Kenangan Mengunjungi Atsiri diSarinah

Pertama kali saya mengetahui keberadaan Rumah Atsiri Indonesia adalah dari konten sepupu saya yang menjadi salah satu tamu undangan saat tempat ini baru akan dibuka untuk umum tahun 2018. Dari foto-fotonya saya melihat rumah-rumah kaca nan cantik, bangunan-bangunan kayu dengan desain yang mirip dengan tenda, juga taman bunga marigold yang ikonik. Semua terletak di kaki Gunung Lawu yang memberikan latar pemandangan nan elok.

Atsiri sendiri dalam hal ini adalah minyak hasil penyulingan dari tanaman yang menghasilkan aroma khas. Kita mungkin mengenalnya juga dengan istilah essential oil. Minyak ini bisa ditemukan di kulit, buah, bunga, daun, getah, rimpang, akar, biji, bahkan di batang tanaman. Laman Rumah Atsiri menyatakan bahwa Indonesia punya puluhan ribu jenis tanaman yang dapat menghasilkan minyak atsiri, dari cengkih, pala, nilam, kayu putih, kenanga, sampai cendana. Adapun Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) edisi VI menyatakan bahwa kata yang baku sebenarnya adalah asiri, sebuah kata sifat yang berarti mudah menguap pada temperatur yang relatif rendah.

Rumah Atsiri berada di area yang dulunya merupakan Pabrik Penyulingan Citronella yang dibangun lewat kerja sama dengan Bulgaria. Perjanjian kerja samanya diawali pada tahun 1961, kemudian pada tahun 1963 didirikan Pabrik Penyulingan Serai Wangi di Tawangmangu sebagai perwujudan kerja sama Techno Ekspor Bulgaria dengan perusahaan Kimia Yasa Indonesia. Pabrik penyulingan minyak atsiri ini bahkan semula dimaksudkan untuk menjadi yang terbesar di Asia.

Pada tahun 1986, Pabrik Penyulingan Citronella berpindah pengelolaan dari pemerintah ke swasta. Sekitar tahun 2015 pabrik ini berhenti beroperasi karena masalah ketersediaan bahan baku. PT Rumah Atsiri Indonesia mengambil alih dan merevitalisasi bangunan pabrik menjadi tempat wisata edukasi Rumah Atsiri Indonesia. Luasnya sekitar 2,5 hektare, yang antara lain mencakup bangunan museum, rumah kaca, toko, hingga area produksi. Inisiatornya adalah Pak Paulus Mintarga yang sekaligus sebagai pemilik. Sedangkan pengelolaannya dipegang pada putri beliau, Natasha Clairine Mintarga, selaku founder dan brand director.

Saya kutip dari Binus Business School, Natasha memadukan bisnisnya dengan konsep berkelanjutan yang tidak hanya berfokus pada profit, tetapi juga pada dampak sosial dan lingkungan. Sebagai seorang perempuan pemimpin, Natasha mewujudkan visi keberlanjutan dengan memberdayakan tenaga kerja lokal dan bermitra dengan petani kecil yang sekaligus memberikan akses yang lebih luas ke pasar. Natasha juga menjalin kolaborasi dengan institusi pendidikan untuk menyiapkan generasi muda agar siap bersaing dalam industri wewangian.

Di tempat yang berlokasi di Jalan Watusambang, Plumbon, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah ini, ditawarkan Aromatic Program Wellness yang menyeluruh. Sejak tahun 2021 dibuka pula fasilitas Rumah Atsiri Glamping yang bukan hanya tempat menginap, melainkan juga ruang untuk dimanjakan dengan pijatan, sajian teh racikan khusus, serta menjalani berbagai aktivitas lainnya yang kian bervariasi. Jadi, memang bukan sekadar akomodasi, sebab produknya adalah keseluruhan program ini.

Tahun ini misalnya, di Rumah Atsiri Glamping pengunjung bisa mengikuti trekking di Plumbon, mencicipi jemparingan (seni panah tradisional ala Jawa), mandapatkan perawatan spa, menyimak kilas balik sejarah di museum, berpetualang dengan mobil jip, melakukan yoga, serta mengikuti lokakarya herbal dan aromatik seperti pembuatan sabun mandi dan minuman.

Mencicipi Rumah Atsiri Versi Mini

Biarpun Tawangmangu hanya berjarak sekitar satu jam lebih sedikit dari rumah orang tua, tetapi sudah lama sekali saya tidak ke sana. Padahal, pada masanya, Tawangmangu menjadi tempat pilihan untuk berbagai kegiatan mulai dari family gathering kantor Mama, tujuan karyawisata sekolah, lokasi liburan keluarga besar, sampai tempat menginap untuk perpisahan SMA. Jadilah hingga kini saya belum pernah ke Rumah Atsiri Indonesia.

Namun, awal tahun 2023 lalu saya sempat mengunjungi Atsiri diSarinah (penulisan namanya memang seperti ini, ya) bersama keluarga. Seperti namanya, lokasi Atsiri di Sarinah adalah di Gedung Sarinah, Gondangdia, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, tepatnya di lantai 5. Tiket masuknya pada waktu itu adalah Rp45.000,00 per orang. Pengunjung dapat masuk setiap 15 menit sekali, dengan durasi di dalam sekitar 20 menit, di wahana yang dibuka tahun 2022 ini.

Tidak terlalu luas memang, tetapi pengunjung bisa belajar banyak hal dalam waktu singkat di Atsiri Mini Museum Sarinah ini. Sebelum masuk, kami diminta untuk mengisi kuesioner mengenai hal-hal yang disukai. Hasil dari kuesioner ini nantinya akan divisualisasikan dalam bentuk “aura” dari rekomendasi perpaduan wewangian minyak atsiri yang cocok dengan kepribadian kita.

Hasil Aura dan Rekomendasi Aroma

Hasil Aura dan Rekomendasi Aroma

Begitu berada di dalam, kami disambut oleh benda seperti bola-bola tanah berlapis lumut yang digantung, yang ternyata merupakan kokedama atau seni penanaman vertikal tanpa pot. Meskipun teknik ini sendiri berasal dari Jepang, tetapi lumutnya dari Tawangmangu, loh. Lumut berfungsi untuk menahan kelembapan, jadi bola-bola ini cukup dicelupkan ke air lima hari sekali, tidak perlu disirami setiap hari. Kokedama di sini dilengkapi dengan lampu khusus sebagai pengganti sinar matahari agar kebutuhannya tetap tercukupi.

Ruang Kokedama di Museum Atsiri Sarinah

Ruang Kokedama di Museum Atsiri Sarinah

Di ruangan berikutnya ada pajangan empat jenis tanaman aromatik yaitu serai dapur, serai wangi, nilam, dan geranium. Tampak wadah kaca berisi bola-bola aroma mungil yang ditaruh di dinding. Bola aroma ini bisa kita cium satu-satu dengan kertas khusus, juga kita simak penjelasannya. Bukan sekadar wangi, tetapi setiap tanaman memiliki khasiat khasnya yang bermanfaat untuk kesehatan. Lalu ada ruang visualisasi yang menampilkan 105 jenis tanaman yang ada di Rumah Atsiri dalam bentuk video mapping.

Ruang Aura

Ruang Aura Museum Atsiri Sarinah

Terakhir, kami diajak oleh pemandu ke ruang aura. Visualisasi gelombang warna dari hasil kuesioner tadi ditampilkan di dinding selama beberapa saat, yang sayang jika tidak diabadikan dalam foto atau video. Pendar cahaya berwarna-warni ini juga akan bergerak mengikuti gerakan tubuh kita.

Rekomendasi wewangiannya sekaligus dapat kita jadikan panduan untuk berbelanja produk-produk di Atsiri Shop begitu keluar dari area museum. Di Persona Aroma Custom Shop, kita bisa meracik sendiri pelembap, body oil, hand sanitizer, sampai pembersih wajah sesuai kepribadian kita. Beranjak sedikit ke luar, ada restoran Atsiri Eat yang sering juga dijadikan sebagai tempat lokakarya pembuatan sabun atau wewangian.

Atsiri Shop di Sarinah

Atsiri Shop di Sarinah

Sayangnya Atsiri diSarinah ini sudah ditutup. Belum menemukan informasi kapan tepatnya, tetapi sepertinya sekitar pertengahan tahun 2024. Meskipun Atsiri diSarinah sudah tak beroperasi lagi, ternyata Rumah Atsiri makin melebarkan sayapnya. Dalam waktu dekat akan diluncurkan Atsiri Pinisi di Bali.

Akhir bulan Juni tahun ini Rumah Atsiri juga mengumumkan bahwa mereka membuka Atsiri Shop di ASHTA District 8 lantai 1, Senayan, Jakarta Selatan. Di gerai permanen ini (bukan hanya pameran temporer), tersedia Scent Discovery Zone, DIY Fragrance Bar, Custom Gift Consultation, serta tentunya deretan produk yang bisa dibeli. Masih ada juga pop-up store mereka yang dibuka secara bergantian di beberapa tempat, misalnya bulan Oktober ini di Senayan City dan JICC Senayan (Jakarta), NICE PIK 2 (Tangerang), dan Wot Batu (Bandung).

Yang jelas, mengunjungi Rumah Atsiri Indonesia masih menjadi salah satu wishlist saya. Soal transportasi sekarang juga sebetulnya sudah lebih mudah karena ada mobil shuttle antar jemput dari dan ke beberapa titik di Kota Solo seperti Stasiun Solo Balapan, Terminal Tirtonadi, dan Stasiun Purwosari setiap hari Sabtu dan Minggu. Semoga kami bisa segera ke sana, ya.

Sumber

1. Instagram @rumahatsiri

2. https://pesonakaranganyar.karanganyarkab.go.id/destinasi/rumah-atsiri-indonesia

3. https://www.rumahatsiri.com/about/story-and-history

4. https://jatengprov.go.id/publik/rumah-atsiri-indonesia-hidupkan-kembali-pabrik-minyak-wangi-bung-karno/

5. https://travel.kompas.com/read/2022/08/24/194036027/5-tips-berkunjung-ke-atsiri-disarinah-jangan-asal-jawab-kuis-aura?page=all

6. https://www.idntimes.com/travel/journal/destinasi-aromatik-atsiri-disarinah-00-p3rq2-mpx9fc

7. https://www.instagram.com/p/DBxhPA_Pf11/

#writober #writober2025 #asiri #IbuProfesionalJakarta #IbuProfesional #perempuanpemimpin

Leave a comment