Hari ini beberapa grup yang saya ikuti diramaikan dengan bahasan pemberitaan seorang perempuan. Semula ada kabar kalau ia hamil, kemudian yang bersangkutan mengklarifikasi bahwa ia tidak hamil. Menurutnya, ada obat hormonal yang ia konsumsi sehingga memengaruhi hasil uji kehamilan mandiri yang ia lakukan. Obat hormonal ini katanya dikonsumsi atas anjuran dokter, karena ia sempat tidak mendapatkan haid selama beberapa bulan.
Pemberitaan tersebut menjadi obrolan hangat di grup. Beberapa anggota bertanya-tanya, apa iya hasil test pack bisa positif karena pengaruh obat, meskipun sebetulnya yang bersangkutan tidak sedang hamil?

Hasil Test Pack
Foto: ptogel dari Freeimages.com
Pengalaman Mengonsumsi Obat Hormonal
Saya jadi teringat bahwa saya pun sempat mendapatkan obat hormonal dari dokter kandungan dua tahun yang lalu. Saat itu keluhan saya pun sama, beberapa kali tidak mengalami menstruasi selama dua sampai tiga bulan berturut-turut, sedangkan hasil test pack negatif. Sekalinya “dapet” langsung banyak dan berlangsung lama, bahkan sampai sebulan lebih, seolah-olah dirapel.
Waktu itu DSOG menyatakan saya mengalami ketidakseimbangan hormon, salah satunya karena kelebihan berat badan. Dijelaskan oleh dokter, obat yang diresepkan bisa membantu memancing terjadinya haid. Begitu keseluruhan obat selesai diminum sesuai dengan jumlah hari yang diinstruksikan, saya akan segera menstruasi. Namun, yang utama adalah saya harus memperbaiki pola makan, aktivitas (khususnya merutinkan olahraga), dan istirahat.
Kembali ke obrolan soal pengaruh obat ke hasil tes kehamilan, saya mencari tahu dan mendapatkan jawaban bahwa hasil positif palsu atau false positive bisa saja terjadi pada tes uji kehamilan mandiri (test pack). Misalnya karena cara penggunaan atau penyimpanan alat uji kehamilan yang salah (human error), keguguran yang amat dini, menopause, tumor, kanker, kista, serta gangguan ginjal atau saluran kemih.
Selain itu, hasil positif palsu pada test pack memang dapat terjadi akibat konsumsi obat-obatan tertentu, khususnya yang memengaruhi hormon. Ya, tes kehamilan pada umumnya bekerja dengan cara mendeteksi keberadaan hormon human chorionic gonadotropin (hCG), yang biasanya diproduksi oleh tubuh seorang perempuan yang sedang hamil.
Alat tes kehamilan akan mendeteksi hormon hCG dalam urine kita. Jika kadar hCG meningkat, baik akibat obat-obatan tertentu ataupun gangguan kesehatan, tes dapat mendeteksi kondisi ini sebagai kehamilan. Dalam kasus tertentu, tes kehamilan yang sangat sensitif juga bisa bereaksi terhadap molekul lain yang mirip dengan hCG. Jadi, jika seorang perempuan mengonsumsi obat yang mengandung atau memengaruhi hormon hCG atau hormon reproduksi lain, hal ini dapat “mengelabui” tes kehamilan dan memunculkan hasil positif yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Memeriksa hasil tes kehamilan
Foto: thinkstock_images dari Freeimages.com
Contoh Obat-obatan Yang Memengaruhi Tes Kehamilan
Berikut adalah beberapa obat dan kondisi yang dapat menimbulkan hasil positif pada tes kehamilan:
1. Obat terapi kesuburan yang mengandung hCG
Obat yang digunakan dalam terapi fertilitas kadang mengandung hCG sintetis untuk merangsang ovulasi. Obat ini dapat meningkatkan kadar hCG dalam tubuh, yang kemudian terdeteksi oleh test pack sebagai kehamilan, meskipun belum terjadi pembuahan.
2. Obat yang memengaruhi keseimbangan hormon
Obat-obatan yang mengandung hormon tertentu atau memengaruhi produksi hormon, seperti estrogen dan progesteron, bisa memicu perubahan hormonal yang mungkin memicu hasil positif test pack. Beberapa pil KB, khususnya yang berbasis hormonal kombinasi atau progesteron tinggi, tidak secara langsung menyebabkan hasil test pack jadi positif. Namun, pil KB yang seperti ini dapat memengaruhi siklus hormon yang membuat hasil tes menjadi rancu.
3. Obat untuk menangani masalah kesehatan mental
Beberapa obat untuk menangani masalah gangguan mental dalam hal ini antidepresan atau antipsikotik dapat memengaruhi sistem hormonal secara tidak langsung.
4. Obat untuk masalah tiroid
Obat untuk mengatasi masalah hormon tiroid yang rendah (hipotiroid) dapat memengaruhi metabolisme hormon secara keseluruhan. Dalam beberapa kasus, obat ini jadinya dapat berpengaruh juga terhadap tes kehamilan.
5. Obat Diuretik
Obat diuretik yang bertujuan untuk membuang kelebihan garam dan air dari dalam tubuh melalui urine sehingga memengaruhi keseimbangan cairan dalam tubuh ternyata juga dapat berdampak ke test pack. Meskipun sangat jarang terjadi, tetapi obat ini dapat menyebabkan interaksi yang memengaruhi hasil test pack.

ilustrasi obat-obatan
Foto: toadslick dari Freeimages.com
Obat Pelangsing Dapat Memengaruhi Test Pack?
Saat membaca referensi mengenai obat yang berperngaruh pada hCG dan karenanya menghasilkan false positive tes kehamilan, ada situs tepercaya yang menyebutkan bahwa ada obat untuk menurunkan berat badan yang juga bisa berpengaruh. Lebih tepatnya, obat-obatan ini sebetulnya diedarkan dengan indikasi penggunaan utama yang lain, tetapi kadang ada orang yang menggunakannya sebagai obat pelangsing. Karena tidak sesuai dengan izin penggunaan, tentunya konsumsi yang seperti ini sesungguhnya tidak tepat.
Obat-obatan ini dapat memengaruhi kadar hormon dalam tubuh, termasuk hormon yang mirip dengan hCG, atau menyebabkan perubahan pada metabolisme tubuh yang memengaruhi hasil tes kehamilan. Banyak dari obat ini yang ilegal karena efek sampingnya yang berbahaya, termasuk dampaknya terhadap sistem hormonal. Penggunaan obat-obatan seperti ini tanpa pengawasan tenaga medis yang sesuai ranahnya juga umumnya berisiko dan tidak disarankan.

Ilustrasi timbangan badan
Foto: peter_w dari Freeimages.com
Berikut adalah beberapa contoh obat pelangsing yang mungkin berpengaruh:
1. Obat pelangsing berbasis hormon atau pseudo-hormon
Beberapa obat penurunan berat badan (yang tidak sesuai dengan tujuan utama manfaat obatnya yang terdaftar di otoritas negara yang bersangkutan) mengandung zat yang dapat memengaruhi sistem hormonal secara tidak langsung. Misalnya hormon tiroid sintetis yang digunakan untuk meningkatkan metabolisme tubuh. Obat-obatan ini dapat memengaruhi keseimbangan hormon dan secara tidak langsung berpengaruh pada hasil tes kehamilan.
2. Obat yang mengandung gonadotropin (hCG atau sejenisnya)
Katanya sih, ada beberapa produk pelangsing yang secara ilegal mengandung hCG atau jenis gonadotropin lain, yang diklaim dapat mempercepat pembakaran lemak atau menekan nafsu makan. Upaya mengatasi kegemukan dengan memanfaatkan hCG ini adalah cara penurunan berat badan yang berisiko dan tidak disarankan. Food and Drug Administration (FDA) di Amerika Serikat pun sudah melarang penggunaan hCG untuk tujuan penurunan berat badan karena tidak terbukti efektivitasnya.
3. Obat pelangsing berbasis stimulan
Meskipun tidak secara langsung berpengaruh pada kadar hCG, stimulan yang ada pada beberapa obat pelangsing ilegal, seperti amfetamin atau turunan efedrin, dapat memengaruhi sistem endokrin secara tidak langsung. Contohnya adalah Sibutramine yang sudah dilarang di banyak negara karena efek sampingnya yang berbahaya, di antaranya risiko gangguan kardiovaskular berdasarkan hasil studi Sibutramine on Cardiovascular Outcomes. Termasuk oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Indonesia yang pada tahun 2010 melakukan pembatalan izin edar dan menarik seluruh produk yang mengandung Sibutramine. Juga Clenbuterol yang digunakan sebagai obat asma untuk hewan, tetapi digunakan sebagai pelangsing karena meningkatkan metabolisme.
4. Steroid anabolik
Steroid anabolik sering digunakan secara ilegal untuk meningkatkan massa otot atau menurunkan berat badan. Steroid ini dapat memengaruhi sistem hormonal, termasuk memengaruhi kadar hormon reproduksi. Steroid ini mengganggu keseimbangan hormon seperti estrogen, progesteron, dan testosteron, yang bisa mengubah kadar hormon lain, termasuk hCG.
Banyak juga yaa ternyata jenis obat yang dapat berpengaruh pada hasil positif test pack. Jadi ingat juga bahwa obat-obatan lain pun bisa menimbulkan dampak ke tes yang berbeda, seperti obat flu yang dapat membuat hasil tes narkoba positif. Maka dari itu, pastikan hanya mengonsumsi obat-obatan sesuai dengan ketentuan dan resep dari dokter. Jangan lupa simpan juga catatan yang lengkap mengenai riwayat peresepan dan penggunaannya, yaa.

Info yang bermanfaat ni, dan baru tau kalo obat obatan juga bisa mempengaruhi hasil tes pack, apalagi bisa berpengaruh sama hasil tes narkoboi, iih ngeri banget lah.
ternyata banyak banget ya yang bisa dideteksi dari urin,, jadi inget pas peb kemarin juga kedeteksinya dari teslab urin.
ternyata banyak juga ya yang bisa dideteksi dari urin. jadi inget pas peb kemarin aku juga yang diteslab urin.
hmm ternyata dampak minum obat tidak hanya mengobati sakit tertentu tetapi juga mempengaruhi hasil tes tertentu ya. Jadi harus lebih waspada ya
aku baru tau waktu lihat berita mengenai hasil testpack yang positif karena pengaruh obat, ternyata banyak juga ya jenis obat yang bisa mempengaruhi hasil testpack.
bahkan obat pelangsing juga punya pengaruh. Informasinya bener bener nambah insight aku nih
Makanya memang harus berhati-hati dalam mengkonsumsi obat. Harus tau efeknya. Lebih bagus lagi memang konsultasi ke dokter untuk obat-obatan tertentu. atau setelah menggunakan test pack, konsultasi lagi buat memastikan hasilnya/
aku cukup kaget mba leila ttg berita ini karena bener-bener baru tahu kalau ternyata penggunaan testpack hasilnya bisa positif palsu, kemarin sempet gak yakin juga tapi baca ini jadi tahu ternyata banyak sekali hal yang bisa membuat adanya false positive dari hasil testpack
Baca prolognya, langsung teringat sama perseteruan ibu selebritis dan anak remaja perempuannya yang mampir mulu di FYP.
Tapi lupakanlah mereka, informasi ini sangat bermanfaat. Ternyata pengaruh obat-obatan tertentu bisa juga mempengaruhi hasil test pack. Jadi, emang paling akurat untuk mengecek kehamilan mending ke dokter langsung ya.
Ternyata mengkonsumsi obat-obatan tertentu juga berpengaruh pada hasil test pack kehamilan secara mandiri ya. Untuk yang sedang menantikan momongan, setelah cek mandiri, untuk memastikan memang baiknya periksa ke dokter kandungan.
Wah saya jadi tercerahkan berkat artikel ini. Di luar kasus yang lagi naik daun sepertinya setiap dari kita apabila mendapat hasil test pack positif maka tidak perlu buru-buru mengambil kesimpulan, alangkah baiknya jika cek ulang ke dokter kandungan untuk memastikan lebih jelasnya. Terima kasih infonya Kak 🙂
Iya, aku pernah baca tentang obat untuk kesuburan ternyata bisa jadi obat pelangsing dan inilah yang disalahgunakan oleh orang yang ingin langsing, tapi kan takut efek samping ya
Jadi meskipun keakuratan test pack itu hampir 99,99% tapi ada banyak faktor yang dapat “mengecoh” hasil nya menjadi tidak akurat juga yah.. Makasih buat pencerahannya mba
Tapi aku pernah membaca bahwa test pack positif pun bukan hanya karena positif hamil ya. Sepertinya related dengan kejadian Loly yang di test pack positif padahal katanya bukan hamil ya. Btw, jadi nambah ilmu nih tentang test pack melalui artikel ini.
Aku baca-baca berita ini di x dan tiktok.
Banyak yang mengatakan “Buat apa tes-nya pake test pack, bukankah kalau konsumsi obat hormonal, tesnya ada spesifik untuk hormon tersebut?”
((hormon tes, bentuknya mirip test pack))
BIasanya yang menggunakan test-pack hanya untuk yang uda menikah.
Jadi pertanyaan besarnya sebenernya adalah “kenapa kudu pake test pack kalau belum pernah HB?”
Huhuhu.. maafkan.
Aku juga gapaham di bagian ini. Kecuali kalau memang ada tujuan tertentu. Lagi progmil, misalnya..
Test pack memang hanya alat bantu, ya. Untuk hasil yang lebih pasti harus cek ke dokter kandungan atau bidan. Dari tulisan ini aku juga jadi tahu kalau beberapa obat yang memmengaruhi hormon ternyata bisa mengelabuhi hasil test pack juga ya.