Asah Bakat dan Salurkan Minat Lewat Erlangga Talent Week 2019

Cerita beberapa teman yang mengikuti rangkaian acara Erlangga Talent Week tahun 2018  di Kuningan City sukses membuat saya menyesal. Ada talk show dengan materi menarik, juga lomba-lomba yang seru untuk anak. Saat itu kondisi kami memang sedang tidak memungkinkan untuk bepergian, sehingga terpaksa melewatkan event tahunan tersebut (sudah diadakan sejak 2009) meski sudah memantau jadwal kegiatannya yang dipublikasikan sejak jauh-jauh hari. Maka, saya bertekad tahun ini harus datang ke sana.

Continue reading

Bisakah Kegiatan Beberes Menjadi Menyenangkan?

Rumah atau hunian dalam bentuk apa pun itu adalah tempat ke mana kita pulang. Rumah atau bentuk tempat tinggal lainnya identik dengan tempat beristirahat, berkumpul, bercengkerama dengan anggota keluarga yang lain. Maka, kenyamanan biasanya menjadi hal utama yang dikejar ketika seseorang memilih tempat tinggal. Selain nyaman (dan aman) lingkungan sekitarnya, tentu juga nyaman ditempati sehari-hari.

Lalu, bagaimana jika tempat tinggal kita menjadi tak lagi nyaman ditempati gara-gara kondisinya yang berantakan? Kadang, untuk memulai beberes pun rasanya kita enggan, saking sudah begitu banyaknya barang di rumah yang diletakkan sembarangan. Bingung mau mulai dari mana. Atau mungkin ada juga yang berpikiran, untuk apa dirapikan, toh nanti juga bakal berantakan lagi.

Sabtu lalu, tanggal 28 September 2019, saya mengikuti seminar Tidying Up Must Be Fun yang diselenggarakan oleh MommyKids Friends di Dekoruma Experience Center, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Bukan hanya seminar, pada sesi siang juga ada workshop di mana peserta bisa praktik langsung cara melipat pakaian yang efektif. Yang menjadi narasumber adalah mas Aang Hudaya, co-founder komunitas Gemar Rapi. Beberapa waktu yang lalu mas Aang mengisi pengajian di kantor saya dengan tema serupa, tetapi waktunya cukup singkat dan tidak ada sesi praktik.

Dulu saya sempat penasaran kenapa ada komunitas beberes yang namanya Gemar Rapi, dengan penggiat yang sepertinya dulu aktif di Konmari Indonesia, tetapi akhirnya terjawab dari penjelasan mas Aang di sini, bahwa Gemar Rapi memilih untuk merumuskan metode sendiri yang lebih sesuai dengan budaya Indonesia. Gemar Rapi juga bisa diartikan sebagai Gerakan Menata Diri dari Rumah dan Pribadi.

Continue reading

Beli Pulsa di Mana Saja dan Kapan Saja Lewat Cermati

Pulsa hp saat ini bisa digolongkan ke dalam salah satu kebutuhan pokok. Survei Sosial Ekonomi Nasional atau Susenas yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2016 bahkan menunjukkan bahwa jumlah rata-rata pengeluaran pulsa secara nasional sampai mengalahkan jumlah pengeluaran pembelian buah dan daging. Belum sampai menyamai pengeluaran untuk membeli beras sebagai makanan pokok memang, tapi sudah cukup besar.

Aktivitas sehari-hari kita memang banyak didukung oleh ponsel yang dalam pengoperasiannya memerlukan pulsa maupun paket data. Bagaimana kalau pulsa kita habis? Agak repot juga, apalagi kalau mobilitas kita tinggi. Baru-baru ini, lewat seorang teman, saya memperoleh informasi bahwa di Cermati.com tersedia pula layanan pembelian pulsa. Bukan cuma pulsa, sih, sebenarnya, tapi kita juga bisa membeli paket data, membayar tagihan listrik, membayar tagihan PDAM, membayar tagihan telepon seluler pascabayar, membayar tagihan telepon rumah Telkom, membeli voucher game online, hingga membayar paket roaming luar negeri. Selama ini saya mengira Cermati.com berfokus pada layanan pengajuan kartu kredit, asuransi (termasuk BPJS Ketenagakerjaan), maupun pinjaman seperti KTA, KPR, dan kredit mobil. Yang sudah berizin resmi dari Bank Indonesia dan OJK tentunya.

Nah, untuk membeli pulsa melalui Cermati, kita bisa langsung menuju website https://www.cermati.com/pulsa. Atau jika dibuka dari halaman depan, pilih menu Top-up & Tagihan.

Continue reading

Menemukan Peran, Merajut Kenangan Bersama RBI

Tak terasa, masa pengerjaan proyek Ruang Berkarya Ibu (RBI) 2 yang saya ikuti usai sudah. Alhamdulillah saya mendapat kesempatan bergabung ketika RBI mengumumkan adanya proyek kedua, setelah melewatkan informasi proyek pertamanya.

Bukan proyek sembarang proyek, RBI 2 yang berada di dalam ruang lingkup rumah besar Ibu Profesional dengan manajer mba Andita A. Aryoko ini memfasilitasi anggotanya untuk memperoleh bekal ilmu terlebih dahulu dari para pakar, utamanya mengenai bakat dan manajemen waktu. Terkait bakat, kami belajar kembali mengenai konsep Talents Mapping atau temu bakat, langsung dari perumus konsep tersebut (diadaptasi dari Gallup) dan praktisinya. Ada Abah Rama Royani, pak Dodik, kang Firman, dan seterusnya. Dalam konsep ini, talents atau bakat merupakan sifat (personality) yang produktif, maksudnya sifat tersebut dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk menghasilkan sesuatu. Bakat yang dikelola dengan baik akan menghasilkan kekuatan, dan kekuatan bisa membuat seseorang ‘asyik’ sekaligus produktif di bidang yang ia kerjakan.

Hasil asesmen saya mengungkapkan bahwa saya memiliki bakat dominan di bidang analytical, harmony, emphaty, ideation, input, intellection, dan learner. Berminat juga mengetahui bakat diri? Bisa cek di https://temabakat.com/tma/. Kalau ini versi singkatnya yang gratis, sih. Konsepnya adalah analisis dari pengalaman kita, sehingga hasilnya bisa tergantung dari seberapa banyak kita terpapar oleh beragam kegiatan. Kalau belum pernah mencoba, biasanya kita juga belum benar-benar punya gambaran seperti apa perasaan kita terhadap suatu aktivitas, bukan? Karena itu jugalah, asesmen ini cenderung ditujukan bagi usia minimal 14 tahun. Bisa untuk anak yang lebih kecil, dengan catatan memang sudah banyak paparan aktivitas sebelumnya.

Continue reading

Cari Ide Kado untuk Bayi? Jangan Lupa Buat Ibunya Juga!

Beberapa waktu belakangan ini kepedulian terhadap kondisi baby blues yang berlanjut pada postpartum depression (PPD) kembali mengemuka. Sebuah kasus menyentakkan banyak orang. Ternyata masih banyak yang belum memahami kedua kondisi tersebut, dan bahkan mengetahui definisinya pun bukan jaminan akan terhindar. Terbebas dari baby blues dan PPD pascamelahirkan anak pertama, sudah memiliki pengalaman atas apa yang akan dihadapi, belum tentu membuat yang berikutnya juga demikian.

Selain membekali diri sendiri dengan informasi terkait baby blues dan PPD, jangan lupakan juga bahwa kita perlu lebih membuka mata pada kondisi di sekeliling. Sebab, salah satu pemicu baby blues dan PPD adalah ketika sang ibu yang baru melahirkan ini merasa sendirian. Tanpa teman, tanpa dukungan sekeliling. Sebisa mungkin, beri perhatian kepada teman kita yang sedang menyambut kehadiran anggota keluarga baru, meski mungkin sekilas kondisinya tampak baik-baik saja. Ya, pastinya kita sudah cukup sibuk dengan urusan pribadi, tapi setidaknya tunjukkanlah perhatian, tawarkan apa yang bisa dibantu.

Di sisi lain, perhatian yang berlebihan, termasuk pemberian saran tanpa diminta, bisa mengganggu bahkan membebani perasaan ibu yang baru melahirkan. Jadi, ada baiknya kita mempertimbangkan masak-masak sebelum berucap atau bertindak. Pilih kata-kata yang tidak menghakimi, tahan lidah kita untuk berkomentar, lebih banyak sediakan telinga untuk mendengar.

Satu hal yang mungkin bisa kita lakukan sebagai awalan adalah dengan memberikan hadiah pada ibu yang baru melahirkan. Orang-orang cenderung memberikan kado sesuatu yang bisa dipakai oleh bayinya, padahal akan sangat manis kalau ibunya pun mendapatkan hantaran. Memberikan kado kepada anak sebelumnya (kakak bayi) ada baiknya juga, tapi tulisan kali ini akan berfokus pada hadiah untuk ibunya.

Continue reading

Bioskop TIM dalam Kenangan

Sehari setelah peringatan hari kemerdekaan, sebuah foto masuk ke grup WhatsApp Mata Sinema Indonesia (MSI) yang saya ikuti. Pak Yan Widjaya rupanya mengirimkan pengumuman akan ditutupnya bioskop TIM XXI mulai tanggal 19 Agustus 2019 dan seterusnya. Saya terkejut membacanya. Wah, padahal TIM XXI yang sesuai namanya berada di dalam kompleks Taman Ismail Marzuki Cikini, Jakarta Pusat ini adalah salah satu bioskop favorit saya karena letaknya yang masih berada di dalam (salah satu alternatif) jalur pulang kantor. Jadi, jika mau nonton tayangan setelah maghrib biasanya masih terkejar setelah jam kerja usai.

Continue reading

Pintar Kelola Dana Pendidikan untuk Generasi Terdepan

Tanggal 21 Juli lalu saya mendapatkan kesempatan dari Komunitas Sahabat Nova untuk mengikuti Financial Planning Class bersama perencana keuangan mba Erlina Juwita, M.M., CFP., QWP @erlrights. Berasa deg-degan juga sih.

Pertama karena jadi ‘dibedah’ kondisi keuangan kita. Karena konsepnya kelas kecil, jadinya peserta bisa sharing dan dapat saran langsung dari mba Erlina selaku financial planner independen dari OneShildt ini, bahkan bisa lanjut konsultasi via whatsapp.

Kedua, karena ya memang kondisi yang diceritakan mba Erlina selama sesi itu real, ya. Biaya pendidikan naik terus, apa yang sudah kita siapkan untuk sekolah anak-anak dan mungkin juga diri kita sendiri atau suami jika ingin melanjutkan pendidikan?

Continue reading