Wangi Minyak Kayu Putih dengan Aroma Elegan, Bisa untuk Terapi di Rumah Sendiri!

Bulan-bulan ini sedang banyak kenalan yang baru dikaruniai bayi. Saya biasanya akan mengirimkan kado sebagai tanda turut berbahagia. Kado apa yang cocok untuk bayi teman kantor atau teman lama? Bisa macam-macam sih, dari mainan, baju, buku bantal atau buku kain untuk bayi, sampai baju menyusui atau perlengkapan #MengASIhi lainnya untuk ibunya. Kalau memungkinkan, terutama dari segi ekspedisi (mengingat kawan-kawan saya tersebar di berbagai daerah), saya juga akan menambahkan keperluan bayi seperti minyak telon.

Kenapa minyak telon? Karena minyak telon ini memang sudah identik dengan tradisi keluarga Indonesia untuk diberikan kepada bayi. Saya pribadi meski sudah punya dua anak, masih menyukai harum minyak telon. Bahkan saya sempat tidak menyukai minyak kayu putih dan memilih memakai minyak telon karena beberapa kejadian dalam hidup saya. Tapi, itu dulu … 

Minyak Kayu Putih, Sahabat Saya Sejak Dulu

Flashback ke masa sekolah, saya dan minyak kayu putih itu ibarat punya love-hate relationship.

“Setiap Ibu masuk ke kelas ini, kok rasanya seperti ada bayi di sini, ya?”

Komentar dari Ibu Guru Matematika ini sontak membuat beberapa teman melirik ke arah saya, meski tak sampai terang-terangan menyebut nama. Mereka tahu, sayalah yang menjadi penyebabnya.

Saat itu saya duduk di kelas 2 SMP. Sebelum memasuki fase gemar memakai wewangian seperti body mist atau splash cologne khas remaja, saya lebih suka memadukan bedak tubuh dan minyak kayu putih untuk pergi ke sekolah sehari-hari. Pencernaan yang suka bermasalah menjadi alasan saya menambahkan minyak untuk area perut agar tetap hangat, di samping memakai bedak agar badan tetap nyaman meski berkeringat. Kombinasi ini rupanya menghasilkan wangi khas bayi yang mudah dikenali.

Tahun demi tahun berlalu, saya mulai melepaskan kebiasaan itu. Lama-lama, minyak kayu putih justru punya asosiasi kurang menyenangkan untuk hidung saya. Dulu saya jarang bepergian jarak jauh. Perjalanan antarkota saya semasa sekolah biasanya identik dengan study tour (atau istilah anak sekarang outing, ya) bersama teman-teman sekolah. Di kendaraan ada saja murid yang mengalami motion sickness atau mabuk perjalanan. Bau bahan bakar (atau bau bus?) bercampur dengan aroma minyak kayu putih yang dimaksudkan untuk menyamankan teman yang sedang mual, cukup membuat saya ikutan pusing.

Sedia Minyak Kayu Putih Habbie untuk atasi perut kembung

Sedia Minyak Kayu Putih Habbie untuk atasi perut kembung dan mual

Makanya ketika anak-anak bayi hingga usia prasekolah pun, saya bertahan memakaikan minyak telon saja, alih-alih minyak kayu putih yang kerapkali disarankan untuk anak yang sudah lebih besar (ketika minyak telon dianggap sudah “kurang nendang” kehangatannya). Aroma minyak telon yang sesuai dengan namanya merupakan perpaduan dari tiga (bahasa Jawa: telu) minyak yaitu minyak kayu putih, minyak kelapa, dan minyak adas, memunculkan harum yang bisa saya toleransi.

Minyak Telon Aroma Teh yang Khas

Pada masa pandemi kemarin, sebuah postingan di media sosial menarik perhatian saya. Ada merek minyak telon yang baru, dengan tambahan aroma yang langsung membuat saya penasaran. Habbie nama brand-nya. Bukan minyak telon Habibie ya, walaupun kadang saya baca ada juga yang salah ketik saat merekomendasikan minyak telon ini di grup-grup. Katanya, minyak ini punya wangi dari aneka jenis teh. Sebagai penggemar teh, saya pun ingin mencoba.

Minyak Telon Habbie kemasan lama dan baru

Minyak Telon Habbie kemasan lama dan baru

Setelah saya baca-baca, merek ini ternyata berasal dari Yogyakarta. Tepatnya diproduksi oleh PT Habbie Bangun Aromatic. Produk Habbie dibuat sebagai kolaborasi dari ahli obat tradisional untuk minyak telonnya dan ahli aromatik untuk sisi modernnya. Ada juga tambahan minyak bunga lavender sebagai anti-nyamuk, dan daun bidara yang dikenal sebagai salah satu sarana ruqyah.

Saat mengecek variannya sebelum check out di marketplace, saya sempat galau menentukan pilihan. Betapa tidak, ada 15 varian aroma untuk tea series sendiri yang juga mengandung olive oil alias minyak zaitun. Ada jasmine tea dari Indonesia, fresh tea dari Brasil, matcha, green tea honey, dan sencha tea dari Jepang, white tea dari Tiongkok, black tea dari Thailand, oolong tea dari Taiwan, pu-erh tea dari Mongolia, yellow tea dari Korea, tea tree dari Australia, bouquet tea dari Perancis, Darjeeling tea dari India, earl grey tea dari Inggris, dan Masala tea dari Bangladesh.

Di samping itu, masih ada pula 15 varian minyak telon Habbie aroma lainnya untuk flower series yang semuanya diperkaya dengan argan oil, minyak dari inti buah pohon argan. Selengkapnya terdiri atas anggrek bulan dari Indonesia, magnolia dari Thailand, peony dari China, tulip dari Turki, lotus dari India, petunia dari Peru, sakura dari Jepang, kaktus dari Maroko, pansy dari Perancis, fuchsia dari Karibia, mawar dari Filipina, lili dari Belanda, geranium dari Afrika Selatan, gardenia dari Hawaii, dan lemon flower dari Himalaya.

Minyak Telon Habbie kemasan lama

Minyak Telon Habbie kemasan lama

 

Akhirnya saya membeli 8 varian sekaligus, yang didominasi tea series. Belakangan saya baru tahu bahwa Telon Habbie sudah tercatat di Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai minyak telon dengan varian aroma terbanyak.

Begitu produknya sampai di rumah, wah, saya terkesan sekali dengan harumnya. Elegan dan awet. Berharap ada produk minyak kayu putih dari Habbie juga, karena memang kalau soal kehangatan lebih terasa untuk orang dewasa seperti saya. Tak disangka, ternyata kemudian Habbie memang meluncurkan produk minyak kayu putih juga. Ini yang jadi andalan andalan sekarang, khususnya kalau kami mudik dan sehabis anak-anak berenang yang mereka rutin lakukan sepekan dua kali.

Minyak Kayu Putih Habbie untuk kehangatan setelah berenang

Minyak Kayu Putih Habbie untuk kehangatan setelah berenang

Sedikit berbeda dengan seri minyak telon, kalau minyak kayu putih aromatik (aromatic cajuput oil) Habbie terdiri atas dua series aroma, yaitu saffron dan vanilla. Kandungannya 97 persen cajuput oil dan 3 persen oleum saffron atau oleum vanilla. Masing-masing seri memiliki 6 varian aroma, jadi total ada 12 keharuman yang bisa dipilih. Bukan wangi teh memang, tapi karena sudah kadung jatuh hati dengan produk sebelumnya yang tahan lama, saya pun tetap mencoba.

Minyak Kayu Putih yang Bikin Jatuh Cinta

Minyak kayu putih Habbie punya jenis Negin saffron, Iran saffron, Turkish saffron, Spanish saffron, Afghan saffron, Kashmir saffron, Madagascar vanilla, Indonesian vanilla, Turkish vanilla, Mexican vanilla, China vanilla, dan American vanilla. Masing-masing memiliki keunikan tersendiri.

Minyak Telon Habbie dan Minyak Kayu Putih Habbie

Bawa Minyak Telon Habbie dan Minyak Kayu Putih Habbie ke mana saja

Berbagai aroma produk minyak telon maupun minyak kayu putih dari Habbie tentu bukan sembarangan dipilih. Sudah banyak yang mengulas manfaat penggunaan wewangian sebagai bagian dari terapi, alias aromaterapi.

Saya ingat, zaman masih menyusui anak-anak dulu, ada teman yang sempat mengirimkan artikel mengenai betapa aroma pun dapat berpengaruh pada banyak aspek kehidupan. Khususnya untuk ibu hamil dan menyusui, ada aroma-aroma tertentu yang sebaiknya dihindari karena dikhawatirkan dapat memicu kontraksi ataupun menekan produksi ASI. Sebaliknya, ada wewangian tertentu yang dipercaya bisa membuat ibu lebih rileks dan dengan begitu ASI pun makin lancar. Jika bayi sudah memasuki masa MPASI, ada pula herbal tertentu yang lewat aromanya saja dianggap sudah dapat membantu meningkatkan nafsu makan anak seperti sereh.

Minyak Kayu Putih Bantu Sukses Menyusui

Masa-masa menyusui memang penuh kenangan, baik yang manis maupun yang cukup menguras tenaga dan emosi. Apalagi sebagai ibu bekerja, rasanya juggling di antara berbagai peran itu cukup melelahkan. Otot tegang karena kadang salah posisi saat menyusui atau pumping sering terjadi, apalagi olahraga pun hampir tak sempat lagi. Pijat menjadi salah satu sarana melepas lelah bagi saya, meski terkadang kurang cocok dengan bau minyak pilihan mbok pijat yang jadi langganan di lingkungan rumah kami.

Apalagi minyak telon Habbie mengandung bahan-bahan alami (meskipun, sebagaimana tertulis di labelnya, tetap perlu berhati-hati untuk kulit yang sensitif). Saya ambil contoh komposisi dari varian Minyak Telon Habbie Petunia, komposisinya adalah 30 persen Oleum Cocos nucifera (minyak kelapa), 45 persen Oleum Cajuputi (minyak kayu putih), 3 persen Oleum Anisi, 3 persen Oleum Lavendulae (minyak bunga lavender), 3 persen Oleum Ziziphus mauritiana folium (minyak daun bidara), 2 persen Oleum Argania spinosa (minyak argan), dan 14 persen Oleum Petunia (minyak bunga petunia).

Sedangkan di kemasan Minyak Telon Habbie tertulis ingredients: 46 persen Oleum Cocos nucifera (minyak kelapa), 40 persen Oleum Cajuputi (minyak kayu putih), 2 persen Oleum Anisi, 2 persen Oleum Lavendulae (minyak bunga lavender), 0,5 persen Oleum Ziziphus mauritiana folium (minyak daun bidara), 0,5 persen Oleum Olea europea fructus (minyak zaitun), dan 9 persen Oleum Yellow tea (minyak teh kuning). Produk-produk Habbie ini sudah terdaftar di Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia sebagai Obat Tradisional dengan awalan kode registrasi TR. 

Ingredients Minyak Telon Habbie

Ingredients Minyak Telon Habbie

Seandainya dulu sudah ada minyak kayu putih Habbie tentu saya bisa mengajukan minyak ini untuk dipakai oleh mbok pijat, karena aromanya memang bikin nyaman. Ada yang membuat hati dan pikiran rileks, ada juga yang bikin fresh dan siap menghadapi tantangan baru. Itulah alasan saya memasukkan juga minyak kayu putih dalam paket hadiah. Meski untuk bayi biasanya orang tua akan cenderung memakaikan minyak telon, tetapi minyak kayu putih bisa bermanfaat untuk orang dewasa yang ada di rumah, khususnya ibu dari bayi.

Minyak Telon Pererat Bonding Ibu dan Bayi

Ya, ibu dari bayi juga perlu perhatian, bukan? Dipijat dengan minyak kayu putih aromatik Habbie yang wanginya khas akan membantu ibu lebih santai, yang akhirnya juga dapat berpengaruh signifikan pada proses menyusui. Berkali-kali saya membaca saran dari para pakarnya, bahwa ASI lancar itu sesungguhnya bergantung pada kebutuhan bayi dan mindset ibu, selama tidak ada masalah kesehatan yang berat.

Jadi, sebelum struggle mencari ASI booster yang cocok ke sana kemari, yang paling awal perlu dilakukan adalah mencari akar masalah dan berusaha agar tidak stres meski pasti tetap ada perasaan deg-degan saat ASI terasa seret. Termasuk dengan membuat ibu lebih happy, salah satunya lewat pijat oksitosin di bagian bahu ibu agar lebih rileks. Pijat untuk menstimulasi hormon oksitosin atau hormon kebahagiaan yang dapat memancing kelancaran ASI ini dapat dilakukan sendiri oleh suami di rumah. Pemakaian minyak yang tepat seperti Minyak Kayu Putih Habbie akan memperlancar sesi pijat ini.

Pendekatan kontak skin to skin juga merupakan salah satu tips yang dapat dicoba. Selain mengeratkan kasih sayang antara ibu dan bayi, sentuhan seperti pijat bayi oleh ibu sendiri juga dapat menjadi “terapi”. Pijatnya sendiri dapat disesuaikan dengan keperluan, misalnya pijat ILU dengan menggerakkan tangan membentuk huruf I, L terbalik, dan U secara lembut di perut bayi agar pencernaannya lebih lancar dan membantu mengeluarkan angin berlebih yang terkadang terperangkap di dalam. Sebab, perut kembung apalagi kolik dapat memengaruhi selera bayi untuk menyusu ataupun makan. Pasti tidak nyaman, kan, makan atau minum dalam kondisi perut sakit, sampai-sampai ada bayi yang seperti tidak mau disusui saking tidak nyamannya.

Kehangatan kasih sayang ibu berpadu dengan kehangatan minyak telon Habbie menjadi sentuhan yang menambah kepercayaan bayi pada dunia yang belum lama dikenalnya. Sesuai dengan slogan Habbie, delivering love, passion, and kindness through aromatic by nature all around the world. Bayi nyaman, ibu merasa aman, ASI pun lancar sesuai dengan kebutuhan.

10 thoughts on “Wangi Minyak Kayu Putih dengan Aroma Elegan, Bisa untuk Terapi di Rumah Sendiri!

  1. Ibu gurunya lucu, haha.. Saya sampe sekarang juga masih suka pake minyak telon / kayu putih kalo lagi ga enak badan, karena memang hangatnya beda loh, Mbak.

    Minyak Telon Habbie ini praktis deh dibawa kemana². Pengen nyobain ah. Makasih Mbak Leila..

  2. MasyaAllah ternyata dari Jogja ya, aku yg orang Jogja baru tau. Hehe. Aku masih punya bayik nih, meski anak kedua, tapi aku masih suka survey minyak telon/kayu putih buat anakku.. Karena bagiku emang sepenting itu memberikan yang terbaik untuk anak, agak bayiku merasa nyaman dan happy.

  3. Salah satu wewangian yang saya suka dari bayi tuh, minyak telon. Aromanya ituuuu ngangenin bayik banget.

    Saya baru ngeh nih dengan minyak kayu putih dan telon Habbie. Wajib banget nih cobain, apalagi kalau lagi punya bayi kan

  4. Minyak kayu putih adalah salah satu produk perawatan wajib buat anak anak
    Asik juga klo ada yang wanginya enak seperti ini

  5. Kebetulan aku juga punya minyak kayu putihnya. Yang roll on enak banget karena jadi ngga belepotan di tangan kalo mau pakai minyak kayu putih. Baru kali ini tau ada minyak kayu putih ada aromaterapi nya

  6. Jadi teringat sendiri dulu tuh jarang banget pakai minyak telon tapi sekarang nggak bisa jauh Karena sekarang cepat kali masuk angin padahal nggak keluar malam tetap masuk angin merasa jadi jompo gitu rasanya.

  7. ternyata pilihan wanginya banyak juga ya..jujur saya jadi penasaran pengen coba. Saya juga termasuk pengguna setia kayu putih nih. nti saya kepoin ah socmed minyak kayu putih Habbie ini

  8. Wah, saya suka banget sama aroma minyak kayu putih. Terlebih jika dibalurkan ke bayi. Aroma khas bayi dan minyak kayu putih itu seperti aromaterapi paling menenangkan.

Leave a reply to kyndaerim Cancel reply