Asyiknya Bermain Warna

Beberapa hari yang lalu, saya mengikuti kelas whatsapp Menulis Cerita Anak dengan pemateri mba Putri Utami DN yang juga merupakan anggota Ibu Profesional. Setelah menerima materi, peserta diminta untuk menyetorkan tulisan masing-masing melalui media sosial maupun blog. Tulisan di bawah ini memang tidak sepenuhnya baru sih, melainkan pengembangan dari Tantangan Level 10 kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional yang pernah saya setor di sini.

=====================================================================

Asyiknya Bermain Warna Bersama

Di sebuah rumah, ada beberapa alat tulis milik seorang anak bernama Ara. Jika rumah sedang sepi, alat-alat ini akan melakukan kegiatan layaknya manusia. Seperti hari ini misalnya. Pensil merah, biru, dan kuning bermain sendiri-sendiri secara berdampingan. Pensil merah menggambar bunga mawar, pensil kuning menggambar jeruk, pensil biru menggambar tas. Lalu pensil merah tiba-tiba terpikir untuk menggambar wortel, seperti sayur yang dimasak oleh ibu Ara tadi pagi. Warnanya memang kurang pas, sih, tapi menurut pensil merah tidak masalah.

Pensil merah menggambar wortel dan mewarnainya dengan tepung, sampai dirinya bertabrakan dengan pensil kuning di atas kertas. Ternyata pensil kuning terlalu asyik mewarnai salah satu sisi gambarnya hingga menelusuri bagian pinggir kertas, sampai tidak memperhatikan kanan-kiri.

“Aduh, maaf, ya…” seru pensil kuning segera.

“Ah, tidak apa-apa, kok. Tapi kali lain hati-hati, ya..,” kata pensil merah. “Eh sebentar..,” pandangan pensil merah tertuju pada kertas gambarnya.

Pada gambar di atas kertas yang tercoret pensil kuning, justru muncul warna yang tepat untuk wortel yang ia gambar!

“Wah, warnanya cocok sekali, ini. Yuk, kita menggambar dan mewarnai bersama-sama saja! Ternyata warna merah dan kuning kalau dicampur jadi oranye, ya,” ajak pensil merah. Bukan hanya wortel, berikutnya mereka juga menggambar jeruk dan benda-benda lain yang berwarna oranye.

Melihat pensil kuning dan pensil merah asyik bermain bersama, pensil biru juga jadi tertarik mencoba-coba.

“Aku ikut, ya?” kata pensil biru. Pensil merah dan pensil kuning menyetujui permintaan itu dengan antusias. Dengan gembira mereka menemukan bahwa kerja sama mencampurkan warna bisa menghasilkan warna baru yang menarik.

“Lihat, warna kuning dan biru menjadi warna hijau, kalau merah dan biru hasilnya ungu,” sebut pensil biru yang diikuti anggukan kedua temannya.

Tidak sekadar menggambar berbagai benda satu-satu, mereka lalu bersama-sama saling melengkapi untuk gambar yang lebih banyak. Ada sekeranjang buah, ada pula sekotak perlengkapan piknik dengan warna-warni ceria.

=====================================================================

Menurut saya, cerita ini akan semakin seru jika dikisahkan ke anak sambil menggambar dengan menggunakan pensil warna sungguhan.

Sumber gambar: pexels.com.

#kelasmenulisceritaanak #kelasMCA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s