Camilan Rabu dan Review Kelas Bunda Sayang Sesi #6: Menstimulus matematika Logis pada Anak

Institut Ibu Profesional
Kelas Bunda Sayang sesi #6

MENSTIMULUS MATEMATIKA LOGIS PADA ANAK

Cemilan Rabu Bunda Sayang Institut Ibu Profesional. 26 Juli 2017

Tahapan perkembangan Kognitif (Logis-matematis)

Kemampuan Logis matematis merupakan ranah kognitif. Kognitif adalah salah satu domain atau wilayah ranah psikologis manusia yang meliputi setiap perilaku mental yang berhubungan dengan pemahaman, pertimbangan, pengolahan informasi, pemecahan masalah, kesengajaan, dan keyakinan. Ranah kejiwaan yang berpusat di otak ini juga berhubungan dengan konasi (kehendak) dan afeksi (perasaan) yang bertalian dengan ranah rasa (Chaplin, 1972).

Jauh sebelum anak berurusan dengan simbol abstrak dan rumus, ia akan menemukan matematika dalam berbagai benda yang dilihat dan disentuhnya. Semakin berkembang pengetahuan anak, apalagi dengan stimulasi yang tepat dari orangtua dan lingkungannya, anak akan semakin mampu menerapkan dasar-dasar konsep matematika seperti mengklasifikasi, membandingkan, menyusun urutan dan berhitung.

Tahap Perkembangan Kognitif manusia (versi Piaget) dan capaian logis matematisnya (dari berbagai sumber):

1. Tahap sensori-motor (0-2 tahun)
Biarkan anak berinteraksi dengan lingkungannya, mengenal berbagai benda, suara dan keadaan. Anak akan mengasimilasikan skema sensori-motor sedemikian rupa dengan mengerahkan kemampuan akomodasi yang ia miliki hingga mencapai ekuilibrium yang memuaskan kebutuhannya,

Usia 0-1 tahun, anak suka mengamati apa saja yang ada di sekitarnya yang dapat dijangkau dengan mudah.

Usia 1,5-2,5 tahun anak memiliki kemampuan object permanence (ketetapan adanya benda) sehingga dapat mulai mengklasifikasikan obyek berdasarkan warna, bentuk dan fungsi. Apabila anak mulai berbicara, kesadaran terhadap konsep besar dan kecil akan berkembang dan memasuki tingkatan konsep lebih besar atau lebih kecil dengan membandingkan berbagai benda.

2. Tahap praoperasional (2-7 tahun)
Muncul kapasitas kognitif baru yaitu representation (representasi), atau gambaran mental. Anak dapat berpikir dan menyimpulkan eksistensi sebuah benda atau kejadian tertentu walaupun benda atau kejadian itu berada di luar jangkauan panca inderanya.

Pada usia ini muncul gejala belajar berdasarkan titian akal (insight learning), anak mulai mampu melihat situasi problematik (memahami bahwa sesuatu mengandung masalah) dan berfikir sesaat, sehingga muncul reaksi ‘aha’ dan ia mampu memecahkan masalahnya.

Kemampuan logis-matematis:
– mengenal konsep persamaan dan perbedaan (laki-laki perempuan, siang-malam)
– mengelompokkan benda berdasarkan warna, jenis
– menentukan posisi (luar-dalam, atas-bawah, kiri-kanan, depan-belakang)
– mengenal dan mengidentifikasi bangun geometri
– menghubungkan ukuran dengan benda yang ada di sekitarnya
– memperkirakan ukuran jumlah (panjang-pendek, berat-ringan, penuh-kosong)
– mengurutkan benda berdasarkan ukuran
– mengamati perubahan bentuk cair-beku-uap-embun
– mengidentifikasi perubahan benda (rasa, bau, warna)
– Mengenal konsep waktu berkan kegiatan
– mengenal konsep hari
– mengenal konsep dan lambang bilangan 1-20.

3. Tahap Konkret-Operasional (7-11 tahun)
Pada tahap ini anak memperoleh tambahan kemampuan yang disebut system of operation (satuan langkah berpikir). Kemampuan ini berfungsi untuk mengoordinasikan pemikiran dan idenya dengan peristiwa tertentu ke dalam sistem pemikirannya sendiri.

Sistem operasi kognitif yang meliputi:
Conservation (konservasi/pengekalan) adalah kemampuan anak dalam memahami aspek-aspek akumulatif materi seperti volume dan jumlah. Anak yang mampu mengenali sifat kuantitatif benda akan tahu bahwa sifat kuantitatif benda tersebut tidak akan berubah secara sembarangan.

Continue reading

Tantangan Level 6 (Menstimulus Matematika Logis pada Anak) Hari 12

Tantangan Level 6 (Menstimulus Matematika Logis pada Anak) Hari 12, 3 Agustus 2017

Fathia (5 tahun 10 bulan) dan Fahira (2 tahun 7 bulan) bermain Busy Bag El Hana. Sudah cukup lama disimpan, sih. Fathia memainkan kartu bergambar ulat dengan badan berupa bulatan warna-warni plus kancing berwarna sama yang mengajarkan logika urutan. Ada selang satu ganti warna, ada juga yang dua-dua, ada yang satu-dua. Saya jadi ingat soal-soal dalam psikotes yang sering menyelipkan masalah sekuens.


 Sedangkan Fahira main stik es krim warna-warni yang bisa membentuk beraneka bangun datar mulai dari segitiga, persegi, hingga belah ketupat. Saya mengawasi saja apa yang terbentuk sambil memberikan penjelasan dan gambaran tentang hasilnya.

#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath

#MathAroundUs

Tantangan Level 6 (Menstimulus Matematika Logis pada Anak) Hari 11

Tantangan Level 6 (Menstimulus Matematika Logis pada Anak) Hari 11, 2 Agustus 2017

Fathia (5 tahun 10 bulan) dan Fahira (2 tahun 7 bulan) merapikan buku di ruang keluarga bersama ayah mereka. Tumpukannya memang sudah lumayan tidak beraturan. Dari situ mereka belajar tentang mengatur buku-buku  agar berdiri sejajar, termasuk mengurutkan dari yang tinggi/besar ke yang pendek/kecil. Karena akan ditata dalam dua tumpukan, jadi kalau tidak beraturan dari segi tingginya maka akan kelihatan berantakan.
IMG-20170803-WA0074

#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath

#MathAroundUs

Tantangan Level 6 (Menstimulus Matematika Logis pada Anak) Hari 10

Tantangan Level 6 (Menstimulus Matematika Logis pada Anak) Hari 10, 1 Agustus 2017

Fathia (5 tahun 10 bulan) dan Fahira (2 tahun 7 bulan) saya dampingi bermain Mouse Cheese Stack, hadiah kuis yang saya dapatkan beberapa waktu yang lalu. Permainan ini idealnya dimainkan oleh dua orang secara bergantian. Jadi pemain pertama meletakkan dua mainan tikus lalu menaruh lembaran ‘keju’ di atas kedua tikus tersebut. Pemain berikutnya melakukan hal yang sama secara bergantian. Masing-masing pemain berusaha agar pada gilirannya tumpukan tidak jatuh. Kalau sampai jatuh, pemain tersebut mendapatkan koin yang jika sudah terkumpul sampai sekian maka permainan berakhir. Ada ajaran untuk mempersulit lawan sih kalau di petunjuk permainannya, tapi kami tidak menerapkan sampai ke situ. Bahkan sampai penerapan pemberian koin pun tidak (sebelumnya sih pernah saya dan Fathia mainkan dengan aturan koin ini). Kali ini saya fokus mengajarkan keseimbangan jumlah. Jika jumlah tikus di kanan dan kiri seimbang, maka bangunan keju juga lebih kokoh dan mantap, tidak mudah bergoyang apalagi roboh. Jumlah dua tikus jadinya bisa berubah, juga ditambah dengan koin, untuk memberikan variasi kelipatan dan penjumlahan. Tidak terlalu lama sih, karena saya juga sudah keburu ngantuk selepas diklat seharian dan masih ada tanggungan pekerjaan kantor yang harus dikerjakan di rumah.

(sementara pakai foto lama dulu)

 

#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath

#MathAroundUs

Tantangan Level 6 (Menstimulus Matematika Logis pada Anak) Hari 9

Tantangan Level 6 (Menstimulus Matematika Logis pada Anak) Hari 9, 31 Juli 2017

Fathia (5 tahun 10 bulan) dan Fahira (2 tahun 7 bulan) ikut beli susu kedelai favorit mereka bersama ayah sepulang sholat di masjid. Dari situ, mereka belajar nilai uang secara sederhana. Harga perbungkusnya Rp2.000,00, kami beli 3 bungkus dan uang yang dibayarkan Rp10.000. Maka kembaliannya adalah…? Anak-anak diminta menghitungnya.

 

#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath

#MathAroundUs

Tantangan Level 6 (Menstimulus Matematika Logis pada Anak) Hari 8

Tantangan Level 6 (Menstimulus Matematika Logis pada Anak) Hari 8, 30 Juli 2017

Fathia (5 tahun 10 bulan) dan Fahira (2 tahun 7 bulan) bersama-sama menyanyikan lagu Anak Bebek yang diajarkan di sekolah Fathia.

Berikut ini liriknya:

Empat anak bebek pergi berenang

naik gunung dan menghilang

Induk bebek memanggil wek-wek

hilang satu tinggallah tiga

Saya sebetulnya kurang suka karena jadinya kok sedih, tapi belakangan saya melihat video versi berbahasa Inggris yang menampilkan lagu dengan jalan cerita nyaris serupa (Five Little Ducks), kemudian di akhir cerita ternyata anak-anak bebek muncul dari persembunyian setelah dipanggil ayah bebek yang melihat induk bebek pulang sendirian dengan ekspresi muram.

Mirip lagu tek kotek kotek itu sih ya, di mana jumlah anak ayamnya berkurang terus seiring berlanjutnya lagu. Setidaknya untuk versi bebek ini tidak disebutkan kata ‘mati’, jadi anggap saja anak-anak bebek itu lagi main petak umpet aja ya :D. 

Agar tidak terlalu abstrak, sambil menyanyi bisa digunakan alat bantu mulai dari jari, stik es krim, sampai boneka.

#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath

#MathAroundUs

Tantangan Level 6 (Menstimulus Matematika Logis pada Anak) Hari 7

Tantangan Level 6 (Menstimulus Matematika Logis pada Anak) Hari 7, 29 Juli 2017

Sambil menunggu persiapan berangkat pergi ke Ragunan (walaupun akhirnya tidak jadi), Fathia (5 tahun 10 bulan dan Fahira (2 tahun 7 bulan) nonton video Diva yang memperlihatkan praktik menghitung pengurangan dan penjumlahan. Mengikuti video tersebut, kami pun memakai objek terdekat untuk dihitung: kaos kaki yang baru diambil dari lemari. Kalau Fathia pegang dua lembar, lalu ditambah dua lembar kaos kaki, jadi Fathia punya empat. Fahira dibagi satu, Fathia jadi tinggal punya tiga.

 

#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath

#MathAroundUs

Tantangan Level 6 (Menstimulus Matematika Logis pada Anak) Hari 6

Tantangan Level 6 (Menstimulus Matematika Logis pada Anak) Hari 6, 28 Juli 2017

Fathia (5 tahun 10 bulan) dan Fahira (2 tahun 7 bulan) bermain ayun-ayun kaki dengan ayah mereka. Jumlah ayunan disesuaikan dengan angka usia mereka, kemudian dilanjutkan dengan jumlah kelipatannya. 

 

#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath

#MathAroundUs

Tantangan Level 6 (Menstimulus Matematika Logis pada Anak) Hari 5

Tantangan Level 6 (Menstimulus Matematika Logis pada Anak) Hari 5, 27 Juli 2017

Fathia (5 tahun 10 bulan) dan Fahira (2 tahun 7 bulan) belajar pembagian lagi, kali ini dengan set permainan membuat kue hadiah dari Mba Grace Melia. Silicon cup yang jumlahnya cukup banyak sepat membuat mereka berebut, jadi saya menuntun untuk membagi sama rata. Keseluruhan ada 12 cup, dan ada variasi yang bisa dilakukan karena tersedia tiga warna berbeda. Dilanjutkan dengan memasang rak/tier untuk kuenya, yang membuat cup bisa disusun bertingkat.

 

 

#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath

#MathAroundUs

Tantangan Level 6 (Menstimulus Matematika Logis pada Anak) Hari 4

Tantangan Level 6 (Menstimulus Matematika Logis pada Anak) Hari 4, 26 Juli 2017

Fathia (5 tahun 10 bulan) dan Fahira (2 tahun 7 bulan) kali ini belajar tentang volume. Suami membelikan susu kedelai, tapi jumlahnya tidak sama dengan jumlah anggota keluarga. Pertimbangannya, anak-anak toh nggak habis juga sebungkus. Jadi dua bungkus dibagi menjadi tiga cangkir kecil-kecil. Karena bentuk cangkirnya tidak seragam, ketika dicoba tuang ke cangkir lain, kondisi cangkir baru yang semula nyaris penuh bisa jadi hanya terisi separuh lebih atau justru tidak muat.

Anak-anak juga belajar menyusun wafer dalam stoples kecil. Kebetulan kemasannya sobek sehingga tidak bisa ditutup lagi, jadi harus dipindahkan ke tempat yang kedap udara. Cara menata yang berbeda akan menghasilkan muatan/tingkat kepenuhan yang berbeda juga. Jika tidak teratur, maka pengisian ruang jadi tidak efektif dan hanya sedikit yang bisa dimuat. 

 

#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath

#MathAroundUs