Judul Buku: Si Dul Anak Jakarta
Penulis: Aman Dt. Majoindo
Penerbit: Balai Pustaka
Edisi elektronik, 2021 (cetakan pertama 1932)
157 + viii halaman

Cover novel si Dul

Judul Buku: Si Dul Anak Jakarta
Penulis: Aman Dt. Majoindo
Penerbit: Balai Pustaka
Edisi elektronik, 2021 (cetakan pertama 1932)
157 + viii halaman

Cover novel si Dul
Judul Buku: Pak Janggut
Penulis: Aman Dt. Majoindo
Penerbit: Balai Pustaka
Cetakan kesembilan, 2011 (cetakan pertama 1938)
64 + iv halaman
Pada Hari Buku Nasional kemarin saya datang ke pameran Parade Masa yang diadakan oleh penerbit Balai Pustaka di kantor mereka di Jakarta Timur. Selain acara-acara diskusi buku, ada juga bazar yang menyediakan buku-buku terbitan penerbit tersebut. Buku ini salah satunya, yang dihadiahkan kepada kami oleh salah satu pembicara dalam sesi diskusi buku sastra komunitas Lingkar Baca yang saya ikuti.

Buku Sastra Klasik Pak Janggut
Saat mudik lebaran kemarin saya sempat membuka-buka kembali lemari penyimpanan kaset milik alm. Papa. Mata saya tertumbuk pada sebuah nama yang tertera pada beberapa sampul kaset di situ. Phil Collins. Pria asal London, Inggris ini merupakan salah satu penyanyi favorit Papa, baik sebagai solois maupun anggota (vokalis dan penggebuk drum) band Genesis yang tenar pada era ’70-an hingga ’80-an. Koleksi kaset Phil Collins dan Genesis Papa terbilang lengkap, termasuk beberapa yang saya belikan semasa sekolah.

Salah satu kaset Phil Collins koleksi Papa
Karena seringnya Papa memutar lagu-lagu Phil Collins waktu itu, saya pun jadi akrab dengan sejumlah judul lagu andalannya. Saya terutama menyukai “A Groovy Kind of Love” (OST film Buster, dirilis 1988) dan Another Day in Paradise (dari album …But Seriously, 1989) untuk lagu solonya, juga “Hold on My Heart” dari Genesis. Lagu duetnya bersama Marilyn Martin, “Separate Lives” yang saya temukan pada salah satu album kompilasi yang saya lupa judulnya, juga amat menarik.
Judul: Al-Qur’an Sumber Healing-ku
Penulis: Dinar Rafikhalif & Ustaz Mochlisin
Penerbit: Cipta Prima Nusantara
Jumlah halaman: 147
Tahun terbit: 2025

Judul: Bunda Lisa: Samudra dan Angkasa yang Bernyanyi Memeluk Mimpi
Penulis: JS Khairen
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Jumlah halaman: 268
Tahun terbit: 2014
Peresensi: Leila Rizki Niwanda

Buku novel Bunda Lisa – JS Khairen
Sebagaimana judulnya, buku ini menceritakan kisah hidup Bunda Lisa. JS Khairen diam-diam melakukan riset untuk buku ini didorong oleh kekaguman pada sosok Bunda Lisa yang asli, pengelola TK Kutilang di Bekasi. Bunda Lisa adalah seorang perempuan asal Aceh yang melanjutkan pendidikan di Jakarta, bertemu dengan seorang pemuda yang nanti menjadi suaminya, kemudian mengikuti suami mengenyam pendidikan di Amerika Serikat. Setelah pulang kembali ke Indonesia, Bunda Lisa tergerak oleh keadaan di sekelilingnya. Satu demi satu program untuk masyarakat dengan penuh ketulusan ia jalankan dengan dukungan penuh suami tercinta.
Judul: Hijab for Sisters (Nomik)
Penulis: Anastasha Hardi
Ilustrasi: Hani Widiani @hhonhon
Penerbit: Elex Media Komputindo
Cetakan: ketiga, Februari 2023
Jumlah halaman: 318 + xi

Bulan lalu kembali saya mengikuti kegiatan BloggerDay 2025 yang diselenggarakan oleh salah satu Komunitas Blogger Indonesia yaitu Komunitas Bloggercrony Indonesia, tepatnya pada tanggal 22 Februari 2025. Lagi-lagi tak bisa mengikuti acaranya secara langsung karena berbarengan dengan acara di sekolah Fahira, jadi saya mendaftar untuk mengikuti secara daring saja. Dari layar laptop dan kiriman foto maupun video di grup, terlihat keseruan teman-teman blogger yang hadir langsung ke lokasi acara di Saung Kampung Sawah, Parung, Bogor.

Tahun ini sekaligus menandai 10 tahun Bloggercrony Community. Bloggercrony Community (BCC) berdiri pada 24 Februari 2015 sebagai komunitas yang mewadahi para blogger Indonesia multiplatform. Saat ini anggotanya yang terdaftar lebih dari 2.500, berasal dari berbagai kota di Indonesia. BCC juga sudah menjadi organisasi sosial berbadan hukum yang terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM RI dengan nama resmi Komunitas Bloggercrony Indonesia sejak 2018.
Continue reading
Novel Kami Bukan Sarjana Kertas
Desember lalu usia putri kedua saya genap sepuluh tahun. Tanggal istimewa tersebut saya gunakan untuk melakukan kilas balik mengenang momen-momen manis sejak kehadirannya satu dekade yang lalu. Selain media sosial, blog ini juga menjadi salah satu sarana yang memudahkan saya dalam mencatat perjalanan kami sekeluarga. Dari cerita MPASI pertama sampai dengan portofolio tulisan Fahira yang dimuat di beberapa buku antologi saya simpan di sini.

Fahira dan buku-buku karyanya
Jika dilihat-lihat lagi, runutan kisah Fahira sejak bayi lebih lengkap di blog ini dibandingkan dengan kakaknya. Kebetulan, kelahiran Fathia tahun 2011 dulu berbarengan dengan kepindahan saya dari kantor di Bangka ke Jakarta. Saya langsung dihadapkan dengan tantangan beradaptasi sebagai pegawai pindahan, ibu baru, juga warga masyarakat di lingkungan yang baru. Pada saat yang bersamaan pula, platform blog yang saya gunakan sejak 2006 yaitu Multiply berangsur mengurangi jenis layanannya, mengubah konsep bisnisnya, sampai akhirnya tutup sama sekali.

Judul Buku: Petualangan Rumi
Penulis: Dewi Rieka @dedew_writer
Ilustrasi: Inke Alverinne @inkealverinne
Penerbit: Grasindo @grasindo_id
Tahun terbit: 2019
Jumlah halaman: 92
Kategori usia: 7+
Waktu yang terbatas membuat saya belum sempat mencari lagi buku tentang ayah sebagaimana tema @children.bookstagram.id beberapa hari ini. Tiba-tiba Fahira mengusulkan buku ini, yang walaupun terbitnya sudah agak lama tapi masih selalu di hatinya.
Iya juga, ya. Meskipun judulnya tidak secara langsung menyebutkan “Ayah”, tetapi buku ini memang bercerita mengenai waktu yang dihabiskan anak-anak bersama ayahnya. Ceritanya, tokoh Papa dengan kedua putra-putrinya, Agga dan Mozza, tinggal di Jakarta, sedangkan Mama sehari-hari bekerja di Bali. Kali itu mereka ingin memberikan kejutan kepada Mama dengan datang tanpa mengabarkan sebelumnya. Kebetulan, Papa mendapatkan pinjaman mobil karavan dari bosnnya, yang lalu mereka namai Rumi si Rumah Mungil.
Dalam perjalanan, mereka mampir ke beberapa tempat menarik seperti gedung bersejarah dan pantai, juga tak lupa berwisata kuliner. Pembaca jadi ikut belajar mengenai histori suatu daerah dan makanan khasnya. Terdapat juga beberapa aktivitas terkait cerita yang bisa diisi/dikerjakan oleh anak.
Saya sudah pernah mengulas buku ini tak lama setelah terbit. Waktu itu Fahira, yang baru berusia 4,5 tahun, berkomentar, “Dedek mau yang kayak gitu. Asyik, bisa buat tidur, bisa buat masak.” Lima tahun berlalu dan Fahira masih terus menjadikan buku ini salah satu favoritnya, meski banyak buku baru yang ia baca. Bahkan selama sebulan ini Fahira minta saya membaca satu cerita dari sini setiap malam. Ia langsung berkomentar kalau saya salah sebut atau keliru membaca, yang menandakan bahwa sebetulnya Fahira sudah cukup hafal hingga kata per katanya. Seseru itu memang cerita yang disajikan, bikin nggak bosan-bosan untuk diulang.
Kira-kira bakal ada lanjutannya lagi nggak, ya? Mungkin akhirnya mereka bisa membeli sendiri mobil serupa Rumi dan bertualang ke wilayah lain di Indonesia? Pasti seru, deh.