Bercak Oranye di Popok Bayi Bisa Jadi Tanda Kurang Minum

Salah satu alasan saya bertahan di beberapa grup parenting khususnya di Whatsapp adalah adanya kesempatan untuk memperbarui pengetahuan. Pengetahuan ini bisa di bidang pola asuh maupun kesehatan bayi dan anak. Apa yang dulu saya pahami saat masih memiliki bayi, bisa jadi berbeda dengan sekarang. Entah itu karena memang ada penelitian yang lebih baru, pembaruan rekomendasi karena perkembangan zaman, atau memang karena sumber bacaan dulu belum semudah sekarang aksesnya. Jangan sampai saya menyarankan sesuatu berdasarkan pengalaman atau wawasan terdahulu, kemudian malah menjerumuskan gara-gara ketertinggalan saya meng-update informasi, kan.

Salah satu topik yang dibahas oleh ibu-ibu di grup beberapa waktu yang lalu adalah soal bercak oranye pada popok bayi. Kalau yang ini, sepertinya setelah saya cari tahu di beberapa situs tepercaya dan juga menyimak pengalaman beberapa anggota lain, tidak ada update informasi signifikan dibandingkan dengan dulu. Cuma, saya jadi teringat pengalaman dulu, yang belum sempat didokumentasikan di blog ini. 

Continue reading

“Silent Disease” dan Hubungannya dengan Pertumbuhan Anak

Waktu Fathia bayi dulu alias sekitar 9 tahun yang lalu, saya aktif di beberapa komunitas ASI di Facebook, bahkan sempat bantu-bantu menjadi salah satu adminnya. Namanya ibu-ibu yang punya bayi, selain soal ASI sesuai judul grupnya, yang biasa menjadi topik perbincangan hangat sehari-hari adalah soal tumbuh kembang anak. Terutama soal kenaikan berat badan bayi yang dianggap seret, baik itu penilaian lewat pengamatan mata sendiri, perbandingan dengan anak tetangga atau sepupu yang seusia, pemantauan terhadap kurva pertumbuhan yang ada di buku KIA, atau sudah pernyataan dari dokter yang memeriksa langsung.

Pastinya akan selalu ada anggota grup yang bermaksud baik membesarkan hati si ibu yang bertanya atau curhat dengan menanggapi bahwa “Yang penting sehat, masih aktif dan ceria, kan?”, “Ngapain juga anak harus gendut-gendut”, atau “Anakku juga dulu gitu dan sampai besar sekarang baik-baik saja, kok”. Namun, beberapa anggota grup lainnya akan mengingatkan juga bahwa kita tidak boleh terlena begitu saja sehingga mengabaikan kemungkinan bahwa pertumbuhan anak memang sedang menghadapi kendala. Bisa jadi perlu ada evaluasi bahkan intervensi segera. Di sinilah suka ada yang mengemukakan istilah “silent disease“. 

Continue reading

Lincah Hadapi Aktivitas Serba-Daring Tanpa Darting

Tahun 2020 sudah hendak berakhir. Banyak peristiwa signifikan terjadi pada keluarga kami tahun ini, khususnya yang diakibatkan oleh kejadian wabah penyakit corona 2019 atau dikenal juga sebagai Covid-19 yang menjadi pandemi di banyak negara di dunia. Pandemi ini mengubah begitu banyak sisi kehidupan. Pembatasan aktivitas yang sempat diberlakukan, juga diterapkannya berbagai aturan baru juga membuat banyak adaptasi harus dilaksanakan dalam berbagai bidang. Termasuk dalam skala terkecil: diri sendiri dan keluarga inti.

Tahun ini juga kami boyongan menempati rumah sendiri. Meski mungil, alhamdulillah ada tempat berteduh yang bisa dikelola secara lebih leluasa dibandingkan dengan kontrakan sebelumnya. Tentu, lagi-lagi hal ini pun memerlukan sejumlah penyesuaian. Dipadukan dengan sejumlah perubahan akibat pandemi, terus terang hari demi hari rasanya dijalani seperti berpacu dengan waktu.

Apalagi ketika kami akhirnya mengalami sendiri terkena Covid-19. Begitu banyak yang harus dipikirkan dan dijalankan, begitu sedikit kesempatan yang tersedia. Kepala rasanya penuh dengan to-do-list yang jika tak cepat-cepat dipindahkan ke catatan, bisa menambah ruwet pikiran.

Continue reading

Writober 1: Terdampak Langsung oleh Pagebluk

Sekian bulan hanya menjadi pengamat soal pagebluk Covid-19, sambil sesekali menuliskan hal-hal terkait mereka yang terdampak untuk tugas kantor, Agustus lalu saya dan keluarga akhirnya mengalami sendiri, menjadi yang terdampak langsung. Melalui penelusuran kontak erat dari kasus yang sudah ada, saya dan suami menjalani pemeriksaan swab PCR yang hasilnya ternyata positif.

Continue reading

Harus Memakai Transportasi Publik pada Masa Pandemi, Apa Yang Harus Diperhatikan?

Alhamdulillah, hasil swab PCR terakhir kami pekan lalu sudah dinyatakan negatif. Dengan demikian, kami juga sudah mulai bekerja di kantor meskipun tidak setiap hari. Kami memang masih bisa ke kantor menggunakan sepeda motor, tetapi bagi banyak orang, transportasi publik menjadi satu-satunya pilihan karena faktor jarak, biaya, dan kepraktisan. Di Jakarta sendiri ada banyak pilihan moda transportasi umum, di antaranya angkutan kota, bus Transjakarta beserta feeder-nya, kereta commuter line, MRT, hingga LRT.

Namanya milik publik pastilah digunakan bersama-sama dengan (banyak) orang lain, dan di sinilah tantangannya. Kita harus menerapkan physical distancing, tetapi bagaimana kalau jarak antarpenumpang saja sulit untuk dijaga betul agar memenuhi syarat pencegahan penularan?

Continue reading

Jujur Tentang Status Positif Covid-19, Sejauh Apa?

Tiga pekan ini merupakan masa yang tak terlupakan bagi kami. Jika sebelumnya hanya memantau berita-berita tentang orang yang positif Covid-19, akhirnya kami mengalaminya sendiri meskipun alhamdulillah gejalanya sangat ringan. Saat ini, meski hasil swab PCR terakhir sebagian dari anggota keluarga kami masih positif, kami semua sudah dinyatakan boleh beraktivitas kembali oleh petugas dari Puskesmas yang selama ini ditugaskan untuk memantau. Tentu kami juga masih berhati-hati, tak ingin mengambil risiko menularkan kepada orang lain. Bepergian untuk urusan yang bukan darurat rasanya tidak masuk dalam agenda kami dalam waktu dekat.

Continue reading

Tips Mempersiapkan Anak Menghadapi Tes Swab untuk Covid-19

Dengan semakin meluasnya kasus Covid-19, adakalanya anak-anak perlu menjalani tes Covid khususnya tes swab karena satu dan lain hal. Misalnya karena diminta oleh provider perjalanan atau pendidikan, atau karena sudah terjadi kontak erat antara anak dengan orang yang positif Covid-19.

Hari ini putri pertama kami mengikuti tes swab untuk kedua kalinya. Ia dinyatakan positif untuk tes swab pertamanya, sebagaimana kami selaku orang tuanya. Kemungkinan besar memang tertular dari kami berdua yang sama sekali tidak menyadari sudah terinfeksi, karena memang tidak ada gejala yang berarti.

Panjang sebetulnya kalau mau cerita tentang riwayat Covid-19 kami ini. Kali ini saya akan berfokus pada tes swab yang harus dilalui, lebih khusus lagi bagi anak-anak. Kalau tes rapid, mungkin anak sudah ada gambaran dan orang tua juga lebih mudah menjelaskan, karena prosedurnya melibatkan jarum suntik.

alat swab test

Continue reading

Jaga Kesehatan Keluarga di Tengah Pandemi Lewat Nutrisi

Di tengah kondisi pandemi Covid-19 seperti saat ini, pastinya kesehatan keluarga menjadi prioritas kita, khususnya para ibu. Bagaimana, ya, agar kita bisa melindungi keluarga dari makhluk mungil yang punya efek tidak main-main itu?

Kemarin saya mengikuti IG live @smartmumsid bersama nutrisionis Rachel Olsen @sehat.ala.rachel, dipandu mommy hits @vibrievb. Temanya menarik nih, tentang bagaimana menjaga nutrisi keluarga pada saat pandemi.

Makanan ini perlu mendapatkan perhatian utama karena memang itulah kebutuhan pokok kita setiap hari. Namun selain kualitas asupan, perhatikan juga pola tidur dan kesehatan mental kita. Jadi pendekatannya holistik. Percuma kalau kita makan sehat tapi stres, kata Kak Rachel.

Continue reading

Jangan Panik, Sediakan Obat Alami Diare pada Anak

Baby-ku diare, nih, Mom. Dikasih apa ya, biar mampet. Kasihan lihatnya.”

“Ada yang tahu enggak, Bunda, obat alami buat bayi mencret? Kalau dikasih obat kimia, kasihan.”

Berhubung saya memang menjadi anggota banyak grup whatsapp, chat seperti di atas hampir setiap hari berseliweran. Diare memang menjadi salah satu penyakit langganan anak yang membuat orang tua khawatir.

Pertama, karena umumnya orang tua juga sudah mengetahui betapa tidak nyamannya sakit perut akibat diare ini. Kita yang sudah dewasa saja bisa sampai mengerang kesakitan dan kesulitan beraktivitas, belum lagi ditambah dengan rasa lemas yang mengikuti. Bayi mungil yang “belum bisa apa-apa”, pastilah lebih menderita.

mengobati diare bayi secara alami

Continue reading

Mengenal Perbedaan Kista dan Miom

⁣Malam Sabtu lalu saya ikut menyimak live IG @unicornadcom yang menghadirkan dr. Ferry Darmawan, SPOG, MIGS. Dokter Ferry ini bisa dibilang DSOG yang langganan jadi narasumber untuk komunitas Smart Mums Id yang saya ikuti. Namun, kali ini dr. Ferry tidak membahas hubungan intim suami istri atau yang sering beliau istilahkan sebagai “rekreasi”, tetapi mengulas mitos seputar penyakit pada organ reproduksi wanita. Secara khusus, dr. Ferry mengupas perbedaan miom dan kista berikut mitos-mitos yang menyertainya.
Saya pun termasuk yang masih bingung membedakan keduanya. Kalau mendengar ada kerabat atau teman yang didiagnosis miom atau kista pada organ reproduksi, biasanya (selain mendoakan dan membantu apa yang bisa dibantu tentunya) saya juga jadi ingin tahu lebih lanjut tentang penyakit tersebut. Namun, saya belum pernah sampai benar-benar membaca secara mendalam dari sumber tepercaya. Sedangkan teman yang terkena pun kadang masih dalam keadaan perlu dukungan, sehingga saya tidak enak bertanya-tanya lebih jauh.

Continue reading