[Resensi Buku] Al-Qur’an Sumber Healing-ku

Judul: Al-Qur’an Sumber Healing-ku
Penulis: Dinar Rafikhalif & Ustaz Mochlisin
Penerbit: Cipta Prima Nusantara
Jumlah halaman: 147
Tahun terbit: 2025

Buku Al-Qur’an Sumber Healing-ku ini merupakan buku kedelapan dari serial The Amazing Muslim karya penulis yang sama, yang sebagian berkolaborasi dengan penulis lain. Bukunya tidak tebal, berisi banyak tulisan pendek. Ada pengalaman-pengalaman pribadi penulis, ada cerita pengalaman orang lain yang sudah banyak beredar dan disampaikan ulang, serta ada pula kisah-kisah para sahabat Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam.

Cerita-cerita dalam buku ini mendorong  untuk mengingat kembali betapa pentingnya dekat dengan Al-Qur’an dalam kehidupan kita, baik dengan membacanya sehari-hari maupun mengamalkan ayat-ayat di dalamnya.

Buku Al-Qur'an Sumber Healing-ku

Buku Al-Qur’an Sumber Healing-ku

Beberapa kutipan dari buku ini yang menurut saya begitu mengena antara lain

  • Di tengah dunia yang serbacepat, Al-Qur’an membantu kita memberi ruang buat refleksi dan menenangkan jiwa.
  • Mau kamu hidup di zaman unta atau zaman AI, Al-Qur’an tetap jadi pedoman yang nggak basi.
  • Luangkan waktu kita untuk Al-Qur’an, maka kesibukan kita akan menjadi lebih terarah dan nyaman.
  • Pernahkah kita, saat membuka dan membaca Al-Qur’an, benar-benar merasakan bahwa kita sedang berada di hadapan Allah subhanahu wa ta’ala? Sudahkah hati kita terhubung dengan makna yang begitu dalam dari kalam-Nya?
  • Apakah selama ini kita sudah benar-benar membela Al-Qur’an, atau hanya mendekatinya saat senggang? Kelak, hanya Al-Qur’an yang bisa menjadi saksi dan pelindung kita.
  • Saat membaca, kita wajib untuk mengikuti tanda waqaf, lanjut atau harus berhenti. Ini seperti ketika Allah SWT lagi bicara, kita nggak boleh seenaknya memotong kalimatnya Allah gitu loh. Harus didengerin dulu sampai tuntas, atau kalau mau dikasih jeda, jangan sampai merusak kalimatnya.
Isi buku Al-Qur'an Sumber Healing-ku

Isi buku Al-Qur’an Sumber Healing-ku

Tidak hanya menyemangati kita agar makin banyak membaca Al-Qur’an dengan disertai kutipan ayat-ayat terkait, buku ini juga memuat beberapa fakta sejarah maupun hal menarik lainnya terkait Al-Qur’an.

Sedikit yang mengganggu mungkin adalah gaya bahasa yang terkadang berubah-ubah bahkan dalam satu halaman di satu rangkaian tulisan yang sama (tidak dipisahkan oleh pengaturan tata letak). Sebagian disampaikan dengan gaya akrab seperti mengobrol, dengan pilihan kata-kata ragam percakapan yang sangat santai, tetapi bagian lainnya cenderung formal. Hal ini sedikit membuat ceritanya kurang mengalir. Namun, dapat dimengerti bahwa penulis, yang juga dulunya teman kantor saya ini, berupaya agar isi buku ini dapat mudah dipahami dan tidak terlalu berat di mata pembaca.

16 thoughts on “[Resensi Buku] Al-Qur’an Sumber Healing-ku

  1. Terlepas dari gaya bahasa yang berubah-ubah memang asiknya buku seperti ini dibuat dengan lebih ringan. Karena untuk yang masih awam akan lebih mudah memahaminya

  2. Tata bahasa yang nggak selaras bisa jadi karena nulisnya ga di satu waktu. Begitu berenti, nyambung lagi, jadi beda gayanya. Tapi terlepas dari gaya tulisan yang ga seragam, buku Islami yang ringan begini harus diperbanyak, nih. Biar ga merasa digurui pas baca 😀

  3. asik banget buku yang memberikan map tentang tujuan membacanya. Karena meski kita buka secara random Al-Qur’an pasti dapat petunjuk yang kita mau. Kayak tau gitu ruang kosong yang harus di isi Al-Qur’an.

  4. Udah jelas disebutkan kalo Al-Qur’an itu sebagai Asy-Syifa ya, tapi masih tetap aja banyak orang yang menjauhinya. Bahkan kalo lagi sakit mental, orang-orang malah pergi jauh dari Al-Qur’an…

  5. Dari quota menarik yang diambil dari bukunya, sepertinya bukunya bakal berhasil membuat pembaca untuk ikut menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber healing juga.

    Terlepas gaya bahasanya yang agak beda-beda, mungkin itu penanda kalau benar2 dipengaruhi oleh emosi penulisnya, sangat manusiawi.

  6. Al_Quran diturunkan oleh Allah SWT sebagai pedoman hidup orangb muslim. Makanya kiat harus dekat dengan Al-Quran, karena segala sesutu pedoman hidup ada di sana. Dan buku ini seperti ringan saja untuk dibaca ya, apalagi tidak tebal. Namun muatan isinya sangat besar dan bermanfaat. Apalagi ada juga kisah pribadi penulis yang yang akan memberikan pencerahan dan inspirasi hidup juga.

  7. Suka dengan kata-kata ini, “Apakah selama ini kita sudah benar-benar membela Al-Qur’an, atau hanya mendekatinya saat senggang?” Kesibukan duniawi saat ini dan banyaknya kemudahan hiburan yang kita dapat acapkali melenakan dan membuat orang lupa untuk baca Qur’an. Buku bukan sekadar buku tapi juga peringatan, mantab!

  8. Wah kalo bicara tentang Alquran itu pusatnya segala ilmu pengetahuan. Bagi muslim ya petunjuk kehidupan termasuk urusan healing

  9. kalau aku sempet baca dari sepenggal buku yg ada di gambar artikel, menurutku cukup ringan penyampaiannya dan paling suka dengan kutipan-kutipannya itu tepat dan menggugah hati

  10. Kalimat ini “Di tengah dunia yang serbacepat, Al-Qur’an membantu kita memberi ruang buat refleksi dan menenangkan jiwa.” jleb banget, tapi emmang benar kok, semua jawabannya suda ada di AlQuran.

    Buku yang menarik sebagai pengingat diri

  11. mungkin karena penulisnya juga dua ya jadinya gaya bahasanya berubah-ubah. tapi aku setuju sih kalau untuk buku non fiksi begini gaya bahasanya dibuat santai jadi membacanya juga lebih ringah

  12. Bahasa yang digunakan ringan dan berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Sebuah reminder yang tidak terlalu menggurui.

    Buatku pribadi membaca Alquran di awal hari itu seperti mengisi baterai diri dan menenangkan pikiran. Masya Allah rekomendasi buku yang menarik!

  13. Hasil review bukunya terlihat menarik, langsung auto cari di toko buku online. Bisa jadi bacaan ringan untuk sehari-hari santai di sore hari setelah beraktivitas.

Leave a comment