Jaga Kesehatan Keluarga di Tengah Pandemi Lewat Nutrisi

Di tengah kondisi pandemi Covid-19 seperti saat ini, pastinya kesehatan keluarga menjadi prioritas kita, khususnya para ibu. Bagaimana, ya, agar kita bisa melindungi keluarga dari makhluk mungil yang punya efek tidak main-main itu?

Kemarin saya mengikuti IG live @smartmumsid bersama nutrisionis Rachel Olsen @sehat.ala.rachel, dipandu mommy hits @vibrievb. Temanya menarik nih, tentang bagaimana menjaga nutrisi keluarga pada saat pandemi.

Makanan ini perlu mendapatkan perhatian utama karena memang itulah kebutuhan pokok kita setiap hari. Namun selain kualitas asupan, perhatikan juga pola tidur dan kesehatan mental kita. Jadi pendekatannya holistik. Percuma kalau kita makan sehat tapi stres, kata Kak Rachel.

Perhatikan Menu Keluarga

Pada masa sekarang, pastinya daya tahan tubuh harus kita jaga sebaik-baiknya. Kak Rachel menjelaskan, kita harus mengonsumsi empat kelompok makanan setiap harinya, yaitu:
  • Karbohidrat kompleks, jadi jangan hanya dari nasi atau roti, tetapi juga dari ubi, kentang, nasi merah, oatmeal.
  • Sayur-sayuran, di Indonesia banyak banget masakan sayuran yang enak, tapi kebanyakan kita makan porsinya terlalu sedikit. Harusnya porsinya sama antara nasi dengan sayur.
  • Buah
  • Protein, kalau bisa protein yang tidak diolah. Utamakan jenis lean protein, daging yang utuh dengan lemak yang tidak terlalu banyak.
Nah, kalau kita masak sayuran, sebaiknya memang tidak terlalu lama. Merebus sayur terlalu lama bisa mengurangi kandungan vitamin dan mineralnya yang diperlukan oleh tubuh kita. Metode kukus lebih baik dalam hal ini. Namun, untuk daging, memang sebaiknya dimasak sampai benar-benar matang untuk menghindari bakterinya.
Untuk sajian sehat bagi keluarga dan sekaligus mudah dibuatnya, Kak Rachel mengusulkan sup bening. Sup bening ini bisa berisi banyak macam sayuran dan protein sehingga menjadi pilihan praktis. Umumnya anak-anak memang juga suka sup, atau istilah Kak Rachel, sup ini kids friendly.
Bagaimana jika anak-anak sukanya makanan lain yang menurut kita kurang bernutrisi? Kalau anak suka mi, variasikan dengan mi yang berisi juga sayuran. Makan bersama ya, menu yang sama untuk sekeluarga. Jangan cuma anak-anak yang makan sehat. Supaya adil kan, dan kita juga harus memberikan teladan yang baik kepada anak.
Anak menolak menu sehat? Jangan mudah menyerah, terus kasih contoh secara langsung bahwa ini adalah part of a balanced meal. Perlu lima belas kali coba lho untuk bisa menyimpulkan anak suka atau tidak akan suatu makanan. Jadi, tidak boleh buru-buru bilang anak kita susah makan sayuran tertentu kalau belum melewati batas percobaan itu, hehehe.
Jangan lupa selalu sediakan buah-buahan di kulkas kita. Paling baik memang buah-buahan ini dikonsumsi utuh, tetapi dalam bentuk jus juga baik. Plus minusnya, kalau jus yang selama ini kita kenal atau disebut juga sebagai smoothies (memakai blender biasa) ada risiko oksidasi terhadap vitaminnya. Untuk mengatasinya, kita bisa memilih untuk menggunakan slow juicer. Namun, kalau slow juicer begini belum tentu seratnya ikut kita konsumsi, tidak seperti smoothies.
Dengan kondisi kita di rumah terus saat pandemi, sisi positifnya, kita bisa belajar memasak. Dari yang tadinya sibuk dengan pekerjaan dan perjalanan pergi pulang kantor, kini kita bisa bereksperimen membuat makanan sehat.

Jika Nutrisi Makanan Belum Mencukupi

Namun, kadang kita memang tidak bisa memberikan menu lengkap kepada keluarga. Kadang juga mungkin ada cara pengolahan kita yang kurang tepat. Kalau kebutuhan kita tidak terpenuhi, kita memang jadi perlu menambah dari sumber yang lain.
Kak Rachel sendiri memantau asupannya dengan perhitungan tertentu. Dari situ terlihat adakalanya memang belum sepenuhnya memenuhi angka kecukupan gizi harian. Apalagi pada saat pandemi Covid-19 sekarang ini, vitamin D misalnya, diketahui penting dalam melawannya. At least, peraih gelar B.Sc. bidang Global Health & Nutrition dari Professionshøjskolen Metropol (Metropolitan University College) Denmark ini mengingatkan, tiga kali seminggu selama masing-masing 15-20 menit kita perlu berjemur di bawah sinar matahari untuk membantu mengaktifkan vitamin D.
Untuk membantu memenuhi kebutuhan vitaminnya, Kak Rachel mengonsumsi Youvit yang mengandung 10 vitamin (vitamin A, B Kompleks, C, D, E) dan 2 mineral (selenium dan iodium). Vitamin A berguna untuk mendukung kesehatan mata, vitamin B3 bagus untuk produksi energi, vitamin B5 mendukung kerja otak, vitamin B6 mendukung kerja sistem saraf, vitamin B7 mendukung kesehatan kulit, vitamin B9 atau asam folat mendukung reproduksi sel tubuh, vitamin B12 membantu metabolisme tubuh, vitamin C penting untuk menjaga imunitas tubuh, vitamin D mendukung kesehatan tulang, sedangkan vitamin E berfungsi sebagai antioksidan. Adapun Iodium membantu produksi energi dan Selenium membantu produksi antioksidan.
Selain yang untuk dewasa, ada pula Youvit anak yang mengandung 10 vitamin dan 3 mineral. Tambahan satu mineral yang membedakan dengan versi dewasa ini adalah Zink untuk mendukung pertumbuhan tubuh dan otak anak. Tampilan Youvit untuk anak ini juga sedikit berbeda dengan yang untuk dewasa, ada bentuk-bentuk lucu yang bikin gemas. Youvit anak diperuntukkan bagi anak berusia 3 s.d. 12 tahun.
Jadi cukup dengan satu multivitamin ini, kebutuhan kita bisa terbantu. Untuk sehari-hari, cukup satu butir gummy atau jelly kenyal ini sesudah makan. Namun, Kak Rachel mengingatkan, multivitamin memang hanya sebagai pelengkap, bukan pengganti. Pakai dosis yang terlalu tinggi juga kurang baik, bahkan salah satu viewer IG live bercerita bahwa saluran kemihnya pernah bermasalah karena terlalu banyak mengonsumsi vitamin. Apalagi, ada vitamin yang larut lemak bukan larut air, sehingga tidak dengan mudah terbuang, malah bisa tertimbun di dalam tubuh.
Nah, dosis Youvit sudah disesuaikan agar seimbang, tetapi memang bisa terjadi termakan terlalu banyak. Apalagi mengingat bentuknya gummy yang mirip kudapan manis. Kalau sudah kejadian terlalu banyak konsumsi multivitamin ini, harus banyak minum air putih untuk membantu mengeluarkan kelebihannya, dan juga jaga agar tidak terulang lagi.
Kak Rachel juga mengingatkan, kalau biasa mengonsumsi teh atau kopi, sebaiknya diberi jarak sekitar dua jam dengan konsumsi suplemen ya. Sebabnya, zat tanin dalam teh dan kopi ini bisa menghambat penyerapan vitamin dan mineral di dalam tubuh kita.
Oh iya, selain YouVit untuk anak dan dewasa secara umum, ada juga Youvit MultiMum. Memang produk Youvit secara umum aman untuk ibu menyusui, tetapi Youvit MultiMum dirancang khusus untuk kebutuhan promil (menjelang kehamilan) hingga menyusui.
Ada juga YouVit Beauti+ yang difokuskan untuk kecantikan kulit, rambut, dan kuku. Selain itu, ada Youvit Omega-3 dengan kandungan DHA dan EPA yang membantu menjaga dan mencegah penyakit kardiovaskular (jantung), membantu menurunkan kolestrol pada tubuh, membantu kerja dan kesehatan otak, serta membantu menjaga kesehatan mata. Semuanya sudah memperoleh sertifikat halal dari MUI, dan izin edar dariBPOM walaupun masih sebagai makanan ya, belum sebagai suplemen.
Pada akhir acara, Kak Rachel berpesan agar kita semua jangan putus asa. Ingat agar tetap happy, yakin Corona akan berlalu.

7 thoughts on “Jaga Kesehatan Keluarga di Tengah Pandemi Lewat Nutrisi

  1. Betul lho. Sekali dua kali anak saya bilang ga suka sayur. Tapi karena terus saya kasih, sekarang dia suka. Maksudnya ga rewel kalau makan dengan sayur lagi. Jadi mencoba sampai lima belas kali itu ada benarnya juga ya hehehe

  2. Tetep harus pakai dosis ya. Karena manis. Tapi jadi seneng sih makan suplemennya kalau kaya gitu hehehehe.

    Bener nih, nutrisi harian tetep kudu tercukupi apalagi kalau lagi masa kaya gini.

  3. ketoyor deh ini, saya nih gampang menyerah kalau anak-anak gak mau makan 1 menu yang saya sodorkan, jadilah balik lagi ke menu yang itu lagi, lagi lagi itu.
    sup emang kids friendly, anak-anakku juga pada doyan sup tuh, sayur bening juga suka sih 🙂

  4. Informasi yang sangat bermanfaat, lengkap & detail banget… menjaga kesehatan memang sangat penting banget apalagi di masa pandemi seperti sekarang ini, informasi tentang kesehatan yang seperti ini memang sangat penting dan bermanfaat tentunya.

  5. Youvit ini udah ada kan yang di minimarket terdekat?
    Ada rencana mau beliin multivitamin gini si kecil soalnya yang sirup meski rasa strawberry dia kurang suka. Tapi bener sih takut kebanyakan makannya gak liat nanti 🤣🙈

  6. Soal konsumsi karbo akupun sejak punya anak berusaha mengkombinasikan nasi dengan karbo lainnya. Jadi sarapan karbo non nasi kalo bisa. U tuk sayuran menu wajib banget 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s