Pekan ini sebuah ajakan kembali masuk ke salah satu grup komunitas di aplikasi percakapan yang saya gunakan sehari-hari.
“Assalamu’alaikum, Sisterfillah. Mari nanti bergabung di acara rutin kita, Silent Reading. Siapkan buku yang mau dibaca, lalu bergabung dengan aplikasi pertemuan pada pukul 12.10 sampai dengan 12.50 nanti di 40 minutes Silent Reading Meeting. Sampai jumpa, Sisterfillah. Mari rayakan kemerdekaan dengan membaca buku-buku yang memerdekakan pikiran.”
Pengumuman ini secara rutin disampaikan ke grup Women Islamic Studies Hub (WISH) Kemenkeu sepekan sekali. Tak terasa, sudah setahun kegiatan ini rutin dilaksanakan. Selain ajakan baca bareng secara daring, ada juga pertemuan secara langsung yang memang masih cukup jarang bisa terlaksana mengingat kesibukan para anggotanya. Pertemuan tatap muka ini pernah diadakan di perpustakaan kantor maupun di taman kantor.
Lalu, apa saja yang dilakukan oleh para peserta selama 40 menit itu? Terus terang saya pun baru mengikuti sekali, tetapi kurang lebihnya yang dilakukan adalah membaca buku masing-masing dalam diam. Sesuai dengan tajuknya, Silent Reading, maka sebetulnya nyaris tak ada interaksi selama sesi membaca. Untuk grup ini biasanya memang sudah ditentukan tema bacaan per bulan yang bisa dipilih, kadang bahkan sampai ke judulnya. Namun, untuk ikut sesi Silent Reading sebetulnya tidak harus terpatok juga pada tema Baca Bareng bulan itu.
Suasana hening, kecuali saat sapaan pembuka dan penutup kegiatan. Sekilas seperti tak ada apa-apa yang dilakukan. Namun, manfaatnya banyak juga, loh. Kita diharapkan bisa membaca dengan distraksi yang minimal, karena waktunya juga memang sudah dikhususkan. Kalau kita kesulitan meluangkan waktu untuk membaca buku, sistem membaca bersama-sama ini bisa membantu. Kegiatan Silent Reading ini sepengamatan saya juga makin banyak dilakukan oleh banyak komunitas membaca di berbagai tempat.

Nusa Membaca dan Indonesia Book Party, Juni 2024Silent Reading secara tatap muka pernah saya cicipi bulan Juni tahun lalu lewat gelaran Indonesia Book Party, yang kali itu berkolaborasi dengan Gerakan Nusa Membaca yang digagas oleh Gramedia. Yang saya tahu, biasanya kegiatan Silent Reading ini dilakukan di ruangan yang cenderung terbuka. Tujuannya karena juga sekaligus untuk mengampanyekan gerakan membaca kepada siapa pun yang sedang melewati area tersebut. Namun, kali itu sedikit berbeda. Silent Reading yang saya ikuti bertempat di aula gedung Gramedia Matraman. Mumpung dekat, saya pun meluncur ke sana.
Ketika itu, peserta dibagi menjadi beberapa kelompok. Seusai membaca buku masing-masing, ada fasilitator kelompok yang menanyakan kesan dan cerita singkat dari setiap buku yang dibaca oleh anggota kelompok. Hari itu ada tambahan kegiatan spesial berupa menghias kertas mungil yang dimaksudkan sebagai pembatas buku, sehingga cerita yang disampaikan di kelompok juga mencakup alasan pemilihan gambar yang dibuat dalam pembatas buku. Ada juga sesi open mic yang membuka kesempatan bagi peserta untuk menceritakan buku yang dibawanya, pembatas buku yang dibuat, atau bahkan apa pun yang sedang ingin disampaikan. Malah ada yang menyanyi segala.

Nusa Membaca x Indonesia Book Party di Gramedia Matraman 1 Juni 2024
Memang jadinya kegiatan ini seperti tidak sepenuhnya silent, ya. Yang ingin bergabung dengan tujuan “tidak perlu keluar banyak energi untuk bersosialisasi, tetapi tetap bisa berbagi semangat membaca” mungkin akan kecele. Namun, menyenangkan juga sih sebetulnya bisa berkenalan dengan teman-teman baru yang sama-sama dipersatukan oleh hobi membaca. Tentunya jadi dapat tambahan rekomendasi bacaan juga, yang bisa jadi genrenya di luar yang biasa kita baca. Yang jelas, Silent Reading ini cukup berkebalikan dengan sistem membaca dengan Read Aloud (membacakan nyaring), ya.
Baca juga: Read Aloud dan Kajian Teks Sederhana
Ternyata perjalanan Silent Reading ini sudah cukup lama, ya. Saya kutip dari Real Simple, gerakan Silent Reading didirikan oleh Guinevere de la Mare dan Laura Gluhanich di San Francisco pada 2012. Secara resmi gerakan ini diluncurkan sebagai klub pada 2015.
Klub Silent Reading telah berkembang pesat dengan hampir 1.700 chapter di seluruh dunia. Pertumbuhannya amat pesat akhir-akhir ini, mencapai sekitar 223 % antara 2023 dan 2024 (itu pun yang terdata, ya). Karena konsepnya yang santai, tidak ada bacaan wajib atau diskusi formal, bisa dibilang ini adalah me time yang unik bagi mereka yang introvert sekaligus punya keinginan membaca bersama dalam suasana nyaman.

Silent Reading bersama Menkeu
Bulan ini, tepatnya pada tanggal 8 Agustus, kantor saya juga menyelenggarakan kegiatan Silent Reading bersama Ibu Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Sore itu para pegawai dan pejabat bersama-sama membaca buku pilihan masing-masing sambil duduk mengelilingi air mancur di kompleks kantor pusat Kementerian Keuangan. Menyenangkan juga membaca dalam diam ditemani hangatnya mentari menjelang senja dan gemericik air.
Kalau teman-teman, apakah sudah pernah ikut kegiatan Silent Reading juga sebelumnya?

Kayanya seru banget berkumpul dengan orang-orang se-frekuensi yang mempunyai hobi sama, saling dukung dan saling dengar dengan POV dari buku yang kita baca. Bacanya silent lagi, jadi kebayang tenangnya suasana perkumpulan ini
Menarik sih silent reading bareng2. Terdengar kaya, “ngapain coba” tapi kalau buat aku itu membantu banget buat bisa fokus membaca. Kadang kalau nggak diniatkan seperti situ kegiatan membaca ada ada saja interupsinya. Apalagi kalau di rumah banyak kerjaan, otak jadi kemana-mana. Dengan kegiatan silent reading rasanya kita seperti dikondisikan, tujuan membaca jadi terpenuhi 🙂
Baru tahu ada yang namanya KOmunitas Silent Reading ini. banyak juga yaaa kegiatannya dan menyenangkan karena berada di satu visi misi
Seru juga ya kaak kegiatan silent reading ini. Saya biasanya read aloud aja, ternyata silent reading juga menyenangkan. meksipun ada sesi open mic nya, tapi kalau kata saya sih gpp jadi bagian akhir silent reading, sebagai sesi diskusi
Wah sangat menarik kegiatan silent reading. Kapan2 boleh ikutan hehehe
Aku belum pernah ikut kegiatan Silent Reading seperti ini. Tapi mungkin ada kegiatan yang mirip yang biasa aku lakukan ketika latihan aktor, yakni membaca buku di keramaian, semisal di kereta, dalam jangka waktu tertentu. Tujuannya untuk melatih konsentrasi dan mengelola distraksi.
Ini baru ide kece banget buat yang pengen baca tapi ngerasa kendor karena banyak gangguan. Silent Reading bareng, kayak workout otak—tapi tenang dan damai. Gak perlu ngomong apa-apa, cukup buka buku, seruput kopi, enjoy baca bareng sambil tetap fokus. Cocok banget buat yang butuh semangat baca tanpa heboh-heboh.
Baca pengalaman mba, serasa flashback ke beberapa bulan yang lalu. Aku pernah juga nih ikutan Silent Reading di perpustakaan Bogor. Baru sekali sih, awalnya terasa bingung ternyata pas ikutan seru juga. Dalam hening ramai-ramai baca buku 🤩🤩🤩
Pas selesai acara, jadi nambah teman dan bener mba rekomendasi buku bacaan pun bertambah. Senangnya bisa jumpa sama kawan-kawan se-frekuensi dan se-hobi.
wah ikut komunitas baca Book Party juga ya? Aku juga sering ikut Book Party loh kak hehe. Aku biasanya bawa buku nonfiksi sih kalo ke Book Party, kayak biografi, arsitektur, gender. Sekarang banyak juga komunitas baca buku lain yang baru, salut loh sama peningkatan antusiasme masyarakat terhadap buku. Cuman aku mah balik terus ke Book Party, udah seperti keluarga soalnya
ko unik banget, jujurly baru tau ada istilah dan komunitas yg mewadahi silent reading. Semakin menarik jg kadang ada aktivitas offline yg tentu ga jauh dari inti utamanya membiasakan membaca
ini bisa jd salah satu cara unik utk kembali membangkitkan minat baca atau literasi
Seru ya kegiatan silent reading seperti ini. Saya belum pernah ikutan acara ini, menarik bisa sebagai sarana mood booster ini. Me time sekaligus menambah relasi
keguatan membaca sunyi alias Silent Reading sekarang semakin merebak dimana-mana. Positifnya, tentu ada tambahan semangat karena membacanya bersama-sama meski menikmati buku masing-masing
Belum pernah ikut kegiatan macam ini. Sepertinya sy perlu cari eventnya di Bogor deh, supaya buku2 di rumah mulai terbaca lagi hehe.. Klo bnyk temennya kan pasti semangat bacanya
Belum pernah ikut kegiatan Silent Reading, tapi kalau baca aku emang gak bersuara. Rasanya lebih nyaman, tenang aja. Kalau sama orang lain, kayanya jadi makin semangat baca
Silent reading itu seru ya, bisa fokus baca bareng tanpa distraksi. Jadi semangat buat menamatkan buku.