[Resensi Buku] Bunda Lisa

Judul: Bunda Lisa: Samudra dan Angkasa yang Bernyanyi Memeluk Mimpi
Penulis: JS Khairen
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Jumlah halaman: 268
Tahun terbit: 2014
Peresensi: Leila Rizki Niwanda

Buku novel Bunda Lisa - JS Khairen

Buku novel Bunda Lisa – JS Khairen

Sebagaimana judulnya, buku ini menceritakan kisah hidup Bunda Lisa. JS Khairen diam-diam melakukan riset untuk buku ini didorong oleh kekaguman pada sosok Bunda Lisa yang asli, pengelola TK Kutilang di Bekasi. Bunda Lisa adalah seorang perempuan asal Aceh yang melanjutkan pendidikan di Jakarta, bertemu dengan seorang pemuda yang nanti menjadi suaminya, kemudian mengikuti suami mengenyam pendidikan di Amerika Serikat. Setelah pulang kembali ke Indonesia, Bunda Lisa tergerak oleh keadaan di sekelilingnya. Satu demi satu program untuk masyarakat dengan penuh ketulusan ia jalankan dengan dukungan penuh suami tercinta.

Continue reading

[Resensi Buku] Kami (Bukan) Sarjana Kertas

Judul buku: Kami (Bukan) Sarjana Kertas
Penulis: J.S. Khairen
Penerbit: Grasindo
Tebal: 388 halaman
Tahun terbut: 2019, tapi yang ada di saya ini versi 2024
Lama buku ini tersimpan di rumah karena saya mendahulukan baca buku-buku yang lebih tipis dari penulis yang sama. Apalagi yang ini ada lanjutannya, jadi kayak merasa mendingan nanti aja bacanya ketika ada waktu luang buat rapel baca semua serinya. Tapi pekan lalu akhirnya selesai juga karena diminta jadi moderator bedah bukunya untuk komunitas Resensi Bacayuk.

Novel Kami Bukan Sarjana Kertas

Novel Kami Bukan Sarjana Kertas

Continue reading

[Resensi Buku] Home Sweet Loan

Judul: Home Sweet Loan
Penulis: Almira Bastari
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: Cetakan kelima, Maret 2024
Jumlah halaman: 312
ISBN: 9786020658049

Novel Home Sweet Loan

Novel Home Sweet Loan

Mungkin agak terlambat ya untuk membaca buku ini karena bahkan versi filmnya, yang cukup viral, sudah turun layar. Tapi tak apalah. Senang akhirnya bisa menemukan kesempatan untuk menyelesaikan buku ini, seperti biasa saat melakukan perjalanan jarak jauh. Semoga nanti segera tayang di platform video karena saya juga sebetulnya penasaran dengan alih wahananya.
Continue reading

Mengeja Candala

Kata terakhir dalam Tantangan Writober Rumah Belajar Menulis Ibu Profesional Jakarta 2024 sungguh bikin mati gaya. Saya tak akrab dengan kata ini. Jadilah saya kembali ke format ulasan buku.

Setelah mencari-cari, saya akhirnya menemukan beberapa buku dengan kata Candala pada judulnya. Buku yang saya beli adalah karya Zia Ulhaq, terbitan tahun 2019 dari Transmedia Pustaka. Subjudulnya “Sebuah Kisah Mengabadikan Kenangan”.

Sedikit unik, isinya adalah kumpulan prosa puitis. Saat mulai membaca secara acak saya sempat mengira tulisan di dalamnya tak punya benang merah satu sama lain, karena penyajiannya yang tak biasa ini. Namun, ternyata penulis sudah memberikan penjelasan di pengantar buku, bahwa kumpulan prosa ini disusun secara runut sehingga membentuk jalan cerita. Lengkap dengan konflik dan klimaksnya. Jadi, seharusnya dibaca berurutan dari depan.

Candala

Candala

Continue reading

[Resensi Buku] Margo dan Rahasia Setengah Abad

Judul buku: Margo dan Rahasia Setengah Abad
Penulis: Aghnia Sofyan
Penerbit: Clover (M&C Gramedia)
Tahun terbit: 2021
Tebal: 300 halaman

Novel Margo

Novel Margo

Sengaja saya unggah ulasan buku ini pada peringatan Hari Sumpah Pemuda. Sebab, misteri yang diangkat dalam buku ini banyak terkait dengan Sumpah Pemuda. Mulai dari tokoh-tokohnya, tanggal pentingnya, naskahnya, sampai dengan makna di baliknya. Banyak fakta sejarah yang baru saya ketahui lewat penceritaan buku ini. Jadi penasaran juga dengan riset yang dilakukan oleh penulis.

Continue reading

[Resensi Buku] Gak Narsis, Gak Eksis

Untuk Tantangan Writober RBM Ibu Profesional Jakarta tahun 2021, salah satu kata yang diberikan adalah “suara”. Kala itu saya menyetorkan tulisan dengan topik echoist, kebalikan dari narcissist. Tak disangka untuk Writober tahun ini yang muncul adalah kata “narsistik”. Terus terang saya belum dapat ide untuk kata kunci ini, jadi terpaksa ambil jalan ninja sekalian (ceritanya) melanjutkan format tantangan tepat sebelum yang ini, yaitu resensi buku.

Setelah cari-cari di Google Books, ketemulah buku ini yang langsung saya beli. Judulnya nggak persis “narsistik”, sih, tetapi bentuk tidak bakunya yaitu narsis. Sudah cukup lama terbitnya ternyata, tetapi masih lumayan menarik untuk dibaca-baca karena gaya penulisannya yang asyik.

Buku Gak Narsis Gak Eksis

Buku Gak Narsis Gak Eksis

Continue reading

[Resensi Buku] Elegi Gutenberg

Pada tulisan sebelumnya untuk tantangan Writober Rumah Belajar Menulis Ibu Profesional Jakarta (untuk kata “absurd”), saya sempat menyebutkan bahwa buku Alice in Wonderland sudah dapat dibaca gratis di Project Gutenberg. Project Gutenberg adalah program yang dikembangkan sejak pada tahun 1971 oleh Michael S. Hart. Tujuannya adalah membuat versi digital dari karya-karya sastra dan dokumen yang sudah masuk ke dalam domain publik, sehingga bisa diakses secara gratis oleh siapa saja dan menyebar lebih luas lagi.

Sebagaimana nama yang digunakan, projek ini terinspirasi oleh Johannes Gutenberg, penemu mesin cetak. Filosofinya adalah mesin cetak memungkinkan penyebaran informasi dilakukan secara massal. Melalui platform ini, buku-buku terutama karya klasik dari berbagai genre dan bahasa tersedia dalam format digital, membuka kesempatan bagi siapa pun untuk mengunduhnya tanpa biaya.Ada kriteria tertentu untuk sebuah buku agar dapat dimuat di Project Gutenberg, salah satunya tentu terkait dengan hak cipta.

Project Gutenberg memuat buku-buku yang sudah berada dalam domain publik dan tidak lagi dilindungi oleh hak cipta (hak ciptanya sudah kedaluwarsa). Di Amerika Serikat, hak cipta berlaku hingga 70 tahun setelah penulisnya meninggal dunia. Dengan kata lain, karya yang penulisnya telah meninggal lebih dari 70 tahun yang lalu biasanya sudah dianggap masuk ke domain publik, sehingga bisa didistribusikan secara bebas.

Di Amerika Serikat juga terdapat perlakuan khusus, yaitu karya-karya yang diterbitkan sebelum tahun 1924 secara otomatis sudah berada di domain publik dan bisa diunggah ke Project Gutenberg. Adapun buku-buku yang diterbitkan setelah tahun 1924 mungkin masih dilindungi hak cipta jika belum melewati batas 70 tahun sejak kematian penulisnya. Beberapa negara memiliki aturan berbeda mengenai hak cipta, misalnya 50 atau 100 tahun setelah penulisnya meninggal dunia. Oleh karena itu, Project Gutenberg juga disesuaikan dengan aturan di masing-masing negara.

Nah, ngomong-ngomong soal Project Gutenberg, ada satu buku yang judulnya mengambil nama projek ini sekaligus menggunakan kata dalam tantangan keempat Writober RBM IP Jakarta 2024, yaitu Elegi Gutenberg. Saya sempat membaca bukunya, dan meski terbitnya sudah lama, buku ini tetap relevan dengan kondisi masa sekarang.

Continue reading