Masih dalam suasana Bulan Bahasa, saya ingin membahas soal keluwesan berbahasa Indonesia. Awal tahun ini sebuah artikel di The Conversation menarik perhatian saya. Sebuah istilah disebutkan di sana: akal imitasi (AI). Wah, saya baru tahu kalau padanan dari artificial intelligence dalam bahasa Indonesia adalah akal imitasi. Ketika saya coba telusuri lagi, ada artikel di Kompas yang juga sudah menggunakan istilah tersebut sejak Oktober tahun lalu. Belum sempat mencari apakah ada yang lebih lawas lagi, sih. Dalam situs KBBI VI (versi situs), istilah akal imitasi ini juga sudah ada.

Kompas Akal Imitasi
Saya spontan kagum. Unik, ya. Dapat aja, gitu lho. Singkatan dalam bahasa Indonesia bisa sama dengan singkatan dalam bahasa Inggris yang juga sudah populer. Sebelumnya, sudah ada juga beberapa singkatan yang tetap bisa dipertahankan dengan menggunakan kata-kata terjemahan yang sesuai. Jadi, masyarakat bisa tetap menggunakan singkatan aslinya, yang umumnya juga sudah cukup populer.
1. ATM
Dalam bahasa Inggris ATM merupakan singkatan dari Automated Teller Machine atau mesin teller otomatis. Istilah ini merujuk pada aktivitas perbankan berupa layanan nasabah yang sebagian bisa diwakili oleh mesin tersebut. Dalam bahasa Indonesia, ATM kepanjangannya adalah Anjungan Tunai Mandiri.

Belajar pakai ATM di Kidzania
Ada “rasa” berbeda sebab versi bahasa Inggris seperti lebih menekankan pada kecanggihan, sedangkan di bahasa Indonesia yang ditonjolkan adalah kemandirian yang di satu sisi bisa menjadi sebuah kepraktisan, tetapi menurut saya bisa diartikan sebagai perlu upaya tambahan juga. Namun, bisa jadi upaya yang harus dikeluarkan ini sebanding juga dengan fasilitas yang ditawarkan, yaitu tidak perlu menunggu sampai kantor bank beroperasi untuk bisa melakukan transaksi.
Saya belum berhasil menemukan rujukan resmi yang lebih awal, tetapi Peraturan Bank Indonesia Nomor 19/8/PBI/2017 menyebutkan bahwa “Anjungan Tunai Mandiri (Automated Teller Machine) yang selanjutnya disingkat ATM adalah alat elektronik yang dapat digunakan oleh nasabah untuk melakukan transaksi perbankan tertentu.” Seingat saya, kepanjangan ini sudah banyak digunakan di media massa ketika saya SMP, alias sekitar tahun 1997.
2. MRT, LRT, dan BRT
MRT adalah singkatan dari Mass Rapid Transit, sebuah istilah yang sudah lumayan baku di dunia transportasi modern. Namun, sejak tahun 2018, Badan Bahasa mendorong penggunaan padanan istilahnya yaitu Moda Raya Terpadu. Dalam artikel resmi Badan Bahasa disebutkan bahwa “Menurut Maryanto, pengindonesiaan MRT menjadi Moda Raya Terpadu seperti halnya ATM menjadi Anjungan Tunai Mandiri. Hal ini tidak mengubah singkatan dan konsepnya pun dekat dengan yang dimaksud.”

Kartu MRT Jakarta
Demikian pula dengan LRT yang mendapat kepanjangan Lintas Rel Terpadu, dari semula Light Rail Transit ataupun Light Rapid Transit. Laporan Kinerja BPTJ (Kementerian Perhubungan) tahun 2024 termasuk yang menggunakan kepanjangannya dalam bahasa Indonesia. Adapun BRT memiliki kepanjangan Bus Rapid Transit dan Bus Raya Terpadu.
3. PDP
Kesamaan singkatan PDP ini baru tadi pagi saya ketahui dari informasi seorang teman. Di dunia internasional, istilah yang digunakan sebagai kepanjangan PDP adalah Personal Data Protection, sedangkan bahasa Indonesianya adalah Pelindungan Data Pribadi. Hasil pencarian saya menunjukkan bahwa versi Indonesia ini agaknya mulai populer sejak disahkannya Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi. Penggunaan kata “pribadi” alih-alih “personal” memberikan kesan yang lebih manusiawi dan dekat dengan konteks sosial budaya kita. Jadi, hukum tidak hanya melindungi data digital, tetapi juga sisi pribadi dari kehidupan masyarakat.
4. www
Kepanjangan dalam bahasa Indonesia untuk www terus terang membuat saya mengerutkan dahi: waring wera wanua. Kepanjangan aslinya adalah world wide web. Kalau secara terpisah, dalam KBBI tertera bahwa arti dari waring adalah sirib (alat untuk menangkao ikan dengan alas terbuat dari jaring) yang ukuran mata jaringnya lebih kecil, biasa digunakan untuk menangkap benih ukuran banyak. Karena ada jaring-jaringnya, jadi mendekati istilah web. Wera adalah istilah dalam bahasa Jawa yang berarti lebar; lapang; atau luas. Agaknya untuk menggantikan wide, ya. Sedangkan wanua berasal dari kata dalam bahasa Bugis yang bermakna daerah teritorial yang terdiri atas beberapa kampung.
Sengotot-ngototnya saya menggunakan bahasa Indonesia (teman-teman kantor sudah hapal soal ini), kok rasanya tetap agak janggal. Yah, mungkin hanya soal kebiasaan saja, ya. Barangkali seiring waktu nanti, istilah ini pun akan menjadi lebih familiar.
5. TVA
Ada yang mengikuti serial Marvel Loki? Yang nonton pasti tidak asing dengan TVA alias Time Variants Authority, yang bertugas menjaga alur waktu dan tak segan menghukum mereka yang mengacaukan urutan peristiwa yang seharusnya terjadi. Saya termasuk yang menggemari seri ini. Akan tetapi, karena menggunakan pilihan suara aslinya, ternyata saya melewatkan sesuatu.

Loki dengan seragam tahanan TVA
Februari kemarin, user Thread @bytcsx mengungkapkan bahwa dalam versi sulih suara bahasa Indonesia, TVA dijabarkan sebagai Tatanan Variasi Alur. Hmm, masih cukup nyambung, sih. Cuplikan videonya bisa disimak di sini: https://www.threads.com/@bytcsx/post/DFuimjTxBhs. Namun, versi teksnya justru menampilkan terjemahan Otoritas Varian Waktu (OVW).
Komentar dari akun @bunny.intan di utas tersebut menyatakan bahwa ternyata hypertext transfer protocol diterjemahkan menjadi hantar tulisan dan tampilan publik agar tetap menghasilkan singkatan http. Untuk yang ini saya masih belum menemukan rujukan lainnya, jadi akan saya perbarui tulisan ini jika sudah ada informasi yang lebih baru.
6. PM
Singkatan ini mungkin salah satu yang sudah populer dan tidak aneh digunakan, ya. PM dalam konteks ini merupakan singkatan dari Perdana Menteri, yang dalam bahasa Inggris diistilahkan sebagai Prime Minister.
7. CSW
Untuk memperingati Hari Penerjemahan Internasional tanggal 30 September, akun @wikimediaid membuat unggahan yang menyebutkan beberapa contoh penerjemahan dengan mempertahankan singkatan asli. Selain yang sudah saya sebutkan di atas, ternyata ada juga CSW. Kali ini bukan dari bahasa Inggris, melainkan bahasa Belanda. Nama aslinya adalah Centrale Stitching Wederopbouw. Informasi dari akun @gilbertagung86 yang ikut berkomentar dalam unggahan ini dengan tambahan dari Wikipedia, CSW yang merupakan sebuah perusahaan kontraktor yang digandeng pemerintah untuk memulai pembangunan Kebayoran Baru tahun 1948. Namanya diindonesiakan menjadi Cakra Selaras Wahana.

Halte CSW (Rantemario via Wikimedia Commons)
Masyarakat kemudian menyebut nama daerah tempat kantor CSW berada sebagai daerah CSW. Saya sendiri mengenal nama ini setelah dijadikan sebagai nama halte untuk beberapa moda transportasi umum di Jakarta yaitu Transjakarta dan terhubung juga dengan MRT Jakarta.
Ada yang punya contoh lainnya? Yuk, tuliskan di kolom komentar. Ceritakan juga, menurut kamu penerjemahan dengan cara seperti ini jadinya “maksa” atau kreatif?

Makasih artikelnya. Baca ini jadi tahu padanan kata dari singkatan tertentu. Soalnya kadang tahunnya yang versi Indonesianya aja. Jadi mau tahu juga singkatan lain yang mungkin kita gunakan sehari-hari
keren banget ya yang menjadikan singkatan bahasa inggris trus bisa dipadankan dengan bahasa indonesia kayak atm, lrt dan yang lainnya gitu. tapi kalau yang www kayaknya memang belum ada ya, mbak padanan singkatan bahasa indonesia yang pasnya
Kalau menurut aku, ini kreatif banget. Soalnya Pak Ivan Lanin sering bahas terkait hal-hal seperti ini. Memudahkan meski ada beberapa yang memang agak maksa juga sih hehehe. But, gapapalah ya. Selama itu tujuannya positif kita tetap apresiasi saja.
ATM sih yang aku salut, jadi lebih mengedepankan kemandirian kalau versi singkatan bahasa Indonesianya.
Selama ini aku ga pernah notice nih perbedaan artinya dalam bahasa Inggris maupun bahasa Indonesia, jadi paham sekarang. KAlau yang www itu sepertinya maksa banget ya, berasa kurang pas aja. Sedangkan untuk yang lain masih oke la
Banyak banget yang aku baru tau ternyata ada padanan bahasa Indonesia-nya yaa..
Kalau di Sunda, singkatan-singkatan itu memang sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Tapi ini singkatan dalam versi bahasa Indonesia untuk dipahami bahwa ternyataa.. bisa loo.. meski terkadang terdengar aga asing yaa..