Tantangan Level 7 (Semua Anak Adalah Bintang) Hari 5

Tantangan Level 7 Kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional — Semua Anak Adalah Bintang, Hari 5, 22 Agustus 2017

Semalam saya baru pulang kator setelah maghrib, dan itu pun sudah ditunggu agenda berbagi dalam rangka ‘pertukaran pelajar’ yang kali ini ke grup kelas Bunda Sayang IIP Bandung (karena pada level 5 saya memperoleh badge outstanding). 


Jadilah setelah sesi main intens selepas mandi, sholat, dan makan, saya minta izin pada mereka untuk fokus pegang ponsel. Semula anak-anak asyik main berdua, tetapi kemudian mereka ternyata tertarik ‘mendandani’ saya dengan selendang dan tube cat air. Ala ala hijab tutorial dan make over gitu, deh. Ini sebetulnya hal seru yang bikin mereka berbinar-binar ceria sampai tertawa-tawa, ya.

Tapi saya memilih untuk fokus pada hal lain dulu, lanjutan dari apa yang saya rencanakan sebelumnya. Saat minta izin, saya sambil menyebutkan ke Fathia bahwa kalau suka/rajin menulis, bisa jadi nambah teman dari mana-mana, lho. Bisa juga bikin buku sendiri. Tulis saja dulu misalnya tadi pagi bangun, di sekolah ketemu siapa, sama dedek main apa…. Dan ia sesungguhnya menyambut dengan sangat antusias (“Trus nanti dijual, ya, Bunda?” :D). Tapi berhubung buku ‘jurnal’-nya (semacam buku agenda bersampul tebal yang sudah sempat digambari beberapa halaman dan menurut saya cocok untuk menulis/menggambar di mana saja karena bentuknya) belum ketemu, dan hari sudah beranjak makin malam sedangkan sesi berbagi pun sempat mundur, jadinya justru saya yang harus menahannya langsung praktik. Tapi lumayanlah, sudah ada kemajuan dibandingkan dengan kemarin, meskipun sepertinya masih berorientasi ke keinginan saya bukan keinginannya, hmm, memancing boleh, kan, ya? Tentu bukan langsung menulis panjang, tapi ketika saya singgung opsi bagaimana kalau digambar saja tadi seharian apa saja yang dilakukan, Fathia malah bilang lebih suka menulis.

 

#Tantangan10Hari

#Level7

#KuliahBunsayIIP

#BintangKeluarga

Tantangan Level 7 (Semua Anak Adalah Bintang) Hari 4

Tantangan Level 7 Kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional — Semua Anak Adalah Bintang, Hari 4, 21 Agustus 2017

Kali ini saya ingin menjelajahi area hubungan interpersonal anak. Sebetulnya ada beberapa hal terkait pertemanan anak yang ingin saya bahas, tetapi di hari kerja begini saat saya tidak bisa melihat langsung interaksi anak dengan teman-temannya, jadi kami ‘belok’ ke persona lain. Sosok yang justru penting sebenarnya, yaitu para eyang yang tinggal di Jawa Tengah. Ada bapak dari suami dan mama saya, yang setidaknya kami telepon seminggu sekali selain komunikasi sehari-hari dengan whatsapp.

Anak-anak seperti biasa paling antusias bercerita tentang pengalamannya atau setor hafalan surat/doa/lagu baru, dan para eyang juga senang mendengarkan celoteh mereka. Tapi sering saya dan suami memancing anak-anak untuk juga menanyakan kabar eyang-eyang mereka, agar tidak cuma berpusat ke diri sendiri. Sekadar tanya terkait kesehatan, tadi makan apa, cuaca di sana, dst., yang penting agar anak-anak juga belajar mendengarkan cerita. Sejauh ini sih, kalau soal berbinar-binar (sebagaimana disebutkan dalam materi Level 7), ya mereka masih lebih semangat ketika ditanya ketimbang bertanya. PR buat kami juga untuk menstimulasi agar kepedulian dan keingintahuan mereka juga terpupuk, asal jangan jatuh ke kepo, ya, hehehe. Mungkin ini proyek bagi saya dan suami yang melibatkan anak-anak, ya, bayangan saya sih bisa dimulai dengan menunjukkan foto-foto keluarga besar dan bercerita agar mereka ikut penasaran.

 

#Tantangan10Hari

#Level7

#KuliahBunsayIIP

#BintangKeluarga

Tantangan Level 7 (Semua Anak Adalah Bintang) Hari 3

Tantangan Level 7 Kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional — Semua Anak Adalah Bintang, Hari 3, 20 Agustus 2017

Beraktivitas di luar ruang merupakan salah satu kegiatan favorit anak-anak. Hari Minggu itu kami main ke dua taman yaitu Taman Lapangan Banteng sekalian lihat-lihat (lagi) pameran flora dan fauna di pagi hari, kemudian ke Taman Suropati di sore hari. Lagi, saya bermaksud mendorong Fathia membuat jurnal harian, tapi hari itu mood-nya sedang kurang baik dan kami fokus ke membujuknya makan. Tapi kegiatan di taman cukup menceriakan dirinya, misalnya menonton grup musik berlatih di Taman Suropati, sesuatu yang baru ia lihat sekali pada kunjungan sebelumnya dan sempat panjang ia bahas berhari-hari kemudian. Fahira masih cenderung ikut saja apa yang kakaknya suka. Di Taman Suropati, ternyata sedang ada gelaran buku-buku dari Perpustakaan Jalanan Jakarta. Jadilah kami lesehan di situ, dan anak-anak bergantian minta dibacakan buku-buku yang disajikan. Saya mengamati bahwa mereka sudah bisa mencari kesenangan lain di taman tersebut ketika dua kesenangan tertentu tidak memungkinkan dijalani, yaitu bermain gelembung sabun (menurut kami agak sayang uangnya) dan memberi makan burung (dalam kondisi ramai, burung-burung merpati jarang mau turun dari rumah-rumahannya). Saya harap kegemaran terhadap buku ini bisa bertahan, dan sedang menimbang-nimbang untuk membuat proyek pembacaan cerita untuk teman-teman anak-anak (tetangga) yang suka main ke rumah. Fathia bisa membantu memilihkan cerita dan penjadwalannya pun siapa tahu bisa bikin rutinitas di rumah lebih teratur (setelah sempat agak berantakan usai pada sakit tempo hari).

 

#Tantangan10Hari

#Level7

#KuliahBunsayIIP

#BintangKeluarga

Tantangan Level 7 (Semua Anak Adalah Bintang) Hari 2

Tantangan Level 7 Kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional — Semua Anak Adalah Bintang, Hari 2, 19 Agustus 2017

Fathia suka bermain jual-jualan, di mana pun dan kapan pun, bahkan pernah saat kami sedang jalan-jalan ke Monas dan mencapai puncaknya pun, sambil beristirahat sebentar ia sudah mau duduk pura-pura berjualan (yang saya tahan karena harus bergantian dengan pengantre lain). Malam Minggu ada pasar malam dadakan di dekat rumah, jadi saya terpikir proyek bercerita kembali dalam bentuk gambar karena Fathia juga suka menggambar, selain menulis sedikit-sedikit.

Di pasar malam, kami melihat-lihat berbagai dagangan dan juga panggung hiburan di kelurahan yang menampilkan lagu-lagu perjuangan/nasional. Sebetulnya saya berencana memancing Fathia membuat semacam jurnal berbentuk gambar atas pengalamannya malam itu. Siapa tahu jadi awal dari kebiasaannya membuat jurnal harian, sebagaimana saya juga suka menulis. Tapi ternyata Fathia kurang mood, maunya gambar seperti biasa saja. Susah, katanya. Salah juga saya sih ya, pendekatannya terlalu mendadak. Ya sudah, besok lanjut lagi, ya…. 

 

#Tantangan10Hari

#Level7

#KuliahBunsayIIP

#BintangKeluarga

Tantangan Level 7 (Semua Anak Adalah Bintang) Hari 1

Tantangan Level 7 Kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional — Semua Anak Adalah Bintang, Hari 1, 18 Agustus 2017

 Fathia (5 tahun 10 bulan) suka bermain guru-guruan dengan adiknya, Fahira (2 tahun 8 bulan). Perannya masih sering gantian sih, siapa guru siapa murid, dan saya mengamati bahwa Fathia suka memimpin sedangkan adiknya menyenangi rutinitas.

Saya biasanya memantau saja, menjawab kalau ditanya, mengingatkan misal yang ‘diajarkan’ ada yang salahnya kelewatan. Tapi kemudian muncul ide, bagaimana kalau diarahkan? Tentunya jangan jadi terlalu instruktif juga. Saya coba pancing dengan di sekolah (TK) kakak ada kegiatan apa siangnya, dari situ bisa sambil murojaah hafalan surat pendek kakak yang sering jadi bagian dari pembelajaran di sekolahnya. Bonusnya, adik yang mendengarkan pun biasanya jadi ikutan hafal walaupun selama ini tidak saya khususkan.
 

#Tantangan10Hari

#Level7

#KuliahBunsayIIP

#BintangKeluarga

Materi Kelas Bunda Sayang IIP sesi #7: Semua Anak adalah Bintang

Institut Ibu Profesional

Kelas Bunda Sayang sesi #7

SEMUA ANAK ADALAH BINTANG

Anak-anak yang terlahir ke dunia merupakan anak-anak pilihan, para juara yang membawa bintangnya masing-masing sejak lahir. Namun setelah mereka lahir, kita, orang dewasa yang diamanahi menjaganya, justru lebih sering “membanding-bandingkan” pribadi anak ini dengan pribadi anak yang lain.

BANDINGKANLAH ANAK-ANAK KITA DENGAN DIRINYA SENDIRI, BUKAN DENGAN ANAK ORANG LAIN

Jadi kalimat yang harus sering anda keluarkan adalah,

✅ “Apa bedanya kakak 1 tahun yang lalu dengan kakak yang sekarang?”

bukan dengan kalimat

❌ “Mengapa kamu tidak seperti si A, yang nilai raportnya selalu bagus?”

❌ ”Mengapa kamu tidak seperti adikmu?”

Kita, orang dewasa yang dipercaya untuk melejitkan “ mental jawara” anak, justru lebih sering memperlakukan mereka menjadi anak rata-rata, yang harus sama dengan yang lainnya.

MEMBUAT GUNUNG, BUKAN MERATAKAN LEMBAH

Ikan itu jago berenang, jangan habiskan hari-harinya dengan belajar terbang dan berharap terbangnya sepintar burung.

Seringkali kalau ada anak-anak yang tidak menyukai matematika, kita paksakan anak untuk ikut pelajaran tambahan matematika agar nilainya sama dengan anak-anak yang sangat menyukai matematika. Ini namanya meratakan lembah. Anak akan menjadi anak yang rata-rata.

Burung itu jago terbang, apabila sebagian besar waktunya habis untuk belajar terbang, maka dalam beberapa waktu ia akan menjadi maestro terbang.

Anak yang terlihat berbinar-binar mempelajari sesuatu, kemudian orangtuanya mengijinkan anak tersebut menghabiskan sebagian besar waktunya untuk mempelajari hal tersebut, maka kita sedang mengijinkan lahirnya maestro baru. Ini namanya membuat gunung. Anak akan memahami misi spesifiknya untuk hidup di muka bumi ini.

Continue reading

Aliran Rasa Tantangan Level 6 (Menstimulus Matematika Logis pada Anak)

Aliran Rasa Tantangan Level 6 (Menstimulus Matematika Logis pada Anak)

Pada tantangan level 6 ini kembali saya sempat bingung. Kalau untuk tantangan sebelumnya (aliran rasanya bisa dibaca di sini), baca buku kan ‘tinggal baca’, barangnya sudah ada (banyak, malah), kebiasaan sudah ada, tinggal melaporkan saja. Tapi kali ini saya kembali harus lebih kreatif merancang kegiatan. Walaupun katanya bisa lakukan yang simpel-simpel saja, yang memang sedang dikerjakan di rumah seperti sambil memasak, tapi justru di situ kendalanya bagi saya.

Saya sempat mentok di penjumlahan pengurangan saja, paling-paling variasinya perbandingan ukuran. Padahal sudah ada contoh tentang menimbang dan pengelompokan warna tapi rasanya kok ‘masih kurang matematika’ bagi saya, hehehe. Akhirnya ya lebih banyak menerapkan yang sudah disebutkan di materi (utama maupun cemilan). Malah kadang terjebak juga kegiatannya pakai media yang sudah ada seperti (lagi-lagi) video dan buku yang sudah ada instruksinya jelas, yang mungkin kurang konkret jadinya.

Alhamdulillah bisa juga terkumpul 12 hari, sempat kesal sendiri karena hari-hari awal luput dilaporkan karena agenda kegiatan sedang padat dan sampai rumah sudah malam trus ketiduran sambil ngelonin anak-anak. Hari ke-13 juga tidak sempat lapor, jadi mau lanjut bikin laporan hari ke-14 ragu-ragu, takut dihitung dilompati. Ya sudah, yang penting semoga tetap terjaga semangat untuk saya belajar dan mengajak belajar anak-anak logika matematika, dengan berbagai kegiatan yang menyenangkan :).

 

#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath

#MathAroundUs

Tantangan Level 6 (Menstimulus Matematika Logis pada Anak) Hari 12

Tantangan Level 6 (Menstimulus Matematika Logis pada Anak) Hari 12, 3 Agustus 2017

Fathia (5 tahun 10 bulan) dan Fahira (2 tahun 7 bulan) bermain Busy Bag El Hana. Sudah cukup lama disimpan, sih. Fathia memainkan kartu bergambar ulat dengan badan berupa bulatan warna-warni plus kancing berwarna sama yang mengajarkan logika urutan. Ada selang satu ganti warna, ada juga yang dua-dua, ada yang satu-dua. Saya jadi ingat soal-soal dalam psikotes yang sering menyelipkan masalah sekuens.


 Sedangkan Fahira main stik es krim warna-warni yang bisa membentuk beraneka bangun datar mulai dari segitiga, persegi, hingga belah ketupat. Saya mengawasi saja apa yang terbentuk sambil memberikan penjelasan dan gambaran tentang hasilnya.

#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath

#MathAroundUs

Tantangan Level 6 (Menstimulus Matematika Logis pada Anak) Hari 11

Tantangan Level 6 (Menstimulus Matematika Logis pada Anak) Hari 11, 2 Agustus 2017

Fathia (5 tahun 10 bulan) dan Fahira (2 tahun 7 bulan) merapikan buku di ruang keluarga bersama ayah mereka. Tumpukannya memang sudah lumayan tidak beraturan. Dari situ mereka belajar tentang mengatur buku-buku  agar berdiri sejajar, termasuk mengurutkan dari yang tinggi/besar ke yang pendek/kecil. Karena akan ditata dalam dua tumpukan, jadi kalau tidak beraturan dari segi tingginya maka akan kelihatan berantakan.
IMG-20170803-WA0074

#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath

#MathAroundUs

Tantangan Level 6 (Menstimulus Matematika Logis pada Anak) Hari 10

Tantangan Level 6 (Menstimulus Matematika Logis pada Anak) Hari 10, 1 Agustus 2017

Fathia (5 tahun 10 bulan) dan Fahira (2 tahun 7 bulan) saya dampingi bermain Mouse Cheese Stack, hadiah kuis yang saya dapatkan beberapa waktu yang lalu. Permainan ini idealnya dimainkan oleh dua orang secara bergantian. Jadi pemain pertama meletakkan dua mainan tikus lalu menaruh lembaran ‘keju’ di atas kedua tikus tersebut. Pemain berikutnya melakukan hal yang sama secara bergantian. Masing-masing pemain berusaha agar pada gilirannya tumpukan tidak jatuh. Kalau sampai jatuh, pemain tersebut mendapatkan koin yang jika sudah terkumpul sampai sekian maka permainan berakhir. Ada ajaran untuk mempersulit lawan sih kalau di petunjuk permainannya, tapi kami tidak menerapkan sampai ke situ. Bahkan sampai penerapan pemberian koin pun tidak (sebelumnya sih pernah saya dan Fathia mainkan dengan aturan koin ini). Kali ini saya fokus mengajarkan keseimbangan jumlah. Jika jumlah tikus di kanan dan kiri seimbang, maka bangunan keju juga lebih kokoh dan mantap, tidak mudah bergoyang apalagi roboh. Jumlah dua tikus jadinya bisa berubah, juga ditambah dengan koin, untuk memberikan variasi kelipatan dan penjumlahan. Tidak terlalu lama sih, karena saya juga sudah keburu ngantuk selepas diklat seharian dan masih ada tanggungan pekerjaan kantor yang harus dikerjakan di rumah.

(sementara pakai foto lama dulu)

 

#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath

#MathAroundUs