Ulasan Buku Tentang Anak

Meskipun anak-anak sudah beranjak besar, tetapi saya masih sering membelikan board book untuk mereka. Apalagi kalau temanya menarik untuk dibahas (dan kadang-kadang sesederhana karena ilustrasinya menarik). Namun memang lama-lama saya agak pilih-pilih. Bagaimana pun, harga buku yang bahannya tebal seperti ini cenderung lebih mahal. Ruangan kami di rumah pun terbatas, Jadi tetap harus ada prioritas.

Buku Tentang Anak

Buku Tentang Anak

Saat muncul berita bahwa ada board book baru dengan tajuk seri Sikap Baik yang diluncurkan pada Desember 2020, saya juga masih pikir-pikir dulu untuk membeli. Temanya sekilas sudah sering diangkat, yaitu tentang kata-kata ajaib. Namun, suasana pandemi memang membuat saya jadi memerlukan amunisi bacaan yang lebih banyak untuk anak-anak yang jadi tidak bisa pergi ke mana-mana. Apalagi saya membaca bahwa buku dari Tentang Anak ini diramu oleh dokter spesialis anak dan pakar lainnya seperti psikolog anak, penggiat Montessori, praktisi anak usia dini, dan penulis buku anak.

Dokter anak yang dimaksud di sini adalah dr. Mesty Arietadjo, Sp.A. Dokter anak dengan nama asli Dwi Lestari Pramesti Ariotedjo ini merupakan lulusan FKUI dan telah menyelesaikan pula pendidikan Master of Public Health dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health. Tentang Anak dibangun oleh dr. Mesty sebagai wadah edukasi dan informasi tentang kesehatan dan tumbuh kembang anak. Selain menyediakan platform untuk belajar dan memantau kesehatan bayi, ibu, dan anak, Tentang Anak kemudian juga memiliki sarana untuk belanja dan bahkan membuat produk-produk sendiri seperti board book yang sudah saya sebutkan tadi.

Jadilah mulai tahun 2021 saya membeli buku-buku Tentang Anak yang terus bertambah judulnya. Apalagi sering ada promo potongan harga atau belanja berhadiah, jadi satu-persatu judul yang saya miliki pun lengkap. Review board book Tentang Anak yang sudah ada saya cicil jadikan satu di sini, ya.

Menjadi Kakak

Buku Menjadi Kakak ini menurutku bukan hanya bermanfaat buat anak yang akan atau baru menjadi kakak, tetapi juga buat ortunya. Kadang, kesibukan mempersiapkan kehadiran bayi bikin ortu “lupa” pada kakak. Atau kalaupun menjelang hari-H oetu sudah berusaha membekali Kakak dengan pengetahuan dan pesan-pesan, tetapi setelah adik ada di rumah semua perhatian tercurah ke bayi.

Buku ini bisa membantu mengingatkan kembali orang tua tentang apa saja yang bisa dilakukan untuk membesarkan hati Kakak. Sebab Kakak perlu diyakinkan bahwa ia tetap disayang dan diperhatikan. Ilustrasi yang menarik bisa membantu orang tua mengekspresikan isi cerita, termasuk mengobrolkan detail menarik seperti keberadaan gambar kucing di beberapa halaman. Contoh-contoh nyata seperti bicara perlahan saat adik tidur bisa disampaikan dengan jenaka, juga bahwa Kakak bisa diberi kepercayaan membantu orang tua agar ia makin bangga sebagai anak besar.

Terima Kasih

Buku Tentang Anak Terima Kasih

Buku Tentang Anak Terima Kasih

Dari format dan tampilannya, board book ini sebenarnya ditujukan lebih untuk anak balita. Namun, untuk anak yang lebih besar pun, ternyata buku ini masih sangat bermanfaat. Apalagi dengan makin banyaknya kegiatan anak-anak di luar rumah, yang membuat kesempatan bertemu dengan banyak orang dari berbagai latar belakang dan nilai keluarga. Tak selalu anak bertemu dengan orang lain yang juga mudah mengucapkan terima kasih, sehingga nilai ini perlu terus kita ingatkan kembali agar tak tergerus oleh pergaulan. Atau karena situasi yang sudah dianggap taken for granted, sehingga kata-kata ajaib seperti Terima Kasih yang menjadi judul buku ini pun bisa terlupakan.

Buku ini menjadi penguat agar kebiasaan baik pengucapan terima kasih tetap dijalankan meski mungkin tidak semua orang yang ditemui di kegiatan sehari-hari melakukannya. Contoh-contoh yang diceritakan pun mencakup pula hal sederhana yang mungkin kita sebagai orang tua kadang luput mengucap terima kasih karena menganggap sudah biasa, jadi sekaligus sebagai reminder untuk kita. 

Flash Card Apa Yang Aku Rasa

 

Awareness tentang emosi anak makin meningkat, sehingga kian banyak juga produk yang membantu orang tua untuk mengenalkan soal emosi ini dan bagaimana memvalidasi serta membimbing anak dalam menghadapinya. Sebelum ini kami sudah punya beberapa produk yang lebih dulu terbit, dari buku sampai board game emosi anak. Produk Flash Card Apa Yang Aku Rasa dari Tentang Anak ini menjadi media pengenalan yang cocok untuk anak usia dini, sekaligus bahan diskusi yang menarik dengan anak yang lebih besar.

Ukurannya pas dengan bahan yang juga bagus, sehingga akan lebih awet dan mudah dipahami oleh anak. Warna-warninya cantik tanpa perlu terlalu mencolok sehingga tidak berisiko overstimulasi. Gambar ilustrasinya pun imut dan elegan, bisa sekaligus dijadikan contoh untuk anak yang belajar menggambar. Jadi, dari satu set kartu flash card ini saja, sudah banyak manfaat yang bisa diperoleh. 

Senang

Buku Tentang Anak Senang

Buku Tentang Anak Senang

Membuka buku ini rasanya seperti membaca gratitude journal versi anak. Sajian di halaman demi halamannya menghangatkan hati dan mengingatkan kita bahwa banyak hal di sekitar kita yang terkesan sepele padahal patut disyukuri. Bagi orang tua buku ini juga jadi pengingat bahwa menyenangkan anak-anak nggak perlu menunggu nanti-nanti ketika sempat. Bagian akhirnya memudahkan diskusi dengan anak yang semoga juga menjadi kebiasaan rutin: apa hal yang bikin kamu senang hari ini? Tapi entah kenapa buku yang ini kok lembarannya mudah mengelupas ya, padahal baru sebulan belinya. Sementara buku Tentang Anak lainnya yang sudah saya punya bagus-bagus saja, termasuk yang dibeli tahun 2021 waktu baru ada di marketplace (belum ada aplikasi Tentang Anak).

Sehari Bersamaku

Buku Anak Sehari Bersamaku

Buku Anak Sehari Bersamaku

Mengenalkan rutinitas anak sejak bayi dapat membantu menjaga ritme aktivitas keluarga pula, sekaligus membangun kebiasaan-kebiasaan baik. Buku Sehari Bersamaku dari Tentang Anak mengajak pembaca mengikuti kegiatan tokoh Gallandaru (diambil dari nama putra dr. Mesty) seharian penuh. Saya sendiri merasakan bahwa membaca buku seperti ini bersama anak bisa membuat anak “terinspirasi” dan tertarik mengikuti. Belum tentu konsisten memang dalam praktiknya, tapi minimal memberikan gambaran bahwa ada loh rutinitas seperti ini, dan keteraturan itu bukan berarti tidak menyenangkan.

Seru melihat Gallandaru digambarkan bermain di atas rumput dan berkeliling di luar rumah. Jadi, rutinitas yang disajikan tak melulu urutan bangun-mandi-makan-tidur-ulangi. Ada juga sentilan tipis-tipis buat ortu: kata Gallandaru, Ayah dan Ibu tak pernah memaksa kalau ia sedang tak ingin makan. Gaya tokoh Ayah membacakan buku juga bisa ditiru, dengan menirukan suara hewan dan sesekali menyelipkan tebak-tebakan. 

Marah

Buku Tentang Anak Marah

Buku Tentang Anak Marah

Siapa yang belum pernah marah? Board book Marah dari Tentang Anak ini membantu kita untuk menjelaskan kepada anak bahwa marah itu manusiawi, tetapi perlu dikelola dengan baik agar tidak menyakiti diri sendiri maupun orang lain. Gambaran perasaan marah juga disajikan di sini, untuk mempermudah menyampaikan bahwa memang seperti itulah rasanya, rasanya seolah ada gunung yang mau meletus, jantung kita berdebar lebih kencang, dan muka menjadi merah.

Lalu, apa yang perlu kita lakukan ketika marah? Ilustrasi buku ini memberikan asosiasi visual yang mudah diingat dan semoga dapat diterapkan kali berikutnya anak merasa marah. Tentu, kita sebagai orang tua juga perlu menjadi teladan dalam hal ini.

Maaf

Buku Tentang Anak Maaf

Buku Tentang Anak Maaf

Kata maaf itu sepertinya ringan saja, hanya terdiri atas empat huruf. Namun, diperlukan tekad yang kuat untuk mengucapkannya dengan tulus. Ya, karena kadang ego kita masih menggoda bahwa toh kita tidak sengaja, toh dampaknya tidak besar, atau toh menganggap diri kita punya posisi “lebih tinggi” (misalnya dari orangtua ke anak).

Buku Maaf dari Tentang Anak ini bukan cuma mengenalkan perlunya minta maaf, melainkan juga menyajikan hal-hal yang perlu mengikutinya. Misalnya, kalau kesalahan itu adalah karena keteledoran anak, tentu anak juga perlu lebih berhati-hati pada kesempatan berikutnya. Jika ada “kekacauan” atas kesalahan itu, anak bisa membantu membereskan sesuai dengan kemampuannya. Dan tak kalah penting, buku ini menutup rangkaian kisahnya dengan: aku merasa lebih baik setelah minta maaf. Sebab lewat minta maaf itulah, anak belajar tentang kebesaran hati.

Berbagi

Buku Tentang Anak Berbagi

Buku Tentang Anak Berbagi

Suka banget sama penutup buku ini, bahwa berbagi pun membuat hati kita senang. Dalam buku Berbagi ini juga diberikan gambaran apa saja yang bisa dibagi dan skema apa saja yang memungkinkan. Ada berbagi permanen seperti mendonasikan barang-barang milik kita, ada juga berbagi sementara seperti bergantian memainkan mainan yang sama dengan teman atau saudara.

Seperti biasa, di bagian akhir ada penjelasan untuk orang tua. Sebab, berbagi pada anak juga ada fasenya sesuai usia, dan perlu proses. Jangan sampai keinginan orangtua agar anak mau berbagi (biasanya karena kita merasa tidak enak atau ada komentar dari orang lain) malah berujung paksaan yang bisa melukai hati anak.

Aku Coba Makanan Baru

Buku Tentang Anak Aku Coba Makanan Baru

Buku Tentang Anak Aku Coba Makanan Baru

Kadang kita mikirnya “makanan baru” itu sesuatu yang fancy atau makanan yang asalnya non-lokal. Namun, sebetulnya bahan pangan yang kita anggap biasa pun bisa jadi sesuatu yang asing bagi anak. Mungkin karena selama ini memang anak belum sempat kita kenalkan dengan bahan makanan tersebut, atau di daerah tempat tinggal kita sekarang makanan ini sulit ditemui padahal sebetulnya merupakan favorit kita saat masih kecil. Atau karena kita sendiri tidak suka pada makanan ini sehingga tidak pernah menyediakannya di rumah?

Buku “Aku Coba Makanan Baru” ini mencontohkan ikan goreng dan jeruk bali sebagai makanan baru bagi tokoh anak dalam cerita. Saya jadi ingat pernah membaca penjelasan beberapa dokter bahwa jangan pernah berkesimpulan anak tidak suka suatu makanan kalau belum minimal 14 kali dicobakan pada kesempatan berbeda. Sebab ada banyak faktor yang bisa berpengaruh terhadap selera anak pada suatu waktu. Buku ini memberikan gambaran bahwa anak pun perlu proses dan kesempatan untuk mengenali dan menyukai suatu makanan, sedangkan orang tua perlu sabar dalam membuka pintu kesempatan dan membersamai anak menjalani proses tersebut. Oh ya, ada juga pengingat di buku ini bahwa setiap orang pada akhirnya bisa (dan boleh) kok punya selera yang berbeda terhadap makanan.

8 thoughts on “Ulasan Buku Tentang Anak

  1. Salah satu cara mengajari anak paling efektif menurutku ya melalui buku. Aku baru ngeh Kak meski buku anak itu terlihat sepele dan sederhana tapi secara konsep dan tujuan ternyata sudah diperhitungkan matang-matang bahkan dibuat bukan oleh sembarangan orang. Thank u banget rekomendasi2 bukunya dan informasi2nya Kak 🙂

  2. buku yang menarik sih ini mba, membantu anak-anak untuk mengenal jenis makanan yang lain yang biasa ia makan jadi anak-anak berani buat mencoba hal baru terutama mencicipi makanan

    • wah banyak juga ya judul dalam say artinya, aku tertarik dengan yang coba makanan baru masih jarang nih buku anak temanya seperti ini…

  3. Kadang saya sepakat kalau parenting itu objeknya bukan si anak tapi ortunya sendiri. Buku-buku seperti ini jadi ngebantu orang tua juga dalam memahami tumbuh kembang anak. Sangat grounded tema-temanya.

  4. MasyaaAllah lucu banget bukunya dari ilustrasi sampul aja udah bikin penasaran, pengen pegang sendiri. Aku juga tipe orang tua yang suka belikan anak boarbook. Karena anakku emang masih balita menurutku paling cocok dan efektif pakai boardbook. Walaupun anak belum bisa baca, tapi bisa belajar membiasakan diri buat baca sejak dini.

  5. MasyaaAllah lucu banget bukunya dari ilustrasi sampul aja udah bikin penasaran, pengen pegang sendiri. Aku juga tipe orang tua yang suka belikan anak boarbook. Karena anakku emang masih balita menurutku paling cocok dan efektif pakai boardbook. Walaupun anak belum bisa baca, tapi bisa belajar membiasakan diri buat baca sejak dini.

  6. buku bbukunya ini mengajarkan berbagai jenis emosi ke anak ya mbak

    buku jadi media terbaik untuk mengajarkan hal hal baik pada anak ya

  7. Menarik banget tema-tema bukunya ya.. Bisa baca bareng anak sambil diselipin hal-hal positifnya.. Aku juga walaupun anak-anak udah gede, kadang suka beli board book juga mba. Biasanya tertarik sama gambar dan temanya.. Nah, dokter Mesty juga aku follow di IG, penjelasannya enak banget.. 🙂

Leave a comment