Jaga Kesehatan Keluarga di Tengah Pandemi Lewat Nutrisi

Di tengah kondisi pandemi Covid-19 seperti saat ini, pastinya kesehatan keluarga menjadi prioritas kita, khususnya para ibu. Bagaimana, ya, agar kita bisa melindungi keluarga dari makhluk mungil yang punya efek tidak main-main itu?

Kemarin saya mengikuti IG live @smartmumsid bersama nutrisionis Rachel Olsen @sehat.ala.rachel, dipandu mommy hits @vibrievb. Temanya menarik nih, tentang bagaimana menjaga nutrisi keluarga pada saat pandemi.

Makanan ini perlu mendapatkan perhatian utama karena memang itulah kebutuhan pokok kita setiap hari. Namun selain kualitas asupan, perhatikan juga pola tidur dan kesehatan mental kita. Jadi pendekatannya holistik. Percuma kalau kita makan sehat tapi stres, kata Kak Rachel.

Continue reading

Napak Tilas Virtual Sejarah Perjuangan Bangsa

Kami sekeluarga termasuk suka menjelajahi berbagai museum yang berlokasi di sekitar kami, baik di kota tempat tinggal maupun kota-kota lain yang sedang kami datangi. Dari museum, kami bisa belajar banyak hal. Bukan cuma anak-anak, kami pun jadi bertambah pengetahuan, terutama tentang sejarah dan kebudayaan bangsa ini.

Pada masa pembatasan aktivitas untuk pencegahan pandemi Covid-19 beberapa bulan belakangan ini, kegiatan ke museum memang menjadi mustahil untuk dilakukan. Beberapa lokasi bersejarah mungkin memang sudah dibuka untuk umum dengan penerapan protokol kesehatan. Akan tetapi, kami belum berani untuk banyak keluar rumah dulu selain untuk keperluan mendesak.

Continue reading

Jangan Panik, Sediakan Obat Alami Diare pada Anak

Baby-ku diare, nih, Mom. Dikasih apa ya, biar mampet. Kasihan lihatnya.”

“Ada yang tahu enggak, Bunda, obat alami buat bayi mencret? Kalau dikasih obat kimia, kasihan.”

Berhubung saya memang menjadi anggota banyak grup whatsapp, chat seperti di atas hampir setiap hari berseliweran. Diare memang menjadi salah satu penyakit langganan anak yang membuat orang tua khawatir.

Pertama, karena umumnya orang tua juga sudah mengetahui betapa tidak nyamannya sakit perut akibat diare ini. Kita yang sudah dewasa saja bisa sampai mengerang kesakitan dan kesulitan beraktivitas, belum lagi ditambah dengan rasa lemas yang mengikuti. Bayi mungil yang “belum bisa apa-apa”, pastilah lebih menderita.

mengobati diare bayi secara alami

Continue reading

Ikhlaskan Kehilangan Buah Hati, Yakinlah Kita Tak Sendiri

Awal bulan Agustus selalu membawa kenangan tersendiri bagi keluarga kami. Apalagi tahun ini tepat satu dasawarsa sejak peristiwa tersebut berlalu.

Tahun 2010, sekitar empat tahun setelah menikah, untuk pertama kalinya saya mendapati dua garis merah pada alat uji kehamilan mandiri yang saya beli. Campur aduk rasanya, senang sekaligus deg-degan. Berhubung sudah menunggu lama, kami pun berupaya menjaga kehamilan ini sebaik-baiknya. Namun, Allah SWT punya rencana lain saat kandungan saya menginjak usia 9 pekan.

Keguguran

Gambar: 123rf

Continue reading

Kenangan Meriahnya Idul Adha di Bangka

“Bismillah, kita batalin, ya?”

Saya mengangguk, dan suami pun meneruskan proses yang berlangsung di layar ponselnya.

Pandemi Covid-19 membuat kami jadi harus menahan rindu kepada orang tua lebih lama lagi. Tiket mudik Idul Fitri yang pemesanannya perlu perjuangan bergadang beberapa malam pun harus direlakan. Saat itu, kami berharap penundaan hanya sementara. Semoga pada Lebaran Haji kami bisa meluncur ke kampung halaman di Pati dan Sukoharjo. Sayangnya, ini pun belum memungkinkan.

In sya Allah, Idul Adha ini kami akan tetap di Jakarta. Tetap ada yang bakal berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, karena kami kini menempati rumah baru.

Di lingkungan sebelumnya, biasanya ada acara menyembelih kambing di rumah salah satu tetangga. Daging kambingnya selain dibagikan juga dimasak dan dimakan bersama-sama. Kami belum tahu bagaimana kebiasaan warga sini, ditambah lagi situasi sepertinya belum memungkinkan untuk kumpul-kumpul seperti itu. Pastilah banyak perubahan prosedur dalam penyembelihan hewan qurban juga.

Continue reading

Selamat Jalan Prof. Sapardi

Pagi ini saya membaca kabar berpulangnya Prof. Sapardi Djoko Damono. Sastrawan senior Indonesia ini mengembuskan napas terakhir pada usia 80 tahun di sebuah rumah sakit di BSD sekitar pukul 9 lebih. Saya jadi teringat terakhir kali “bertemu” beliau (walaupun saya cuma nonton) ternyata sudah cukup lama juga, yaitu pada bulan September 2018. Tepatnya dalam kegiatan Festival Literasi Kementerian Keuangan, di mana beliau menjadi salah satu pembicara utama.

Dalam acara tersebut, Prof. Sapardi banyak berbagi seputar literasi dan tips menulis. Menurut Dekan Fakultas Sastra Universitas Indonesia tahun 1994-1999 ini, literasi adalah usaha kita semua untuk meningkatkan kemampuan membaca. “Kita bisa baca, tapi tingkatannya beda-beda. Kalau sudah membaca, kita akan bisa bedakan puisi iklan, pidato politik, hoaks, dan lain-lain. Membaca dan literasi itu bukan hanya sebatas buku sastra, kok. Apalagi sekarang sudah ada e-book, audio book, makin mudah membaca apa saja di mana saja,” ungkapnya.

Continue reading

Awas Terjebak Unrealistic Optimism, Apa Itu?

“Ah, yang penting kita positive thinking aja. Kalau kita ketakutan terus, penyakit malah jadi gampang dekat-dekat.”
Perkataan seperti di atas mungkin sering kita dengar, apalagi akhir-akhir ini. Stres atau kepikiran dalam skala berat disebut-sebut bisa menurunkan imunitas dan meningkatkan kemungkinan tubuh kita diserang penyakit. Saya kutip dari Kompas tahun 2012, stres membuat sistem tubuh berkurang kemampuannya untuk meredam peradangan. Belum lagi, orang yang sedang mengalami stres kadang juga kemudian terjebak pada perilaku yang tidak sehat seperti merokok, minum minuman keras, tidak mau makan, dan tidur tidak teratur.
Maka ketika pandemi Covid-19 ini makin meluas, sering beredar anjuran untuk membatasi paparan terhadap berita negatif agar kita tidak tertekan. Salah satu grup whatsapp ibu-ibu yang saya ikuti sampai membuat batasan jam untuk bahasan Covid-19 agar tidak setiap saat ada cerita tentang penyakit tersebut. Bahkan sempat saya baca ada yang menawarkan semacam terapi berpikir positif untuk mencegah dan menangani Covid-19. Nah, seberapa ampuh sebenarnya pembatasan paparan ini terhadap kadar stres kita?

Continue reading

Mengenal Perbedaan Kista dan Miom

⁣Malam Sabtu lalu saya ikut menyimak live IG @unicornadcom yang menghadirkan dr. Ferry Darmawan, SPOG, MIGS. Dokter Ferry ini bisa dibilang DSOG yang langganan jadi narasumber untuk komunitas Smart Mums Id yang saya ikuti. Namun, kali ini dr. Ferry tidak membahas hubungan intim suami istri atau yang sering beliau istilahkan sebagai “rekreasi”, tetapi mengulas mitos seputar penyakit pada organ reproduksi wanita. Secara khusus, dr. Ferry mengupas perbedaan miom dan kista berikut mitos-mitos yang menyertainya.
Saya pun termasuk yang masih bingung membedakan keduanya. Kalau mendengar ada kerabat atau teman yang didiagnosis miom atau kista pada organ reproduksi, biasanya (selain mendoakan dan membantu apa yang bisa dibantu tentunya) saya juga jadi ingin tahu lebih lanjut tentang penyakit tersebut. Namun, saya belum pernah sampai benar-benar membaca secara mendalam dari sumber tepercaya. Sedangkan teman yang terkena pun kadang masih dalam keadaan perlu dukungan, sehingga saya tidak enak bertanya-tanya lebih jauh.

Continue reading

Siap Dampingi Anak Belajar di Rumah

Sebagaimana banyak anak lain di berbagai negara yang terkena dampak pandemi Covid-19, anak-anak saya juga belajar dari rumah sejak bulan Maret 2020. Anak sulung saya duduk di kelas 2 SD, sedangkan adiknya merupakan murid TK A. Masih kelas awal, sehingga pelajarannya juga belum begitu rumit. Alhamdulillah, sekolah mereka pun masih tergolong “manusiawi” dalam memberikan tugas, tidak seperti curhatan beberapa teman.

Meski demikian, harus saya akui bahwa hambatan tetap ada. Memori ponsel saya kepenuhan akibat terlalu banyak menyimpan video tugas untuk disetorkan. Saya kadang kewalahan membagi waktu antara mendampingi anak dengan mengerjakan tugas kantor, khususnya ketika ada ujian pada hari yang sama. Adakalanya anak juga “mogok” karena mengantuk, terlebih pada bulan puasa kemarin.

School from Home

Menemani anak-anak belajar di rumah

Sampai kapan para orang tua harus “juggling” begini? Yang saya baca dari artikel-artikel tepercaya, para ahli pun tidak bisa menentukan dengan pasti kapan pandemi ini berakhir. Jadi, yang bisa kita semua lakukan adalah terus beradaptasi.

Continue reading

Lezat dan Sehat Olahan Ubi Jalar Ungu

Unlock your skills in this lockdown period, kira-kira begitulah yang sempat saya baca di berbagai media. Setiap orang menghadapi tantangannya sendiri ketika anjuran untuk tinggal di rumah saja ini mulai diterapkan. Ada yang kewalahan mengatur jadwal work from home apalagi jika dibarengi dengan kewajiban mendampingi anggota keluarga lain menjalani school from home, ada yang bosan dan mengaku “mati gaya”, ada pula yang bersedih karena kehilangan mata pencaharian. Dalam saat-saat yang menantang inilah, justru kadang muncul kesempatan untuk mempelajari hal-hal baru. Baik karena sudah bingung mau melakukan apa lagi, gara-gara mau mencari “me time” baru di tengah rutinitas baru yang penuh tekanan, atau memang untuk tujuan mencari uang.

Salah satu keterampilan baru yang banyak dipelajari adalah memasak. Kini sudah banyak aplikasi yang tersedia untuk membantu meningkatkan skill perdapuran tersebut. Yang mau lebih bebas dan tidak terikat waktu bisa memilih saja dari deretan resep dan tutorial yang tersedia. Yang ingin lebih fokus dan sekaligus bisa tanya-tanya kepada pengajar dapat mendaftarkan diri ke kelas memasak. Memang kursus masak yang melibatkan pertemuan langsung sepertinya belum akan ada dulu dalam waktu dekat, tetapi versi online-nya banyak tersedia, dari yang gratis sampai berbayar.

Continue reading