Playdate Aksi Selamatkan Bumi dari Sampah, Ajak Keluarga Beraksi Peduli Tangani Masalah Sampah Sejak Dini

Sampah adalah bagian yang sulit terpisahkan dari kehidupan kita sehari-hari. Apa pun aktivitas kita, kemungkinan besar akan ada sampah yang dihasilkan. Lalu, ke mana sampah-sampah itu pergi?

Ketika membaca atau menonton berita bahwa di perairan Wakatobi, Sulawesi Tenggara, ditemukan seekor paus mati dengan 5,9 kilogram sampah plastik di dalam perutnya, kesadaran kita seperti dientakkan. Sudah cukupkah slogan “buanglah sampah pada tempatnya”? Setelah dibuang, ke mana sampah-sampah itu pergi?

Melalui kegiatan playdate Aksi Selamatkan Bumi dari Sampah di Auditorium lantai 1 Perpustakaan Umum Daerah Provinsi DKI Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Cikini, Sabtu (02/03), Ibu Profesional Jakarta mengajak untuk meningkatkan kepedulian pada masalah sampah. Kegiatan playdate ini sekaligus menandai peluncuran resmi buku bergambar untuk anak yang berjudul Aksi Lima Sahabat Selamatkan Bumi dari Sampah hasil karya Rumah Belajar Menulis Ibu Profesional Jakarta.

Alhamdulillah, saya senang mendapat kesempatan menjadi salah satu dari sebelas penulis dalam buku ini. Tanggal di awal bulan Maret sengaja diambil karena dekat dengan momen peringatan Hari Peduli Sampah Nasional yang jatuh pada tanggal 21 Februari. Ketika suami dan anak-anak plus pengasuhnya tiba di lokasi, saya yang berangkat duluan untuk bantu beres-beres turun sebentar ke lantai dasar menyambut mereka, lalu foto-foto dulu di photo booth yang tersedia. Nah, latar belakang oranye beserta perlengkapannya ini sebenarnya bukanlah photo booth baru, melainkan sudah pernah dipakai untuk Workshop Pandu 45. Tapi saat itu saya dan suami tidak sempat foto-foto di sana. Alhamdulillah, konsep reuse yang dijalankan untuk acara ini bikin keinginan saya foto-foto di depan tenda mungil nan lucu itu (meski sayangnya terpotong) kesampaian.

Kegiatan playdate diramaikan oleh sekitar 200 peserta yang terdiri atas anak-anak dan orang tua mereka. Ibu Profesional DKI Jakarta juga mengundang perwakilan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, komunitas Ibu Profesional daerah tetangga seperti Ibu Profesional Tangerang, Ibu Profesional Tangerang Selatan, Ibu Profesional Bogor, dan Ibu Profesional Bekasi, serta komunitas-komunitas yang memiliki visi dan misi serupa terkait pengelolaan sampah seperti Jirowes dan Klub Oase. Harapannya, kerja sama dengan pemerintah maupun komunitas lain dapat menggerakkan aksi peduli sampah agar semakin optimal.

Sebagaimana disampaikan oleh penanggung jawab kegiatan, Kak Laksemi ‘Ami’ Bania Siregar, dalam laporannya, “Tema Ibu Profesional pada 2019 adalah sinergi kebermaanfaatan, maka kami menggandeng pemerintahan, menggandeng komunitas-komunitas untuk bersinergi membuat Indonesia yang lebih baik. Karena zero waste itu tidak mudah, maka mari kita lakukan bersama-sama.”

Continue reading

Playdate dengan Pemadam Kebakaran, Seru dan Tambah Ilmu

Pemadam kebakaran itu tugasnya ngapain aja, sih? Kalau di film-film atau bacaan kan kita sering, ya, melihat bahwa pekerjaan para petugas pemadam kebakaran itu ternyata beragam, bukan semata menangani si jago merah yang mengamuk. Tanggal 27 lalu, saya dan keluarga mendapatkan penjelasan langsung dari para petugas kebakaran bahwa ada juga warga yang memanggil mereka untuk menolong ketika ada hewan liar seperti lebah atau ular yang masuk rumah, bahkan ada yang minta tolong dipotongkan cincinnya yang sudah terlalu sempit dipakai.

Ya, hari itu kami mengikuti Playdate Fire Rescue bersama @temanmainid di Sudin Pemadam Kebakaran Jakarta Timur, kawasan Matraman. Kalau selama ini cuma lewat-lewat saja di depan gedung kantornya (biasanya kalau mau ke Gramedia, nih), kali itu kami bisa masuk ke dalam, bahkan diajak ikut berkeliling dengan mobil pemadam kebakaran, lho.

Pak Ahmad dan tim dari Pemadam Kebakaran Jakarta Timur menyambut peserta setelah acara dibuka oleh kak Miranti dari Teman Main. Pak Ahmad menjelaskan beberapa hal terkait tugas dan pernak-pernik pemadam kebakaran.

Tugas pemadam kebakaran:
1. Pencegahan sejak dini agar tidak terjadi kebakaran, misalnya dengan edukasi.
2. Pemadaman jika sudah terjadi kebakaran.
3. Penyelamatan korban.

Continue reading