Tantangan Level 12 Kelas Bunda Sayang IIP Hari ke-13

Sebagai perempuan, umumnya kita punya siklus bulanan. Siklus ini berkaitan dengan kapan kita mendapatkan haid, kapan ovulasi, dan kapan masa suburnya. Dengan mengetahui siklus pribadi kita, kita bisa mendapatkan beberapa informasi. Banyak yang mengira siklus ini hanya penting diketahui jika sedang berupaya agar hamil atau sebaliknya, hendak mencegah terjadinya pembuahan. Namun, sebetulnya manfaatnya lebih dari itu, menurut saya.

Sejak empat tahun yang lalu saya memakai aplikasi Ladytimer yang bisa diunduh di sini https://play.google.com/store/apps/details?id=com.ladytimer.ovulationcalendar&hl=in.

Awalnya saya memakai aplikasi lain, tetapi suatu hari saya ngobrol dengan teman sekantor yang bercerita bahwa aplikasi yang dipakainya, yang berbeda dengan yang saya pasang, adalah hasil pencarian suaminya. Katanya sih, sudah diseleksi dari aplikasi yang lain dan ini yang paling bagus. Saya pun mencoba memasang, dan benar sih, fiturnya lebih banyak daripada yang waktu itu saya gunakan.

Yang paling menonjol di mata saya adalah adanya back up data. Jadi kalau ponsel kita bermasalah atau hilang, data kalender menstruasi kita masih bisa ditarik kembali. Dengan sekitar tiga kali siklus yang sudah dimasukkan kapan mulai dan selesainya, seterusnya aplikasi ini sudah bisa memprediksi jadwal berikutnya dengan cenderung akurat. Bagi saya mengetahui kapan saya mendapatkan haid itu kadang-kadang penting juga. Misalnya, berkaitan dengan kapan bisa periksa pap smear.

Baca juga: Serba-seri Pap Smear

Kendati ada juga yang katanya tidak terlalu ketat soal kapan bisa pap smear, tapi kebanyakan menyarankan pap smear tidak dilakukan terlalu dekat dengan saat haid agar hasilnya tidak rancu. Saya kutip dari Ayahbunda: Pap smear sebaiknya dilakukan sekitar 5 hari setelah haid, atau 10-20 hari setelah hari pertama haid agar leher rahim Anda bersih dari sisa-sisa darah haid.

Saya sendiri pernah ditolak pap smear karena terlalu dekat dengan jadwal haid, dan aplikasi ini membantu saya dan petugas lab untuk menghitung kapan waktu tercepat saya bisa pap smear saat itu, mengingat waktu yang terbatas (maklum, memanfaatkan program promosi sementara saya juga sedang banyak tugas).

Selain itu, jika hendak bepergian, kadang mengetahui siklus haid juga jadi bisa membantu menentukan pakaian dan barang yang perlu dibawa. Tidak selalu tepat tentunya, tapi perkiraannya cukup mendekati. Hal-hal yang tidak biasa, meskipun semoga tidak sampai terjadi, juga bisa di-track dengan catatan yang rapi, kan?

Terkait kehamilan, saya dulu pun mengetahui kehamilan kedua dengan aplikasi ini. Saat mudik empat tahun yang lalu, saya nge-vlek sebelum waktunya, dan ternyata itu menjadi tanda bahwa sedang terjadi perlekatan calon janin.

Selain kalender yang bisa kita isi, tersedia juga fitur lain seperti isian mood, suhu tubuh, dan berat badan, tapi jarang saya isi sih. Ada juga forum diskusi dan edukasi ringan yang juga hampir tidak pernah saya kunjungi. Tidak banyak foto yang bisa saya bagikan karena akan banyak yang perlu diedit :D, tapi secara keseluruhan saya puas dengan Ladytimer.

#Tantangan10Hari
#Level12
#KuliahBunsayIIP
#KeluargaMultimedia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s