Ide Aktivitas Anak: Eksperimen dengan Air

Masa-masa lebih banyak berada di rumah saja ini membuat orang tua harus putar otak untuk mencarikan anak-anak aktivitas agar mereka tidak bosan. Jika dulu pergi ke taman menjadi solusi murah meriah untuk rekreasi, kini belum bisa seperti itu lagi. Meskipun kegiatan seperti membaca buku, memainkan mainan yang ada di rumah maupun menciptakan permainan sendiri dari barang-barang yang ada sejauh ini sudah cukup membuat anak-anak sibuk, tetapi saya juga mencarikan alternatif lain agar permainan mereka tak hanya itu-itu saja.

Acara daring menjadi pilihan saya untuk menambah variasi kegiatan anak-anak. Ada wisata virtual, kelas belajar mendongeng, bahasa Inggris, bernyanyi, menulis, prakarya, coding, webinar dengan topik pubertas hingga melindungi diri, juga ada aneka eksperimen menarik. Sebagian besar masih saya ambil yang lepasannya saja, belum sampai yang berpekan-pekan rutin diadakan, karena jadwal pelajaran anak-anak juga masih sering berubah khususnya pada saat-saat adaptasi di awal pandemi dulu.

Nah, ini sebagian dari kegiatan yang sempat diikuti oleh anak-anak. Kali ini saya berfokus pada kegiatan berupa dengan eksperimen yang melibatkan air. Selain dari kelas daring yang diselenggarakan oleh pihak lain, ada pula percobaan yang merupakan bagian dari sesi belajar jarak jauh dari sekolah, khususnya sekolah Fahira saat masih TK.

1. Campuran Warna
Bahan:
Air
Pewarna makanan biru, merah, dan kuning
 
Cara bermain:
Siapkan enam wadah berisi air.
Teteskan masing-masing pewarna dengan warna dasar ke dalam tiga wadah. 
Campur masing-masing warna untuk menghasilkan warna baru.
 
2. Hujan Pelangi
Bahan yang diperlukan:
Air
Minyak sayur
Pewarna makanan merah dan biru
 
Cara bermain:
Teteskan kedua pewarna makanan sedikit saja bergantian ke dalam minyak, aduk.
Tuangkan minyak yang sudah dicampur dengan pewarna ini ke dalam gelas berisi air.
Pewarna makanan akan memisahkan diri dari minyak dan jatuh ke dalam air, membentuk tetesan seperti hujan berwarna-warni. 
Selain soal berat jenis cairan, kesempatan ini bisa sekaligus digunakan untuk mempelajari hal-hal terkait hujan seperti doa saat hujan turun dan kombinasi warna.
 
3. Telur Melayang
Bahan:
Air dalam wadah yang agak tinggi
Garam
Telur ayam mentah
Cara bermain:
Masukkan telur ke dalam wadah berisi air, amati bahwa telurnya tenggelam ke dasar wadah.
Tambahkan garam ke dalam air, aduk. Eksperimen ini memang memerlukan garam cukup banyak. Nantinya telur akan melayang di tengah-tengah air garam.
Mengiringi percobaan ini, guru Fahira bercerita tentang Laut Mati.
 
4. Lava Lamp
Bahan:
Air dalam botol
Minyak
Pewarna makanan berwarna cerah
Bohlam lampu kecil beserta baterainya
Mangkuk plastik/kertas mungil untuk menahan dan melindungi bohlam
Selotip untuk merekatkan lampu dan baterai ke mangkuk dan bagian bawah botol
Tablet minuman effervescent
Cara bermain: 
Campurkan air, minyak, dan pewarna makanan.
Masukkan tablet effervescent, nyalakan lampu untuk efek yang lebih dramatis.
Perhatikan bagaimana terbentuk semacam gelembung cairan lava.
 
5. Ubur-Ubur di Laut
Bahan:
Botol yang cukup besar, kalau bisa lehernya jangan terlalu sempit untuk memudahkan mengambil kembali kalau ubur-uburnya tenggelam
Air hampir memenuhi botol
Pewarna biru
Gambar ubur-ubur kecil, lapisi dengan plastik atau selotip agar tidak rusak ketika basah
Klip kertas
Hiasan lain bertema laut, misalnya batu berwarna-warni atau hiasan menyerupai tanaman laut
 
 
Cara bermain: 
Pasang klip ke badan ubur-ubur, lalu masukkan ke dalam air. Air baru kami beri warna belakangan. Agak tricky memang, karena kalau tidak pas maka ubur-uburnya tidak mau mengapung dan malah tenggelam. Bisa gunakan lebih dari satu klip juga, atur sampai posisi ubur-ubur tidak lagi tenggelam. 
Tambahkan hiasan lain jika perlu ke dalam air, atau bisa juga tempelkan ornamen bertema laut di sekeliling botol bagian luar.
Tutup botol dengan rapat.
Tekan/pencet badan botol bagian bawah (bukan dasar botol). Ubur-ubur akan terlihat “berenang” turun mendekati dasar botol. Lepaskan tekanan dan ubur-ubur pun akan melesat naik kembali ke permukaan.
Jika belum berhasil, mungkin airnya yang kurang penuh, atau tekanannya yang kurang.
 
6. Air Berlapis Pelangi
Bahan:
Air
Minyak
Madu
Sabun cuci piring berwarna hijau
Pewarna makanan biru dan merah
 
Cara bermain:
Secara bertahap tuangkan ke wadah bening: 
– Madu, campur dengan pewarna merah
– Sabun cuci piring
– Air yang sudah dicampur dengan pewarna biru
– Minyak goreng
Tipsnya, tuang pelan-pelan agar tidak memecah “kulit” cairan di bawahnya, sehingga lapisan terbentuk lebih rapi.
Akan terbentuk lapisan berdasarkan berat jenis masing-masing cairan ini
 
7. Awan Hujan
Bahan:
Air panas
Pewarna biru
Es batu
 
Perlengkapan: 
Gelas
Plastik seukuran luas bagian atas gelas (kalau bisa cling wrap)
Karet gelang
Cara bermain:
Tuangkan air panas ke gelas, campur dengan pewarna biru, aduk rata.
Pasang plastik di bagian atas gelas, ketatkan dan ikat dengan karet gelang.
Taruh es batu di bagian atas plastik
Akan terbentuk uap air di bagian bawah plastik, yang jika sudah terkumpul cukup banyak maka akan menetes kembali ke dalam gelas.
 
Seru, ya, bermain sambil belajar begini. Sebetulnya masih ada lagi permainan seru dengan air yang pernah kami coba, tetapi fotonya belum ketemu. Akan segera ditambahkan jika sudah ada.
 
#Writober2021
#RBMIPJakarta
#Air

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s