Nyeri Saat Buang Air Kecil, Kondisi yang Tak Boleh Disepelekan

Dua tahun yang lalu saya mengambil paket medical check up. Tidak ada keluhan khusus sebenarnya, hanya ingin mengetahui saja kondisi kesehatan saya. Kebetulan pula salah satu lab terkemuka sedang ada program harga khusus dalam rangka ulang tahun mereka.

Hasilnya? Di antara satu-dua tanda bintang yang menghiasi lembar hasil pemeriksaan yang saya terima, ada satu yang menjadi perhatian saya yaitu hasil tes urin. Saya tak menunda untuk menemui dokter setelahnya. Dokter menanyakan apakah saya mengalami anyang-anyangan, dan saya jawab kadang-kadang iya. Arahnya memang ke infeksi saluran kemih atau ISK.

Saya baru ingat bahwa memang beberapa kali saya merasakan ngilu di daerah panggul, walaupun tidak sampai membuat sakit saat buang air kecil atau susah buang air kecil. Kalau menahan buang air kecil sih memang adakalanya begitu ya, dengan kondisi satu balita dan satu bayi di rumah, juga pekerjaan di kantor, kadang saya mengabaikan atau menunda hasrat ke toilet.

Saran dokter, saya diminta untuk lebih sering minum air putih, kemudian mengulang tes serupa satu atau dua minggu kemudian. Hasilnya, alhamdulillah, bintang tadi sudah lenyap dari lembaran kertas yang saya terima dari petugas lab usai cek ulang.

Apa Itu Infeksi Saluran Kemih?

Sistem uriner kita terdiri atas ginjal, ureter (saluran yang menghubungkan ginjal dengan kandung kemih), kandung kemih, dan uretra (saluran yang mengubungkan kandung kemih dengan lingkungan luar tubuh). Dari apa yang saya baca, saya jadi tahu bahwa infeksi saluran kemih atau urinary tract infection (UTI) terjadi ketika bakteri memasuki saluran kemih melalui uretra dan mulai berlipat ganda di kandung kemih. Jika sistem pertahanan tubuh sedang lemah, alih-alih lekas terbuang bersama air seni, bakteri pun bertahan hingga muncullah infeksi.

Wanita lebih sering menderita penyakit ini, karena secara anatomi memang jarak antara uretra dengan kandung kemih, vagina, maupun anus lebih pendek dibandingkan dengan pria. Bakteri menjadi lebih mudah masuk dan bertahan. Bisa dibilang, lima dari sepuluh wanita pernah menderita ISK yang kerapkali ditandai dengan anyang-anyangan ini.

Infeksi saluran kemih salah satunya bisa terjadi pada kandung kemih, yang dinamakan sistitis (cystitis). Sistitis biasanya disebabkan oleh bakteri Escherichia coli (E. coli) yang umumnya ditemukan di saluran pencernaan. Jadi, bakteri ini ‘nyasar’ ke saluran terdekatnya, saluran kemih, dan menimbulkan infeksi.

Infeksi saluran kemih jenis lain bisa disebabkan oleh bakteri dari saluran pencernaan maupun saluran reproduksi (yang ini ada kaitannya dengan infeksi menular seksual) yang menyebar dari anus ke uretra. Ini disebut dengan infeksi uretra atau uretritis.

Selain karena posisi organ tubuhnya, perempuan juga lebih rentan terkena infeksi saluran kemih karena pilihan alat kontrasepsi yang digunakan seperti diafragma ataupun kondom yang dilengkapi spermisida, kehamilan yang membuat kandung kemih ‘terdesak’, juga kondisi menopause yang menurunkan kadar hormon estrogen.

Sedangkan secara umum tanpa memandang jenis kelamin, mereka yang saluran kemihnya tersumbat misalnya oleh batu ginjal atau prostat yang bengkak, memiliki kelainan bawaan lahir di saluran kemih, menyandang diabetes maupun penyakit lain yang memengaruhi imunitas, pemakai kateter (biasanya karena kondisi sakit yang tidak memungkinkan untuk buang air kecil seperti biasa), serta mereka yang baru menjalani operasi maupun pemeriksaan saluran kemih dengan peralatan medis juga berisiko mengalami ISK.

Waspadai Gejala ISK

Gejala infeksi saluran kemih sendiri tidak selalu tampak atau terasa. Kalau sering menyimak diskusi di forum ibu-ibu yang punya bayi atau balita, kemungkinan besar pernah membaca tentang silent ISK, infeksi saluran kemih yang tidak bergejala pada bayi. Yang nampak adalah bayi mengalami demam tanpa gejala lain seperti batuk, pilek, diare, atau ruam yang menyertai, kadang malah sudah tes darah tapi tidak ketemu penyebabnya. Padahal yang tidak kalah pentingnya untuk dicek di laboratorium adalah urin, sebab infeksi saluran kemih mengintai.

Bahkan silent ISK ini bisa juga dikaitkan dengan nafsu makan atau menyusu bayi yang berkurang, karena ia memang merasa tidak nyaman. Penyerapan nutrisi pun bisa terpengaruh karena adanya bakteri yang menginfeksi saluran kemih tersebut. Pemakaian popok (khususnya disposable diaper atau popok sekali pakai/pospak) yang terlalu lama dan cara membersihkan alat kelamin bayi yang tidak tepat menjadi faktor yang berpotensi membuat bakteri menyerang.

Pada anak yang lebih besar, ISK bisa muncul gara-gara keasyikan bermain sampai-sampai menunda buang air kecil. Salah satu gejala yang dapat mengarah ke infeksi ini pada anak adalah munculnya perilaku mengompol yang tiba-tiba muncul atau menjadi lebih sering. Atau justru sebaliknya, anak menahan-nahan pipis karena baginya terasa menyakitkan saat dikeluarkan.

Adapun pada remaja atau orang dewasa, tanda-tanda yang mengarah ke ISK antara lain:

1. Keinginan untuk buang air kecil lebih sering dari biasanya, kadang muncul secara tiba-tiba. Seringkali ketika sudah di toilet, yang keluar justru hanya sedikit-sedikit. Istilah gampangnya, anyang-anyangan

2. Rasa nyeri atau seperti ‘terbakar’ ketika berkemih

3. Air seni keruh atau berbau lebih tidak sedap

4. Rasa sakit di perut bagian bawah, pada wanita biasanya di area tulang kemaluan ataupun panggul

5. Urin berdarah, biasanya karena adanya darah ini urin jadi berwarna merah, pink, atau kecokelatan

6. Rasa tidak enak badan.

 

Apa yang Harus Dilakukan untuk Mengatasi Nyeri Berkemih dan ISK?

Untuk mengurangi risiko terkena ISK, sepuluh hal yang bisa kita lakukan adalah sebagai berikut:

1. Minum air putih yang cukup,untuk membantu kita berkemih lebih sering dan otomatis membuang bakteri yang telanjur masuk secara lebih cepat sebelum sempat terjadi infeksi

2. Jangan sering-sering menahan pipis, tunaikan hajat sesegera mungkin

3. Biasakan buang air kecil secara tuntas/tidak bersisa. Saya pernah mendengar, salah satu tipsnya adalah berdehem beberapa kali di penghujung kegiatan BAK, agar pengosongan kandung kemih lebih maksimal

4. Segera buang air kecil setelah berhubungan badan, bantu juga dengan minum air putih

5. Basuh atau cebok atau gunakan tisu setelah buang air (BAB maupun BAK) dari arah depan ke belakang, sehingga mencegah bakteri dari saluran pencernaan ‘menyeberang’ ke saluran kemih maupun vagina. Buang air di tempat umum pun perlu mendapat perhatian khusus, mengingat kita tidak tahu siapa pengguna toilet sebelumnya

6. Jangan memakai produk di area kewanitaan yang berpotensi mengiritasi

7. Jangan sering-sering mandi berendam, lebih baik mandi siram/guyur dengan shower atau gayung

8. Pakai pakaian dalam maupun pakaian luar (terutama celana) yang tidak ketat

9. Jika memang ingin menjalankan KB, pilih metode selain diafragma ataupun kondom yang dilengkapi pembasmi sperma.

10. Minum jus cranberry. Bahkan web kesehatan sekelas Mayoclinic yang menjadi salah satu rujukan saya dalam menulis artikel ini menyatakan bahwa tidak ada salahnya mengonsumsi jus cranberry atau produk ekstraknya yang lebih praktis, untuk menjauhkan dari ISK yang sering menimbulkan gejala anyang-anyangan.

Jika gejala telanjur muncul, tentu ada baiknya segera berkonsultasi kepada dokter. Setelah pemeriksaan dan menanyakan sejumlah hal pada pasien, umumnya dokter akan merujuk untuk tes lab untuk memastikan apakah memang yang dialami adalah infeksi saluran kencing. Sebab, anyang-anyangan belum tentu betul-betul disebabkan oleh ISK. Bisa jadi karena udara dingin saja atau sedang terlalu banyak minum minuman yang memiliki efek diuretik alias mengakibatkan sering ‘kebelet pipis’.

Diagnosis ISK yang telah dikonfirmasi oleh hasil lab biakan urin, akan ditindaklanjuti dengan pemberian antibiotik sesuai dengan tata laksana medis. Dokter mungkin juga akan meresepkan pereda nyeri untuk mengatasi rasa sakit yang teramat mengganggu.

Ingat, jangan hentikan minum antibiotiknya walaupun sudah terasa lebih baik, ya. Sebab, dosis yang diberikan sudah disesuaikan dengan keperluan. Jika antibiotik yang seharusnya diminum tidak dihabiskan, bisa-bisa pengobatan tidak tuntas dan harus diulangi dari awal ketika gejala muncul lagi. Bahkan ada risiko bakterinya jadi kebal hingga jenis antibiotik yang dipakai pun jadi harus diganti untuk kondisi sakit berikutnya. Jangan pula lakukan swamedikasi alias beli antibiotik ataupun obat sendiri yang seharusnya diperoleh hanya dengan resep dokter, bisa berisiko untuk kesehatan kita sendiri.

ISK tak boleh disepelekan, karena bakteri bisa saja menyebar ke ginjal yang merupakan salah satu organ vital manusia. Infeksi hingga kerusakan ginjal dapat menjadi salah satu kemungkinan terburuk. Pada ibu hamil, ISK juga bisa berpengaruh pada bayi yang dikandung, misalnya menjadi pemicu kelahiran prematur maupun berat badan lahir rendah (BBLR).

Seram, ya. Jadi, gejala seperti anyang-anyangan juga jangan diremehkan, segera cari pertolongan dari ahlinya.

Adakah Cara Alami Mengatasi ISK?

Selain menjalani pengobatan, penderita ISK juga bisa melakukan hal-hal berikut ini, semacam home treatment untuk membantu agar lebih nyaman:

1. Minum cukup air, diutamakan air putih, untuk membantu mengusir bakteri. Minuman seperti kopi atau soft drink dengan jus buah tertentu yang bersifat asam baiknya dihindari karena bisa mengiritasi kandung kemih.

2. Kompres area perut dengan kompres hangat. Buli-buli (warm water zak atau WWZ) atau warm pack (semacam ice gel yang bisa juga digunakan untuk menyimpan suhu hangat) yang memang diperuntukkan khusus untuk kompres akan lebih praktis dipakai, tetapi memanfaatkan botol air minum yang ada di rumah juga bisa.

Nah, saya sendiri menerapkan salah satu dari saran di atas, yaitu minum jus cranberry (Vaccinium macrocarpon) yang memiliki zat aktif proanthocyanidin (PAC) sebelum ke lab untuk kedua kalinya. Bukan dalam bentuk aslinya memang, melainkan yang sudah diekstrak. Soalnya, buah cranberry yang masih bersaudara dengan blueberry ini tidak begitu mudah ditemukan di Indonesia. Kalaupun ada, harganya cukup lumayan. Belum lagi perkara pengolahannya, bukan hanya kurang praktis tetapi jika kita salah prosedur malah khawatir khasiatnya tidak termanfaatkan dengan baik.

Seperti biasa, saya juga mencari tahu terlebih dahulu, kok bisa sih kranberi dihubungkan dengan manfaat memelihara kesehatan saluran kemih? Saya kutip dari Livestrong, ternyata cranberry atau ekstraknya memiliki kandungan proanthocyanidin, antosianin, flavonoid, dan asam hidroksi sinamat (hydroxycinnamic acid).

Cara kerjanya adalah dengan menghambat penempelan (adhesi) bakteri di dinding sel tubuh kita. Jadi, bakteri tidak sempat menempel lama-lama, dan lekas terbuang. Khasiat lainnya, senyawa proanthocyanidin juga dapat melindungi kita dari kanker dan penyakit jantung, juga melindungi sel-sel otak dari kerusakan akibat radikal bebas. Tuh, banyak ya, ternyata, nilai plusnya. Tak lupa saya mengecek keamanan suplemen tersebut untuk kondisi saya waktu itu yang masih menyusui.

Jaga Kesehatan Saluran Kemih Kita

Pilihan saya jatuhkan pada merk Prive Uri-cran dari TCI Co., Ltd. Taiwan yang di Indonesia didistribusikan oleh Combiphar. Kebetulan saat itu saya membaca ulasan beberapa teman blogger tentang produk ini. Combiphar sebagai perusahaan farmasi besar di Indonesia pastinya tidak main-main dalam memilih produk yang diedarkan. Sifatnya suplemen sehingga bisa dibeli tanpa resep dokter, walaupun mungkin ada juga dokter yang menyarankan karena memang percaya pada khasiatnya.

Bentuk Prive Uri-Cran ini ada dua macam, yaitu:

(1) kapsul yang bisa diminum 1-2 kapsul sehari. Satu box Prive Uri-Cran isi 30 kapsul harganya Rp160 ribuan.

(2) serbuk atau powder dalam sachet untuk dilarutkan pada air putih, diminum 1-2 kali per hari. Versi serbuknya yang secara lebih khusus diberi label Prive Uricran Plus dilengkapi juga dengan vitamin C sebagai antioksidan dan dua macam probiotik yaitu Bifidobacterium bifidum dan Lactobacillus acidophilus. Sekotak Prive Uri-Cran Plus isi 15 sachet @8 gram bisa dibeli dengan harga Rp126 ribuan.

Review dari saya, kapsulnya praktis untuk diminum dan dibawa bepergian, sedangkan serbuknya bisa menjadi minuman segar sekaligus selingan dari air putih, juga mudah diminum bagi yang kesulitan menelan kapsul. Harganya juga relatif terjangkau, apalagi jika mencermati program promonya. Minggu lalu saya melihat produk ini didiskon lumayan besar di salah satu jaringan apotek modern, sebelumnya pernah juga saya beli paketannya dengan bonus tas di pameran produk ibu dan anak.

Hingga kini, saya masih membeli Uri-Cran sebagai suplemen untuk memelihara kesehatan saluran kemih. Lebih menyenangkan lagi karena Combiphar punya layanan konsumen yang baik. Ketika tiga bulan yang lalu saya perlu bertanya sesuatu terkait Uricran ini (sebelumnya pernah juga untuk produk lainnya), respon dari customer care center-nya via WhatsApp (ke 081806800088) pun amat cepat, ramah, dan positif. Terakhir, saya menanyakan status sertifikasi halal Uri-Cran, dan dijawab dengan penjelasan bahwa Uri-Cran telah mendapatkan sertifikat halal dari negara asalnya, Taiwan.

Jempol, deh, untuk layanan pelanggan Combiphar! Di media sosial Uri-Cran yaitu https://www.instagram.com/uricran.id dan https://www.facebook.com/priveuricran juga banyak info kesehatan menarik seputar kesehatan saluran kemih, baik pada anak-anak maupun orang dewasa.

Foto ilustrasi: iStock

23 thoughts on “Nyeri Saat Buang Air Kecil, Kondisi yang Tak Boleh Disepelekan

  1. Kalau sudah ngomongin ISK memang identik dengan perempuan ya Mbak..Yang saya suka dari Uri-cran ini selain kualitas produknya juga layanan pelanggan Combiphar itu juwaraa. Jadi harga produk worth it dengan mutu dan pelayanan. Salut!

    • Oh kalau obat sesuai tata laksana ada sendiri, Bu, tapi ada juga hal-hal lain yang bisa dilakukan di rumah untuk menyamankan atau membantu, atau juga mencegah, seperti suplemen ini :).

  2. Mbak, lengkaaapp bgtt tulisannya. Anakku kmrn sempat kena ISK karena tes urin ada bakteri. Yakin bgt itu berasal dari efek pemakaian diaper terlalu lama. Dikasih antibiotik, Alhamdulillah besoknya udh ga sakit saat pipis. Dan emg baiknya segera disunat kalo anak laki menurut saran DSA nya. Makasih mbak sharingnya..

  3. Kyknya pernah kena anyang2an yang condong ke ISK, sakit di bawah perut, pinggul gtu.
    Dulu jg minum uricran buat mengatasinya, blm sampai ke doktr sih alhamdulillah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s