Jurnal Ulat-ulat 1 Bunda Cekatan: Menyajikan dan Mencicipi Potluck

Setelah melewati tahap telur-telur, sampailah mahasiswi Bunda Cekatan Institut Ibu Profesional ke tahap berikutnya, yaitu Kelas Ulat-ulat. Bacanya memang agak geli, yaa, tapi ingat saja bahwa tahapan berikutnya adalah menjadi kupu-kupu. Semoga bisa sampai ke tahap selanjutnya hingga lulus.

Jadi ceritanya setelah telur-telur kemarin menetas, muncullah ulat-ulat. Apa kerjanya ulat? Makan, tentunya. Namun, ulat yang ini bukan sekadar makan. Para peserta juga diminta menyajikan ilmu yang dipelajari selama sepekan ini untuk bisa dicicipi oleh peserta lainnya. Makanya, jurnal (saya misalnya, membuat dalam bentuk blog ini) baru boleh disetorkan setelah sebelumnya menyajikan “potluck” di grup FB.

Inilah sajian saya:

Nah, dari sajian teman-teman, saya tertarik dengan berbagai sumber yang membahas manajemen waktu.  Satu istilah yang paling menggugah saya adalah Teknik Pomodoro dari sajian mbak Zie Lusiana. Awalnya yang tebersit adalah salah satu jenis saus untuk spageti yang pernah saya baca. Saus ini dinamakan saus pomodoro yang berarti tomat.

Apa hubungannya dengan manajemen waktu? Di Wikipedia disebutkan bahwa Teknik Pomodoro memanfaatkan timer alias penghitung waktu untuk membagi pekerjaan yang harus dilakukan menjadi interval-interval berjangka waktu (biasanya masing-masing sepanjang 25 menit, dengan jeda singkat di antara jangka waktu tersebut). Setiap interval diistilahkan sebagai pomodoro, karena penemu teknik ini, Fransesco Cirillo, menggunakan timer berbentuk tomat saat masih mahasiswa.

Saya langsung membeli salah satu buku yang disusun oleh Fransesco Cirillo, yaitu The Pomodoro Technique, The Acclaimed Time-Management System That Has Transformed How We Work di Google Books. Belum selesai, sih, bacanya, tetapi sejauh ini saya amati menarik sekali bahasan dalam buku tersebut. Makjleb juga bagi saya yang masih amat sering merasa kewalahan dan susah fokus. Banyak yang saya kerjakan, tetapi jarang yang selesai sampai tuntas.

Kelas Bunda Cekatan IIP

Makanan lain dari teman-teman sekelas yang sudah saya catat untuk dinikmati nanti adalah buku Fiqh Prioritas (karya Dr. Yusuf Qaradhawi) sajian Mbak Fina Febriani yang sebenarnya sudah lama sekali saya miliki, tetapi hanya saya baca sepintas lalu. Saya juga mem-bookmark video How to Multiply Your Time dari Rory Vaden yang disajikan oleh Mbak Helena.

Oh, ya, hari ini grup komunitas lain yang saya ikuti juga membahas manajemen waktu. Materinya saya sisipkan di sini.

Selasa, 21 Januari 2020

بسم الله الرحمن الرحيم ⛅

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ
وَبَرَكَاتُهُ

⌚⌚⌚⌚⌚⌚⌚⌚⌚⌚

Kiat Manajemen Waktu

⌚⌚⌚⌚⌚⌚⌚⌚⌚⌚

Bagaimana cara kita bisa membagi waktu dengan baik? Ini sangat mudah dimanfaatkan ketika seseorang ingin meraih ilmu agama sembari meraih dunia atau belajar ilmu dunia.

Kiat-kiat berikut mudah-mudahan bisa membantu:

1⃣ Buat batasan waktu untuk setiap aktivitas setiap harinya

Misal, berapa lama waktu tidur, berapa lama waktu untuk menunaikan kewajiban, berapa lama waktu berkunjung ke orang lain, berapa lama waktu duduk-duduk sampai pada waktu untuk mudzakarah (mengulang pelajaran).

2⃣ Yang sangat membantu dalam manajemen waktu adalah meninggalkan aktivitas yang sia-sia dan berlebihan dari yang sewajarnya.

Seperti meninggalkan banyak tidur, banyak makan dan minum, nongkrong dan membicarakan hal yang tidak manfaat (banyak bicara), meninggalkan berbagai media dan alat yang banyak melalaikan seperti waktu terhabiskan dalam menggunakan handphone, browsing atau main game. Begitu pula yang keliru, waktu dihabiskan pula untuk menelusuri terus berita yang tidak jelas (qiila wa qaal) dan sibuk dengan berita politik.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

“Di antara kebaikan islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat.” (HR. Tirmidzi, no. 2317; Ibnu Majah, no. 3976. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sesungguhnya Allah meridhai tiga hal dan membenci tiga hal bagi kalian. Dia meridhai kalian untuk menyembah-Nya, dan tidak menyekutukan sesuatu pun dengan-Nya, serta berpegang teguhlah kalian dengan tali Allah dan tidak berpecah belah. Dia pun membenci tiga hal bagi kalian, menceritakan sesuatu yang tidak jelas sumbernya (qiila wa qaal), banyak bertanya, dan membuang-buang harta.” (HR. Muslim, no. 1715)

3⃣ Jangan punya kebiasaan menunda-nunda, berkata, “Ah, nanti sajalah.”

Menunda-nunda kebaikan dan sekedar berangan-angan tanpa realisasi, kata Ibnul Qayyim bahwa itu adalah dasar dari kekayaan orang-orang yang bangkrut.

“Sekadar berangan-angan (tanpa realisasi) itu adalah dasar dari harta orang-orang yang bangkrut.” (Madarij As-Salikin, Ibnul Qayyim, 1: 456, Darul Kutub Al-‘Arabi.)

Janganlah engkau menunda-nunda amalan hari ini hingga besok.

Seandainya besok itu tiba, mungkin saja engkau akan kehilangan.

Dari Abu Ishaq, ada yang berkata kepada seseorang dari ‘Abdul Qois, “Nasehatilah kami.” Ia berkata, “Hati-hatilah dengan sikap menunda-nunda (nanti dan nanti).”

Al Hasan Al Bashri berkata, “Hati-hati dengan sikap menunda-nunda. Engkau sekarang berada di hari ini dan bukan berada di hari besok. Jika besok tiba, engkau berada di hari tersebut dan sekarang engkau masih berada di hari ini. Jika besok tidak menghampirimu, maka janganlah engkau sesali atas apa yang luput darimu di hari ini.” (Dinukil dari Ma’alim fii Thariq Tholab Al-‘Ilmi, Dr. ‘Abdul ‘Aziz bin Muhammad bin ‘Abdillah As Sadhaan, 30, Darul Qabis).

4⃣ Memanfaatkan setiap detik waktu untuk kebaikan dan ibadah.

Coba lihat contoh para ulama di masa silam, mereka adalah orang-orang yang sangat memperhatikan waktu dengan baik.

Contoh-contohnya:

▪Salim Ar-Razi, seorang ulama Syafi’iyah pernah mengatakan, “Aku telah membaca satu juz kitab selama perjalananku.” Itu ia lakukan dalam perjalanan pergi dan pulang ke rumahnya.

▪Abul Wafa’ ‘Ali bin Aqil menyatakan bahwa ia sampai tidak ingin menyia-nyiakan satu detik dari umurnya. Jika ia tidak mengulang pelajaran, tidak pula memanfaatkan matanya untuk menelaah, ia berpikir di waktu rehatnya. … Subhanallah.

5⃣ Membuat jadwal belajar.

Jadwal belajar itu mulai dari Shubuh hari. Rincian yang disarankan oleh para ulama sebagai berikut:

🍀Waktu shubuh adalah waktu untuk menghafal, lebih-lebih menghafal Al-Qur’an Al-Karim. Waktunya adalah ketika waktu sahur (menjelang Shubuh) dan setelah Shubuh. Karena ketika itu pikiran masih jernih. Menghafal saat itu sangat-sangat mudah. Cara yang bisa ditempuh adalah dengan melakukan shalat Shubuh di masjid, lalu diam hingga waktu syuruq (matahari terbit). Waktu tersebut digunakan untuk menghafal dan mengulang hafalan (muraja’ah). Jika selesai dari menghafal Al-Qur’an, bisa juga digunakan untuk menghafal matan berbagai cabang ilmu seperti menghafal hadits, fikih, ilmu ushul dan bahasa Arab.

🍀Jika punya waktu untuk bekerja atau belajar di sekolah saat pagi, maka tekunilah aktivitas tersebut. Jika tidak, maka hafalan bisa dilanjutkan hingga mendekati Zhuhur. Lantas sebelum Zhuhur, ambillah waktu untuk melakukan qailulah (tidur siang sejenak).

🍀Setelah ‘Ashar digunakan untuk muthala’ah (menelaah), membaca, belajar, menghadiri majelis ilmu, atau mengulang hafalan yang telah dihafal.

🍀Setelah Maghrib digunakan untuk menghadiri majelis ilmu. Sedangkan ba’da Isya’ digunakan untuk mengulang pelajaran atau menelaah suatu pelajaran.

Namun, penjadwalan di atas berbeda untuk setiap orang. Seorang pekerja dengan seorang yang masih jadi pelajar atau mahasiswa, tentu berbeda manajemen waktunya. Seorang yang telah menikah dan yang masih bujang, juga berbeda. Orang yang super sibuk dengan yang biasa saja, tentu berbeda pembagian waktunya.

Yang jelas hendaklah seseorang berusaha untuk memenej waktunya dengan baik untuk waktu siang dan malam. Hendaklah ada waktu untuk menghafal dan membaca. Namun jangan sampai melupakan waktu untuk rehat. Hendaklah seseorang yang sudah menyusun waktu, konsisten dengan jadwalnya. Jika tidak, maka harinya akan sia-sia, sehingga tersia-sialah umurnya.

Semoga Allah memudahkan kita untuk memenej waktu kita dengan baik.

*

Muhammad Abduh Tuasikal, M.Sc

Disarikan dari artikel rumaysho.com

••┈┈┈••❀❁●❁❀••┈┈┈••

Publikasi Hijrah Islamic Parenting

⏺Fanpage : https://www.facebook.com/hijrah.ip/

🔰Instagram : https://www.instagram.com/hijrah.ip/

🌐Blog : hijrahislamicparenting.wordpress.com

#Janganlupabahagia
#Jurnalminggu1
#Materi1
#Kelasulat
#Bundacekatan
#Buncekbatch1
#BuncekIIP
#Institutibuprofesional

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s