Tantangan Level 11 Kelas Bunda Sayang IIP Hari ke-2

Kemarin, yang kebagian tugas presentasi adalah mba Winarti ‘Natie’ dan mba Rita Fithradewi.

Presentasinya adalah sbb:

Apa saja tantangan yang kita hadapi saat ini berkaitan dengan gender?

Penyimpangan orientasi seksual

Apa itu fitrah seksualitas?Seberapa pentingkah untuk kita bangkitkan?

Setiap anak lahir dengan fitrahnya masing-masing. Tugas orangtua adalah membangkitkan fitrah yang dimiliki anak, agar fitrah-fitrah tersebut mampu berkembang optimal.

Fitrah seksualitas adalah bagaimana seseorang berpikir, merasa dan bersikap sesuai dengan fitrahnya sebagai lelaki sejati atau sebagai perempuan sejati.

Ada tiga tujuan utama yang ingin dicapai pada pendidikan fitrah seksualitas:

1. membuat anak mengerti tentang identitas seksualnya. Anak bisa memahami bahwa dia itu laki-laki ataupun perempuan.

2. mengenali peran seksualitas yang ada pada dirinya. Anak mampu menempatkan dirinya sesuai peran seksualitasnya.

Seperti cara berbicara, cara berpakaian atau merasa, berpikir dan bertindak.

Sehingga anak akan mampu dengan tegas menyatakan “saya laki-laki” atau “saya perempuan”.

3. mengajarkan anak untuk melindungi dirinya dari kejahatan seksual.

bagaimana cara membangkitkan fitrah seksualitas pada anak.

Membangkitkan fitrah seksualitas anak bisa dimulai sejak mereka dilahirkan.

Pada framework pendidikan berbasis fitrah, membangkitkan fitrah seksualitas pada anak berbeda menurut tahap usia anak masing-masing.

Ada tiga tahapan usia anak yaitu tahap pra latih (0-2 tahun dan 3-6 tahun), tahap pre aqil baligh 1 ( 7-10 tahun) dan tahap pre aqil baligh 2 ( 11-14 tahun).

 

Bagaimana Solusinya?

– perkuat ketahanan ayah ibu

– menyicil “utang jiwa” dan merumuskan ulang tujuan pengasuhan kita

– komunikasi produktif (baik, benar dan menyenangkan)

– mengajarkan agama sendiri

– pilihlah teman dan lingkungan yang baik untuk anak kita.

Referensi :

1. Harry Santosa, Fitrah Based Education.

2. youtube chanel Diah H Soehadi, https://youtu.be/Kb7zWBolJvM

3. http://www.ummi-online.com/membangkitkan-fitrah-seksualitas-pada-anak-bagian-2.html

============

Review dari saya:

Dari presentasi tersebut, saya menggarisbawahi peran orangtua. Ya, karena orangtualah yang bertugas membangkitkan fitrah anak yang sejatinya sudah ter-install tersebut. Maka orangtua juga harus punya ketahanan yang kuat dulu. Saya teringat materi ustadz Harry Santosa di Majelis Dhuha Keluarga FBE tempo hari, kalau ortunya galau dan alay, bagaimana dengan anaknya? Maka sebagai orangtua harus senantiasa membuka diri akan ilmu terbaru, termasuk soal pengasuhan anak. Akan selalu ada update baik yang menguatkan maupun menentang pengetahuan sebelumnya, jika tidak dilandasi dengan kemantapan akan prinsip yang dipegang maka orangtua akan berpotensi bingung dan terombang-ambing sendiri.

Saya sendiri menanyakan pembagian peran berdasarkan gender, yang kemudian dikatakan akan diajarkan atau dicontohkan ke anak. Haruskah dikotak-kotakkan bahwa memasak dan menjahit adalah pekerjaan ibu, sedangkan mencuci kendaraan dan memperbaiki keran adalah tugas ayah/lelaki? Jawabannya adalah: keterampilan bisa diberikan pada anak laki2 atau perempuan misalnya memasak. Dengan tetap memperhatikan tujuan dari keterampilan tersebut maka baik anak laki laki maupun anak perempuan tetap bisa terampil mengerjakannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s