Materi #6 Kelas Bunda Sayang IIP: Menstimulus Matematika Logis pada Anak

Materi Kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional sesi #6

MENSTIMULUS MATEMATIKA LOGIS PADA ANAK

Semua anak lahir cerdas, masing-masing diberikan potensi dan keunikan yang menjadi jalan mereka untuk cerdas di bidangnya masing-masing. Dua macam kecerdasan dasar yang memicu munculnya kecerdasan yang lain adalah kecerdasan bahasa dan kecerdasan matematis logis.

Untuk dua kecerdasan ini banyak orangtua yang salah menstimulus, tidak paham tujuannya untuk apa, ingin anak-anaknya segera cepat menguasai dua hal tersebut, sehingga banyak di antara anak-anak BISA menguasai dua kecerdasan tersebut tetapi mereka TIDAK SUKA. Sebagaimana kita ketahui di materi sebelumnya bahwa

“Membuat anak BISA itu mudah, membuatnya SUKA baru tantangan”

MATEMATIKA LOGIS

Pada dasarnya setiap anak dianugerahi kecerdasan matematika logis. Gardner mendefinisikan kecerdasan matematis logis sebagai kemampuan penalaran ilmiah, perhitungan secara matematis, berpikir logis, penalaran induktif/deduktif, dan ketajaman pola-pola abstrak serta hubungan-hubungan. Atau dapat diartikan juga sebagai kemampuan menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan kebutuhan matematika sebagai solusinya.

Menurut Gardner ada kaitan antara kecerdasan matematika logis dan kecerdasan bahasa. Pada kemampuan matematika, anak menganalisis atau menjabarkan alasan logis serta kemampuan mengkonstruksi solusi dari persoalan yang timbul. Kecerdasan bahasa diperlukan untuk merunutkan dan menjabarkannya dalam bentuk bahasa.

Continue reading

Tantangan Level 5 (Menstimulasi Anak Suka Membaca) Hari 14

Hari keempatbelas, 20 Juni 2017

Fathia (5 tahun 7 bulan) dan Fahira (2 tahun 6 bulan) bersama-sama dibacakan buku dari seri Ayo Merawat Tubuh, yang berjudul Gigiku Kuat, Gigiku Sehat dan Mengapa Rambutku Kusam? (Fitri Restiana, penerbit Gema Insani). Kedua buku cerita bergambar ini mengisahkan perlunya sikat gigi walaupun tidak makan yang manis-manis, juga bahwa shampo harus dipakai sesuai dengan peruntukan usianya.

Tantangan Level 5 (Menstimulasi Anak Suka Membaca) Hari 13

Hari ketigabelas, 19 Juni 2017

Fathia (5 tahun 7 bulan) minta dibacakan buku (Kalau Besar Nanti, Aku Ingin Menjadi) Dokter (penerbit BIP/Bhuana Ilmu Populer). Fathia suka buku ini karena ia juga ingin jadi dokter. Bayangan kita mungkin kalau buku tentang cita-cita menjadi dokter akan merinci apa saja yang perlu dilakukan (untuk buku anak akan menyebutkan tentang harus rajin belajar dan seterusnya), dan apa saja pekerjaan mulia yang dilakoni seorang dokter. Tetapi buku terjemahan dari Prancis ini mengambil sudut pandang yang agak lain. Ada kisah kebohongan seorang anak yang merasa dia tidak kalah pintar dari dokter yang memeriksa adiknya, sampai perlunya kasih sayang dalam penanganan pasien, jadi bukan hanya diobati. Sebelumnya, Fathia juga sempat mengambil buku lama yang berjudul Pohon Yang Paling Tinggi (Orin, penerbit GIP/Gema Insani Press). Yang paling melekat di ingatannya dan bikin ia ingin membaca lagi dan lagi adalah cerita bahwa ada manusia yang melakukan pemujaan terhadap pohon. Inti ceritanya sih sebenarnya kesombongan dari sebuah pohon, si tokoh utama, yang merasa begitu hebat dan memberi banyak manfat.


Fahira (2 tahun 6 bulan) membuka-buka beberapa buku lama, di antaranya Setan? Siapa Takut? (Fadila Hanum, penerbit GIP). Buku ini menurut saya temanya unik, memperkenalkan ke anak-anak bahwa memang ada setan yang sukanya menggoda manusia, disertakan pula tips menghadapi godaan tersebut.

Tantangan Level 5 (Menstimulasi Anak Suka Membaca) Hari 12

Hari keduabelas, 18 Juni 2017

Cukup banyak yang dibaca kemarin. Fathia (5 tahun 7 bulan) dan Fahira (2 tahun 6 bulan), dibuat daftarnya saja ya supaya jelas.

1.Eid (Maria MiGo, penerbit Muslim Children’s Books UK). Buku ini berbahasa Inggris, narasinya singkat, ilustrasinya menurut saya agak kurang ceria, mungkin karena terbiasa dengan ilustrasi ala sini yang penuh warna-warni ya, apalagi ketika menggambarkan peristiwa hari raya. Tapi bagus sih, membingkai hal-hal yang biasa terjadi menjelang dan pada hari-H Idul Fitri.

2. The Rainbow Fish (Marcus Pfister, penerbit North-South Books). Isinya dongeng yang pernah kami simak bersama dibawakan oleh storyteller India di Festival Dongeng tahun kemarin, tentang menyenangkannya berbagi.

3. Dear Zoo (Rod Campbell, penerbit MacMillan), buku lift-the-flap dengan cerita pendek tentang hewan-hewan yang ingin dimiliki oleh seorang anak dengan cara memintanya ke kebun binatang. Sepertinya bisa untuk pengenalan nama beberapa hewan ya, sekaligus merangkum khayalan umum anak-anak yang biasanya punya keinginan agak ajaib seperti mau pelihara gajah di rumah (ya, Fathia pun tahun lalu bilang kepengin begini :D).

4. Hands Are Not for Hitting (Martine Agassi, penerbit Free Spirit Publishing). Buku ini kelihatannya simpel, menjelaskan “tangan sebetulnya buat apa saja, sih?” di tiap halamannya disertai ilustrasi yang detil sederhananya menarik. Di bagian belakang ada tips untuk orangtua agar dapat menangani emosi anak-anak (yang kadang disalurkan lewat memukul misalnya) dengan tepat.

5. Kue Coklat Alfil (mba Orin, penerbit GIP), buku lama dari zaman Fathia batita yang masih seru dibaca lagi. Ada hikmah serunya berbagi dengan teman-teman.

6. Landak, si Imut yang Berduri Tajam (Arfan Alfayyad, penerbit Gurita-Zikrul), memperkenalkan tentang hewan landak dengan ilustrasi yang lucu meskipun kayaknya akan lebih seru kalau jalan ceritanya linier ya.

7. Aku Tidak Suka Sombong (Ratna Puji Lestari, penerbit DAR!), anak diajak agar tidak meniru kesombongan si tokoh utama, yang berbuah kerugian pada dirinya sendiri.

8. Kata Siapa Tidak Boleh Marah? (Zhizhi Siregar & arrahmanrendi, penerbit Bestari-Zikrul), teksnya cukup banyak dan kalimatnya agak rumit, mungkin lebih sesuai untuk anak yang lebih besar, atau bisa juga sih untuk anak TK asal orangtua menjelaskan dengan bahasa yang lebih sederhana. Konsepnya bagus, mengingatkan bahwa marah itu wajar tapi harus dikelola dengan baik, tapi ya itu tadi, padat sekali yang mau disampaikan.

9. Atur Waktumu dengan Baik (Athirah Mustajab, ilustrasi Hanani Dissy Ladiba, penerbit Pinisi Samudra Ilmu), saya suka karena sebetulnya isinya pengingat untuk segala usia. Bahwa kita dianugerahi waktu oleh Allah dan seharusnya diisi dengan sebaik-baiknya dengan kegiatan bermanfaat dari waktu ke waktu.

10. Seri Aku Berhati-hati: Tamu Tak Dikenal (Lia Herliana, penerbit Tiga Ananda), bagus untuk mengingatkan lagi perlunya waspada pada orang tak dikenal, apalagi yang mengetuk pintu. Deskripsinya cukup jelas tanpa berlebihan, disertai gambar yang besar-besar, jadi mudah untuk menceritakannya kembali ke anak.

Tantangan Level 5 (Menstimulasi Anak Suka Membaca) Hari 11

Hari 11, 17 Juni 2017

Fathia (5 tahun 7 bulan) dan Fahira (2 tahun 6 bulan) minta dibacakan paket buku The When I’m Feeling Collections (Trace Moroney) yang baru tiba. Isinya ada delapan buku, masing-masing berjudul When I’m Feeling Sad, Lonely, Happy, Angry, Kind, Scared, Jealous, dan Loved. Meski berbahasa Inggris tapi penggambaran dalam bukunya universal dengan ilustrasi yang menarik, mencakup perumpamaan perasaan yang dialami, situasi apa saja yang biasa memicunya, bagaimana mengatasinya, dan apa yang sebaiknya dilakukan mumpung perasaan sedang positif atau sebaliknya agar perasaan negatif tak sampai merugikan.

Fahira kemudian masih minta dibacakan beberapa buku lagi, di antaranya Seri Aku Berhati-hati: Di Dapur Mama (Lia Herliana, penerbit Tiga Ananda) serta Seri Hewan Halal dalam Al-Qur’an dan Hadis: Unta si Kapal Padang Pasir dan Domba si Pabrik Wol (Zikrul Kids). Ia juga masih sempat membuka-buka fold-up book Our Favourite Colours (Richard Scarry, Five Miles Press) yang ia raih sendiri dari tumpukan buku. Fathia lebih asyik dengan board game el Hana yang juga baru dibeli, menjelang tidur ia baru minta dibacakan buku The Twins Two by Two, tapi terseling Fahira yang rewel minta dikelonin. Berhubung suami lagi i’tikaf, nggak ada tandem deh sementara…dan akhirnya Fathia keburu hilang minat, malah lalu semangat bercerita.

Continue reading

Tantangan Level 5 (Menstimulasi Anak Suka Membaca) Hari 10

Hari kesepuluh, 16 Juni 2017

Kata orang, kalau balita nggak kedengaran suaranya, malah mencurigakan tuh. Jangan-jangan lagi berbuat suatu keisengan, hehehe. Tapi semalam ketika saya mengecek, ternyata Fahira (2 tahun 6 bulan) sedang membuka-buka dan memainkan sendiri fitur tarik/putar/geser dalam buku HOP! (Rabbit Hole). Kalau digerakkan, beberapa bagian dari ilustrasi akan bergerak ke adegan berikutnya atau berganti tokoh cerita dari perempuan menjadi laki-laki/sebaliknya.

Menjelang tidur, Fathia (5 tahun 7 bulan) saya ajak membaca ulang salah satu buku dari seri Widya Wiyata Pertama yang berjudul Ulah Binatang. Bagian favorit kami semua di buku ini adalah foto seekor ulat jeruk yang penampilannya bikin gemas sekaligus geli. Cuma dapat kira-kira setengah dari keseluruhan buku sih, soalnya tebal juga ya.

Tantangan Level 5 (Menstimulasi Anak Suka Membaca) Hari 9

Hari kesembilan, 15 Juni 2017

Kali ini Fathia (5 tahun 7 bulan) dan Fahira (2 tahun 6 bulan) bergantian melihat-lihat dan dibacakan buku yang sama yaitu Jangan Jorok, Dong! (Stella Ernes, penerbit BIP) dan buku pop up Laut Rumahku (penerbit Impian Studio).

Buku Jangan Jorok, Dong cukup tebal dan terdiri atas beberapa cerita pendek, meliputi ajakan agar anak lebih mencintai kebersihan, tidak egois, tidak sombong, tidak gampang iri hati pada teman, dan tidak berbohong. Dalam setiap cerita disampaikan konsekuensi yang didapatkan oleh tiap tokoh dan bagaimana ia menikmati perbaikan diri setelah sadar.

Continue reading

Tantangan Level 5 (Menstimulasi Anak Suka Membaca) Hari 8

Hari kedelapan, 14 Juni 2017

Fathia (5 tahun 7 bulan) dibacakan salah satu buku dari seri Senangnya Belajar Islam yang berjudul Al-Quran (karya teh Ummuthoriq el-Kanzo & mba Aan Wulandari), penerbit Salamadani. Ini juga buku lama, tapi karena isi ceritanya lumayan banyak (sebagian tidak saling berkaitan), jadi rasanya saya belum pernah tuntas membacakan dalam sekali kesempatan.

Baru semalamlah kami benar-benar mengeksplor buku yang cukup seimbang antara ilustrasi dengan narasinya ini. Setiap cerita pendek diikuti oleh kisah berhikmah (misalnya kisah sahabat Rasulullah), pojok ayat, dan lembar aktivitas terkait tema cerita. Cukup padat memang jadinya.

Fahira (2 tahun 6 bulan) dibacakan buku Biru (Seri Mengenal Warna karya Anita Loughrey, penerbit Tiga Ananda) dan Serba-serbi Daging dan Ikan (Seri Food Zone karya Vic Parker, penerbit Tiga Serangkai).

Saya suka buku Biru yang kami beli di obralan Gramedia beberapa waktu yang lalu, gambar-gambarnya sederhana tapi menarik, dengan konsep bukan hanya mengajarkan perbedaan warna tetapi juga perbedaan ukuran, menyambungkan gambar, dst. Sedangkan buku Serba-serbi Daging dan Ikan mengenalkan asal-usul, pengolahan, dan produk dari peternakan maupun perikanan, dengan banyak foto.

Tantangan Level 5 (Menstimulasi Anak Suka Membaca) Hari 7

Hari ketujuh, 13 Juni 2017

Fathia (5 tahun 7 bulan) membaca buku Guru Baru di Sekolah Badut (karya mba Dian Kristiani, Bhuana Ilmu Populer). Dia mencoba mengeja sendiri beberapa kata di situ, sebelum akhirnya minta saya bacakan. Isinya beberapa cerita yang cenderung ke dongeng ya, dengan tokoh yang bervariasi dari para robot, putri raja, badut, hingga penjual bubur. Di akhir masing-masing cerita pendek tertera pesan moral yang menjadi kesimpulan cerita, misalnya bagaimana berempati, ajakan menghibur teman yang sedih walaupun menurut kita yang bikin dia sedih itu hal sepele, dan cara menyikapi beda pendapat dengan teman.

Fahira (2 tahun 6 bulan) ternyata masih betah membolak-balik sendiri  buku Pop Up Numbers-nya.

Tantangan Level 5 (Menstimulasi Anak Suka Membaca) Hari 6

Hari keenam, 12 Juni 2017

Fathia (5 tahun 7 bulan) dibacakan buku The Way to Jannah (Yasmin Mussa, penerbit Learning Roots). Buku ini saya pesan dari @littletree.library dan baru saja sampai. Tidak banyak teks, tapi kalau diceritakan ke anak penjelasannya bisa panjang lebar. Sajian utamanya tentang kalimat-kalimat thayibah, yang dihubungkan dengan jalan cerita mendaki gunung bersama.

Melihat beberapa buku di meja, saya bertanya ke Fathia, buku apa yang dibacanya bersama ayah hari ini. Katanya sih bukan baca buku cerita, melainkan belajar huruf hijaiyah dengan metode yang baru kami pelajari. Tapi di antara buku panduan tersebut dan buku iqra, ada buku lama Pesta Olahraga yang kemudian saya bacakan ulang. Dalam buku tulisan mba Orin yang diterbitkan oleh Gema Insani Press ini terkandung nilai sportivitas.

Menjelang tidur, Fathia minta dibacakan buku lagi, jadi saya ambil yang terdekat saja yaitu Ramadan Puzzle Mini Book (Namla Publishing). Ini sebetulnya semacam buku pendamping untuk puzzle bertema Ramadhan, jadi narasinya juga hanya sedikit. Tapi bagus untuk memancing anak juga gantian bercerita tentang pengalamannya menjalani Ramadhan sejauh ini sebagai pembanding dari kondisi yang digambarkan dalam buku.


Fahira (2 tahun 6 bulan) selain menyimak Pesta Olahraga juga asyik membuka-buka buku Pop Up Numbers, sambil menyanyi lagu tentang huruf-huruf karena dianggapnya bentuk-bentuk yang muncul dari buku tersebut adalah huruf bukannya angka.