[Resensi Buku] Ndherek Langkung

Judul buku: Ndherek Langkung
Penulis: Nurul Hikmah
Ilustrator Imam Styawan
Penerbit: Lingkar Antarnusa
Tahun terbit: 2021
Jumlah halaman: 24

Buku Ndherek Langkung

Buku Ndherek Langkung

Sudah bertahun-tahun punya buku ini, tapi baru ingat belum pernah memuat resensinya. Dulu pernah bikin ulasan singkatnya untuk sebuah komunitas, tetapi sampai sekarang sepertinya belum jadi tayang. Mumpung ada momen Hari Bahasa Ibu Internasional, rasanya pas kalau dipublikasikan sekarang di blog.

Buku ini bercerita tentang Laras, seorang anak yang baru pindah tempat tinggal ke kampung. Untuk urusan mendapatkan teman baru, Laras terbantu oleh saudaranya yang juga tinggal di sekitar situ. Akan tetapi, ternyata ada tantangan lain yang muncul.

Buku Ndherek Langkung

Belajar budaya lewat Buku Ndherek Langkung

Namanya juga hidup bermasyarakat, ada norma sopan santun yang harus ditaati. Jika anak-anak lewat di hadapan orang yang lebih tua misalnya, maka anak-anak ini biasanya akan dengan sopan menyapa sambil sedikit membungkuk dan berkata “Ndherek langkung” atau permisi (secara harfiah ini adalah versi halus dari numpang lewat).

Ini merupakan hal yang baru bagi Laras. Mulanya Laras merasa canggung. Bahkan ia sempat memilih untuk menghindar atau kabur. Namun, pelan-pelan ia belajar untuk menyesuaikan diri.

Buku Ndherek Langkung

Buku Ndherek Langkung

Cerita tentang Laras yang kebingungan beradaptasi disampaikan dengan manis dan terasa dekat. Kecanggungannya disajikan sebagai suatu hal yang wajar. Isi buku ini dapat menjadi bahan diskusi dengan anak-anak mengenai perbedaan budaya dan adab di suatu lingkungan.

Sebagai orang Jawa yang juga lahir dan besar di Jawa Tengah, saya mengalami masa-masa belajar aksara Jawa di sekolah. Pelajaran ini terasa lebih mudah karena ada alm. Mbah Kakung yang telaten mengajari di rumah, meskipun tahapan penguasaan saya tak sampai membuat mampu melahap koleksi buku bacaan beraksara Jawa milik beliau.

Saat ini saya tinggal di Jakarta dengan anak-anak yang juga tumbuh besar di sini hingga sekarang sudah praremaja. Sehari-hari kami berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia Rasanya ingin mengenalkan budaya Jawa juga kepada mereka, termasuk bahasa, aksara, dan sopan santunnya. Mungkin memang tak bisa terlalu detail, tapi setidaknya mereka perlu tahu. Senang sekali ketika ada buku ini yang bisa saya gunakan sebagai salah satu sarana belajar mereka.

Buku anak beraksara jawa Ndherek Langkung

Buku anak beraksara jawa Ndherek Langkung

Buku ini menampilkan cerita sepenuhnya dalam aksara Jawa dan aksara latin berbahasa Jawa, kemudian menaruh versi bahasa Indonesianya secara utuh di halaman belakang. Di antara judul-judul berbahasa Jawa lain dari penerbit yang sama, Ndherek Langkung menjadi salah satu favorit saya. Fahira punya judul kesukaan lainnya sih, nanti kapan-kapan saya tuliskan juga deh.

Yang jelas, transliterasi dalam buku ini bikin saya tersenyum senang. Soalnya, sedih rasanya kalau ada buku yang menuliskan bahasa Jawa dengan transliterasi yang tidak pas. Bagi yang paham, artinya kan bisa berbeda, loh. Misalnya, “loro” (dua) dengan “lara” (sakit). Ndherek Langkung tampak jelas dibuat secara hati-hati penuh cinta untuk memperkaya wawasan pembaca, terutama generasi muda, akan budaya Jawa.

12 thoughts on “[Resensi Buku] Ndherek Langkung

  1. Aku selalu suka cara Kak Leila membahas buku—tenang, dalam, dan nggak berisik. Dari tulisannya, buku ini terasa bukan hanya untuk dibaca, tapi untuk direnungkan. Ada jeda-jeda yang bikin pembaca ikut berpikir.

  2. Kayaknya aku harus punya buku ini deh, setidaknya salah satu buat referensi mengenalkan anak akan bahasa Jawa, gambarnya menarik banget, anak-anak pasti suka, terima kasih ya untuk resensinya

  3. duhhhh baca ini dan liat buku dherek langkung ini kok berasa mak nyes banget yaaa…sudah jarang mendengar kata2 itu sekarang…aku yang di solo saja sudah jarang mbaa denger atau mengucapkan kata itu…

    liat aksara2 jawa ini jad mengingatkan masa2 sekolah dulu ternyata seru yaaa menulis jawa itu hehe…apakabar sekarang apakah sekolah masih mengajarkan bahasa dan menulis jawa juga yaa???

    sebagai orang jawa sepertinya aku perlu mempunyai buku ini setidaknya bisa buat koleksi sendiri sekligus kembali belajar menulis jawa 🙂

  4. Resensi buku yang sukses membuat penasaran,

    saya jadi ingin membaca bukunya dan berharap bisa menjadi referensi pengenalan bahasa Jawa ke anak, secara separuh dirinya ada darah Jawa tapi nggak bisa bahasa Jawa, mana yg mau ngajarin sudah nggak ada.

    Makasih info resensinya Kak.

  5. Mengajarkan anak-anak sejak dini tentang kesopanan sangatlah penting. Hal-hal sederhana, sperti Nderek Langkung atau permisi saat melewati orang yang lebih tua. Mengucapkan “Terimakasi” kepada seumuran dan orang lebih lebih tua. Kata “Maaf” juga.

    Buku ini sangat cocok untuk anak-anak. Pemakaian bahasa yang sederhana dan mudah dipahami anak-anak. Apalagi jaman sekarang dunia literasi membaca sangat menurun. Semoga kita sebagai orang tua diberi kesabaran dan semangat untuk menjadi orang tua yang baik bagi anak-anak.

  6. buat yang ingin belajar maupun belum paham soal aksara Jawa, jadiya dimudahkan ya dengan membaca buku ini.

    daku setuju kak, pastinya kalau nggak tepat menerjemahkan ya bisa salah arti nantinya

  7. Saya baru tau judul buku ini dari sini. Ulasannya menarik banget. Apalagi ada tulisan aksara jawanya. Banget banget deh ini. Setidaknya ikut menghargai salah satu budaya di Indonesia.

  8. Buku yang sangat menarik sekali, 24 halaman berisi banget ya. Buat orang Jawa pastilah bangga dan happy banget karena bisa baca buku dengan aksara Jawa.

    Buat aku yang diluar suku Jawa pun mudah, bisa baca versi tulisan bahasa Indonesia dan kabar baiknya di translate dengan benar dan sesuai. Buku Ndherek Langkung, ini bagus dikenalkan ke anak-anak supaya memahami budaya di Jawa. Jadi memang setiap daerah punya perbedaan, tujuannya sama, menjunjung etika dan sopan santun.

  9. Ndherek Langkung menarik banget nih apalagi pakai aksara Jawa juga. Aku tuh dulu bisa baca dan nulisnya. Cuma setelah lulus sekolah gak kepake. Jadi lupa deh, hwhwhw

    Nanti coba cari ah bukunya ini

  10. wah keren ya bukunya ada aksara jawa juga dan kalau sekarang ada mata pelajarannya kah di Jawa, mbak? Aku kayaknya pernah deh baca buku ini di perpustakaan digital atau mirip ya karena sama-sama ada aksara jawanya

  11. Wahh kebetulan banget saya lagi ingin memperdalam kosa kata bahasa jawaku nih, terutama huruf hanacaraka. Buku Ndherek Langkung ini bagus juga nih buat tambahan koleksi literatur bahasa jawa yang simple dan mudah dipelajari.

Leave a reply to ayanapunya Cancel reply