[Resensi Buku] Serunya Menjadi Content Creator

Judul: Serunya Menjadi Content Creator
Penulis: Ina Inong
Ilustrasi sampul: Dwi Novyan
Ilustrasi isi: Adinda Aurelia
Penerbit: Kanak (Bumi Aksara)
Jumlah halaman: 50
Cetakan pertama, 2024

Buku Anak Serunya Menjadi Content Creator

Buku Anak Serunya Menjadi Content Creator

Buku ini merupakan salah satu judul dari Seri Profesi Zaman Now yang diterbitkan oleh Penerbit Kanak. Judul-judul lainnya tak kalah menarik seperti Data Scientist, Digital Marketer, Graphic Designer, hingga Programmer. Saya jadi ingat ucapan Kang Adhitya Mulya ketika mengisi seminar parenting beberapa tahun yang lalu: 40% (jenis) pekerjaan yang ada saat ini belum ada 30 tahun yang lalu. Di sinilah kita perlu mempersiapkan anak, bukan menjejalinya dengan doktrin harus kerja ini atau itu.

Hampir satu dekade berlalu sejak seminar itu (selengkapnya bisa dibaca di sini) dan kini ragam pekerjaan yang bisa dipilih pun kian banyak. Nantinya mungkin persaingan mendapatkan pekerjaan akan makin sengit dan berwirausaha pun bisa jadi banyak tantangannya. Namun, setidaknya kita bekali diri dulu dengan pengetahuan akan bermacam-macam profesi.

Jadi, dalam menemani anak diskusi mengenai masa depan, kita bisa memberikan pandangan yang lebih luas pula. Apalagi sebagai orang tua angkatan milenial, kita biasanya juga sudah lebih terbuka pada opsi pekerjaan yang tidak melulu berada di kantor. Contohnya sebagaimana digambarkan dalam buku ini.

Tokoh utama dalam buku ini adalah Bili. Anak laki-laki ini memenangkan kuis berhadiah menghabiskan waktu sehari bersama YouTuber favoritnya, Bani Banderas. Dari Kak Bani, Bili banyak belajar mengenai peluang dan tantangan, juga suka dan duka menjadi YouTuber. Kemudian Bili juga berkesempatan bertemu dengan kreator konten lain yang berkolaborasi dengan Bili, yaitu Brina. Dengan demikian, pembaca jadi ikut diajak untuk memahami bahwa meski sama-sama membuat konten YouTube, tema yang diangkat bisa sangat bervariasi.

Buku Anak Serunya Menjadi Content Creator

Buku Anak Serunya Menjadi Content Creator

Meski jelas ditujukan untuk anak-anak, tetapi pengetahuan dan tips dalam buku ini juga bisa memperkaya wawasan orang tua, sekaligus dapat dipraktikkan bagi yang berminat. Apalagi buat yang sudah atau ingin menjalani pekerjaan (utama maupun sampingan) sebagai kreator konten.

Misalnya, dijelaskan bahwa seorang konten kreator bisa berfokus pada salah satu platform seperti menjadi YouTuber atau selebgram. Akan tetapi, akan lebih baik jika berbagai platform ini dimanfaatkan untuk saling melengkapi dan mendukung. Instagram contohnya, bisa dipakai untuk mempromosikan video yang versi panjangnya tayang di YouTube.

Buku Anak Serunya Menjadi Content Creator

Buku Anak Serunya Menjadi Content Creator

Pembaca juga bisa ikut belajar menentukan niche atau topik kesukaan kita atau penonton yang juka bisa ditentukan secara makin spesifik maka akan makin memudahkan juga untuk dikenal, meskipun untuk menjaga konsistensinya juga merupakan suatu tantangan tersendiri. Kreator konten pun dapat mengoptimalkan pemakaian tagar untuk mempermudah pencarian.

Dicontoh pula bahwa Kak Bani memakai topi khusus yang menjadi ciri khas agar dirinya mudah diingat oleh penonton. Ya, jika nama akun atau kanal kita belum bisa melekat di hati netizen karena baru merintis misalnya, setidaknya ciri khas ini bisa membuat penonton lebih mudah mengingat dan merekomendasikannya ke orang lain. Kegiatan seperti giveaway dan kolaborasi juga bisa dilakukan untuk meningkatkan engagement akun.

Buku Anak Serunya Menjadi Content Creator

Buku Anak Serunya Menjadi Content Creator

Tidak lupa, buku ini juga mengajak pembaca tetap selektif dan berhati-hati. Konten jenis tertentu seperti prank memang kadang begtu digemari, mudah menarik perhatian, dan banjir penonton, tetapi risikonya juga besar. Ada pula pengingat untuk berhati-hati dalam menanggapi komentar negatif, sebab jejak digital kita bisa terekam selamanya di dunia maya. Jika kita sampai terpancing, bisa jadi muncul masalah hukum atau risiko lainnya.

Isi buku ini memang cukup padat dan detail. Bahkan Fahira yang sudah terbiasa membaca novel tebal tanpa gambar pun merasa perlu energi lebih dalam menyelesaikan buku ini. Membacanya dalam beberapa sesi atau mengulang kembali setelah selesai bisa menjadi opsi agar pembaca, terutama anak-anak yang menjadi sasaran utamanya, bisa benar-benar memahami pesan yang ingin disampaikan oleh penulis secara baik.

7 thoughts on “[Resensi Buku] Serunya Menjadi Content Creator

  1. Menarik juga buku ini untuk dibaca anak-anak. Saat ini nyaris s nya anak sudah punya ponsel, bahkan adaei tingkatan SD. Andaikata dimanfaatkan dengan benar, modal ponsel bisa jadi konten kreator keren. Buku ini bisa menginspirasi

  2. Tulisan resensinya hangat dan inspiratif banget, Mbak Leila!

    Aku suka bagaimana kamu memaparkan bahwa buku Serunya Menjadi Content Creator nggak cuma cocok buat anak-anak, tapi juga membuka wawasan buat orang dewasa yang ingin terjun ke dunia kreator.

    Penekanan soal niche, konsistensi, dan menjaga jejak digital sangat relevan di era sekarang. Terima kasih sudah berbagi insight yang mendalam dan menyenangkan — makin semangat deh buat berkarya!

  3. Buku ini memang cocok banget untuk kita yang suka dunia konten. Resensimu hangat dan mengundang—membuat aku semakin semangat jadi content creator versi diri sendiri.

  4. Sampai di kata ‘prank’, auto keingat sejam lalu diprank siswa dengan ketuk-ketuk punggung. Dan gagal prank, krn di samping ada kaca besar, jadinya kelihatan dah siapa2 yg ketukin punggung saya.

    Untuk bukunya, kayaknya cocok nih jadi kado ultah anak saya. Cari2 bukunya ah..

  5. wah buku yang menarik nih dan benar-benar sesuai dengan perkembangan zaman saat ini di mana content creator itu sekarang sudah jadi profesi ya, mbak. bahkan yang sudah dewasa kayak saya juga bakal suka baca buku ini nih

  6. buku yang sangat menarik. Saya juga memiliki dua anak yang sedang lucu-lucunya. Sempat berpikir untuk melihat bakat anak dan gak mau memaksa anak untuk memilih pekerjaan yang orang tuanya inginkan. Ortu hanya mengarahkan dan menjadi pembimbing yang baik buat anaknya

  7. Saat ini anak-anak uda bisa menyaring mana yang baik dan sesuai dengan tujuan hidup mereka yaa.. Sungguh berbeda sekali dengan jaman kita dulu yang stereotypenya pekerjaan hanya A, B, C..

    Kini jenis pekerjaan bisa sangat luas dan kreatif, bener-bener uda berkembang dan biikin dunia pekerjaan semakin lebih berwarna dan gak melulu kudu “kerja ikut orang”.

    Buku Serunya Menjadi Content Creator sangat menginspirasi anak-anak yaa…

Leave a comment