Jelajah Empat Dunia bersama Nivea World of Imagination

Tahun lalu saya sempat mendengar bahwa dalam rangka merayakan Hari Ibu yang diperingati setiap tanggal 22 Desember, Nivea Indonesia mengadakan Drama Musikal Dongeng Pohon Impian dengan penampilan istimewa dari Naura dan ibunya, Nola. Ingin rasanya ke sana, tetapi saat itu waktunya sedang tidak memungkinkan. Nah, tahun ini Nivea kembali menggelar kegiatan bertema ibu dan anak, sejalan dengan kampanye #SentuhanIbu yang mereka jalankan. Bentuknya kali ini adalah wahana bermain, di mana ibu dan anak bisa berpetualang bersama ke empat dunia.

Acara Nivea #SentuhanIbu World of Imagination ini digelar di Ecopark Ancol, selama dua hari yaitu 21 dan 22 Desember. Tersedia dua sesi yang bisa dipilih yaitu sesi pagi pukul 10.00 s.d. 15.00 dan sesi sore pukul 16.00 s.d. 21.00. Karena belakangan ini hujan sering turun di sore hari sementara kegiatan Nivea #SentuhanIbu World of Imagination tersebut banyak melibatkan aktivitas luar ruangan, maka saya pun memilih sesi pagi tepat pada Hari Ibu.

Di loket, kami mendapatkan gelang sebagai tanda peserta. Fahira mendapatkan gelang merah tambahan karena usianya belum 6 tahun dan tinggi badannya belum mencapai 110 cm. Anak dengan gelang merah hanya dapat bertualang di Dunia Hutan, Dunia Pasir, dan mengikuti celebration show sebagai penutup kegiatan.

Setelah melewati pemeriksaan tas, kami naik ke Museum.

Di museum ini ada patung para makhluk dari keempat dunia. Kami menonton video yang menceritakan riwayat keempat dunia tersebut.

Di Dunia Hutan ini, kita dimanjakan dengan permainan cahaya yang ditembakkan ke dinding. Setelahnya, kita diajarkan cara menyapa Makhluk Hutan yang pemalu tanpa membuatnya takut. Setelah melewati “hutan” berupa sulur-sulur hijau, tibalah saatnya untuk bertemu muka dengan Makhluk Hutan ini. Kami pun menari bersama. Peserta kemudian bisa memperoleh stiker pertama dari kakak-kakak petugas.

Begitu keluar dari Dunia Hutan, sebagian peserta langsung menyerbu tenda-tenda yang tersedia. Banyak tawaran menarik, mulai dari produk Nivea, merchandise, perlengkapan mewarnai, produk edukasi, hingga makanan dan minuman. Anak-anak juga bisa puas bermain dengan bola-bola biru Nivea yang disebar di area tersebut. Setelah itu, kami baru melanjutkan perjalanan, melewati kandang merak dan menyeberang untuk sampai ke area tiga dunia lainnya.

Begitu sampai di area permainan yang luas ini, kami memilih untuk berpetualang ke Dunia Pasir dulu, mumpung antreannya sedang sepi. Di sini peserta menjelajah labirin untuk bisa sampai ke area bak pasir. Hati-hati, di dalam labirin ada Monster Pasir yang menyeramkan! Dengan mantra “Simplicity“, kita bisa terhindar dari serangan Monster Pasir ini. Sesampainya di bak pasir, peserta harus menggali untuk menemukan stiker Dunia Pasir.

Dunia yang menjadi tujuan kami berikutnya adalah Dunia Angin. Anak-anak yang boleh bermain di sini harus sudah berusia 6 tahun ke atas, jadi saya bermain hanya dengan Fathia. Di sini tangan kami di-‘ikat’ dengan semacam gelang kertas, lalu kami berjalan bersama-sama ke atas. Kalau gelangnya putus, peserta diminta mengulangi lagi dari bawah. Di atas ada beberapa bola plastik yang digantung, di dalamnya ada stiker tanda sudah melalui Dunia Angin.

Namun, petualangan belum usai. Kami harus meluncur sambil bergandengan tangan di perosotan yang tersedia untuk bisa sampai ke bawah lagi. Deg-degan juga sebenarnya, karena sudutnya cukup curam. Tim Nivea dengan sigap sudah menyediakan peralatan keamanan seperti helm dan bantalan siku serta lutut, khususnya untuk anak-anak.

Dunia Air menjadi pilihan terakhir kami selain karena antreannya cukup panjang juga karena kami bakal basah-basahan di situ. Memang, sih, semua diberi jas hujan, tetapi ada kalanya tembakan pistol air dari para bajak laut ini tidak kenal ampun. Lebih enak jika setelah itu langsung berganti baju.

Setelah keempat dunia berhasil dilewati, inilah stiker selengkapnya yang sudah dikumpulkan. Kami makan, ganti baju, kemudian sholat Dzuhur terlebih dahulu. Penukaran medali baru dapat dilakukan pukul 14.00. Meskipun hanya mendapatkan dua stiker, sesuai usianya, Fahira juga tetap mendapatkan medali. Peserta kemudian diajak merayakan keberhasilannya melalui tantangan keempat dunia lewat penampilan tari dan nyanyi para tokoh dari keempat dunia.

Bukan hanya medali, kami juga membawa pulang hampers cantik berisi buku gambar, pensil warna, Nivea Creme, dan scarf elegan dari Maison Elmesa. Selain itu ada tas serut juga yang bisa dipakai membawa hampers-nya.

Jadi penasaran, kira-kira tahun depan Nivea mau bikin acara apa, yaa?

8 thoughts on “Jelajah Empat Dunia bersama Nivea World of Imagination

  1. Daku melihat di temlen temen-temen ternyata seru banget ya kak. Bisa main bareng anak-anak atau keponakan untuk menciptakan kebersamaan biar makin dekat lagi

  2. uwuwuwu, seru banget sih lihat ini. Acaranya pasti rame abis dan anak-anak suka. Tempat luas, mainan banyak, venue keren. Kapan ya ada di Bandung… hehe

  3. Waahhh.. seru. Banyak wahana dan tantangannya. Dapat medali lagi. Anak-anak pastinya senang merasa berhasil bisa meraih sesuatu

  4. Tempat liburan yang tepat buat anak-anak, selain seru dan menyenangkan, juga sangat mengedukasi. Apalagi diadakan di out door itu bagus juga buat perkembangan anak.

Leave a Reply to Uwien Budi Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s