Jejak Digital yang Tetap Teguh Berakar

Bulan lalu kembali saya mengikuti kegiatan BloggerDay 2025 yang diselenggarakan oleh salah satu Komunitas Blogger Indonesia yaitu Komunitas Bloggercrony Indonesia, tepatnya pada tanggal 22 Februari 2025. Lagi-lagi tak bisa mengikuti acaranya secara langsung karena berbarengan dengan acara di sekolah Fahira, jadi saya mendaftar untuk mengikuti secara daring saja. Dari layar laptop dan kiriman foto maupun video di grup, terlihat keseruan teman-teman blogger yang hadir langsung ke lokasi acara di Saung Kampung Sawah, Parung, Bogor.

Tahun ini sekaligus menandai 10 tahun Bloggercrony Community. Bloggercrony Community (BCC) berdiri pada 24 Februari 2015 sebagai komunitas yang mewadahi para blogger Indonesia multiplatform. Saat ini anggotanya yang terdaftar lebih dari 2.500, berasal dari berbagai kota di Indonesia. BCC juga sudah menjadi organisasi sosial berbadan hukum yang terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM RI dengan nama resmi Komunitas Bloggercrony Indonesia sejak 2018.

Tentang Bloggercrony

Bloggercrony secara aktif merespons dinamika perkembangan blogging dan pertumbuhan blogger sebagai fasilitator literasi digital. Beberapa program yang dijalankan oleh BCC adalah BloggerView (kemitraan penulisan konten blog dan medsos), BloggerHangout (workshop gratis capacity building), BloggerCare (kegiatan sosial kerelawanan, kebencanaan, kepedulian sosial, dan lingkungan), dan BloggerPreneur (kegiatan kewirausahaan blogger pelaku UMKM) dengan tagline blogging, networking, empowering.

Saya sendiri baru bergabung dengan BCC pada masa pandemi Covid-19, setelah mengikuti BloggerDay tahun 2020. Sebelumnya, saya hanya membaca sekilas kegiatan Bloggercrony yang dibagikan beberapa teman di blog maupun media sosial mereka. Saat itulah saya menyimak lebih lanjut visi dan misi dari Bloggercrony.

Perayaan BloggerDay ke-9 ini ternyata akan menjadi peringatan hari jadi organisasi BCC yang terakhir secara tahunan. Setelah ini, BloggerDay akan diadakan tiga tahun sekali sesuai masa periode kepengurusan organisasi (2024 sampai dengan 2027). BloggerDay berikutnya direncanakan diadakan pada tahun 2028 dengan konsep yang masih sama yaitu travel event, sehingga berlangsung di kota yang berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya.

Tema yang diangkat tahun ini adalah Meneguhkan AKAR (Aktif, Kreatif, Adaptif, Relevan) dan Mengukir Jejak Digital. Harapannya, BloggerDay 2025 dapat menjadi ruang bagi para blogger untuk memperdalam keterampilan, memperluas wawasan, dan mempererat kolaborasi dengan berbagai pihak. Sebagaimana seringkali diingatkan oleh para pendiri dan pengurus, blogger juga harus senantiasa tetap menjaga integritas di tengah pesatnya perkembangan dunia digital. Melalui platform masing-masing yang dimanfaatkan untuk berbagi cerita yang bermakna dan relevan, seorang blogger dapat memainkan peran kunci dalam dalam menciptakan koneksi, menginspirasi perubahan, dan memperkuat kesadaran akan isu-isu yang penting.

Seperti kata Kak Satto Raji, salah satu pendiri Bloggercrony yang tahun ini menjadi Ketua BloggerDay Bloggercrony 2025 dalam sambutannya, “Sepuluh tahun lalu kita berkumpul bersama di Bloggercrony karena hobi menulis di platform blog. Di BloggerDay 2025, kami coba mengingatkan kembali agar kita tetap bisa menjaga akar semangat kita menulis seperti 10 tahun lalu.”

Nostalgia Pengalaman sebagai Blogger

Saya jadi ikut bernostalgia mengenang awal-awal kegiatan sebagai blogger. Mulanya saya memanfaatkan penyedia jasa Multiply sejak tahun 2007, seiring dengan penugasan pertama saya ke kantor vertikal di Belitung yang saya jalani selama tujuh bulan. Saya makin aktif menulis di blog setelah dipindahtugaskan ke Bangka dan mendapatkan hadiah netbook dari suami. Kala itu saya jadi bisa berinteraksi dengan para penulis buku yang membuka akun di sana jugam walaupun hanya lewat kolom komentar. Saya pun jadi bisa berkenalan dengan teman-teman baru di berbagai tempat di dunia. Lewat blogging, saya jadi bisa makin berkontribusi mengirimkan tulisan untuk media massa dan juga buku antologi.

Saya sempat vakum menulis di blog ketika pindah tugas lagi ke Jakarta, bersamaan dengan lahirnya anak pertama dan berakhirnya layanan blog dari penyedia yang saya pakai sebelumnya. Dari segi perjalanan pergi-pulang ke kantor saja sudah jauh berbeda waktu yang dihabiskan, belum lagi urusan pembagian waktu demi penyediaan kebutuhan ASI untuk bayi yang saya tinggalkan di rumah selama bekerja. Namun, ternyata justru dari tantangan inilah saya tetap bisa berkesempatan untuk menulis. Grup dukungan menyusui di facebook menjadi sarana bagi saya untuk menuliskan hasil belajar mengenai kesehatan keluarga dari berbagai sumber, terutama yang berbahasa Inggris. Apalagi waktu itu artikel berbahasa Indonesia yang mengupas berbagai sisi ibu menyusui belum sebanyak sekarang. Sampai-sampai saya diminta untuk ikut membantu sebagai admin di grup Tambah ASI Tambah Cinta tersebut.

Aktivitas blogging, termasuk mengamati bagaimana para blogger senior menyajikan tulisannya, menjadi bekal bagi saya untuk mengolah informasi dengan tetap menjaga integritas. Saya tentu tetap mencantumkan sumber agar mudah ditelusuri dan diverifikasi kebenaran informasinya. Pengalaman sebagai blogger juga membantu agar tulisan yang saya unggah tidak kaku atau formal, tetapi lebih humanis dengan sisipan pengalaman pribadi, yang tetap saya jaga sebaik-baiknya agar tidak terkesan menyarankan sesuatu yang salah.

Pada tahun 2013 saya akhirnya kembali membuat blog baru dengan menggunakan WordPress. Awalnya, saya hanya menyalin beberapa Notes dari grup facebook sebagai arsip. Tahun 2015, setelah melahirkan anak kedua Desember 2014, saya mulai aktif menulis dan memperbarui tulisan terkait ASI dan MPASI di blog sesuai dengan perkembangan pengetahuan yang terus berubah.

Setelah anak-anak bertambah besar, saya lebih leluasa membagi waktu, termasuk kembali mengikuti lomba blog. Tahun 2016 akhirnya saya meraih kemenangan pertama di lomba yang diadakan oleh sebuah tabloid wanita, di tengah kesibukan adaptasi dengan lingkungan kantor baru (lagi). Kemenangan ini menjadi pelecut semangat untuk terus menulis di blog, baik itu dalam rangka mengikuti lomba maupun menulis catatan peristiwa yang saya anggap sekaligus sebagai arsip penting keluarga. Saya juga mulai menulis resensi buku yang sudah lama tidak saya lakukan.

Seiring waktu, saya juga menyesuaikan diri dengan dinamika dunia blog. Tahun 2018 saya memutuskan menggunakan domain berbayar agar bisa mengambil peluang kerja sama yang terkadang mensyaratkan hal ini. Meski selektif dalam memilih tawaran, hasil dari blog cukup lumayan menambah uang jajan dan memperluas jejaring. Bahkan saya beberapa kali diminta menjadi narasumber pelatihan blog, yang tentunya memberikan pengalaman baru.

Dunia blogging yang saya geluti juga turut mendukung perjalanan karier, apalagi sejak 2017 saya dipindahkan ke unit kehumasan kantor pusat. Pengalaman di dunia blog menjadi nilai tambah saat saya mengikuti seleksi talent pooling di bidang kehumasan. Memang, kesibukan pekerjaan yang erat dengan aktivitas menulis juga membuat saya kadang kehabisan energi untuk menulis di blog pribadi. Agar semangat tetap terjaga, saya bergabung dengan komunitas blog yang aktif saling berbagi dan mendukung. Semoga jejak digital yang baik-baik sajalah yang saya buat. Itulah kenapa saya bergabung dengan Bloggercrony.

BloggerDay Bloggercrony yang Selalu Inspiratif

Kembali ke acara BloggerDay 2025 Komunitas Bloggercrony Indonesia, dalam kegiatan ini juga diumumkan pembaruan struktur kepengurusan periode 2024-2027 yakni founder dan co-founder Anesa Nisa dan Satto Raji resmi menjadi pembina organisasi bersanding dengan para pengawas organisasi Intan Rosmadewi, Anwari Natari, dan Wawa. Struktur pengurus dipimpin oleh Direktur Eksekutif Fawwaz Ibrahim, didukung oleh Manajer Keuangan Risalah Husna, Manajer Program dan Kreatif Akbar Muhibar; Manajer Sumber Daya Manusia Bowo Susilo, serta Manajer Partnership/Kemitraan Efa Butarbutar.

Seperti biasanya juga ada pengumuman pemenang Most Wanted Blog Award yang kali ini diraih oleh Lazwardy Perdana Putra dari Lombok, Nusa Tenggara Barat, dengan blog https://www.lazwardyjournal.com/. Adapun narasumber yang diundang tahun ini adalah Pembina Youth Skill Foundation Harry Wahyudi yang mengajak peserta lebih mengenal diri sendiri sebagai jembatan menuju kreativitas. Peserta dan relawan terpilih juga mendapatkan hadiah berupa kesempatan coaching bersama Tripel C atau Canva Creative Class bersama Tuty Queen dan Moh. Suharsono, penulis buku puisi Ublik. Ada pula sesi konseling grafologi bersama Diana Balienda yang diikuti oleh dua peserta beruntung dan dua relawan. Pada hari kedua diadakan workshop DIY suvenir lilin dari minyak jelantah dengan mentor Rendi, Relawan Yayasan Indonesia Berbagi.

Yayasan Indah Berbagi adalah lembaga nonprofit di Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, yang mempunyai misi menjadi yayasan yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Yayasan Indah Berbagi bertujuan melahirkan ekosistem yang memberdayakan masyarakat pedesaan melalui program-program di bidang keagamaan, ekonomi, sosial dan budaya, pendidikan, serta lingkungan.

Yayasan ini memiliki beberapa unit usaha ekonomi mandiri yang semuanya dikelola oleh relawan dengan sebagian keuntungan usaha digunakan untuk mendukung kegiatan sosial yayasan. Unit usaha ekonomi mandiri yang mendukung kegiatan BloggerDay 2025 adalah Saung Kampung Sawah dan Warkop Boy. Selain menyediakan berbagai menu makanan dan minuman, Saung Kampung Sawah juga mempunyai fasilitas penginapan dan ruang pertemuan, baik yang bernuansa pedesaan ataupun ruangan berpendingin dengan fasilitas seperti meeting room pada umumnya.

Kegiatan ini didukung oleh para BloggerPreneur yaitu Zindo Mart yang merupakan toko aneka kurma, madu, dan oleh-oleh haji & umroh, Bukufaridapane yang menyediakan koleksi novel berbagai genre, Milla Vanilla Handmade Product yang memiliki produk deodoran spray dengan kandungan tawas kalium, juga Kamiya Project yang antara lain membuat produk dekorasi dinding, tote bag, tumbler, gelas, dan pernak-pernik menarik lainnya.

Semoga Allah terus mengaruniakan kesehatan agar tahun 2028 nanti saya bisa bergabung dengan perayaan BloggerDay BCC berikutnya secara langsung, ya!

8 thoughts on “Jejak Digital yang Tetap Teguh Berakar

  1. Bloggerday itu selalu jadi rumah untuk saling bertumbuh. Dan tulisan ini bikin aku merenung tentang konsistensi dan legacy digital kita. Terima kasih sudah menulis dengan hati.

  2. Seru banget kemarin bisa ikut secara langsung ke Parung. Bagiku yang masih baru bergabung dengan BCC, tentu menjadi sebuah pengalaman yang luar biasa. Keren banget perjalanan bloggingnya Kak, apalagi kalau bisa mendukung karir yang sedang dijalani. Bloggerday kali ini memang benar-benar mengajak kita untuk kembali ke akar dan mengingatkan kembali alasan dan cerita awal kita mulai menulis )

  3. bloggerday memang keren. Ajang bertemu teman blogger dari banyak kota dan berbagi ilmu. Saya gak ikutan tahun ini. Ikutnya tahun lalu dan dapat juara 1 lomba blognya. Alhamdulilah. Semoga bisa ikutan lagi periode selanjutnya

  4. Allahumma aamiin. Salut dengan BCC. Selalu konsisten memberikan ilmu kepada para blogger. Update terus tentang dunia blogger. Bahkan dukung para blogger yang pelaku UMKM juga

  5. Salut dengan konsistensi Mbak Leila di bidang kepenulisan plus ngeblog. Meski gonta-ganti platform, kalau udah passion ya lanjut ngeblog lagi. Berarti topiknya variatif yah dari dulu hingga sekarang.

    Gabung di komunitas Bloggercrony memang banyaaak manfaatnya. Meski ikut via daring pun dapat ilmu dan insight baru dari para narasumber.

  6. BloggerDay Bloggercrony memberikan kesan manis yang tak terlupakan yaa.. meski baru bisa hadir secara daring. Dan mashaAllaa.. jadi menambah semangat untuk terus menulis dan membagikan pengalaman agar bisa bermanfaat bagi orang lain.

    Senengnya menulis dan membaca blog tuh.. secara gak sadar, kita dapat ilmu dari membaca dan gak merasa digurui karena based on experience sang blogger.

  7. ah seru banget acaranya mba leila, sudah lama banget gak pernah datang lagi ke event ultah bcc, semoga bcc selalu menjadi rumah untuk teman-teman blogger dan terus ada memberi dukungan

Leave a comment