melaksanakan aktivitas tertentu, dan seterusnya.
Jika kita yang sudah dewasa dan relatif punya cukup pengalaman saja terkadang kewalahan memproses beraneka rasa yang muncul ini, bayangkan isi kepala dan hati anak-anak kita. Saya pun sempat bingung menjelaskan ke anak mengenai kejadian-kejadian tersebut. Seberapa banyak yang perlu ia tahu? Batas-batas apa yang bisa saya terapkan untuk memastikan agar informasi yang tersampaikan tetap objektif?






