Hoax Gambar Berputar Yang Menunjukkan Tingkat Stres Kita

Hari ini di salah satu grup WhatsApp yang saya ikuti, adminnya mengirimkan sebuah gambar. Unik sih memang gambar yang didominasi warna ungu dan keemasan dalam motif geometris segienam berulang ini, ya. Kalau kita lihat, gambarnya tampak seperti berputar. Jadinya mirip video atau setidaknya file .gif lah, tetapi sebenarnya ini gambar ‘biasa’. Yang luar biasa ya bahwa gambar ini terlihat bergerak.

Daann katanya sih, bagaimana kita melihat gambar ini bisa menunjukkan seberapa parah tingkat stres kita. Tepatnya sih, kalimat yang disertakan seperti ini:

Gambar ini diorganisir oleh ahli syaraf Jepang.

1⃣ Jika gambar tidak berputar ➡ Anda sehat

2⃣ Gambar berubah perlahan ➡ Anda tidak bisa tidur atau lelah.

3⃣ Jika gambar berputar terus dan tidak berhenti ➡ Anda sangat stress atau punya masalah psikologis

Anda nomor berapa❓

Bahkan kemudian admin menambahkan pernyataan bahwa ia baru saja memperoleh tambahan informasi (mungkin dari grup lain yang ia ikuti) bahwa jika yang dilihat adalah sesuai dengan nomor 3 alias gambarnya seperti berputar terus, ada juga kemungkinan penyebab selain stres, yaitu pernah mengalami cedera kepala karena benturan fisik.

Continue reading

Adab dan Hukum di Media Sosial (dari grup BiAS)

sosmed-1 sosmed-2 sosmed-3 sosmed-4 sosmed-5 sosmed-6 sosmed-7 sosmed-8 sosmed-9 sosmed-10

🌍 BimbinganIslam.com
Senin, 23 Muharam 1438 H / 24 Oktober 2016 M
👤 Ustadz Nuzul Dzikri, Lc
📔 Materi Tematik | Adab Dan Hukum di Sosial Media (Bagian 01)
⬇ Download Audio: bit.ly/BiAS-NZ-Sosmed-01
———————————–

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

إنَّ الـحَمْدَ لله نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ،

أَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا الله حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا الله الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ الله كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا الله وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ الله وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ وَخَيْرَ الْهَديِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرَّ الأُمُوْرِ مُحَدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلةٌ، وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ.

Bapak-bapak, ibu-ibu, rekan-rekan, ikhwān dan akhwāt yang saya muliakan.

Marilah kita awali dengan bersyukur kepada Allāh Jala wa ‘Alā, atas segala nikmat dan karunia yang Allāh berikan dan Allāh limpahkan kepada kita.

Nikmat yang tidak mungkin kita bisa hitung. Nikmat yang senantiasa menyapa setiap derap langkah kita. Dan Allāh meminta kita untuk bersyukur kepada-Nya.

Dan nikmat yang harus kita syukuri secara khusus adalah:

⑴ Nikmat Imān
⑵ Nikmat Islām

⇛ Dua nikmat yang merupakan kunci kebahagiaan di dunia kita dan di ākhirat kita.

Selanjutnya, marilah kita haturkan shalawat kita dan salam kita kepada qudwah kita, Nabi besar Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam beserta para keluarga beliau, para shahābat-shahābat beliau dan orang-orang yang istiqamah berjalan di bawah naungan sunnah beliau sampai hari kiamat kelak.

Kita akan berbicara tentang sebuah fenomena yang sangat booming di tengah-tengah kita. Fenomena yang tidak memandang segmen dan batas usia. Tua muda, miskin kaya, anak muda, bapak-bapak, ibu rumah tangga, menggandrungi fenomena ini.

Kita akan berbicara tentang:

Adab dan Hukum yang Berkaitan dengan Sosial Media

Dalam kamus bahasa Indonesia:

⇛ Media itu berarti alat atau sarana komunikasi, perantara, penghubung.
⇛ Sosial artinya berkenaan dengan masyarakat.

Oleh karena itu dari sisi bahasa di atas, medsos (media sosial) bermakna: sarana berkomunikasi dan berbagi.

Sehingga hampir semua media (medsos-medsos) tersebut memiliki istilah sharing yang mereka tawarkan, karena memang itulah makna dasar dari dunia yang akan kita bahas sebentar lagi.

⇛ Istilah lain dari media sosial adalah jejaring sosial, (yaitu) jaringan atau jalinan hubungan secara online di internet.

Jadi yang kita gunakan adalah media yang berbasis internet.

Rasanya kita kurang tertarik untuk mendengarkan tapi penting untuk kita menududukkan masalah.

Kenapa demikian?

Karena kalau kita baca definisi di atas maka fenomena sosmed ini, semakin membuat kita beriman kepada Allāh dan Rasūl-Nya.

⇛Fenomena sosmed seharusnya membuat seorang mu’min:

√ Semakin rajin ke masjid.
√ Semakin semangat mengikuti sunnah Rasūl shallallāhu ‘alayhi wa sallam.

√ Semakin sami’na wa atha’na.
√ Semakin tidak membantah apabila dikasih perintah atau larangan dari Allāh dan Rasūl-Nya.

√ Semakin tidak suka mendebat firman-firman Allāh dan hadīts-hadīts Nabi ahallallāhu ‘alayhi wa sallam.

Kenapa demikian?

Continue reading

Penulisan insya Allah yang tepat…benarkah?

Hingga sekarang masih sering beredar gambar yang menyatakan bahwa Dr. Zakir Naik mengoreksi penulisan insya Allah. Seharusnya in shaa Allah, demikian disebutkan dalam gambar itu. Benarkah?

11037468_10203062489482772_9070729239158713232_n.jpg

15135824_10205784731737127_1824157765269986179_n.jpg

Saya termasuk yang membenahi cara penulisan saya begitu beredar informasi tersebut. Lupa sih, waktu itu informasinya bawa-bawa nama Dr. Zakir Naik atau tidak. Belakangan, saya membaca ada yang mengklarifikasi bahwa Dr. Zakir Naik tidak pernah mengeluarkan pernyataan seperti itu. Disertakan pula keterangan singkat bahwa sebetulnya tidak ada masalah karena ini soal transliterasi masing-masing negara saja. Penjelasan selengkapnya sendiri bisa dibaca di bawah, saya kutip dari konsultasisyariah.com.

Continue reading