Judul: Hijab for Sisters (Nomik)
Penulis: Anastasha Hardi
Ilustrasi: Hani Widiani @hhonhon
Penerbit: Elex Media Komputindo
Cetakan: ketiga, Februari 2023
Jumlah halaman: 318 + xi

Sebetulnya buku Hijab for Sisters pertama sudah terbit sejak tahun 2021, jadi agak terlambat juga kami mengenalnya. Saya mulai membeli seri buku Hijab for Sisters ini tahun 2023. Saat itu di keluarga kami memang sudah ada rencana untuk menyekolahkan putri sulung kami ke pesantren mulai jenjang SMP. Begitu melihat salah satu judulnya di Gramedia, saya langsung tertarik membeli. Sekarang kami sudah memiliki seluruh buku dari seri ini yang jumlahnya hampir 10 judul. Tidak semua cerita dalam judul-judul ini saling berhubungan, ada juga yang merupakan versi penyajian ulang dari novel yang sebelumnya terbit dengan judul lain.

Sesuai dengan peruntukan yang tercantum di halaman belakang, novel ini cocok dibaca mulai usia 12 tahun ke atas. Beberapa bahasannya memang memerlukan diskusi dengan orang tua, meski sejauh pantauan saya tidak ada yang vulgar atau menyesatkan. Hanya memang untuk menegaskan pesan kebaikan, terkadang ada peristiwa atau perilaku yang kurang baik yang perlu diekspos dalam buku, demi menampilkan konsekuensi atau perbandingan.
Tokoh utama dalam buku pertama ini adalah Asha dan Khalda. Keduanya adalah santriwati teladan kelas XI di Pesantren Siti Fatimah, Kuningan, Jawa Barat. Alih-alih mengikuti keseharian mereka di pesantren terlebih dahulu, bagian awal buku ini langsung menghadapkan kedua tokoh utama pada tantangan baru. Mereka ditugaskan untuk bersekolah di sebuah sekolah swasta umum agar mereka bisa belajar beradaptasi dengan lingkungan yang lebih heterogen. Penugasan ini sekaligus menjadi tes dari pesantren, siapa di antara mereka berdua yang akan mendapatkan beasiswa untuk ke Jerman.

Tentunya mereka berdua menghadapi berbagai rintangan. Interaksi Asha, Khalda, dan teman-teman baru mereka amat menarik disimak. Ada humor di sana-sini yang mencairkan suasana. Namun, tak bisa dimungkiri bahwa banyak juga bagian cerita yang amat serius. Meskipun sebagian besar cerita berlokasi di sekolah baru, tetapi pembaca tetap bisa menyimak berbagai sisi kehidupan pesantren dari kenangan dan perbandingan yang ditunjukkan oleh Asha dan Khalda. Sisi pandangan orangtua dan para pengajar pun bisa menjadi pertimbangan bagi para orangtua yang ikut membaca mengenai pilihan untuk menyekolahkan anak ke pesantren.
Terus terang tadinya saya berekspektasi penyampaian ceritanya akan cenderung santai, termasuk dalam menyampaikan pesan-pesan agama. Namun, ternyata beberapa bagian dalam buku ini mengingatkan saya pada cerpen-cerpen di majalah Annida. Hayo, siapa yang seangkatan dan mengenali majalah yang bisa dibilang sebagai bacaan anak rohis pada masanya ini? Hehehe. Jadi, beberapa pesan kebaikan, khususnya yang diungkapkan oleh tokoh-tokoh utamanya di sini dicantumkan dengan cukup tegas. Ada nasihat panjang tentang mudharat dari pacaran, bahkan tentang pentingnya mengurangi interaksi dengan lawan jenis.

Jadi, sempat bertanya-tanya juga ketika digambarkan ada cowok yang sepertinya menaruh hati pada salah satu dari tokoh utama. Kira-kira pendekatan seperti apa yang akan dipakai oleh penulis untuk menjaga agar tokoh utama ini tetap menjadi seseorang yang patut diteladani, tetapi juga sekaligus manusiawi dengan tantangan yang secara wajar dihadapi oleh remaja seusianya? Penulis cukup berhasil meramu selipan kisah ini sebagai bagian dari konflik utama tanpa terkesan memaksa. Akhir ceritanya masih agak menggantung dan berlanjut ke buku Hijab for Sisters 2: Kerudung untuk Rasi.
Semoga buku ini dan judul-judul lainnya menjadi amal jariyah dari penulis, pemilik nama asli Nimas Aksan yang berpulang tahun 2021. Selanjutnya, seri Hijab for Sisters ditulis oleh beberapa penulis yang berbeda, dengan cerita yang berlainan pula. Tahun lalu juga sempat ada lomba penulisan novel untuk masuk dalam seri ini.
Infonya, dalam waktu dekat akan terbit juga seri Hijab for Little Sisters yang ditujukan untuk anak-anak usia di bawah target pembaca seri sebelumnya. Penasaran kan, seperti apa penyajiannya nanti.

Waah aku tahu buku ini! Eh tapi kayaknya waktu itu aku lihat yang penulisnya mbak Rento Tera atau itu beda seri ya?
Bacaan yang cocok buat anak remaja. Tapi buat kita yg dewasa juga cocok cocok aja kulihat, hehe
Aaa aku tau majalah Annida meskipun bukan anak rohis hihihi. Pernah baca mmg agak berat ya bahasa cerpen²nya Annida…. Tp ini buku model nomik seperti Hijab for Sisters aku baru tau deh, jadi ada cerpennya, ada komiknya juga ya? Unik juga
Rekomen pissan untuk bacaan remaja ya..
Karena meski di lingkungan pesantren, kalo masalah pacaran maah.. aya we kasusnya.
Dan memang remaja tuh masa yang istilahnyaa lagi mekar-mekarnya.
Segala pingiiin dicobain.
Dengan membaca buku Hijab for Sisters, anak-anak masa kini bisa berpikir sebelum bertindak mengenai baik mudharatnya suatu hal.
Haturnuhun resensinya, ka..
Bermanfaat banget buatku yang juga mau melepas anak keduaku di pesantren bulan Juli ini.
Sepertinya ini masuk kategori novel santun dan aman banget dibaca remaja-remaja perempuan. Boleh ini jadi rekomendasi untuk ponakan-ponakan. Memang soal bacaan ortu juga harus rajin memilah dan memilih, tak dipungkiri beberapa novel terkadang mengandung adegan vulgar. Ujung-ujungnya ortu harus rajin baca berarti ya 😀
oh ini series gitu ya tapi nanti yg nulis beda-beda? Sepertinya pernah baca tapi punya teman, penyampaian tentang agama gak terlalu menggurui. Kalau littel sister kayaknya segmennya ke anak sekolah ya
Alfatihah untuk Nimas Aksan. Semoga menjadi amal jariyah penulisnya. Aamiin. Asyik banget nemu buku yang mengangkat tema hijab dengan gaya komik! Resensinya bikin makin penasaran sama isi bukunya. Pas banget buat remaja cewek yang lagi cari bacaan ringan tapi penuh pesan positif.
Baca reviewnya langsung pengen beli bukunya. Bisa buat bacaan keponakan-kaponakan yang masih remaja. Yang Hijab for Little Sister juga harus beli juga buat bacaan keponakanku yang masih bocah.
Terima kasih reviewnya ya kak.
seru juga selipan tentang cowok yang menyukai salah satu tokoh utama. Keknya gak mungkin daku deh kak, karena itu cowok gak kenal siapa daku…. Lah jadi ngelantur hehe
Insya Allah akan jadi amal jariah bagi penulisnya. Dan buku ini cocok sekali untuk anak prateen, masa peralihan dari anak-anak ke remaja. Apalagi bahasanya juga ringan, terus ada komiknya juga.
Ada ilustrasinya juga. Pasti para remaja akan menyukai buku ini selain para orangtua. Pesan dan isinya juga bermanfaat. Salam hangat kak Leila.
saya belum pernah membacanya secara keseluruhan, tetapi pernah membaca reviewnya dari sebuah akun di media sosial, nampaknya menarik sekali isinya, tapi sepertinya memang covernya bukan yang ini, ternyata ada beberapa seri ya, bisa jadi rekomendasi hadiah buku buat keponakan yang berusia remaja
Senangnya ada buku khusus tentang santri di ponpes versus kehidupan baru di sekolah umum.
Jadi makin relate, karena pernah juga menjadi pengasuh di ponpes walau hanya 10 bulan.
Semoga semakin banyak lagi buku-buku yang mengangkat kehidupan khas dan unik begini
wah lucu banget novelnya ada komiknya. saya ada sih lihat nomik ini di aplikasi digital tapi masih belum jodoh buat membacanya. semoga nanti bisa segera membaca seri ini
Hijab For Sisters ini buku yang best seller banget, ya. Banyak yang merekomendasikan. Bagus buat anak remaja.