Lagu-Lagu yang Ternyata Bercerita tentang Anak

Sebelum ini saya sempat menulis di blog soal lagu-lagu Phil Collins yang banyak dibawakan ulang oleh penyanyi lain. Salah satunya adalah You’ll be in My Heart. Kalau mengikuti perjalanan lagu ini sejak awal, pasti kita tahu bahwa liriknya ditujukan untuk Lily Collins, sang “Emily in Paris” yang juga putri musisi asal Inggris tersebut. Minimal, dari film yang memasang lagu ini sebagai pengiring yaitu Tarzan, cukup mudah ditangkap bahwa lagunya berisi pesan menenangkan dari orang tua kepada anak.

Kata-kata seperti dalam lirik lagunya “for one so small, you seem so strong” juga menandakan bahwa pihak yang dituju dalam lagu tersebut masih kecil atau anak-anak. Namun, versi NIKI yang belakangan ini viral membuat lagu ini jadi seperti punya makna lain, yaitu cinta kepada pasangan. Dengan imej NIKI yang dekat dengan anak muda, You’ll be in My Heart bisa ditafsirkan sebagai kata-kata manis dari seseorang yang tengah jatuh cinta kepada pujaan hati.

Anak memang bisa menjadi sumber inspirasi yang tak ada habisnya bagi orang tua. Lagu-lagu seperti Isn’t She Lovely (Stevie Wonder), Tidurlah Tidur (Katon Bagaskara), Slipping Through My Fingers (ABBA), Anakku (God Bless), Father and Son (Cat Stevens), atau Timang-Timang (Anang dan Krisdayanti) termasuk terang-terangan menyebut hubungan orang tua-anak sehingga maknanya tidak ambigu. Lagu juga menjadi sarana healing atas duka yang dialami oleh orang tua, seperti Tears in Heaven yang ditulis Eric Clapton setelah putranya yang masih balita meninggal dunia.

Sebagian yang lain seperti Malaikat Juga Tahu (Dee Lestari) dan A New Day Has Come (Celine Dion) kendati bisa dianggap sebagai lagu cinta secara umum, tetapi masih ada petunjuk bahwa yang dimaksud adalah anak. Namun, ada juga lagu-lagu lain yang sekilas seperti lagu cinta “biasa”, padahal sesungguhnya merupakan ungkapan cinta orang tua kepada anak. Apa saja?

  1. Aku Pasti Kembali (Ratu)

Lagu ini pertama saya kenal saat mengawali perjalanan long distance marriage dengan suami karena penugasan, tahun 2007 atau setahun setelah perilisannya. Rasanya memang nyambung sekali dengan kegalauan hati yang harus terpisah lautan sekian lama dengan status baru saja menikah. Mulan membawakan lagu ini dengan lembut, tetapi lirik “tapi kau jangan nakal” memberikan sedikit warna “menggoda”. Dari dulu penasaran kenapa bisa tahu-tahu terselip kata-kata yang lugas ini di tengah-tengah lirik yang secara keseluruhan tergolong romantis. Walaupun, ya, duo Ratu memang punya ciri khas kadang-kadang ada sisi nyeleneh-nya.

Baru belakangan ini saya tahu cerita sebenarnya di balik lagu tersebut, yang dikisahkan Maia Estianty di kanal YouTube-nya bersama ketiga putranya.

“Sejarahnya lagu itu, Bunda lagi di kereta api. Kereta api berhenti di Semarang. Terus mereka (ada suami-istri) peluk-pelukan, nangis. Udah lama, tahun 2000-an kali ya. Bunda mikir, ini ngomong apa ya. Akhirnya relate-nya pas Bunda bikin tuh lagi mikirin anak kalau Bunda lagi tur. Bunda mikirnya, “Oh, anak-anak nih. Bunda pasti ngomong jangan nakal ya”. Lagu Aku Pasti Kembali itu aku ciptakan khusus untuk anak-anak saat dulu aku sering meninggalkan mereka, karena aku harus bekerja keliling kota untuk bermain musik dengan grup Ratu,” cerita Maia. Lagu ini juga sukses ketika dibawakan kembali oleh grup vokal Pasto yang diproduseri oleh Maia.

2. Yen ing Tawang Ana Lintang (Andjar Any, salah satunya dipopulerkan Waldjinah)

“Yen ing tawang ana lintang, Cah Ayu … aku ngenteni tekamu” (Ketika bintang-bintang bertaburan di angkasa, si cantik, aku menunggu kedatanganmu). “Cah” di sini memang merupakan singkatan dari “bocah” atau anak, tetapi juga amat sering digunakan untuk sebutan atau panggilan untuk perempuan yang dicintai, termasuk pacar. Saking populernya, ada pula yang menyanyikan tembang ini dalam versi “Cah Bagus”.

Cerita selengkapnya soal lagu berbahasa Jawa ini pernah saya tulis di sini. Rupanya, yang dinantikan kedatangannya dalam lagu tersebut bukanlah pasangan, tetapi kelahiran anak tercinta. Ada rasa harap-harap cemas di hati Pak Andjar Any yang tersirat selama menunggui proses persalinan, akankah ananda lahir dengan selamat?

3. Closing Time (Semisonic)

Sedikit mirip dengan lagu kedua tadi, lagu dari grup band asal Amerika Serikat ini juga mengecoh, padahal aslinya tentang menyambut kehadiran calon buah hati. Video klipnya yang unik, mengikuti kedua tokoh dalam waktu bersamaan, juga sama sekali tidak memberikan petunjuk bahwa sesungguhnya lagu ini sebagian liriknya ditulis untuk mengabadikan campur-aduk perasaan calon orang tua.

Liriknya lumayan lugas menggambarkan situasi pada suatu malam ketika bar sudah hampir tutup, tetapi ternyata lagu ini punya makna ganda. Dan Wilson, vokalis Semisonic yang menulis lirik ini, menganalogikan perjalanan karier band mereka dan tibanya waktu pengunjung bar untuk pulang dengan proses di mana bayi harus keluar dari nyamannya rahim untuk menghadapi dunia. Ada pintu yang tertutup, tetapi ada juga yang terbuka, dan ada yang harus melewati pintu tersebut.

Bagian “I know who I want to take me home” bisa diartikan sebagai rencana selanjutnya sepulang dari bar, tetapi secara kebetulan punya persamaan dengan peristiwa yang kemudian terjadi. Putri Wilson yang diberi nama Coco ternyata lahir prematur dan harus menjalani perawatan di rumah sakit selama hampir setahun. Coco baru bisa dibawa pulang pada hari yang sama ketika lagu ini dirilis pada tahun 1998. Tahun ini lagu Closing Time dipakai oleh pemerintah AS untuk mengiringi penayangan video kebijakan deportasi, yang lalu diprotes oleh Semisonic karena tidak sesuai dengan semangat lagu tersebut (dan penggunaannya tanpa izin pula).

Band lain yaitu Athlete juga punya lagu tentang bayi baru lahir yang harus mendapatkan perawatan khusus di rumah sakit. Namun, lagu Wires ini secara gamblang menyebutkan peralatan medis (kabel-kabel yang dihubungkan ke tubuh) dan koridor (rumah sakit) yang membuatnya tidak mudah disalahartikan sebagai lagu cinta untuk kekasih semata. Meskipun begitu, lagu ini juga dapat digunakan untuk menyemangati orang tercinta yang sedang berjuang karena gangguan kesehatan atau membesarkan hati caregiver-nya bahwa masih ada harapan menanti.

4. Precious (Depeche Mode)

Lagi-lagi selama bertahun-tahun saya keliru menangkap makna lagu ini. Saya tahunya lagu ini memuat semacam penyesalan karena tak berhasil mempertahankan hubungan asmara dengan baik. Memang betul sih, ada sisi penyesalan dan hubungan yang telanjur retak yang diungkap dalam lagu ini.

Namun, lagu ini sebetulnya ditujukan untuk anak yang harus menjadi korban perpisahan orang tuanya. Saya sangka yang dimaksud dalam lirik “precious and fragile things, need special handling” itu adalah hati kekasih perempuan yang teramat lembut kemudian terluka. Namun, ternyata yang dirujuk adalah kondisi psikologis anak-anak yang mungkin trauma akibat pertikaian orang tua. Tepatnya, ketiga anak Martin Gore, gitaris dan kibordis band ini.

Bagian awal lagu ini memuat pernyataan Gore bahwa ia memahami perasaan anak-anaknya yang sudah menyaksikan ketidakharmonisan rumah tangga selama belasan bulan. Namun, dalam lirik penutupnya yaitu “I know you learned to trust, keep faith in both of us“, Gore mengajak para buah hatinya untuk tetap mempercayai kedua orang tua mereka. Meski berpisah, mereka akan tetap berusaha menjadi orang tua yang baik.

5. Hey Jude (The Beatles)

Penggemar sejati grup legenda asal Inggris ini mestinya sudah tahu sejarah lagu yang cukup panjang tersebut (lebih dari tujuh menit, dengan coda Nananana yang sepanjang hampir 4 menit). Namun, pendengar yang hanya tahu lagu-lagu tertentu mereka (seperti saya) mungkin bakal menyangka lagu ini semacam obrolan untuk menghibur teman tongkrongan. Kalaupun bukan yang seangkatan, mungkin ditujukan buat generasi yang sedikit lebih muda mengingat ada beberapa bait nasihat di dalamnya.

Nyatanya lagu ini secara khusus ditulis oleh Paul McCartney untuk mengobati kesedihan Julian, putra John Lennon. Semula lagu ini hendak diberi tajuk Hey Jules, tetapi lalu disesuaikan. John Lennon dan istrinya, Cynthia, berpisah pada bulan Mei 1968 karena John memilih Yoko Ono.

Saat itu Julian masih berusia 5 tahun. McCartney, yang sudah menganggap Cynthia dan Julian seperti keluarga sendiri, jauh-jauh mengunjungi mereka untuk menyampaikan simpati secara langsung. Kemudian lahirlah lagu ini, yang uniknya malah disangka oleh John sebagai lagu untuknya yang sekaligus menandakan bahwa McCartney mendukung hubungannya dengan Yoko Ono. Memang lagu ini bukan tentang anak kandung, tetapi Paul McCartney bisa dibilang sebagai figur ayah juga bagi putra sahabatnya.

Oh ya, saya sempat membaca komentar di salah satu media sosial bahwa lagu Cinta Pertama (Sunny) yang dinyanyikan oleh Bunga Citra Lestari dikatakan sebetulnya juga merupakan lagu untuk anak. Tepatnya, anak yang dirindukan kehadirannya oleh Chyntia Dewi Bayu Wardhani alias Dewiq, pencipta lagu ini. Namun, saya belum berhasil menemukan bukti pendukungnya.

Ada yang mau menambahkan lagu lainnya? Tulis di kolom komentar, ya …

17 thoughts on “Lagu-Lagu yang Ternyata Bercerita tentang Anak

  1. Di antara lagu di atas aku paling suka lagunya yang dipopularkan oleh Waljinah,Yen ing Tawang Ana Lintang, sampai anakku yang pertama aku namanya Lintang. Lagu yang sudah aku dengarkan sejak tahun 90an semasa aku kanak dan remaja, sangat mendayu sekali. Tapi jujur aku baru tahu kalau lagu itu tentang harapan kehadiran anak, kukira kekasih loh

  2. Aku baru nyadar ternyata lagu-lagu itu dalam banget maknanya tentang anak. Kadang kita nyanyi aja tanpa paham liriknya ya 😅. Thank you Mba Leila udah bahas ini, jadi pengen dengerin ulang dengan hati.

  3. Baru tahu looo kalo ternyata semua lagu2 tersebut menceritakan tentang buah hatinyaa…selama ini menganggapnya hubungan cinta kekasih…dan aku memang biasanya juga kurang memahami lirik juga sie..kalo berasa enak ya udah suka aja..tapi ternyata banyak cerita di belakang lirik yang ditulis yg kadang berbeda dengan inteprestasi 🙂

  4. Baru tauuu kalau lagunya Duo Ratu itu buat anak-anaknya Maia. Kupikir cerita tentang kekasih yang “nakal”. Closing Time apalagii….ga ngira itu base on story tentang perasaan menyambut buah hati.
    Nice info mbaak

  5. Salah satu lagu favorit aku dari remaja, dulu tahu dari Ibu yang suka dengerin Waljinah nyanyi lagu itu, tapi baru tahu kalau artinya penantian untuk anak ya, kukira untuk kekasih loh

  6. Saya baru tau dari beberapa judul lagu di atas ternyata ditujukan untuk anak2. Sepertinya masih banyak lagu2 Indonesia khususnya yang dibawakan org dewasa tp liriknya untuk anak2 seperti lagunya Ada Band yang tentang seorang anak merindukan ayahnya. Dan masih banyak lainnya.

  7. waah saya baru tau behind the scene lagu hey jude…ternyata ini buat anaknya yaa diciptakannya. Saya juga baru tau kalau lagu aku pasti kembali itu dipersenbahkan maia buat Al,El dan Dul…memang yaaa anak itu selalu menjadi sumber inspirasi

  8. Baru eungeh banget kalau lagu Ratu yang Aku Pasti Kembali bercerita tentang anak-anaknya. Kalau dioperhatikan setiap liriknya memang relate banget dengan kehidupan Maia waktu dipisahkan dengan anak-anaknya sih ya

  9. ya ampun aku baru tahu lagu ratu yang aku pasti kembali itu ditujukan buat al el sama dul. kirain lagu buat pasangan. kalau lagu lainnya aku kurang tahu sih mbak belum pernah dengar

  10. Setahu saya lagu “You’ll Be In My Heart” yang menjadi soundtrack animasi Disney Lion King diciptakan Phil Collins untuk putrinya Lily Collins. Enak banget itu lagunya.

  11. Wah, menarik nih. Ternyata banyak juga lagu yang bercerita tentang anak. Beberapa ada yang belum pernah dengar dan setelah didengarkan langsung ternyata cocok buat telingaku.

  12. Lagu yang Aku Pasti Kembali daku engehnya pas di TT pada membicarakan bahwa itu lagu Bunda Maya buat 3 jagoannya.

    keren ya para musisi membuat karya yang inspirasinya dari orang terdekat

  13. Insighful article, kaa..

    Aku baru tau beberapa lagu femes ternyata diciptakan memang untuk anak-anak yang mereka kasihi, bukan untuk kekasih.

    Rasanya liriknya memang ambigu yaa..Namun clue-clue yang menunjukkan penggalam lirik tersebut untuk ananda memang terasa lebih menyentuh.

    Dan aku baru tau kalau Hey Jude adalah lagu untuk McCartney atas kesedihan tekanan karena perceraian kedua orang tuanya.

  14. Beberapa lagu di atas aku sudah tahu sejak lama tapiiii baru ngeh kalau itu lagu buat anak-anak. Yang menarik nomer 3, pergulatan orang tua muda yang bakal melahirkan eh dipikir tentang bar, hehe.

  15. Saya justru baru tau klo lagu Jude itu buat anaknya Jhon Lennon, Julian. Saya kira memang lagu untuk teman-teman setongkrongan klo sekrang tuh hehehe

  16. Sebenarnya memang ada beberapa lagu yang saya tahu lagu itu bercerita tentang anak, biasanya anaknya si penulis atau penyanyinya.Beberapa yang disebutkan di atas memang sudah saya ketahui juga. Kalau liriknya diperhatikan dengan seksama, bahasanya cukup romantis.

Leave a comment