Harus Memakai Transportasi Publik pada Masa Pandemi, Apa Yang Harus Diperhatikan?

Alhamdulillah, hasil swab PCR terakhir kami pekan lalu sudah dinyatakan negatif. Dengan demikian, kami juga sudah mulai bekerja di kantor meskipun tidak setiap hari. Kami memang masih bisa ke kantor menggunakan sepeda motor, tetapi bagi banyak orang, transportasi publik menjadi satu-satunya pilihan karena faktor jarak, biaya, dan kepraktisan. Di Jakarta sendiri ada banyak pilihan moda transportasi umum, di antaranya angkutan kota, bus Transjakarta beserta feeder-nya, kereta commuter line, MRT, hingga LRT.

Namanya milik publik pastilah digunakan bersama-sama dengan (banyak) orang lain, dan di sinilah tantangannya. Kita harus menerapkan physical distancing, tetapi bagaimana kalau jarak antarpenumpang saja sulit untuk dijaga betul agar memenuhi syarat pencegahan penularan?

Mungkin apa yang saya tuliskan di sini termasuk sudah banyak diketahui. Namun, dengan masih terus meningkatnya catatan kasus positif Covid-19, saya rasa tidak ada salahnya mengingatkan lagi untuk tetap menjaga protokol kesehatan di mana pun kita berada. Termasuk ketika berada di dalam kendaraan umum, di mana menjaga jarak seringkali agak sulit dilakukan.

Banyak alasan mengapa orang-orang tetap harus beraktivitas di luar rumah pada masa pandemi ini. Kebanyakan adalah karena mencari nafkah, atau tuntutan tugas yang tidak bisa ditinggalkan. Aktivitas lain seperti pendidikan mayoritas masih dilakukan secara jarak jauh dengan memanfaatkan teknologi atau sarana lain yang mendukung.

Kegiatan-kegiatan yang sifatnya perayaan atau festival cenderung ditunda atau tidak dilaksanakan dulu demi mencegah penularan. Bukan hanya di Indonesia, di negara lain pun demikian. Di Jerman misalnya, acara tahunan seperti Oktoberfest ditiadakan tahun ini. Bagi yang masih harus keluar rumah, untuk menuju tempat lain biasanya diperlukan sarana transportasi. Agar tetap aman saat bepergian, kita perlu memperhatikan sejumlah hal.

Kartu perjalanan unutk MRT

Penyedia layanan sudah mengeluarkan sejumlah aturan demi menjaga keamanan pengguna. Salah satu pengumuman terbaru yang sempat menghebohkan baru-baru ini adalah ketika muncul larangan pemakaian masker berbahan scuba maupun masker bermodel buff di kereta commuter line. Ya, otoritas terkait memang masih terus memperbarui panduan yang ada. Namanya juga penyakit baru, pastinya selalu ada hal yang baru diketahui dan karenanya anjuran hingga peraturan pun bisa mengalami perubahan.

Panduan resmi seputar protokol kesehatan dari pemerintah kita bisa diakses di website resmi Covid19.go.id ataupun kementerian terkait, misalnya di sini yang secara khusus memuat hal-hal yang perlu dilakukan agar masyarakat bisa tetap beraktivitas (meski terbatas) menggunakan transportasi publik dengan tetap menjaga keamanan dari penularan virus. Banyak adaptasi memang perlu dilakukan untuk menjaga diri kita dan keluarga terbebas dari ancaman penyakit yang terhitung cukup mudah menyebar ini.

Kali ini saya akan mengutip panduan dari CDC, bagian dari Kemenkes AS, untuk memberikan sudut pandang lain terkait pencegahan penularan saat harus memakai kendaraan umum.

Cara Menghindari Covid-19 Saat Bepergian

Panduan ini merupakan pedoman umum, apa pun sarana transportasi yang kita pakai.

  1. Sebelum berangkat, cuci tangan dengan sabun dan air selama minimal 20 detik, atau gunakan hand sanitizer dengan alkohol minimal 60%.
  2. Begitu sampai di tempat tujuan, sesegera mungkin cuci tangan kembali dengan sabun dan air selama minimal 20 detik, atau gunakan hand sanitizer dengan alkohol minimal 60%.
  3. Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang belum dicuci.
  4. Jika batuk atau bersin, tutup mulut dan hidung dengan kertas tisu atau dengan lengan bagian dalam (lipatan siku). Segera buang tisu bekas pakai ke tempat sampah, lalu cuci tangan dengan sabun dan air selama minimal 20 detik, atau gunakan hand sanitizer dengan alkohol minimal 60%.
  5. Selama perjalanan, usahakan menjaga jarak minimal 2 meter dari orang lain, termasuk saat menunggu di halte bus atau stasiun kereta, juga saat berada dalam kendaraan umum.
  6. Selalu pakai masker dengan benar, apalagi jika menjaga jarak aman tidak terlalu memungkinkan. Ingat, masker hanya digunakan untuk usia dua tahun ke atas ya. Masker ini berfungsi untuk melindungi orang lain, siapa tahu si pemakai sebenarnya sudah terinfeksi tetapi tidak menyadari.
  7. Jika memang sudah ada gejala sakit atau terkonfirmasi positif meski tanpa gejala, ada baiknya menahan diri untuk melakukan perjalanan. Bahkan di versi CDC ini, orang yang sempat ada kontak erat dengan orang yang positif (dalam arti berjarak kurang dari 2 meter selama minimal 15 menit) termasuk yang disarankan tidak memakai transportasi publik kecuali untuk keperluan medis. Itu pun diminta agar menghindari jam-jam sibuk jika memungkinkan.
  8. Siapkan perlengkapan yang cukup. Saat ini banyak yang menjual tas khusus yang praktis untuk membawa benda-benda penting selama beraktivitas di luar rumah, tetapi bisa juga kok memanfaatkan tas yang sudah ada. Yang perlu dibawa sedikitnya meliputi hand sanitizer dengan kandungan alkohol minimal 60%, untuk berjaga-jaga kalau-kalau nantinya tidak bisa langsung mencuci tangan begitu tiba di tempat tujuan. Membawa cadangan masker juga perlu.
  9. Hindari meludah atau membersit ingus di ruang publik. Aturan ini, seperti juga etika batuk dan bersin, sebetulnya berlaku sejak sebelum Covid-19 muncul, tetapi masih ada saja anggota masyarakat yang mengabaikannya.

Bepergian Aman dengan Transportasi Publik

Nah, secara spesifik untuk pengguna sarana transportasi umum, berikut ini hal-hal tambahan selain yang disebutkan di atas yang perlu diperhatikan:

  1. Pantau informasi terkini dari pihak yang berwenang, siapa tahu ada perubahan layanan dari yang biasa disediakan, juga apabila terdapat prosedur tambahan yang harus dijalani.
  2. Sebisa mungkin, hindari banyak menyentuh permukaan seperti layar sentuh, mesin pembelian tiket, alat pemindai sidik jari, pegangan tangan, atau tombol lift. Saat menyerahkan uang atau kartu, jika memungkinkan, taruh di meja ketimbang menyerahkannya secara langsung (potensi tangan bersentuhan). Kalau memang tidak bisa dihindari, segera cuci tangan dengan sabun dan air selama minimal 20 detik, atau gunakan hand sanitizer dengan alkohol minimal 60%.
  3. Jangan bergerombol, khususnya di halte atau stasiun.
  4. Apabila bisa, selang-seling tempat duduk agar tidak secara langsung berdekatan dengan penumpang lainnya. Biasanya penyedia jasa layanan transportasi juga sudah memberikan tanda untuk mengosongkan bangku tertentu agar ada jarak.
  5. Cari dan perhatikan tanda jaga jarak yang biasanya dipasang, misalnya tanda di lantai yang menunjukkan di mana harus berdiri dalam antrean.

Jika Memakai Taksi atau Mobil Sewaan

Taksi atau mobil sewaan, atau kalau di Jakarta ada bajaj, terkadang menjadi pilihan karena jarak antarpenumpang relatif bisa lebih dijaga. Sejumlah penyedia layanan taksi pun sudah menambahkan pengamanan berupa pembatas yang dipasang antara pengemudi dengan penumpang. Selaku penumpang, kita bisa melakukan seluruh pedoman di atas ditambah dengan:

  1. Hindari menyentuh permukaan yang sering dipegang oleh penumpang maupun pengemudi, seperti pegangan dan bingkai pintu mobil, jendela, juga bagian kendaraan yang lainnya. Bila memang tidak bisa, setelahnya segera cuci tangan dengan sabun dan air selama minimal 20 detik, atau gunakan hand sanitizer dengan alkohol minimal 60%.
  2. Jangan menerima tawaran seperti air minum gratis dari taksinya, dan jangan menyentuh majalah maupun barang lain yang biasanya disediakan untuk penumpang.
  3. Pilih cara pembayaran yang minim atau tanpa kontak langsung.
  4. Hindari model taksi “nebeng” yang melibatkan banyak penumpang dari berbagai tempat. Kalau di aplikasi taksi daring sih, sekarang pilihan ini sudah tidak ada lagi, ya.
  5. Bila situasinya memungkinkan, minta agar jendela dibuka agar sirkulasi udara lebih lancar.

Prinsip-prinsip di atas masih bisa juga diterapkan jika menggunakan kendaraan pribadi. Tinggal tambahkan prosedur lain seperti secara rutin membersihkan permukan benda-benda yang sering disentuh seperti setir mobil, stang sepeda atau sepeda motor, pegangan pintu, pengunci sabuk pengaman, serta tombol radio dan AC, dengan disinfektan. Jangan lupa juga untuk segera melepas baju dan membersihkan badan begitu tiba kembali di rumah.

Kabarnya memang tidak semudah itu dalam menerapkan langkah-langkah di atas, sedangkan kita juga seringkali dikejar waktu. Yah, setidaknya dengan memahami seperti apa aturan yang seharusnya, kita sudah tahu bahwa ada risiko apabila tidak taat pada protokol. Bukan hanya supaya tidak tertular, tetapi saat ini penting juga dipikirkan bahwa ada kemungkinan kitalah yang berpotensi menularkan ke orang lain. Bahkan meskipun kita sendiri tidak merasakan gejala apa-apa.

Mungkin kita kuat, tetapi bagaimana jika kita menularkan ke orang lain yang memang sudah punya masalah kesehatan? Jangan jadi paranoid, tetapi juga jangan terlena. Berharap dan berdoa yang terbaik agar kita dan keluarga tetap diberi karunia kesehatan, tetapi tetap jangan tinggalkan kewaspadaan.

Artikel ini diikutsertakan dalam minggu tema komunitas Indonesian Content Creator

14 thoughts on “Harus Memakai Transportasi Publik pada Masa Pandemi, Apa Yang Harus Diperhatikan?

  1. Alhamdulillah swab terakhirnya negatif ya mbak.
    Saya sendiri sedang dilema sekarang, berhubung sudah memasuki musim gugur, dan saya biasanya sering sakit. Jadi agak parno, takut ternyata engga enak badan itu adalah gejala penyakit mengerikan ini.

    Akhirnya sih saya jadi lahaola aja, menyerahkan semuanya kepada Yang Lebih Tinggi

  2. Pingback: Ketika saya (mencoba) berpikir kritis tentang transportasi publik

  3. Alhamdulillah, semoga sehat selalu ya mbak Leila sekeluarga πŸ™‚
    Selama di Bali sih saya belum pernah naik transportasi umum. Intinya tetap jaga kebersihan dimanapun kapanpun ya mbak.

  4. Smoga warga +62 makin tertib menjalankan protokol kesehatan ya mba, aku sih ga prnah naik transportasi publik tpi klo pas belanja bulanan di supermarket antri dikasir udah jaga jarak eh malah disuruh maju biar mepet gitu sama yg antri di belakang πŸ˜…πŸ˜…

  5. Alhamdulillah, test yang sekarang sudah negatif ya mbak.

    Saya juga kemana mana jadi selalu membawa Hand sanitiser, udah gak lagi pakai cream tangan (karena takut virus menempel), bawa tissue basah alkohol juga dan sebisa mungkin tidak meletakan masker di Dagu (yang terakhir itu kadang saya lupa)

  6. Bagus banget artikelnya. Tipsnya bermanfaat bgt, apalagi dua bulan ini suamiku jg mesti tiap minggu bolak balik pakai bus krn perjalanan dinas, kesehatan dan kebersihan diri hrs selalu diperhatikan. Semoga kita semua selalu sehat dan dlm lindungan Allah ya mbak..

  7. Alhamdulilah ya Mom Lei sudah sehat kembali. Walau dirumah juga tidak Ada gejala yg dirasakan ya. Semoga Allah melindungi Kita semua

  8. Nah itu, kalau bisa yakinkan dulu tubuh kita memang dalam kondisi fit atau tidak. Jangan abaikan misalnya sudah merasa pusing, atau pilek, lebih baik istirahat dulu hingga benar benar sehat, baru deh lakukan perjalanan

  9. Memang agak sulit ya Mba untuk yang gak punya pilihan kemana-mana harus naik transportasi umu. Yang penting semua protokol kesehatan gak satupun diabaikan. insyaAllah terhindar dari virus. Duuhh parno emang sih. Tapi semoga kita semua selalu sehat melewati semua ini ya

  10. duh deg-degan pasti ya pake transportasi umum sekarang ini, aku blm berani nyobain sih, pake grab car aja was-was bgt takut bekas siapa gt kita gatau huhu.. paling aman memang pake pribadi ya πŸ™‚

  11. Kadang membingungkan juga, di satu sisi harus mematuhi prosedur protokol kesehatan, di satu sisi butuh pemasukan untuk bekal hidup sehari-hari yang mengharuskan beraktifitas di luar rumah / di tempat umum.

  12. Sebenernya etika batuk/bersin sudah ada jauh sebelum pandemi ini terjadi ya mba, cuma memang belum terlalu digalakan ga kaya sekarang.. Semoga kita semua bisa saling menjaga..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s