[Resensi Buku] Bekerja dengan Bahagia

Judul: Bekerja dengan Bahagia
Penulis: Leonita Siwiyanti, Eogenie Laki-laki, M. Fajar Ramadhan, Udi Kurniawan, Attia Mahda, dan penulis lainnya.
Penerbit: Trenlis
Tahun terbit: 2025
Tebal: 142 + vi halaman

Buku Bekerja dengan Bahagia - Trenlis

Buku Bekerja dengan Bahagia – Trenlis

Buku antologi ini memuat kisah-kisah inspiratif dan esai dari 24 penulis. Sesuai dengan judulnya, benang merah tulisan-tulisan yang dimuat di sini adalah pengalaman dan pandangan mengenai aktivitas bekerja dalam hubungannya dengan kebahagiaan.

Pekerjaan dapat menjadi sebuah rutinitas yang lama-lama terasa melelahkan. Bukan hanya capek secara fisik yang terasa, tetapi juga bisa ada kejenuhan yang melanda. Bahkan, mungkin lama-kelamaan pekerjaan ini dilakukan secara otomatis saja, tanpa kesan berarti dalam hati. Buku ini mengajak pembaca untuk memahami dan menyelami makna dari aneka peristiwa seputar dunia bekerja.

Ada kisah menyentuh yang mengingatkan kita bahwa untuk meraih kebahagiaan dalam bekerja itu tidak perlu menunggu mendapatkan pekerjaan yang benar-benar sesuai dengan passion. Ada juga kisah perempuan pemulung yang berjuang agar anak-anaknya bisa sekolah tinggi, sekaligus mensyukuri aktivitasnya yang turut menjaga kebersihan kota.

Pembaca yang ingin memulai usaha sendiri bisa mengambil teladan dari kerja keras para entrepreneur yang mengabadikan jatuh bangun usahanya dalam tulisan. Terdapat pula judul yang mengulas fenomena dunia kerja masa kini seperti quiet quitting dan hustle culture, berikut dengan cara menyikapinya.

Banyak orang yang bilang bahwa ia bekerja demi keluarga. Namun, memastikan agar multiperan sebagai suami, istri, ayah, ibu, anak, anggota masyarakat, dan pekerja ini bisa dijalankan dengan baik pastinya banyak tantangannya. Misalnya, ada pengalaman seorang ayah yang akhirnya mengambil hikmah dari sistem kerja shift yang cukup menantang untuk mengatur waktu kebersamaan dengan keluarga. Rupanya ada kemudahan yang disiapkan Allah Subhanahu wa Ta’ala di tengah beratnya tantangan ini.

“Setiap orang mempunyai kriteria kesuksesan yang berbeda. Jadi, fokuslah pada pencapaian target diri sendiri dan jangan tergoda dengan pencapaian orang lain. Dengan demikian hidup kita akan tenang dan bisa bekerja dengan senang.” (hlm. 140)

Ada pula yang mencantumkan riset tentang bagaimana perempuan kepala keluarga di Indonesia cenderung mendapatkan penghasilan yang lebih rendah dan jam kerjanya lebih panjang. Ada ibu rumah tangga yang dengan bangga menguraikan perannya yang tak boleh dianggap remeh. Ada yang bahkan masih bisa giat menjadi aktivis kemanusiaan di sela-sela tugas pekerjaan yang padat.

“Ingatlah, kekuatan bukan berarti tidak boleh lelah. Bahagia hadir ketika keberanian untuk bertahan diakui sebagai sebuah kemenangan.” (hlm. 24)

Apa pun peran yang sedang kita jalani saat ini, buku yang merupakan produk dari program Nulis Barang Trenlis (NBT) ini dapat memperluas wawasan kita. Ada begitu banyak ragam pekerjaan di dunia ini, yang mungkin belum semua kita ketahui dan mengerti. Masing-masing punya keunikan dan suka-dukanya sendiri. Membaca buku ini, kita seperti diingatkan untuk bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala akan peran yang sedang diamanahkan untuk kita jalani.

“Menjadi bahagia bukan berarti menghindari kesedihan, tetapi mampu berdamai dengan kenyataan dan tetap berharap.” (hlm. 11)

12 thoughts on “[Resensi Buku] Bekerja dengan Bahagia

  1. Setuju banget, kerja itu bakal lebih ringan kalau kita bisa nemuin bahagianya. Dari resensi ini jadi kebayang tips yang bisa diterapin biar tetap enjoy di tengah kerjaan.

  2. Bagi yang tidak ambisius seperti saya, memiliki pekerjaan apapun tentu harus disyukuri, cuma masalahnya kadang tidak sesuai dengan minat. Apalagi dengan rutinitas, pasti melelahkan. Kuncinya biar tidak lelah dan bosan, mencintai pekerjaan. Maka pas banget, dengan judul buku tersebut, jika kita mencintai pekerjaan, apapun, bekarja akan bahagia.

  3. Jadi ingat kata-kata Ali bin Abi Thalib tentang pekerjaan: wisata terbaik adalah bekerja.

    Kalau pekerjaannya kita cintai dan lingkungan di tempat bekerja juga jadi support sistem terbaik, pastinya bekerja akan serasa nikmatnya berwisata sih ya. Mudah-mudahan kita semua bisa berada di posisi seperti itu

  4. Aku jadi kebayang kalau ‘bekerja dengan bahagia’ itu gak melulu soal kerja sesuai passion, tapi soal gimana kita bisa menemukan arti dan kebahagiaan dari peran kita—bisa jadi dari cerita ibu pemulung yang tetap bersyukur sambil ngidupin ketekunan, atau pengalaman quiet quitting dan hustle culture yang lagi hot banget sekarang.aku paling relate sama kutipan, ‘kekuatan bukan berarti tidak boleh lelah. Bahagia hadir ketika keberanian untuk bertahan diakui sebagai sebuah kemenangan.’ (hlm. 24) Itu tuh—seperti kayak reminder lembut buat kitanya: it’s okay to be tired, as long as kita nginget kalau melanjutkan hari ini itu sudah keren banget.Plus, review ini bikin mata terbuka kalau pekerjaan itu sesungguhnya punya kisah dalamnya—mulai dari entrepreneur yang berbagi jatuh bangun, hingga ayah shift worker yang perjuangannya buat atur waktu sama keluarga tuh real

  5. Kalimat di buku halaman 11 asli keren dan mencubit sekali. Memang ya part berdamai dan menerima kenyataan ini tak mudah dijalani namun bisa diupayakan buat menggapai kebahagiaan dan ketenangan yang hakiki.

    Pastinya buku ini kaya dengan perspektif secara ada 24 penulis yang terlibat, POV nya luas dan bakalan nambah wawasan serta rasa syukur bagi para pekerja.

    Jadi tertarik buat baca bukunya juga deh.

  6. Baca resensinya buku Bekerja dengan Bahagia ini kayak suntikan semangat! bikin pengen ngaca diri, kerja pake hati, biar hidup lebih chill. Tipsnya praktis, vibes positif, wajib cek pokonya

  7. Suka dengan kalimat penutupnya …

    Menjadi bahagia bukan berarti menghindari kesedihan, tetapi mampu berdamai dengan kenyataan dan tetap berharap…

    Bahagia memang tergantung sudut pandang kita ya mbaa..mampu mengambil hikmah dlm setiap kejadian…

  8. resensi buku yang menarik. Kebetulan aku juga nyambi punya usaha kecil. Bisa nih bukunya dijadiin referensi buat motivasi dalam bekerja, biar stay happy terus sambil memetik hikmah pekerjaan kita

  9. judulnya menarik banget ya bekerja dengan bahagia karena nggak semua orang bahagia dengan pekerjaannya. tentunya setiap orang juga memiliki kriteria-nya sendiri terkait pekerjaan yang membuat bahagia ini

  10. Bahagia dengan pekerjaan yang kita miliki itu menurutku salah satu privilege yang bisa kita banggakan. Buku ini bisa jadi bacaan yang menarik untuk mencari kriteria kebahagiaan masing-masing kita dalam menjalani pekerjaan. Semoga bisa jadi sumber inspirasi buat banyak orang.

  11. Jujur bbaru dengar istilah quit quitting dari artikel ini. Semacam resign diam diam kah? Hehe. Ternyata bekerja yang dimaksud bukan hanya ramah publik tapi domestik juga ya

Leave a comment