Sejak beberapa waktu yang lalu saya penasaran dengan banner es krim Baginda’s yang dipasang di sebuah bangunan nggak jauh dari rumah. Selama beberapa tahun terakhir tempat itu adalah rumah makan Padang, yang kemudian tutup dan berganti dengan tulisan es krim. Karena kalau kami sedang lewat seringnya pintunya tertutup, saya kira Baginda’s ini tuh semacam supplier atau penyedia jasa buat pesanan es krim. Bukan yang bisa makan di tempat gitu. Sebagai pencinta es-esan saya tergiur, tapi apakah melayani beli satuan, ya?

Es Krim Baginda’s
Nah, awal Juli ada obrolan soal Baltic Ice Cream di grup Wisata Kreatif Jakarta. Awalnya, Mbak Ira Lathief (pendiri WKJ) berbagi postingan soal ditutupnya Ice Cream Baltic yang ada d kawasan Senen. Restoran es krim yang berdiri sejak 1939 ini berhenti beroperasi karena pemiliknya berpulang dan sudah tidak ada yang meneruskan. Karena termasuk es krim legendaris, rute walking tour atau wisata sejarah di seputaran Senen-Kwitang seringkali memasukkan agenda mampir ke Baltic juga.
Lalu Mbak Vida Adisti menanggapi bahwa ada beberapa pegawai resto itu, yang sudah bekerja di sana selama lebih dari 40 tahun, yang buka outlet es krim juga. Semacam meneruskan cita rasa Baltic, meski dengan nama yang berbeda. Membaca nama toko yang disebutkan Mbak Vida, saya pun langsung menyahut. Lha, ini kan toko es krim yang sering saya lihat itu.
Setelah tahu informasi tersebut, saya bertambah semangat untuk mencoba. Kami sempat ke sana ketika pada suatu malam terlihat pintunya terbuka dan banyak orang di sekitar. Namun, kami diminta kembali besok pagi saja karena katanya sudah tutup. Sayangnya, “besok pagi” ini tertunda sampai berminggu-minggu lamanya. Suami sudah pernah membelikan sih untuk dibawa pulang karena saya bertanya-tanya melulu kenapa setiap lewat situ tulisannya Closed. Namun, pastinya tetap ingin mencoba makan di tempat.

Es Krim Baginda’sHabis acara jalan santai kompleks Agustusan kemarin, kami sekalian mampir ke Es Krim Baginda’s ini untuk menuntaskan penasaran. Alhamdulillah, menjelang Dzuhur itu terpasang tanda Open. Ibu yang menjaga toko (atau ibu pemilik, ya?) mempersilakan kami masuk ketika melihat saya sibuk foto-foto bagian luar.
Di dalam, tempat duduknya memang tidak banyak, tapi nyaman kok. Di dalam, ibu tadi menjelaskan bahwa jam bukanya dari 09.00 sampai Maghrib. Kadang yang datangnya lewat-lewat sedikit, biasanya orang kantoran yang sekalian pulang, masih dilayani juga.

Es Krim Baginda’s
Saya membeli es krim kopyor dan mocha, sedangkan Fahira memilih rasa cokelat. Asli es krimnya lembut banget. Sedikit nostalgia jadinya waktu kami ke Baltic sekitar sepuluh tahun yang lalu sepulang dari Museum Sumpah Pemuda. Kami juga diberi air minum dalam kemasan gelas plastik untuk membantu menetralisir rasa atau membilas kerongkongan sehabis makan es krim. Untuk menunya hanya ada es krim saja sih, tidak ada makanan atau minuman lain yang bisa dipesan.
Pilihan rasa di Baginda’s banyak sekali dan sudah bersertifikasi halal pula. Konon di Baltic dulu salah satu rasa favoritnya adalah rum raisin, yang mungkin membuat merek tersebut tidak bisa mendapatkan sertifikat halal. Oya, Baginda’s Ice Cream memang menerima pesanan dalam jumlah banyak juga, jadi dugaan saya di awal tidak sepenuhnya salah. Untuk pemesanan bisa hubungi nomor yang tertera, yaa. Untuk pesan antar minimal 20 pcs katanya.

Lembutnya tekstur es Krim Baginda’s
Kapan-kapan mesti beli lagi, nih!
📍Jalan Bacang, Percetakan Negara Kel. Rawasari Kec. Cempaka Putih, Jakarta Pusat
Masuk Jl. Bacang dari Jl. Percetakan Negara lebih dekat (langsung kelihatan, untuk kendaraan umum bisa naik angkot juga dari Salemba), tapi bisa juga dari Jl. Pramuka Sari III.
📞 0818 171 580
📞 0851 0074 0445
📞 0896 0253 2504
