Tugas ketiga Writober Rumah Belajar Menulis Ibu Profesional Jakarta adalah dengan kata kunci buhul. Dalam tantangan ini disebutkan bahwa arti dari buhul adalah simpul. Secara otomatis, kata ini mengingatkan saya pada tafsir Surah Al-Falaq ayat 4.
“Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang meniup pada buhul-buhul (simpul-simpul tali).”

simpul tali (sumber: freepik)
Begitulah, dalam Islam, kata buhul sering dikaitkan dengan konsep sihir. Buhul diartikan sebagai ikatan atau simpul tali yang digunakan dalam sihir. Ayat tadi secara eksplisit menggambarkan praktik sihir yaitu ketika para tukang sihir meniupkan mantra pada simpul-simpul tali. Prosesi ini diketahui biasanya merupakan bagian dari ritual untuk mencelakai atau membuat seseorang berbuat sesuatu. Jadi, dalam konteks ini, buhul memiliki konotasi negatif karena terkait dengan kejahatan atau upaya untuk merusak kehidupan orang memakai cara-cara gaib.
Tentunya kegiatan yang berkaitan dengan pemanfaatan buhul sihir ini merupakan dosa besar, karena sihir sendiri dilarang dalam ajaran Islam. Sihir adalah salah satu bentuk pengingkaran terhadap Allah subhananu wa ta’ala karena melibatkan penggunaan kekuatan jin untuk mencapai tujuan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sangat mengecam perbuatan sihir, dan umat Muslim diperintahkan untuk berlindung kepada Allah dari kejahatan sihir.
Makna Positif Buhul
Meskipun makna yang umum dikenal khususnya oleh umat Islam cenderung negatif, tetapi kata buhul secara umum sebetulnya juga dapat digunakan dalam konteks lain yang positif. Kata buhul dalam bahasa Indonesia secara umum merujuk pada simpul atau ikatan dari tali, benang, atau kain panjang. Secara konotatif, buhul juga dapat melambangkan ikatan yang erat atau kuat, seperti hubungan antarindividu atau relasi emosi. Dalam hubungan manusia misalnya, buhul bisa dikaitkan dengan ikatan keluarga atau persahabatan. KBBI juga memasukkan “mengikat (perjanjian)” sebagai arti dari kata membuhul. Bahkan ada peribahasanya, yaitu “mengebat erat-erat, membuhul mati-mati”, yang bermakna apabila membuat perjanjian harus diatur sebaik-baiknya.

ikatan tali (sumber: freepik)
Secara positif, buhul menjadi simbol keterikatan yang kuat, kebersamaan, atau komitmen. Buhul menggambarkan keteraturan atau keterikatan dalam sebuah sistem yang saling mendukung. Salah satu contohnya adalah “buhul'” sebagai tema yang diangkat oleh Madani International Film Festival (IFF) tahun lalu. Madani IFF diinisiasi oleh Mizan dan Pabrikultur, didukung oleh Direktorat Perfilman, Musik dan Media Baru Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dan Komite Film Dewan Kesenian Jakarta (DKJ).
“Hari ini buhul punya makna yang tergerus ke dalam hal-hal yang klenik. Padahal dia punya makna sangat dalam, dalam arti solidaritas, komitmen tulus dalam perilaku keagamaan kita,” kata Ketua DKJ Bambang Prihadi, Sabtu (7/10/2023) dalam pembukaan Madani IFF di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta Selatan, seperti dikutip oleh detik.
“Tema buhul mengajak kita untuk merefleksikan semangat solidaritas yang mengikat. Tema ini sangat penting, terutama menjelang tahun politik di mana kita sama-sama tahu, seringkali tahun politik memecah belah kita. Selain itu, tema ini juga harus bisa menjadi wajah Islam yang inklusif,” tambah Ketua Komite Film DKJ Jakarta Shuri Mariasih Gietty Tambunan.

Poster Madani International Film Festival 2023
Secara konsisten Madani IFF menyajikan film-film yang memuat pesan dan gambaran kehidupan kaum muslimin dari berbagai belahan dunia, baik sebagai warga mayoritas maupun minoritas. Dikutip dari web Alif, Direktur Festival Sugar Nadia menjelaskan lebih lanjut hubungan tema yang diangkat dengan semangat Madani IFF.
“Buhul adalah bagian dari keseharian budaya maritim. Kapal dan perahu selalu memerlukan tali dengan ikatan yang fleksibel namun kuat untuk menghadapi ketidakpastian gelombang. Madani IFF menawarkan bagaimana menguatkan kembali Buhul antar sesama manusia, dengan Tuhan, dan dengan alam.”
Nah, ternyata kata buhul bisa memiliki banyak makna, ya.
