Air Mancur Menari di Monas, Cantiknya!

Beberapa kali mama sempat mengutarakan keinginan beliau melihat air mancur menari di Monumen Nasional. Pertunjukan ini intinya berupa gerakan air mancur yang tampak ‘menari’ diiringi musik dan permainan cahaya. Beberapa waktu yang lalu beliau memang nonton pertunjukan serupa di Grand Indonesia maupun di Kenjeran Surabaya — sementara saya belum pernah sama sekali, hehehe. Saya sendiri cuma dengar-dengar saja tentang pertunjukan ini dan belum pernah mencari tahu lebih lanjut. Bulan lalu, mumpung mama sedang di Jakarta, saya pun coba browsing informasi tentang air mancur menari di Monas.

Ternyata pertunjukan air mancur ini baru dibuka mulai tanggal 12 Agustus lalu, diresmikan oleh Wakil Gubernur Jakarta pada saat itu, pak Djarot Syaiful Hidayat. Dulu pertunjukannya sempat ada tahun 1970-an kemudian rusak dan diaktifkan lagi tahun 2005 dengan nama Taman Air Mancur Pesona Monas (masih tanpa iringan musik), tetapi ditutup kembali karena rusak tahun 2009. Kini jadwal pertunjukannya adalah setiap hari Sabtu malam dan Minggu malam, masing-masing ada dua kali show yaitu pukul 19.30 dan 20.30.

 

Dengan keputusan yang diambilnya agak mendadak, berangkatlah kami tanggal 4 November malam seperti yang saya ceritakan di sini. Pintu masuk untuk ke kompleks Monas adalah melalui area pusat jajanan Lenggang Jakarta yang terletak di bagian dalam lapangan parkir IRTI (Ikatan Restoran dan Taman Indonesia). Malam itu antrean masuk mobil mengular cukup panjang, sehingga kami memutuskan untuk turun dari bajaj dan berjalan kaki menuju pintu masuk kompleks IRTI. Perjalanan masih cukup panjang untuk bisa menuju lokasi air mancur, dan sayangnya saya lupa bawa gendongan (apalagi stroller). Jadilah kami bergantian gendong Fahira begitu pinggang saya terasa sakit. Ada kereta keliling dekat pagar masuk (setelah melalui Lenggang Jakarta), tetapi kereta ini khusus diperuntukkan bagi yang mau masuk ke dalam Tugu Monas.

Meski tidak ada petunjuk arah yang jelas, ternyata cukup mudah menemukan air mancur tersebut: ikuti arus orang-orang :D. Kalau mau tanya-tanya juga bisa, sih. Gampangnya sih lurus saja, lalu ketika hampir sampai di tugunya belok kiri. Di kejauhan, alunan musik dan cahaya lampu pun mulai terlihat. Ya, kami ketinggalan pertunjukan pertama rupanya. Alhasil, ketika jarak kami semakin dekat, kami jadi seperti melawan arus penonton yang sudah membubarkan diri.

Hampir 30 menit lamanya kami harus menunggu pertunjukan selanjutnya. Kami mengambil tempat duduk di tribune yang tersedia di sisi utara dan selatan Monas. Sebetulnya sih kalau duduk menghadap ke timur artinya bisa menyaksikan pertunjukan air mancur dengan latar belakang Tugu Monas ya, tapi di sisi barat dan timur ini tidak ada tribunnya alias harus lesehan.

Di lokasi tidak ada penjual makanan dan minuman, jadi jangan lupa bawa bekal, ya… Sambil menunggu pertunjukan, ada pembawa acara yang mengumumkan sejumlah informasi, misalnya larangan menginjak rumput dan membuang sampah sembarangan. Pembawa acara ini nantinya juga menyampaikan hal-hal terkait sejarah Monas di sela-sela pertunjukan.

Menjelang pukul 20.30, lampu penerangan mulai dipadamkan, menyisakan beberapa lampu kecil yang membuat suasana temaram. MC mengulangi sejumlah pengumuman dan membuka pertunjukan. Yang bisa saya tangkap sih rangkaian lagu-lagunya dimulai dengan Tanah Air, Syukur, Keroncong Kemayoran, Bengawan Solo, Ampar-ampar Pisang, Ayo Mama, kemudian ditutup dengan O Ina Ni Keke dan Manuk Dadali. Seluruhnya dikemas dalam musik instrumental orkestra yang diaransemen oleh Addie MS. Pancuran air akan ‘menari’ seiring alunan musik, ditingkahi permainan cahaya. Yang menakjubkan sih ketika ada ‘tembakan’ proyeksi screen water yang menampilkan citra nama lagu maupun logo tertentu dalam warna-warna pelangi di tengah-tengah semburan air.





Harap maklum kalau fotonya kurang jelas, hehehe….

Belum selesai pertunjukan, Fahira minta ke toilet. Letak toilet ternyata agak jauh untuk ukuran anak-anak, ditambah lagi saya sempat bingung dengan penunjuk arahnya (padahal sudah pernah lihat sebelumnya, siang-siang tapinya). Air yang tersedia pun terbatas. Jadi mungkin kalau waktu sedang cukup luang dan kebetulan belum tahu juga letak toiletnya, bisa ‘survei’ dulu ya, sehingga ketika sewaktu-waktu perlu tidak harus muter-muter dulu seperti kami. Sebetulnya ada petugas yang berjaga sih kalau kita mau tanya-tanya, yang sempat saya lihat beberapa petugas berdiri di depan patung dada MH Thamrin yang menghadap kolam air mancur (cenderung membelakangi tugu Monas), cuma ya karena agak gelap, saya malah baru melihat petugas ini setelah kembali dari toilet.

 

Info tambahan:

Magic Fountain Show Grand Indonesia dijadwalkan pukul 12.00, 15.00, 18.00, dan 20.00 untuk weekdays dan jam 11.00, 13.00, 15.00, 17.00, 19.00, 21.00 untuk weekend (Sabtu-Minggu). Letaknya di West Mall lantai 3A, dekat food court.

Air Mancur Menari Jembatan Kenjeran Suroboyo dijadwalkan setiap Sabtu malam pukul 20.00 s.d. 21.00.

 

Sumber:
https://news.detik.com/berita/d-3597386/pertunjukan-air-mancur-menari-monas-setiap-sabtu-dan-minggu-malam
http://megapolitan.kompas.com/read/2017/08/13/09260921/tahun-depan-air-mancur-menari-monas-direvitalisasi-total
https://www.antaranews.com/berita/646385/air-mancur-menari-monas-kembali-beroperasi

 

6 thoughts on “Air Mancur Menari di Monas, Cantiknya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s