Tantangan Level 7 (Semua Anak Adalah Bintang) Hari 7

Tantangan Level 7 Kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional — Semua Anak Adalah Bintang, Hari 7, 24 Agustus 2017

Semalam karena saya pulang agak lebih awal jadinya lebih banyak waktu untuk bermain dengan anak-anak. Main apa? Macam-macam, sih. Fahira tertarik dengan wadah berputar tupperware yang disimpan di atas lemari, jadilah main masak-masakan dengan itu. Sebagai pelengkap, pura-puranya jadi bahan masakan, ditambahkanlah pompom. Ah, sepertinya proyek masak bareng beneran ini harus disegerakan ya, hehehe. Nyambung sama pengamatan kemarin. Kemudian Fathia nimbrung dan sempat rebutan pompom dengan adiknya. Di situ saya lalu mengajari mereka membagi pompom dengan adil, termasuk berdasarkan ukurannya juga. Tindakan simpel ini rasanya sudah pernah saya lakukan dulu tapi tidak sefokus sekarang, bahkan tidak terpikir untuk tantangan level sebelumnya yang jelas-jelas tentang matematika. Ketika saya ke dapur sebentar, saya lihat anak-anak mengulangi metode pembagian ini sambil tertawa-tawa.

Menjelang tidur, saya bacakan buku Nenek, Kakek dan Aku (Grandma, Grandpa and Me) karya mba Arleen A. Niatnya sih sekalian memancing anak-anak ‘membandingkan’ dengan kondisi mereka. Bukan membandingkan yang negatif, ya, tapi justru memperkenalkan keragaman kondisi kakek-nenek, juga kesamaan-kesamaan tertentu. Jadi saya sering berhenti membaca (dan sebetulnya juga banyak ‘membacakan’ pakai kata-kata sendiri sih, supaya lebih luwes saja) untuk bertanya, kalau eyang gimana, ya? Oh iya, ingat nggak waktu itu eyang…..kayak ini, ya? Semoga bisa mempererat hubungan intrapersonal mereka dengan para eyang.

 

#Tantangan10Hari

#Level7

#KuliahBunsayIIP

#BintangKeluarga

Tantangan Level 7 (Semua Anak Adalah Bintang) Hari 6

Tantangan Level 7 Kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional — Semua Anak Adalah Bintang, Hari 6, 23 Agustus 2017

Fathia menagih ‘nonton masak-masakan di hp Bunda’, alias melihat-lihat akun instagram yang memuat aktivitas masak-memasak, sesuatu yang sempat menjadi kegemarannya dan sedang berusaha saya rem. Karena beberapa hari belakangan dia sudah ‘puasa’, saya izinkan dengan tetap saya yang memegang ponsel. Walaupun kalau dengan ayahnya mereka suka buka video unboxing mainan-mainan anak, tetapi ternyata kalau pakai ponsel saya bagi mereka identik dengan nonton masak-masakan. Binar di mata mereka ini seharusnya menjadi pemancing bagi saya unutk lebih menggiatkan aktivitas masak bersama, karena bisa jadi memang merupakan tanda kerinduan akan masakan bundanya yang jarang masak, hehehe. Masuk agenda proyek, nih, soalnya ingat juga kata Ustadz Harry Santosa, ada saatnya ibu harus benar-benar menjadi model idola bagi anak dalam hal pekerjaan seperti memasak dan menjahit di rumah, agar ada contoh untuk fitrah keibuannya (atau membiasakan membantu bagi anak lelaki).

Tapi selain masak-masakan yang hanya sebentar, perhatian kami sempat teralih pada video penyelamatan hewan-hewan. Dari situ kami belajar tentang di mana habitat hewan masing-masing dan pertolongan apa yang bisa diberikan, meski sebagian sepertinya hanya bisa dilakukan oleh yang sudah profesional atau ahli di bidangnya, ya.

 

#Tantangan10Hari

#Level7

#KuliahBunsayIIP

#BintangKeluarga

Tantangan Level 7 (Semua Anak Adalah Bintang) Hari 5

Tantangan Level 7 Kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional — Semua Anak Adalah Bintang, Hari 5, 22 Agustus 2017

Semalam saya baru pulang kator setelah maghrib, dan itu pun sudah ditunggu agenda berbagi dalam rangka ‘pertukaran pelajar’ yang kali ini ke grup kelas Bunda Sayang IIP Bandung (karena pada level 5 saya memperoleh badge outstanding). 


Jadilah setelah sesi main intens selepas mandi, sholat, dan makan, saya minta izin pada mereka untuk fokus pegang ponsel. Semula anak-anak asyik main berdua, tetapi kemudian mereka ternyata tertarik ‘mendandani’ saya dengan selendang dan tube cat air. Ala ala hijab tutorial dan make over gitu, deh. Ini sebetulnya hal seru yang bikin mereka berbinar-binar ceria sampai tertawa-tawa, ya.

Tapi saya memilih untuk fokus pada hal lain dulu, lanjutan dari apa yang saya rencanakan sebelumnya. Saat minta izin, saya sambil menyebutkan ke Fathia bahwa kalau suka/rajin menulis, bisa jadi nambah teman dari mana-mana, lho. Bisa juga bikin buku sendiri. Tulis saja dulu misalnya tadi pagi bangun, di sekolah ketemu siapa, sama dedek main apa…. Dan ia sesungguhnya menyambut dengan sangat antusias (“Trus nanti dijual, ya, Bunda?” :D). Tapi berhubung buku ‘jurnal’-nya (semacam buku agenda bersampul tebal yang sudah sempat digambari beberapa halaman dan menurut saya cocok untuk menulis/menggambar di mana saja karena bentuknya) belum ketemu, dan hari sudah beranjak makin malam sedangkan sesi berbagi pun sempat mundur, jadinya justru saya yang harus menahannya langsung praktik. Tapi lumayanlah, sudah ada kemajuan dibandingkan dengan kemarin, meskipun sepertinya masih berorientasi ke keinginan saya bukan keinginannya, hmm, memancing boleh, kan, ya? Tentu bukan langsung menulis panjang, tapi ketika saya singgung opsi bagaimana kalau digambar saja tadi seharian apa saja yang dilakukan, Fathia malah bilang lebih suka menulis.

 

#Tantangan10Hari

#Level7

#KuliahBunsayIIP

#BintangKeluarga

Tantangan Level 7 (Semua Anak Adalah Bintang) Hari 4

Tantangan Level 7 Kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional — Semua Anak Adalah Bintang, Hari 4, 21 Agustus 2017

Kali ini saya ingin menjelajahi area hubungan interpersonal anak. Sebetulnya ada beberapa hal terkait pertemanan anak yang ingin saya bahas, tetapi di hari kerja begini saat saya tidak bisa melihat langsung interaksi anak dengan teman-temannya, jadi kami ‘belok’ ke persona lain. Sosok yang justru penting sebenarnya, yaitu para eyang yang tinggal di Jawa Tengah. Ada bapak dari suami dan mama saya, yang setidaknya kami telepon seminggu sekali selain komunikasi sehari-hari dengan whatsapp.

Anak-anak seperti biasa paling antusias bercerita tentang pengalamannya atau setor hafalan surat/doa/lagu baru, dan para eyang juga senang mendengarkan celoteh mereka. Tapi sering saya dan suami memancing anak-anak untuk juga menanyakan kabar eyang-eyang mereka, agar tidak cuma berpusat ke diri sendiri. Sekadar tanya terkait kesehatan, tadi makan apa, cuaca di sana, dst., yang penting agar anak-anak juga belajar mendengarkan cerita. Sejauh ini sih, kalau soal berbinar-binar (sebagaimana disebutkan dalam materi Level 7), ya mereka masih lebih semangat ketika ditanya ketimbang bertanya. PR buat kami juga untuk menstimulasi agar kepedulian dan keingintahuan mereka juga terpupuk, asal jangan jatuh ke kepo, ya, hehehe. Mungkin ini proyek bagi saya dan suami yang melibatkan anak-anak, ya, bayangan saya sih bisa dimulai dengan menunjukkan foto-foto keluarga besar dan bercerita agar mereka ikut penasaran.

 

#Tantangan10Hari

#Level7

#KuliahBunsayIIP

#BintangKeluarga

Tantangan Level 7 (Semua Anak Adalah Bintang) Hari 3

Tantangan Level 7 Kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional — Semua Anak Adalah Bintang, Hari 3, 20 Agustus 2017

Beraktivitas di luar ruang merupakan salah satu kegiatan favorit anak-anak. Hari Minggu itu kami main ke dua taman yaitu Taman Lapangan Banteng sekalian lihat-lihat (lagi) pameran flora dan fauna di pagi hari, kemudian ke Taman Suropati di sore hari. Lagi, saya bermaksud mendorong Fathia membuat jurnal harian, tapi hari itu mood-nya sedang kurang baik dan kami fokus ke membujuknya makan. Tapi kegiatan di taman cukup menceriakan dirinya, misalnya menonton grup musik berlatih di Taman Suropati, sesuatu yang baru ia lihat sekali pada kunjungan sebelumnya dan sempat panjang ia bahas berhari-hari kemudian. Fahira masih cenderung ikut saja apa yang kakaknya suka. Di Taman Suropati, ternyata sedang ada gelaran buku-buku dari Perpustakaan Jalanan Jakarta. Jadilah kami lesehan di situ, dan anak-anak bergantian minta dibacakan buku-buku yang disajikan. Saya mengamati bahwa mereka sudah bisa mencari kesenangan lain di taman tersebut ketika dua kesenangan tertentu tidak memungkinkan dijalani, yaitu bermain gelembung sabun (menurut kami agak sayang uangnya) dan memberi makan burung (dalam kondisi ramai, burung-burung merpati jarang mau turun dari rumah-rumahannya). Saya harap kegemaran terhadap buku ini bisa bertahan, dan sedang menimbang-nimbang untuk membuat proyek pembacaan cerita untuk teman-teman anak-anak (tetangga) yang suka main ke rumah. Fathia bisa membantu memilihkan cerita dan penjadwalannya pun siapa tahu bisa bikin rutinitas di rumah lebih teratur (setelah sempat agak berantakan usai pada sakit tempo hari).

 

#Tantangan10Hari

#Level7

#KuliahBunsayIIP

#BintangKeluarga

Tantangan Level 7 (Semua Anak Adalah Bintang) Hari 2

Tantangan Level 7 Kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional — Semua Anak Adalah Bintang, Hari 2, 19 Agustus 2017

Fathia suka bermain jual-jualan, di mana pun dan kapan pun, bahkan pernah saat kami sedang jalan-jalan ke Monas dan mencapai puncaknya pun, sambil beristirahat sebentar ia sudah mau duduk pura-pura berjualan (yang saya tahan karena harus bergantian dengan pengantre lain). Malam Minggu ada pasar malam dadakan di dekat rumah, jadi saya terpikir proyek bercerita kembali dalam bentuk gambar karena Fathia juga suka menggambar, selain menulis sedikit-sedikit.

Di pasar malam, kami melihat-lihat berbagai dagangan dan juga panggung hiburan di kelurahan yang menampilkan lagu-lagu perjuangan/nasional. Sebetulnya saya berencana memancing Fathia membuat semacam jurnal berbentuk gambar atas pengalamannya malam itu. Siapa tahu jadi awal dari kebiasaannya membuat jurnal harian, sebagaimana saya juga suka menulis. Tapi ternyata Fathia kurang mood, maunya gambar seperti biasa saja. Susah, katanya. Salah juga saya sih ya, pendekatannya terlalu mendadak. Ya sudah, besok lanjut lagi, ya…. 

 

#Tantangan10Hari

#Level7

#KuliahBunsayIIP

#BintangKeluarga

Tantangan Level 7 (Semua Anak Adalah Bintang) Hari 1

Tantangan Level 7 Kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional — Semua Anak Adalah Bintang, Hari 1, 18 Agustus 2017

 Fathia (5 tahun 10 bulan) suka bermain guru-guruan dengan adiknya, Fahira (2 tahun 8 bulan). Perannya masih sering gantian sih, siapa guru siapa murid, dan saya mengamati bahwa Fathia suka memimpin sedangkan adiknya menyenangi rutinitas.

Saya biasanya memantau saja, menjawab kalau ditanya, mengingatkan misal yang ‘diajarkan’ ada yang salahnya kelewatan. Tapi kemudian muncul ide, bagaimana kalau diarahkan? Tentunya jangan jadi terlalu instruktif juga. Saya coba pancing dengan di sekolah (TK) kakak ada kegiatan apa siangnya, dari situ bisa sambil murojaah hafalan surat pendek kakak yang sering jadi bagian dari pembelajaran di sekolahnya. Bonusnya, adik yang mendengarkan pun biasanya jadi ikutan hafal walaupun selama ini tidak saya khususkan.
 

#Tantangan10Hari

#Level7

#KuliahBunsayIIP

#BintangKeluarga

Aliran Rasa Tantangan Level 6 (Menstimulus Matematika Logis pada Anak)

Aliran Rasa Tantangan Level 6 (Menstimulus Matematika Logis pada Anak)

Pada tantangan level 6 ini kembali saya sempat bingung. Kalau untuk tantangan sebelumnya (aliran rasanya bisa dibaca di sini), baca buku kan ‘tinggal baca’, barangnya sudah ada (banyak, malah), kebiasaan sudah ada, tinggal melaporkan saja. Tapi kali ini saya kembali harus lebih kreatif merancang kegiatan. Walaupun katanya bisa lakukan yang simpel-simpel saja, yang memang sedang dikerjakan di rumah seperti sambil memasak, tapi justru di situ kendalanya bagi saya.

Saya sempat mentok di penjumlahan pengurangan saja, paling-paling variasinya perbandingan ukuran. Padahal sudah ada contoh tentang menimbang dan pengelompokan warna tapi rasanya kok ‘masih kurang matematika’ bagi saya, hehehe. Akhirnya ya lebih banyak menerapkan yang sudah disebutkan di materi (utama maupun cemilan). Malah kadang terjebak juga kegiatannya pakai media yang sudah ada seperti (lagi-lagi) video dan buku yang sudah ada instruksinya jelas, yang mungkin kurang konkret jadinya.

Alhamdulillah bisa juga terkumpul 12 hari, sempat kesal sendiri karena hari-hari awal luput dilaporkan karena agenda kegiatan sedang padat dan sampai rumah sudah malam trus ketiduran sambil ngelonin anak-anak. Hari ke-13 juga tidak sempat lapor, jadi mau lanjut bikin laporan hari ke-14 ragu-ragu, takut dihitung dilompati. Ya sudah, yang penting semoga tetap terjaga semangat untuk saya belajar dan mengajak belajar anak-anak logika matematika, dengan berbagai kegiatan yang menyenangkan :).

 

#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath

#MathAroundUs

Tantangan Level 6 (Menstimulus Matematika Logis pada Anak) Hari 12

Tantangan Level 6 (Menstimulus Matematika Logis pada Anak) Hari 12, 3 Agustus 2017

Fathia (5 tahun 10 bulan) dan Fahira (2 tahun 7 bulan) bermain Busy Bag El Hana. Sudah cukup lama disimpan, sih. Fathia memainkan kartu bergambar ulat dengan badan berupa bulatan warna-warni plus kancing berwarna sama yang mengajarkan logika urutan. Ada selang satu ganti warna, ada juga yang dua-dua, ada yang satu-dua. Saya jadi ingat soal-soal dalam psikotes yang sering menyelipkan masalah sekuens.


 Sedangkan Fahira main stik es krim warna-warni yang bisa membentuk beraneka bangun datar mulai dari segitiga, persegi, hingga belah ketupat. Saya mengawasi saja apa yang terbentuk sambil memberikan penjelasan dan gambaran tentang hasilnya.

#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath

#MathAroundUs

Tantangan Level 6 (Menstimulus Matematika Logis pada Anak) Hari 11

Tantangan Level 6 (Menstimulus Matematika Logis pada Anak) Hari 11, 2 Agustus 2017

Fathia (5 tahun 10 bulan) dan Fahira (2 tahun 7 bulan) merapikan buku di ruang keluarga bersama ayah mereka. Tumpukannya memang sudah lumayan tidak beraturan. Dari situ mereka belajar tentang mengatur buku-buku  agar berdiri sejajar, termasuk mengurutkan dari yang tinggi/besar ke yang pendek/kecil. Karena akan ditata dalam dua tumpukan, jadi kalau tidak beraturan dari segi tingginya maka akan kelihatan berantakan.
IMG-20170803-WA0074

#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath

#MathAroundUs