Pertama kalinya saya menyadari keberadaan monumen Gong Perdamaian adalah saat secara tak sengaja melihatnya di Blitar. Tepatnya di kompleks makam Bung Karno, saat mampir ke sana setelah menghadiri pernikahan teman kantor. Sayangnya, itu pun dari jauh. Saya baru mengetahui adanya gong berukuran besar ini saat sudah keluar kompleks. Ya, gongnya sendiri memang kelihatan dari luar pagar.
Kemudian saya mencari tahu sejarah Gong Perdamaian, dan menemukan informasi bahwa terdapat banyak Gong Perdamaian lain di berbagai kota di Indonesia, bahkan di berbagai negara di dunia. Umumnya, permukaan Gong Perdamaian ini dihiasi dengan bendera-bendera kecil atau lambang berbagai daerah di Indonesia dan negara-negara di dunia.
Hanya berselang sebulan, ternyata saya mendapatkan kesempatan untuk melihat Gong Perdamaian lainnya yaitu di Kota Palu. Awal tahun ini ketika mengunjungi Museum Konferensi Asia Afrika di Bandung, saya juga baru tahu kalau di dalamnya ada Gong Perdamaian.

Gong Perdamaian Asia Afrika
Awal Mula Gong Perdamaian
Dari apa yang saya baca, disebutkan bahwa pembangunan Gong Perdamaian ini diprakarsai oleh Djuyoto Suntani selaku President of The World Peace Committee (TWPC) atau Komite Perdamaian Dunia. Dari cerita pria kelahiran Plajan, Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah ini, anggota organisasi tersebut terdiri atas 202 negara di dunia.
Katanya, ia mendirikan WPC pada tanggal 7 Maret 1997 di Basel, Swiss. Saya kutip dari Medcom, Gong Perdamaian Dunia yang pertama dibangun di Kota Penglai, Shandong, China, dan diresmikan pada tanggal 20 Agustus 2004. Selanjutnya ada pula di India, di lokasi terbunuhnya Mahatma Gandhi.
Dalam sebuah publikasi yang diterbitkan oleh Komite Perdamaian Dunia bersama Yayasan Damandiri diceritakan bahwa gong menjadi alat musik yang dipilih untuk melambangkan perdamaian karena alat musik ini biasa digunakan untuk mengakhiri lagu perang. Diharapkan, Gong Perdamaian menjadi penanda bahwa peperangan sudah berakhir dan dimenangkan oleh pihak yang benar. Gong juga acapkali ditabuh pada seremoni pembukaan suatu acara sehingga menjadi isyarat dimulainya kegiatan besar yang bertujuan luhur.
Peristiwa bom Bali menjadi pemicu hingga Gong Perdamaian ini dibangun juga di Indonesia, tepatnya di Desa Budaya Kertalangu, Kesiman, Kota Denpasar, Bali. Menurut suami dari Astrid Suntani ini, Gong Perdamaian Dunia dibuat untuk mengembalikan kepercayaan dunia kepada Indonesia sekaligus mempromosikan perdamaian. Peresmiannya dilakukan pada tanggal 31 Desember 2012 oleh Presiden RI saat itu, Megawati Sukarnoputri.
Gong Perdamaian yang dipasang di Bali dibuat oleh 20 orang pengrajin gamelan di Desa Wirun, Mojolaban, Sukoharjo. Sebuah sumber menyebutkan bahwa gong seberat 1,5 ton ini awalnya digunakan untuk pembukaan KTT ke-19 ASEAN di Bali 19 November 2011, meskipun sepertinya informasi ini masih perlu dicek lagi. Gong Perdamaian lainnya di Indonesia tersebar di berbagai daerah seperti Ambon, Ciamis, dan Jepara. Djuyoto Suntani sendiri telah meninggal dunia pada bulan Januari 2021 karena sakit.
Bukan Gong Perdamaian Pertama
Bulan kemarin, lagi-lagi saat memenuhi undangan resepsi pernikahan teman kantor, ketika dalam perjalanan menelusuri pinggiran pantai, ada lagi Gong Perdamaian tertangkap oleh mata saya. Kali ini kembali di Indonesia Tengah, tepatnya di Kabupaten Bima. Jadilah saya bertekad untuk mencatat hal-hal menarik tentang Gong Perdamaian yang sempat saya datangi.
Dan saat melakukan pencarian informasi untuk melengkapi tulisan, saya kaget bahwa ternyata Gong Perdamaian yang di Blitar bukanlah Gong Perdamaian pertama yang saya sambangi. Melainkan yang di Yogyakarta, saat bersama-sama anak-anak mengunjungi suami yang sedang tugas belajar di sana tahun 2017. Nah, jadi total sudah berapa Gong Perdamaian yang pernah saya lihat secara langsung? Berikut catatan saya.
1. Gong Perdamaian Yogyakarta
Gong Perdamaian yang ada di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta ini merupakan Gong Perdamaian Nusantara. Letak gong ini adalah di area Taman Pintar dan diresmikan pada 20 Mei 2008. Gong Perdamaian Nusantara di Taman Pintar Yogyakarta melambangkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, dengan menampilkan lambang 5 kepercayaan agama yang diakui di Indonesia (saat itu) serta lambang daerah dari 33 provinsi dan 444 kabupaten/kota di Indonesia di permukaan gong. Di bawah gong ini juga ditanam tanah dari 33 provinsi di Indonesia.

Gong Perdamaian di Taman Pintar Yogyakarta
2. Gong Perdamaian Blitar
Seperti yang sudah saya sampaikan di atas, Gong Perdamaian Blitar berada di dalam Kompleks Makam Ir. Sukarno, Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, Kabupaten Blitar, Provinsi Jawa Timur. Gong Perdamaian Dunia ini diresmikan tahun 2009. Ternyata ada satu lagi sih Gong Perdamaian di kota ini yang merupakan replika dari gong pertama, tepatnya di Istana Gebang yang dulu merupakan tempat tinggal Bung Karno saat remaja.

Gong Perdamaian di Kompleks Makam Bung Karno, Blitar
3. Gong Perdamaian Palu
Gong Perdamaian Palu terletak di atas bukit di Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah. Lokasinya di dalam kompleks Monumen Nosarara Nosabatutu. Nama monumen ini dalam Bahasa Kaili (suku asli di Sulawesi Tengah) berarti bersaudara dan bersatu. Pembangunan kompleks monumen ini diawali dengan kepedulian atas terjadinya konflik di wilayah Sulawesi Tengah seperti di Poso dan Sigi. Di kompleks monumen yang diresmikan pada tanggal 11 Maret 2014 ini juga terdapat tempat ibadah berbagai agama yang diakui di Indonesia.

Gong Perdamaian di Kompleks Monumen Nosarara Nosabatutu Palu
4. Gong Perdamaian Bandung
Gong Perdamaian Asia Afrika disumbangkan oleh TWPC bertepatan dengan peringatan 50 tahun Konferensi Asia Afrika pada tanggal 14 April 2005. Saat ini gong tersebut diletakkan di dalam ruanganpertemuan di Museum Konferensi Asia Afrika, Gedung Merdeka, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat.

Gong Perdamaian di Museum KAA Bandung
5. Gong Perdamaian Bima
Gong Perdamaian yang satu ini masih tergolong baru, karena baru diresmikan pada tanggal 23 Februari 2024. Kabupaten Bima sendiri dijuluki “Kota Tepian Air” karena terletak di tepian pantai yang merupakan bagian dari Teluk Bima. Di kota yang berada di Pulau Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat ini, Gong Perdamaian diletakkan di kompleks wisata Pantai Lawata yang juga bersejarah dengan bangunan Gua Jepangnya.

Gong Perdamaian di Pantai Lawata, Bima
Itulah lima Gong Perdamaian yang sempat saya datangi. Semoga kelak ada juga kesempatan untuk mengunjungi Gong Perdamaian lainnya.

aku tau gong perdamaian bima pernah diceritain sama almarhum ayah Dan baru Tau ada beberapa gong perdamaian yah
Wah, malah yang yang di Bima yaa Mbak yang dikenal pertama.
ternyata ada banyak yang mba gong perdamaian tersebar diseluruh Indonesia, dan bagus-bagus loh desain-nya, menarik perhatian, btw aku jadi penasaran apakah gong yang ada di Ancol juga termasuk sebagai gong perdamaian ?
Wah iya ya, barusan coba cek ternyata ada juga ya yang di Ancol.
baru tau ada Gong Perdamaian, bahkan ada dibeberapa kota pula. Aku kira Gong itu hanyalah sebuah alat utk memulai suatu acara. Ternyata ada kisahnya masing2… makasih ilmunya kak
wow! Ini keren banget, kk! Saya juga oengen deh bawa anak-anak lihat ging perdamaian ini.
Yukk, Mbak
seru deh Leila sudah mengunjungi banyak kota di Indonesia, aku baru tahu lho namanya gong perdamaian, aku baru lihat satu di Museum Asia Afrika Bandung semoga nanti bisa lihat gong lainnya..
Aamiin … di Jateng ada juga Mbak, di Jepara tepatnya.
Aku baru aja mau bikin trip ke beberapa tempat gong perdamaian ini, sayangnya baru 2 tempat aja yang aku datangin yang di Museum KAA Bandung sama yang di Cagar Alam Karang pawitan Ciamis
Wah iyaa, ada yang di Ciamis juga aku baca-baca kemarin. Jadi objek wisata yang lumayan banyak pengunjung juga ya, Kak.
Wah ini informasi yang bagus buat saya dan anak anak
Saya malah baru tahu ada Gong Perdamaian
Lima lagi dan di berbagai wilayah
Hmm beruntung yang sudah mengunjungi semuanya
Dan bisa jadi masih akan bertambah lagi juga ya, Bun,
Salut banget ya ternyata negara kita memiliki 5 gong Perdamaian. Jadi pengen mengunjungi semua gong Perdamaian bersejarah ini. Semoga terealisasikan ya…
Ini yang sudah pernah didatangi aja Kak, masih banyak sebetulnya yang lainnya, hehe.
Aku rasanya pernah juga ke Makam Ir. Sukarno, tapi gak awas banget ada Gong Perdamaian Blitar yaah.. MashaAllaa~
Kalau dilihat lebih detil, ternyata Gong Perdamaian itu membawa kisahnya masing-masing yaa..
Ini pun nyadarnya waktu udah di luar, Kak, di sela-sela lari-lari ke parkiran selepas dari perjalanan keluar yang cukup panjang, buat ngejar kereta pulang yang berangkat tak lama lagi 😆.
Saya menyaksikan gong perdamaian dengan dekat ketika saya tugas di Sulawesi Barat (Mamuju) beberapa tahun silam
Waah, di Mamuju ternyata ada juga ya Gong Perdamaian ini.
Dulu waktu masih single aku suka banget berkunjung ke tempat wisata bersejarah tapi sayangnya gong perdamaian ini harus terlewat, bagus banget ya masih terlihat terawat hingga sekarang
waaaa mmakasih mbaaa udah bikin jejak cerita perjalanan yang seru soal gong perdamaian. Aku belom pernah mengunjungi satupun jadi pengen.
Baru tahu kalo ternyata Indonesia punya gong pedrdamaian di beberapa kota. Bisa jadi referensi kalau pas lagi travelling 🙂
Unik banget, ya, Mba. Nusantara memang kaya dengan keragaman. Btw, apakah sampai sekarang gong ini masih dipergunakan, Mba?
Unik banget, ya, Mba. Nusantara memang kaya dengan keragaman. Btw, apakah sampai sekarang gong ini masih dipergunakan, Mba?
oh saya baru tahu, ternyata ada gong perdamaian y. Indonesia memang kaya Budaya ya. terima kasih sudah berbagi. sukses selalu ya
Sangat indah dan kaya akan budaya Indonesia