Self-Healing untuk Muslimah

Kata “healing” rasanya cukup sering kita dengar sebagai bagian dari percakapan sehari-hari. Walaupun, menurut pengamatan saya, frekuensi penggunaan istilah ini malah sudah menurun dibandingkan dengan beberapa tahun yang lalu. Healing pada masanya sempat menjadi “mantra wajib” di media sosial, yang justru merujuk pada kegiatan pemulihan diri secara psikologis ketimbang psikis.

Seringnya, healing diartikan sebagai “me time” yang diisi dengan kegiatan refreshing yang ternyata memerlukan biaya, seperti ke salon, belanja, traveling, atau ngopi-ngopi cantik di kafe yang estetik. Namun, apa iya aktivitas seperti ini dapat memulihkan diri kita? Atau justru menjadi suatu pelarian semata?

Tanggal 12 kemarin saya mengikuti kajian muslimah daring yang secara khusus mengangkat tema Self-Healing: Menjadi Muslimah Tangguh, Tenang, dan Ikhlas.  Narasumbernya adalah Teh Novie Ocktaviane Mufti, M.Psi., Psikolog. Teh Novi merupakan psikolog yang dengan telaten memadukan ilmu psikologi dengan nilai-nilai agama Islam, khususnya lewat @healyourself.id yang ia dirikan.

Proses Kembali kepada Fitrah

Pada kesempatan tersebut Teh Novie menjelaskan bahwa ternyata self-healing dalam kacamata Islam itu bukan sekadar mengalihkan masalah sesaat, melainkan sebuah proses kembali kepada fitrah kita. Fitrah yang dimaksud adalah fitrah bertauhid kepada Allah. Self-healing bagaikan membawa pulang jiwa kita yang lelah setelah berpetualang di dunia yang penuh hiruk-pikuk ini. Jiwa kita kemudian diantarkan kembali ke rumah yang paling aman, yaitu ketenangan jiwa yang hanya bisa didapat dengan menyelaraskan diri kita dengan apa yang Allah inginkan.

Nah, sebelum kita melangkah lebih jauh, kita perlu mengenali dulu, kenapa sih hati kita sering merasa tidak tenang? Menurut Teh Novie, ada tiga pemicu utama stres yang sering kita alami:

  • Konflik: Perbedaan antara realitas dengan apa yang kita harapkan. Contohnya, saat ekspektasi tentang pekerjaan atau rumah tangga tidak sesuai dengan kenyataan.
  • Frustrasi: Adanya hambatan dalam mencapai keinginan kita. Misalnya, saat kita sudah merencanakan sesuatu dengan matang, tetapi selalu ada saja halangan di jalan.
  • Tekanan: Masalah yang datang bertubi-tubi dan membuat kita merasa terbebani, seolah-olah seluruh dunia menaruh bebannya di pundak kita.

Kalau sudah begitu, hati kita jadi mudah galau, marah, atau sedih. Namun, kabar baiknya, Islam sudah memberikan resep self-healing, loh.

Self-Healing

Self-Healing

Resep Healing untuk Muslimah

Berikut beberapa di antara resep self-healing yang diterangkan oleh Teh Novie, yang saya rangkum dari kajian kemarin:

1. Mengingat Allah (dzikir) dan membaca Al-Qur’an

Ini adalah poin yang paling utama. Janji Allah dalam QS. Ar-Ra’d ayat 28: “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram”. Di tengah kesibukan yang membuat kepala kita pusing, terkadang mengambil jeda sejenak untuk berdzikir saja sudah bisa menenangkan hati . Begitu juga dengan Al-Qur’an yang bukanlah sekadar buku bacaan biasa, melainkan  petunjuk dan obat bagi jiwa yang lelah.

2. Menerima ketetapan Allah

Sering kali, sumber kegalauan terbesar kita adalah karena kita tidak bisa menerima takdir. Self-healing tertinggi adalah saat kita ikhlas menerima bahwa yang terbaik untuk kita adalah apa yang Allah tetapkan, yang tidak selalu sama dengan apa yang kita inginkan. Dengan bersabar, kita akan lebih mudah mengingat janji Allah bahwa bersama setiap kesulitan akan datang kemudahan.

3. Meningkatkan ketakwaan

Ternyata, ketenangan hati juga datang dari rasa aman. Rasa aman itu muncul saat kita merasa “dilindungi” oleh Allah. Caranya? Tentu saja dengan menaati perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Saat kita menjauhi hal-hal yang Allah larang, kita juga sedang menjauhi sumber-sumber kekecewaan dan dosa yang bisa membuat hati kita kotor.

4. Mengingat manfaat ujian

Kadang kita merasa, “Kenapa ya ujian ini nggak selesai-selesai?”. Teh Novie mengingatkan bahwa setiap ujian itu punya makna. Ujian adalah cara Allah untuk meningkatkan derajat kita dan memberikan pahala yang lebih besar. Teh Novie mencontohkan kisah Nabi Ayub yang diuji dengan penyakit parah, tetapi beliau tetap fokus pada nikmat dan berkah yang masih Allah berikan, bukan pada penyakitnya.

5. Memaafkan

Ini mungkin yang paling berat. Memaafkan tidak hanya melepaskan beban yang ada di hati kita dari perbuatan orang lain, tetapi juga membebaskan kita dari beratnya dendam. Saat sanggup memaafkan, kita sebenarnya sedang memberikan kebebasan pada diri sendiri untuk melangkah maju tanpa beban.

6. Menjaga ukhuwah Islamiyah

Jika punya circle di mana kita  bisa saling curhat dan mengingatkan dalam kebaikan, selamat! Alhamdulillah, karena memang inilah pertemanan yang baik. Tak berarti jadi membatasi pergaulan, tetapi kita memang perlu punya teman-teman dekat yang tak semata setuju atas segala tindakan kita, tetapi juga berani menegur jika kebabalasan. Berada di tengah teman-teman yang shalihah  bisa menjadi safe space untuk berbagi dan saling menguatkan.

7. Menambah ilmu pengetahuan

Belajar ternyata juga termasuk self-healing, loh! Dengan belajar, kita jadi punya wawasan baru, sudut pandang yang lebih luas, dan pemahaman yang lebih dalam untuk menghadapi suatu tantangan. Misalnya, ikut kajian atau membaca buku tentang parenting saat kita merasa burn out dalam mengurus anak.

Itu tadi beberapa poin penting dari kajian Teh Novie kemarin. Semoga kita semua bisa mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari, ya. Karena self-healing yang sesungguhnya bukan berarti lari dari masalah, melainkan tentang melangkah kembali kepada-Nya.

13 thoughts on “Self-Healing untuk Muslimah

  1. ternyata belajar dan menambah ilmu pengetahuan itu ternyata salah satu bentuk slef healing juga yaa, salah satu bentuk mencintai diri sendiri…tp benar juga sie wawasan kita jadi terbuak adan beertambah, mungkin selama ini ada hal yang kita anggap salah ternyata ada penjelasan nya yang baik…jadi makin semangat buat selalu belajar 🙂

  2. semuanya benar. Saya pernah berada di posisi itu. Awalnya sangat berat tapi kalau kita kembali dan sadar ini adalah ujian yang Allah berikan. Insyaallah kita bisa ikhlas dan tenang menjalankan hidup ini

  3. MashaAllaa~
    Sejatinya healing memang harus kembali pada Sang Pencipta agar terbentuk ketenangan hati, jiwa dan pikiran.

    Keruwetan masalah seringkali dipikirin malah jadi beban.
    Kudunya langsung inget bahwa hanya Allaah, sebaik-baik penolong.

    Suka bangett sama rangkumannya, ka..
    Jazzakillaahu khayran sudah berbagi ilmu. Perlahan diterapkan..

  4. Tulisan ini lembut tapi nyentuh banget. Self healing dari perspektif Muslimah terasa lebih bermakna — bukan sekadar memanjakan diri, tapi juga mendekat pada Sang Pencipta.

  5. Masya Allah. Berzikir sebagai inti dari self-healing yang sangat mengena. Benar, ketenangan sejati datang saat kita kembali mendekat pada Sang Pencipta. Ulasan ini mengingatkan saya untuk selalu kembali ke sumber kedamaian. Jazakillah khairan katsiran sudah mengingatkan.

  6. kalau sekarang healing itu kadang identik dengan belanja dan jalan-jalan ya padahal ternyata belajar juga bisa jadi salah satu bentuk self healing. apalagi buat kita yang beragama islam bahkan salat pun bisa jadi sarana self healing

  7. Terkadang healing dengan belanja minuman atau makanan favorit di sebuah minimarket juga salah satu jalan murah meriah. Memang menjadi muslimah itu kompleks apalagi kalau sudah jadi ibu dan juga istri. Hmm… stress-nya bisa dobel dobel..

  8. nice artikel, sejatinya memang kembali ke sang Pencipta itulah sebaik-baiknya healing. Selalu ada tempat untuk bersujud mendekatkan padaNya. Mencurahkan segala penat kehidupan berbuah kelegaan dan harapan menjadi lebih baik

  9. sejauh ini, tetap mengingat Allah (berdzikir) dan ikhlas dengan semua ketentuan adalah jalan saya dalam memperbaiki diri juga healing alami.

    insyaallah Tuhan senantiasa melindungi kita ya…

  10. Healing ala muslimah yang sangat membantu saat penat,lelah, marah, dan frustasi. Mengingat Allah adalah yang terbaik ketinvang Me Time jalan-jalan yang pulangnya kadanf suka balik mumet lagi, hehehe

  11. Keren banget, Mba Leila! Self-healing ala Muslimah ini ngena, bro, bikin hati adem. Yuk, sambung terus sama Allah, biar jiwa tenang, hidup balance. Keep inspiring, mba jazakillah

  12. Setuju banget, kak.. Pada akhirnya dengan selalu mengingat Allah kita akan jadi tenang, ya.. Ini reminder juga buat diri aku sendiri. Kadang masih suka banyak pikiran, ngerasa stres, tapi lupa untuk lebih pasrah dan ingat Allah di segala kondisi.. 😦

Leave a comment