Kontroversi Buku Aku Berani Tidur Sendiri

Pekan lalu beberapa grup whatsapp yang saya ikuti, khususnya yang beranggotakan para ibu, diramaikan dengan kabar adanya buku anak yang kontennya tidak pantas karena justru seperti mengajarkan anak untuk bermain-main dengan kelaminnya, atau masturbasi. Sekilas lihat, sampul buku tersebut familiar bagi saya, dan memang ternyata dari penerbit dan penulis yang tidak asing: Tiga Ananda (imprint penerbit Tiga Serangkai, Solo, yang dulunya kebih saya kenal sebagai penerbit buku pelajaran, apalagi saya memang lahir dan besar di kota dekat Solo sehingga banyak memakai buku terbitannya) dan mba Fita Chakra (nama aslinya adalah mba Fitria Chakrawati, tulisan saya dan mba Fita pernah dimuat dalam satu buku yang sama yaitu Long Distance Love).

Penerbit sebesar Tiga Ananda, penulis sekaliber mba Fita, mestinya sudah mempertimbangkan dengan matang sebelum memutuskan sebuah buku layak terbit. Memangnya sseperti apa sih, isinya? Jujur, saya juga punya buku Aku Berani Tidur Sendiri di rumah, tapi masih terbungkus rapi dan tersimpan di tumpukan buku yang harus saya saring dulu sebelum diberikan ke anak-anak. Dan karena keterbatasan waktu, saya belum sempat membukanya. Begitu membaca tulisan dalam foto yang viral beredar, saya mengerutkan dahi. Memang cenderung vulgar, ya. Tapi kalau sampai menduga-duga motif negatif mba Fita menulis ini, saya tak berani. Sedih saya membaca hujatan orang-orang di media sosial yang menghujat penerbit dan penulis yang dianggap sengaja agar anak meniru jalan cerita dalam buku, bahkan lebih jauh lagi punya misi menghancurkan generasi muda. Beberapa di antaranya dirangkum dalam berita BBC ini http://www.bbc.com/indonesia/trensosial-39038005. Ada teman-teman penulis yang juga membuat postingan tanggapan dengan sudut pandang masing-masing.

Continue reading