Tantangan Level 5 (Menstimulasi Anak Suka Membaca) Hari 6

Hari keenam, 12 Juni 2017

Fathia (5 tahun 7 bulan) dibacakan buku The Way to Jannah (Yasmin Mussa, penerbit Learning Roots). Buku ini saya pesan dari @littletree.library dan baru saja sampai. Tidak banyak teks, tapi kalau diceritakan ke anak penjelasannya bisa panjang lebar. Sajian utamanya tentang kalimat-kalimat thayibah, yang dihubungkan dengan jalan cerita mendaki gunung bersama.

Melihat beberapa buku di meja, saya bertanya ke Fathia, buku apa yang dibacanya bersama ayah hari ini. Katanya sih bukan baca buku cerita, melainkan belajar huruf hijaiyah dengan metode yang baru kami pelajari. Tapi di antara buku panduan tersebut dan buku iqra, ada buku lama Pesta Olahraga yang kemudian saya bacakan ulang. Dalam buku tulisan mba Orin yang diterbitkan oleh Gema Insani Press ini terkandung nilai sportivitas.

Menjelang tidur, Fathia minta dibacakan buku lagi, jadi saya ambil yang terdekat saja yaitu Ramadan Puzzle Mini Book (Namla Publishing). Ini sebetulnya semacam buku pendamping untuk puzzle bertema Ramadhan, jadi narasinya juga hanya sedikit. Tapi bagus untuk memancing anak juga gantian bercerita tentang pengalamannya menjalani Ramadhan sejauh ini sebagai pembanding dari kondisi yang digambarkan dalam buku.


Fahira (2 tahun 6 bulan) selain menyimak Pesta Olahraga juga asyik membuka-buka buku Pop Up Numbers, sambil menyanyi lagu tentang huruf-huruf karena dianggapnya bentuk-bentuk yang muncul dari buku tersebut adalah huruf bukannya angka.

Tantangan Level 5 (Menstimulasi Anak Suka Membaca) Hari 5

Hari kelima, 11 Juni 2017

Fathia (5 tahun 7 bulan) dibacakan buku Sahira Cinta Allah (tulisan teh Tethy Ezokanzo, penerbit Salamadani). Ini salah satu buku favoritnya yang dulu sempat minta dibacakan setiap hari, tapi belakangan sudah jarang dibuka lagi. Ada beberapa cerita di buku ini dengan tokoh utama Sahira dan adiknya, Raihan, beserta ibu mereka. Dari sini anak-anak bisa mendapatkan hikmah untuk meminta hanya pada Allah, bahwa Allah selalu melihat perbuatan kita dan ada malaikat yang senantiasa mencatat, juga bahwa kelak ada surga yang menanti dengan segala kesenangannya.

Fahira (2 tahun 6 bulan) dibacakan buku kesukaannya juga, Bagaimana Menyuapi Adik (Ida S. Widayanti, penerbit Sahabat Ufuk). Saking sukanya, ia sudah hafal beberapa kalimat dalam buku tersebut, bahkan bisa mengulanginya lagi sambil memegang buku lain (jadi dia pura-pura membaca, padahal isi bukunya berbeda).

Awalnya, buku ini saya beli untuk Fathia menjelang kelahiran adiknya. Melalui buku ini anak-anak jadi belajar bahwa makanan adik bayi memang berbeda dengan anak yang sudah lebih besar. Apalagi yang giginya sudah lengkap, tentu sudah tidak bisa lagi hanya minum susu sepanjang hari seperti adik bayi.

Sebelumnya, Fahira juga sempat membuka-buka buku Princess Khadijah: Kisah Princess yang Gemar Bersikap Adil dan Misteri Timbangan Ikan (karya mba Shinta Handini, penerbit Lentera Hati). Buku princess Islami begini biasanya memang menarik perhatian anak-anak perempuan karena ilustrasinya yang cantik. Dari ketertarikan, semoga teladan princess dalam buku tersebut juga ikut meresap, kali ini tentang perlunya berlaku jujur.

Tantangan Level 5 (Menstimulasi Anak Suka Membaca) Hari 4

Hari keempat, 10 Juni 2017.

Kali ini bacakannya bersamaan karena mereka sama-sama antusias dengan paket yang baru datang. Isinya tiga buku kisah hikmah dari Al-Qur’an terbitan JBD Press Junior Pakistan. Masing-masing berjudul Prophet Moses as and the Miser Qaroon, Prophet Ayub as’s Patience, dan Companions of The Cave alias Ashabul Kahfi.

Bahasa yang dipakai di bukunya tentu bahasa Inggris, saya menceritakan dalam bahasa Indonesia. Teksnya tidak banyak memang, halaman dipenuhi dengan ilustrasi besar-besar yang juga sekaligus menjadi bahan pertanyaan anak-anak yang penasaran mengapa begini dan begitu (terutama, karena sosok para nabi tidak digambarkan sama sekali dalam ilustrasi).

Selain itu, Fahira sempat minta dibacakan buku Peek-A-Boo (versi bahasa Inggris dari buku Cilukba) dari Rabbit Hole.

Tantangan Level 5 (Menstimulasi Anak Suka Membaca) Hari 3

Hari ketiga, 9 Juni 2017

Fathia (5 tahun 7 bulan) membaca buku Keni Pilek, penerbit Erlangga for Kids. Buku ini masih dalam seri yang sama dengan yang kami baca di hari pertama, yaitu Seri Anak Sehat. Di sini diceritakan gejala pilek itu seperti apa saja, juga bagaimana cara menutup mulut saat batuk dengan benar untuk mengurangi kemungkinan penularan.

Fahira (2 tahun 6 bulan) dibacakan buku Suara Apa Itu? dari penerbit Rabbit Hole. Di sini anak bisa belajar mengenai jenis-jenis kendaraan dan bagaimana suaranya, melalui buku yang relatif minim teks tapi gambarnya cukup rinci nan cantik tanpa harus jadi rumit. Penggambaran daerah GBK misalnya (karena ceritanya ini lagi lari pagi bersama), khas kan, jadi sekalian mengingatkan anak-anak kalau kami juga sudah pernah ke sana. Aslinya sih dibacakan menjelang saya berangkat ke kantor, tapi malamnya dia minta dibacakan lagi.

Tantangan Level 5 (Menstimulasi Anak Suka Membaca) Hari 2

Hari 2, 8 Juni 2017

Fathia (5 tahun 7 bulan) membaca buku Cita-cita dan Profesi (Seri Kepribadian Muslim 4, Gema Insani Press). Dalam buku ini dikenalkan aneka profesi dan definisi (singkat dan sederhana) apa saja yang dikerjakan, mulai dari guru, astronot, sampai dokter. Dan dia tetap pada cita-cita semula, menjadi dokter.

Fahira (2 tahun 6 bulan) melihat-lihat dan dibacakan buku bilingual Tidak! (No!, Erlangga for Kids). Hanya saya bacakan bahasa Indonesianya sih, kadang bahasa Inggris-nya saya bacakan cuma untuk menggoda kakak yang adakalanya tertarik tapi lebih sering menolak mendengar saya membaca dalam bahasa Inggris kalau bukunya bilingual.

Buku Tidak! yang tipis dengan banyak gambar ini menggemaskan sih buat saya. Tokoh utamanya, Archie si anak badak ceritanya sedang menyukai dan terus-menerus mengucapkan sebuah kata baru yang jadinya bikin geregetan orang-orang, eh, hewan-hewan, di sekelilingnya, sampai akhirnya bikin repot dirinya sendiri. Jadi ingat si dedek sendiri yang sedang masanya banyak berucap “nggak mau!” :D.

 

Tantangan Level 5 (Menstimulasi Anak Suka Membaca) Hari 1

Tantangan Kelas Bunda Sayang IIP Level 5 ini terus terang saya suka banget, tapi di sisi lain jadi ujian juga…. Saya suka membaca buku dan membacakan ke anak-anak, anak-anak alhamdulillah juga sudah terlihat tumbuh kesukaannya pada buku, tapi sanggupkah kami konsisten? Apalagi di bulan Ramadhan, pulang kantor biasanya nyambung berbuka, sholat Maghrib, tak lama kemudian sholat Isya dan tarawih. Belum lagi target harian Ramadhan. Kapan waktunya baca bareng anak-anak? Tapi alhamdulillah, lumayan tertolong karena suami sedang libur kuliah cukup lama, jadi seperti petang ini misalnya, saya dapat laporan dari Fathia kalau tadi sudah baca buku ini dan itu bersama ayah.

Hari ini mulai laporan yang kemarin dulu aja ya… Mohon maklumi Pohon Literasi yang masih seadanya, hehehe.

 

Continue reading

Materi #5 Kuliah Bunda Sayang IIP: Menstimulasi Anak Suka Membaca

Institut Ibu Profesional, Kelas Bunda Sayang, Materi #5

MENSTIMULASI ANAK SUKA MEMBACA

🔸🔹🔸🔹🔸🔹🔸🔹

Mari kita mulai dengan bermain peran terlebih dahulu. Bayangkan kita adalah seorang dewasa dengan bahasa yang kita gunakan sehari-hari adalah bahasa Indonesia, belum pernah mengetahui bahasa Mandarin, kemudian tiba-tiba kita diberi koran berbahasa Mandarin dengan tulisan Mandarin semua. Apa yang terbayang di benak kita semua?
Pusing? Tidak tahu maksudnya? Lalu kita hanya melihat-lihat gambarnya saja?

Hal tersebut akan sama dengan anak-anak yang belum dibiasakan mendengarkan berbagai dialog bahasa ibunya, belum belajar berbicara bahasa ibunya dengan baik, tiba-tiba dihadapkan dengan berbagai cara belajar membaca bahasa ibunya tersebut yang berisi dengan deretan-deretan huruf yang masih asing di benak anak, diminta untuk mengulang-ulangnya terus menerus dengan harapan anak bisa cepat membaca.

🍒 KETERAMPILAN BERBAHASA
Sebelum lebih jauh membahas tentang teknik menstimulasi anak membaca kita perlu memahami terlebih dahulu tahapan-tahapan yang perlu dilalui anak-anak dalam meningkatkan keterampilan berbahasanya.

IMG-20170607-WA0048

🍒 Tahapan tersebut adalah sebagai berikut:

a. Keterampilan Mendengarkan (listening skills)
b. Keterampilan Berbicara (speaking skills)
c. Keterampilan Membaca (reading skills)
d. Keterampilan Menulis (writing skills).

Keempat tahapan tersebut di atas harus dilalui terlebih dahulu secara matang oleh anak. Sehingga anak yang BISA MENDENGARKAN (Menyimak) komunikasi orang dewasa di sekitarnya dengan baik, pasti BISA BERBICARA dengan baik, selama organ pendengaran dan organ pengecapnya berfungsi dengan baik.

Mendengarkan dan berbicara adalah tahap yang sering dilewatkan orangtua dalam menstimulasi anak-anaknya agar suka membaca. Sehingga hal ini mengakibatkan anak yang BISA MEMBACA, belum tentu terampil mendengarkan dan berbicara dengan baik dalam kehidupan sehari-harinya. Padahal dua hal keterampilan di atas sangatlah penting.

Banyak orang dewasa yang menggegas anaknya untuk bisa cepat-cepat membaca, padahal anak yang BISA BERBICARA dengan baik, pasti akan BISA MEMBACA dengan baik, tetapi banyak yang mengesampingkan 2 tahap sebelumnya.

Pertanyaan selanjutnya, mengapa banyak anak bisa membaca tetapi sangat sedikit yang menghasilkan karya dalam bentuk tulisan, bahkan di antara kita orang dewasa pun sangat susah menuangkan gagasan-gagasan kita, apa yang kita baca, kita pelajari dalam bentuk tulisan?

Padahal kalau melihat tahapan di atas anak yang BISA MEMBACA dengan baik pasti akan BISA MENULIS dengan baik.

Mengapa? Karena selama ini anak-anak kita hanya distimulus untuk BISA membaca tidak SUKA MEMBACA. Sehingga banyak di antara kita  BISA MENULIS huruf (melek huruf) tetapi tidak bisa menghasilkan karya dalam bentuk tulisan (MENULIS KARYA).

Terbukti  berdasarkan survei UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia baru 0,001 persen. Artinya dalam seribu masayarakat hanya ada satu masyarakat yang memiliki minat baca. Berdasarkan studi “Most Literate Nation In the World” yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada Maret 2016 lalu, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca.

Continue reading