Berbagai Sebutan Jarak Hari dalam Bahasa Indonesia

Kita pasti sudah akrab dengan kata-kata besok, lusa, kemarin, atau bahkan kemarin lusa. Kata-kata ini umum dipakai dalam percakapan sehari-hari untuk menginformasikan perhitungan atau jarak hari, sebelum atau sesudah hari ini. Ternyata, ada loh sebutan lainnya untuk hari-hari dengan perhitungan tertentu jika dibandingkan dengan hari ini. Mungkin banyak di antaranya yang tidak familier, tetapi seiring berjalannya waktu, barangkali pelan-pelan akan terbiasa juga kita memakainya.

Mozilla & SimpleIcon via Wikimedia Commons

Berikut adalah kata-kata tersebut dan artinya yang saya salin dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) VI Daring.

1. Senantu

Senantu berasal dari bahasa Palembang, artinya adalah beberapa hari yang lalu.

2. Kila mulai

Kila mulai berasal dari bahasa Dayak, artinya adalah tiga hari sebelum hari ini.

3. Selumbari atau basarai

Selumbari berasal dari bahasa Makassar, artinya adalah kemarin dulu. Adapun basarai berasal dari bahasa Sekayu, artinya adalah dua hari yang lalu.

4. Tulat atau langkat

Tulat berasal dari bahasa Melayu klasik, artinya adalah hari sesudah lusa (tiga hari sesudah hari ini). Adapun langkat juga berasal dari bahasa Melayu klasik, artinya adalah waktu tiga hari lagi dari sekarang.

5. Tubin, tungging, atau janun

Tubin berasal dari bahasa Melayu klasik, artinya adalah hari keempat dari sekarang. Adapun tungging diartikan sebagai hari keempat sejak hari ini; sesudah tulat. Ada pula janun dari bahasa Kalimantan yang diartikan sebagai empat hari mendatang.

6. Cekelong

Cekelong berasal dari bahasa Melayu Belitung, artinya adalah hari kelima setelah hari ini.

7. Embute

Embute berasal dari bahasa Dayak, artinya adalah beberapa hari yang akan datang (karena belum ditentukan harinya).

8. Akalsari

Akalsari berasal dari bahasa Melayu Riau, artinya adalah suatu hari nanti.

Peran Berbagai Bahasa

Seperti tertera di penjelasan setiap kata, banyak dari kata-kata ini yang diserap dari bahasa daerah. Hal ini menunjukkan kekayaan budaya Indonesia yang saling melengkapi. Sesuai pula dengan Sumpah Pemuda, yang kebetulan diperingati hari ini, yang menyatakan “menjunjung bahasa persatuan” nan menghargai keberagaman, bukan “berbahasa yang satu”.

Beberapa komentar di unggahan Facebook Kemendikdasmen juga menyebutkan bahwa di bahasa daerah mereka masih ada lagi sebutan untuk waktu yang berjarak lebih dari lima hari (tautan saya sertakan di bawah). Di komunitas Dayak Pesaguan misalnya, ada kolam, lusa’, tulat, langkat, lupit, lumit, luyut, luntuy, lucan, sampai belalak

Bahasa Inggris juga ternyata memiliki kata yang lebih singkat untuk mengistilahkan “lusa”. Jika lazimnya kita sekarang menyebut “the day after tomorrow“, rupanya dulu ada istilah “overmorrow“. Hanya saja, istilah ini sudah jarang digunakan sejak abad ke-16. Sedangkan untuk menyebut hari sebelum kemarin ada kata-kata “ereyesterday” atau “nudiustertain” yang juga sudah sangat jarang dipakai.

Sumber:

1. https://www.facebook.com/groups/menjadipenulis/posts/4929530810605392/

2. https://kbbi.kemdikbud.go.id/

3. https://www.facebook.com/Kemendikdasmen/posts/pernahkah-sahabatdikbud-mendengar-kata-besok-lusa-tulat-dan-tubin-apa-ya-perbeda/3460212800754802/

4. Instagram Merriam-Webster https://www.instagram.com/p/DMiC0aPvz4p/

5. https://jprogr.github.io/overmorrow-ereyesterday

#writober #writober2025 #selumbari #IbuProfesionalJakarta #IbuProfesional

14 thoughts on “Berbagai Sebutan Jarak Hari dalam Bahasa Indonesia

  1. Ternyata utk melayu saja bahasanya berbeda beda ya, dan aku melayu kalimantan barat khususnya tak pernah dengar bahasa seperti melayu babel dan melayu riau 🙂

  2. Asli, cuma tau cekelong, hehe.. Itu juga jarang banget makenya. Memang harus sering² dihafal ya, Mbak, biar terbiasa pake kata²nya.

  3. Jujur penggunaan kosa kata ini belum pernah sebelumnya, tapi senantu melihat konten soal ini juga hehe jadi mulai familiar. Eh udah bener belum penempatannya?

  4. Menarik nih, jadi tahu istilah jarak hari dalam berbagai daerah di Indonesia. Semakin kagum dengan budaya Indonesia. Saya baru tahu semua istilah di atas, setelah membaca artikel mbak. Terima kasih lho sudah menambah khasanah ilmu bahasa saya

  5. Jujur, aku baru sadar betapa kayanya bahasa kita setelah membaca ini. Ada banyak istilah yang selama ini mungkin pernah lewat, tapi tidak benar-benar dipahami. Rasanya menyenangkan sekaligus menghangatkan, seperti diingatkan kembali bahwa bahasa bukan sekadar alat komunikasi, tapi juga rumah bagi banyak makna.

  6. aku baru mulai terbiasa dengan kata-kata tulat dan tubin, kalo yang lainnya sepertinya masih terasa asing..karena untuk beberapa hari kedepan bisanya disebut ,,,hari lagi atau langsung disebutkan tanggalnya yaa biar mempermudah 🙂

    yang istilah inggris pun juga baru tau sekarang ternyata ada sebutan overmorrow dan ereyesterday juga…menarik yaa ternyata kalo bisa mempelajari bahasa lebih dalam 🙂

  7. Menarik banget informasinya, ternyata banyak banget kata dalam bahasa Indonesia yang belum akrab di telinga dan belum dipahami artinya, bahkan sebutan jarak hari aja banyak. Betapa beragam dan kayanya kosa kata bahas Indonesia.

  8. Wahhh ilmu baru banget, karena kita kenalnya ya yang umum aja. Kaya besok, kemarin, lusa, gituu. Emang bener budaya kita kaya banget, saling melengkapi juga. Dan ternyata masih banyak sebutan waktu yang kita ngga tahu dari daerah-daerah lain.

  9. kata-kata yang belum lazim saya dengar di tengah masyarakat. Tapi penting juga kita mempelajari beragam bahasa yang masuk dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Biasanya kita tau kata baru itu saat sedang viral-viralnya di medsos. Seperti contoh Fomo. Tapi Fomo masuk kedalam bahasa Indonesia gak sih ?

  10. Menarik ya, aku pernah tahu “tulat”, tapi yang lainnya baru tahu. Dan penggunaannya secara nasional juga masih jarang ya, jadi kurang familiar. Padahal bahasa kita ini, kaya sekali.

  11. Menarik banget tulisannya. Yang selumbari dan tulat mulai gencar diperkenalkan ya. Namun, yang lainnya belum banyak dibahas dan rupanya berasal dari bahasa daerah. Bahasa akan tetap lestari jika tetap dipergunakan, termasuk kata serapan dari bahasa daerah. Salam hangat kak Leila

  12. Tulat dan Tubin pernah dengaar mbak tapi sisanya aku baru tahu ini. Ternyata beberapa kosakata adalah serapan dari bahasa2 daerah kita yang kaya itu yaa.

    Kalau misalnya guru atau dosen yang mengampu pelajaran Bahasa Indonesia asyik keknya bakalan dikasi wawasan soal perbendaharaan kata ini yaa. Tapi yang paling penting lagi sih kemauan buat belajar kita ((KITA)) hehe 😁

    • sama seperti Mbak April, baru familiar tulat dan tubin itupun dalam keseharian belum pernah pakai. Detail juga kosa kata bahasa daerah ada istilah khusus empat sampai lima hari kemudian.

  13. Bermanfaat sekali artikelnya mbak. Terima kasih ya, sudah sharing terkait sebutan jarak hari dalam bahasa Indonesia. Kedelapan kata yang di sounding, jujur aku belum familiar. Sekarang jadi tahu artinya.

    Bermanfaat juga bilamana ketemu saudara yang beda daerah, beberapa kawan ada orang Makassar dan Palembang soalnya. Jadi lebih nyambung gitu kalau bahas terkait jarak hari. Bener juga nih terkait bahasa Inggris pun sekarang lebih beragam. Terutama di era tempo dulu ya.

Leave a reply to April Hamsa Cancel reply