Serunya Main Islamic Board Game

Masya Allah, sukaaa sama Islamic Board Game dari el Hana ini. Terutama karena ortu jadinya harus ikutan belajar lagi terkait ilmu agama, hehehe. Anak-anak belum pernah main ular tangga sebelumnya, dan seru sih kakak (5 tahun 11 bulan) main IBG ini. Kakak jadi sekalian belajar baca juga, karena lagi masanya banyak penasaran dengan kata-kata baru. Walaupun yaa kadang jadi bubar jalan kalau dedek (2 tahun 8 bulan) nimbrung dengan pemahaman dan aturannya sendiri :D. Tapi bisa sekalian menuntun soal bersabar, bergiliran, dan mengikuti aturan, sih.

Prinsipnya mirip seperti permainan ular tangga memang, tapi dengan konten Islami yang mengasah pemahaman kita tentang ketentuan-ketentuan dalam Islam. Ada kartu pertanyaan yang dibagi dalam tiga tema: Al Qur’an dan Hadits, Akhlak dan Adab, serta Sirah. Belakangan dibuat juga kartu tema lain, yaitu yang terkait tema Haji dan Qurban.

‘Nagih’ juga main IBG el hana ini, tiiaaaap hari maunya main terus. Emaknya sih jadi sambil buka-buka contekan referensi juga, mumpung tersedia (disertakan di lembaran terpisah, dengan petunjuk untuk eksplorasi lebih jauh) dan daripada salah menjelaskan, kan. Bentuk papannya juga inovatif deh, bisa dilipat dan disimpan dengan ringkas.

Ide menggantikan dadu dengan spinner untuk menentukan majunya berapa langkah itu juga bikin saluuutt. Kenapa sih memilih untuk tidak pakai dadu? Penjelasannya bisa dibaca di sini, di bagian bawah ada kesimpulan juga bahwa bahkan untuk mainan anak-anak pun sebaiknya tidak menggunakan dadu https://rumaysho.com/2324-larangan-bermain-dadu.html. Kami sendiri belum bisa konsisten banget, maksudnya belum sampai tidak membeli mainan atau buku yang ada dadunya, tapi mendukung kalau ada yang bikin inovasi seperti ini (punya juga mainan lain yang pembuatnya mencantumkan sistem urun jari alih-alih dadu untuk penentuan jumlah langkah).

Sedikit masukan, warna kartu dengan kotak di papannya mungkin lebih baik disamakan untuk mempermudah menaruh kembali. Tulisannya ada siih, tapi kalau warnanya juga sama kan jadi lebih gampang menuntun anak menaruh, apalagi yang belum bisa baca sendiri.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s